Rosi seorang gadis yang nakal, peminum, perokok dan menyukai dunia malam. Tanpa sengaja menikahi seorang Duda pendiam, dialah sang Sugar Daddy langganannya untuk sebuah kencan palsu.
Duda pendiam ini tidak menyukai Rosi sedikitpun, dia hanya menginginkan Rosi selalu bersamanya dan membayar Rosi dengan uang yang sangat banyak. Rosi adalah anak SMA kelas 2 di suatu sekolah swasta di Kota. Kehidupannya yang berliku membawanya, menjadi wanita muda yang liar di gelapnya dunia malam.
Karena tuntutan dunia elit yang gila, dia terpaksa menjadi simpanan seorang Sugar Daddy yang pendiam dan selalu membayarnya dengan sangat memuaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Mustika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMSD-13 : I'am a Girl Boss!
#Plagiarisme tidak author benarkan, author akan menuntut orang yang mengklaim hasil karya author.
#Selamat membaca😍😘
Pagi, cuaca sangat dingin karena semalaman hujan itu David membangunkan Rosi mengajak Rosi lari pagi di taman. Rosi bangkit, ia sangat menyukai udara sehabis hujan petrikor namanya. Rasanya sudah lama Rosi tidak menikmati pagi yang demikian indahnya. Rosi memakai setelan training lengkap dengan jaket dan topi. David dan Rosi turun kebawah, David menyetir mobil kearah taman. Mereka turun dari mobil, David memberikan air mineral ke Rosi, meneguknya, dan kemudian mereka mulai pemanasan. Rosi memerhatikan David, ia sangat tampan pagi ini, dengan setelan training panjang berwarna putih.
"Ayo..!!" Rosi jarang lari pagi ditaman, ini hal baru baginya. Rosi mengikuti David joging hari itu sepi entah kenapa, mungkin karena udara dingin banyak orang enggan berolahraga pagi, Rosi menghirup udara segar sepuasnya. David berjalan mendahului Rosi, "Ayoo nona pemalas!" seru David mengejek Rosi, Rosi berlari kencang kearah David ia terengah-engah. David terus berlari, jam menunjukkan pukul 6:26 pagi. Rosi sesekali berhenti didekat taman, ia tidak menghiraukan David yang telah berlari jauh melampauinya.
Dari jauh seperti ada 2 orang bertopeng yang mengamati mereka berdua, 2 orang itu kemudian menghadang Rosi. Rosi berteriak dan berusaha lari, David yang mendengarnya segera berlari kearah Rosi dan menendang 2 orang itu. Perkelahian terjadi diantara mereka, Rosi berteriak minta tolong, namun karena taman jauh dari pemukiman. Tiba-tiba...
"Blup.....!"
"Aaaa" teriak David kesakitan. Orang itu telah menikam David dan berlari pergi, sekilas Rosi mendengar suaranya, "Ayo cabut!" 2 orang itu berlari cepat kearah mobil yang mendekati mereka, mereka naik dan mobil mengebut Rosi terkejut menghampiri David memeluknya melihat dengan saksama mobil yang digunakan oleh penjahat itu adalah jeep hitam tanpa plat.
Rosi melihat kearah David, perutnya pengeluarkan darah, membasahi hoodie putihnya Rosi membimbing David yang lemas dan pucat kearah mobil, secepatnya Rosi membawa mobil kearah RS. David pun dirawat intensif. Rosi sangat cemas, ia kemudian menelfon sekretaris David.
Sekretaris David datang, dan beberap saat kemudian mereka menemui Dokter, Dokter memberi tahu, bahwa luka David sangat serius. hati Rosi sangat sedih ia merasa bersalah sudah secara tidak langsung melukai David karena awalnya penjahat terlihat ingin melukai dirinya.
Sekretaris David memutuskan bahwa ia akan membawa David kembali ke Amerika, dan perusahaan sementara akan dikelola oleh Rosi. Rosi terkejut dengan keputusan yang tiba-tiba ini, ia sangat sedih akan ditinggal David berobat, ia ingin mendampingi David, karena David suaminya dan sudah merawatnya semasa ia sakit, menemaninya setiap hari, Rosi membatin ia mulai merasakan getar-getar cinta dalam hatinya.
Rosi ingin sekali ikut ke Amerika tapi sekretarisnya meminta Rosi untuk tetap tinggal di Indonesia, karena banyaknya urusan yang akan di selesaikan oleh Rosi dalam perusahaan mereka. Rosi menurut, ia menjalani hari-harinya dengan berbeda, ia melihat kearah kasur David. Ia kesepian dan merindukan David, malam hari ia menangis, merenungi nansibnya. Anak broken home, menikah muda, suami kritis. Ia kemudian turun kebawah berniat minum.
Tiba didepan kulkas, ia mulanya ingin mengambil bir, tapi ia ganti dengan es krim. Ia duduk di meja makan sembari makan es krim dan membuka-buka hp-nya, ia melihat foto-fotonya bersama David. Tiba-tiba asisten rumah tangga mereka menghampiri Rosi.
"Nyonya, boleh saya temani?"
"Ohh boleh"
"Tuan kapan pulang nya?"
"Saya tidak tahu" jawab Rosi sembari menyendok es krimnya, hatinya sedih tapi ia berusaha tenang karena tidak ingin membuat seisi rumah menjadi kacau kalau semuanya terus-terusan bersedih.
"Nya, maaf kalau saya lancang. Tuan David itu memang kurang kasih sayang, jadi saya dan pak satpam lah yang menemaninya dirumah."
"Lalu?"
"Saya berharap nyonya dan tuan bisa bahagia dan langgeng, saya sudah cocok dengan nyonya"
"Iya mbak makasih" jawab Rosi sembari tersenyum. Dalam hatinya menangis, seandainya mbak asisten tau kalau mereka pura-pura menikah...
Keesokan harinya sekretaris David pulang kerumah dan menjemput Rosi untuk pergi ke, kantor. Rosi bingung tapi ia berusaha tenang remaja yang masih seusianya sibuk bermain-main, dia malah akan mengambil alih perusahaan raksasa milik suaminya. Huhh, tapi ia berusaha menenangkan diri dan mengatakan bahwa ini hanya sementara.
Rosi turun dengan setelan kantor, sekretaris tersenyum melihat usaha Rosi dalam berpakaian kerja. Sekretaris menandai contreng dalam list kecakapan Rosi. Mereka tiba di kantor, sekretaris memperkenalkan Rosi pada semua pegawai sebagai istri David yang mulai hari ini akan memimpin perusahaan menggantikan David yang sedang perjalanan bisnis. (Berita sakitnya David harus dirahasiakan karena akan membuat saham jatuh dan citra perusahaan menurun)
Rosi memberi sambutan dan memperkenalkan diri, dalam hatinya ia yang masih remaja terpaksa berdandan seperti orang dewasa, dan membawahi orang-orang yang umurnya jauh diatasnya. Disisi lain David dibawa ke RS terkenal di Amerika, ibunya merawat David dengan baik karena ia adalah dokter di RS tersebut. David sudah 3 hari tidak sadarkan diri.
Berita bergantinya pemimpin didalam perusahaan sampai ketelinga Jery, pesaing bisnis David. Hari pertama Rosi bekerja ia diminta oleh sekretaris David untuk membaca resume dan profil lengkap perusahaan, memintanya menghafalkan nama produk, pegawai dan memahami keinginan pasar. Rosi merasa bahwa belajar di lapangan jauh lebih sulit dari pada dihome schooling. Ia membaca sembari melihat pemandangan diluar perusahaan, ia melihat ada coffee shop yang tidak jauh dari perusahaan.
Rosi belajar dengan keras 3 jam ia habiskan hanya membaca dan membolak-balikan buku dan kertas-kertas dihadapannya. Ia mulai bosan dan tidak menyangka bahwa kekayaan David dihasilkan dengan usaha yang sangat sulit dan kompleks untuk menghafal produk saja ia membutuhkan 1 jam. Waktu menunjukkan pukul 12 siang. Ia berniat untuk makan siang di coffee shop. Rosi kemudian keluar dari gedung perusahaan, dan menuju coffee shop. Ia memesan jus dan nasi goreng, ia tidak suka minum kopi tapi disana terdapat produk lain yang dijual. Rosi makan sembari membaca resumenya.
Tiba-tiba duduk seorang pria didepannya, Rosi melihat kearah pria itu, Juna!!
"Hai" Sapa Juna canggung
"Hai, mas"
"Kenapa kamu disini, dan kemana suamimu?"
"Dia sedang melakukan perjalanan bisnis"
"Jadi kau menggantikannya?"
"Ya" jawab Rosi gugup, Juna mengangguk
"Mas ngapain kesini?" tanya Rosi
"Saya memang sering kesini" sahut Juna
Rosi tidak percaya, ia mengira Juna mengikutinya
Rosi tidak mau membangkitkan ingatannya bersama Juna. Lalu bangkit dan mengatakan, "Makan siang saya sudah berakhir mas, saya mau kekantor dulu." Rosi membereskan resumenya dan pergi meninggalkan Juna.
Juna terdiam, dalam hatinya bertanya "Benarkah Rosi sudah tidak mencintainya lagi? semudah itukah Rosi berpaling?" Tapi ia tidak mau membuat Rosi menjaga jarak dengan sikapnya yang memaksa, tapi sejujurnya Juna sangat mencintai Rosi. Lidahnya kelu, ia tidak bisa mengatakannya karena ia terdiam dan terkejut bisa bertemu Rosi secara tak sengaja di coffee shop favoritnya.**
(BERSAMBUNG)