Menceritakan sisi kehidupan seorang Faiq sebagai anak indigo.
Berbeda dengan saat di novel 'Guna Guna', kali ini kehidupan Faiq akan dikupas secara detail sejak ia kanak-kanak hingga dewasa.
Kisah Faiq menjalani hidup yang harus bersinggungan dengan dunia lain yang baginya antara ada dan tiada.
Juga serunya persahabatan Faiq dengan mekhluk ghaib yang enggan meninggalkannya.
Kisah apa lagi yang akan dijalani Faiq ?.
Penasaran, ikuti kisahnya yuk....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 ( Terbongkar )
Setelah mengetahui perselingkuhan istrinya, Guntur pun mulai mempersiapkan diri untuk berpisah. Kedua mertuanya pun tak mampu mencegah karena kesalahan jelas berada di pihak Niken, anak mereka. Guntur tak ingin memaafkan Niken, meski pun ia sangat mencintainya. Harga dirinya sebagai laki-laki dan suami jelas terluka.
\=\=\=\=\=
Minggu siang usai latihan, terlihat Guntur yang sedang berkemas. Ia nampak terburu-buru karena harus menyelesaikan urusannya dengan Niken.
" Meski pun mungkin itu dilakukan di luar kesadarannya...?" tanya Faiq yang tiba-tiba muncul di belakang Guntur.
Guntur menoleh dan menatap Faiq dengan tatapan bingung. Ia memang mendengar dari Ustadz Hamzah tentang kemampuan Faiq ini, tapi ia tak menyangka jika Faiq juga bisa membaca pikirannya.
" Apa maksudmu...?" tanya Guntur dengan tatapan tak suka.
" Sabar dulu Gun. Coba Kamu dengarkan apa kata Faiq. Aku bukan membelanya, hanya saja Aku ga mau Kamu menyesal telah mengambil keputusan yang salah nanti...," kata Ustadz Hamzah yang juga berdiri di samping Faiq.
" Tapi ini urusan pribadiku Hamzah. Aku ga mau orang lain apalagi Anak kemarin sore ini ikut campur...!" kata Guntur tegas.
" Hmmm. Aku yang memintanya ikut campur dalam urusanmu. Maaf...," kata Ustadz Hamzah.
Guntur menggelengkan kepalanya tak percaya jika sahabatnya ini mengikut sertakan orang lain dalam urusannya.
" Aku cuma mau Kamu dengar apa katanya...," kata Ustadz Hamzah lagi.
Guntur diam sejenak. Lalu setelah menghela nafas panjang ia pun mengangguk.
" Baiklah...," kata Guntur mengalah.
Ustadz Hamzah dan Faiq pun tersenyum. Ustadz Hamzah lalu memberi kode kepada Faiq untuk melanjutkan ucapannya yang terhenti tadi.
" Maaf kalo Saya lancang. Tapi Istri Bapak sedang ada dalam pengaruh pelet yang ditebar oleh orang yang saat ini sedang dekat dengannya...," kata Faiq.
" Aku percaya itu. Tapi selain mengambil Istriku, laki-laki itu juga mempengaruhinya untuk mencuri harta milik mertuaku. Dan Aku ga melihat jika Niken dipaksa melakukan itu...," kata Guntur kesal.
" Kalo Kamu mau, Kita bisa selidiki sampe selesai. Aku, Faiq dan Saman akan membantu. Gimana, jangan bilang Kamu ga penasaran...?" ledek Ustadz Hamzah.
Guntur mengangguk sambil tersenyum tipis. Ia setuju mengikuti cara Ustadz Hamzah.
" Tapi Aku ragu meneruskan pernikahanku sama Niken, Ham. Aku terlanjur sakit hati sama ulahnya...," kata Guntur.
" Aku paham. Tapi Kamu bisa putusin nanti setelah tau semuanya. Kalo sekarang, Kamu masih gamang dan ga tau apa pun. Dan Kamu akan terus dihantui apa penyebab Niken berpaling darimu kalo ga tau penyebabnya...," sahut Ustadz Hamzah.
Guntur mengangguk mengiyakan. Setelahnya Guntur mengajak Ustadz Hamzah, Faiq dan Saman mengintai Niken. Mereka tiba di depan rumah Ferdi dan melihat gerak-gerik Niken. Tak butuh waktu lama Faiq pun menganggukkan kepalanya tanda apa yang menjadi kecurigaannya selama ini benar.
" Jadi, apa ada jalan menyudahi pengaruh pelet itu...?" tanya Guntur.
" Bukannya laki-laki itu juga hampir menikah Pak...?" tanya Faiq.
" Iya, Kamu benar. Dan calon Istrinya itu adalah teman Istriku...," sahut Guntur dengan wajah tegang.
" Kenapa ga coba hubungi calon Istrinya dan ajak ke sini supaya bisa clear semua...?" tanya Faiq lagi.
" Aku ga punya nomornya. Eh, sebentar. Biar Aku minta tolong sama Neti aja, kan dia sepupunya Syarifah...," sahut Guntur sambil mencoba menghubungi Neti.
" Gimana...?" tanya Ustadz Hamzah.
" Mereka menuju ke sini sekarang...," sahut Guntur.
" Kok bisa segampang itu calon Istrinya setuju untuk datang...?" tanya Saman.
" Mungkin udah punya feeling ga enak juga sama calon Suaminya itu...," sahut Guntur asal.
Dua puluh menit kemudian terlihat Neti dan Syarifah memasuki halaman rumah Ferdi. Niken dan Ferdi pun nampak terkejut.
" Sayang, kok ga ngasih tau kalo mau datang ke sini...?" tanya Ferdi gugup.
" Kenapa, apa Aku ga boleh datang ke rumah calon Suamiku sendiri. Apa harus buat janji dulu baru bisa datang...?" tanya Syarifah sambil melirik tajam kearah Niken yang nampak salah tingkah.
" Bukan gitu Sayang. Ayo masuk dulu...," sahut Ferdi.
" Ga perlu. Aku cuma mau bilang pernikahan Kita batal...!" kata Syarifah dingin.
" Kok gitu. Ada apa ini, Kamu jangan ngambil keputusan saat marah dong Sayang. Aku tau Kamu cemburu ngeliat Niken ada di sini. Tapi ini ga kaya yang Kamu pikirin. Aku sama Niken cuma dekat karena ada urusan bisnis...," kata Ferdi panik.
" Oh ya. Apa itu betul Nik...?" tanya Syarifah.
" Iya betul. Beberapa hari ini Aku emang numpang tinggal di sini, tapi itu karena Aku ada masalah sama Suamiku. Jadi Aku...," ucapan Niken terputus.
" Masalah apa yang bikin Kamu lari ninggalin rumah dan ga ngasih kabar sama Aku Niken...?" tanya Guntur sambil berdiri di ambang pintu pagar rumah Ferdi dengan tatapan setajam belati kearah Niken.
Niken dan Ferdi terkejut. Keduanya mati kutu mengetahui kebusukan mereka terbongkar. Syarifah dan Neti nampak melihat kearah Guntur yang dikawal Hamzah, Faiq dan Saman.
Menyadari jika suami Niken datang dengan membawa teman-temannya, Ferdi pun bergeser dan mencoba lari menghindar. Tapi sebelum Ferdi benar-benar lari dari tempat itu, Guntur melompat menerjang Ferdi hingga Ferdi tersungkur jatuh. Lalu Guntur mengikat tangan Ferdi dengan tali yang telah disiapkannya. Anehnya melihat hal itu Niken menjerit marah dan menyerang Guntur dengan cara memukulinya.
Guntur tak menepis pukulan Niken, tapi terlihat tatapannya yang terluka akibat sikap istrinya yang nampaknya sangat peduli pada Ferdi.
" Sekarang Pak Ustadz...," kata Faiq.
Ustadz Hamzah memberi kode kepada Guntur yang nampak mengerti, lalu secepat kilat Guntur membalikkan keadaan dengan mencekal tangan Niken dan mengikatnya. Neti dan Syarifah nampak kebingungan melihat apa yang terjadi di hadapan mereka.
" Nanti Saya jelasin. Sekarang bantu Kami aja ya...," kata Guntur yang diangguki oleh Neti dan Syarifah.
Niken dan Ferdi dalam keadaan terikat saat Faiq, Ustadz Hamzah dan Saman membacakan ayat Al Qur'an, dzikir dan doa. Disaksikan Guntur, Neti dan Syarifah, Niken dan Ferdi nampak menggelepar hebat di lantai.
" Ada apa ini Teh...?" tanya Syarifah sambil berbisik.
" Keliatannya mereka lagi diruqyah...," sahut Neti.
" Kunaon kudu diruqyah...?" tanya Syarifah lagi.
" Karena calon Suamimu telah memelet Istri Saya. Dia juga membuat Istri Saya jadi pencuri yang tega mencuri harta milik kedua orangtuanya sendiri...," sahut Guntur ketus.
Kedua mata Syarifah dan Neti membulat tak percaya. Tapi mereka terpaksa menerima kenyataan jika Ferdi telah menjebak Niken dan memanfaatkannya untuk menguras harta kekayaan orangtua Niken.
" Kurang ajar. Aku benci dia Teh. Aku ga mau nikah sama dia...!" jerit Syarifah kecewa sambil menangis di pundak Neti.
" Iya, sabar ya. Kita tunggu aja sebentar lagi, bakal ada apa setelah ini...," kata Neti sambil menepuk punggung Syarifah lembut.
Sementara itu Niken dan Ferdi nampak telah kepayahan didera 'serangan' Ustadz Hamzah, Faiq dan Saman. Keduanya meracau tak jelas mengungkapkan semua kejadian yang membuat mereka menjadi dekat.
" Aku ga mau dia nikah sama cewek itu. Aku ga rela...," kata Niken lirih.
" Kenapa, apa Kamu mencintainya...?" tanya Ustadz Hamzah.
" Cinta, apa itu cinta. Aku ga tau. Yang Aku tau, dia udah janji mau nikahin Aku kalo Aku berhasil bawa kabur perhiasan Ibu dan surat tanah Bapakku Aku udah turutin maunya, jadi dia harus nepatin janjinya juga...," sahut Niken.
" Tapi Kamu udah punya Suami kan. Mana mungkin Kamu nikah lagi padahal Kamu masih bersuami...," kata Ustadz Hamzah sambil melirik kearah Guntur.
" Aku bosan sama dia. Aku mau cari yang lain...!" sahut Niken tegas.
Wajah Guntur terlihat menegang mendengar jawaban Niken.
" Dan Kamu, untuk apa memanfaatkan Niken. Kamu tau kan kalo dia udah punya Suami...?!" tanya Ustadz Hamzah.
" Aku tau. Tapi Aku butuh hartanya untuk modal usaha dan menyenangkan calon Istriku. Lagipula dia sendiri yang datang padaku menawarkan diri ingin membantuku. Jadi sekalian aja, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui...," sahut Ferdi sambil tertawa.
" Sudah cukup Hamzah. Aku muak mendengarnya. Sudahi semua ini dan Kita pergi dari sini...!" kata Guntur.
Ustadz Hamzah mengangguk. Syarifah dan Neti pun nampaknya sudah habis kesabarannya mendengar pengakuan Niken dan Ferdi tadi. Setelah menghilangkan pengaruh ilmu hitam dari tubuh Niken, mereka pun bergegas pergi. Tinggallah Niken, Ferdi, Neti dan Syarifah yang saling menatap dengan tatapan tak terbaca.
Niken memijit keningnya perlahan, ia nampak terkejut melihat Syarifah, teman sekaligus calon istri Ferdi ada di sana.
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?.
bersambung