Ega adalah alasan Andara mau menikah dengan Pras. Pria yang sudah menjadi kakak iparnya, suami dari saudara kembarnya Dinda.
Andara sangat membenci suaminya, bukan tanpa alasan. Peristiwa beberapa tahun lalu, membuatnya sangat membencinya Pras, sayangnya Pras menikah dengan sang kakak dan kini menikah dengannya karena wasiat Dinda sebelum dia meninggal.
Menjadi ibu sambung bagi Ega bukanlah hal sulit, tapi untuk mencintai suaminya terasa tidak mungkin.
Akankah Pras berhasil membuat dara mencintai nya? ataukah rumah tangga mereka akan karam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkap
"Apa dulu kau menyukai ku?"
Pertanyaan Pras membuat dara terkejut, wajahnya pucat, mengungkapkan kan kebenaran dan kesakitan nya justru membongkar rahasia hatinya yang selama ini dia pendam. Menutup rasa cinta yang dia kubur dalam dalam di dasar hatinya yang paling dalam. Bahkan dia tidak pernah mengatakan nya kepada siapapun termasuk Dinda.
"Tidak"
"Hahahaha...."
Pras tertawa, getir dan penuh kesedihan.
Entah perasaan senang atau sedih yang dia rasakan saat ini.
Peristiwa puluhan tahun yang dia simpan dalam dalam didasar hatinya, berputar kembali bagai sebuah. film, luka lama kembali terkuak, terbuka lebar dan berdarah.
"Mengapa kau dulu menghindari ku!" setelah sekian lama keduanya terdiam, pertanyaan itu yang diucapkan oleh Pras.
"kau tau, aku hampir gila mencari mu, hingga akhirnya aku putuskan menerima Dinda, karena aku pikir dengan memacari Dinda aku bisa melihat mu, walau kau tak sedikit pun memberiku kesempatan untuk sekedar menyapa."
"Hahaha bodohnya aku." ucap Pras
Kini Pras memilih duduk bersandar di dinding tak jauh dari posisi dara saat ini.
Pras memulai ceritanya, dari dara yang tiba tiba memutuskan keluar dari tim basket. Dara yang terus menghindarinya dan memutuskan pindah sekolah. Dirinya yang merasa kehilangan dan dari situlah Pras sadar bahwa sebenarnya dia menyukai dara, diam diam dara berhasil mencuri hatinya. Pras ingin mengatakannya namun tak memiliki kesempatan.
"Kau bohong" ucap dara memotong ucapan Pras.
"Dengarkan dulu penjelasan ku!" Pras masih berusaha membujuk sang istri.
Dara bangkit dan berdiri di hadapan Pras yang duduk bersandar, dadanya kembang kempis mengatur emosi yang sudah mencapai ubun ubun.
"Bohong, semua yang kau katakan itu bohong!" Dara berteriak dengan lantang.
"Aku dengar dengan jelas, kau mengatakan kepada semua teman teman mu jika semua perhatian mu kepada ku itu palsu, kau pembohong! kau menjadikan aku alat untuk mendekati Dinda dan yang paling menyakitkan...." Dara berhenti sejenak dan menatap tajam kearah Pras.
" Kau tau apa yang paling menyakitkan!" Dara menunjuk wajah Pras
"Kau dan teman teman mu menjadikan aku dan Dinda sebagai taruhan. Kau jahat....jahat! Sakit kak, sakiiiit!!" dara menangis dan memukul mukul dadanya sebagai luapan akan kesakitan nya.
Pras begitu terkejut, untuk beberapa saat tubuhnya ikut menegang, Kini Pras paham mengapa dara sangat membencinya. Pras kini sadar, begitu dalam luka yang pernah dia torehkan, tapi tidak semua yang didengar oleh dara benar. Pras berdiri berusaha meraih tangan sang istri, namun dengan cepat dara menepisnya.
"Dara, Dengarkan aku dulu, aku bisa jelaskan semuanya."
"Sudahlah, tak ada yang perlu di jelaskan, dan itu semua masa lalu, aku sudah menguburnya rapat rapat di dasar hatiku." ucap dara
"Tidak, dara.Kau salah, aku menyukai mu dulu dan sekarang. Cinta itu tetap.tumbuh dan bersemi, dara. Aku mencintaimu." Pras menarik tubuh dara ke dalam dekapannya. Dan memeluknya erat.
Beberapa saat dara terdiam, namun kemudian dia berontak, "Lepaskan aku, aku membencimu" ucapnya disela usahanya melepaskan diri.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan mu, aku mencintaimu dara, aku mencintaimu.." Pras semakin mengeratkan pelukannya. Walau dara mencubit dan memukuli dadanya.
Usaha yang sia sia membuat tubuh dara lemas, lelah, sayangnya tak berhasil.
Pras melepaskan pelukannya dan memegang pundak istrinya. "Ma, papa tau mama belum bisa memaafkan papa, tapi papa janji, papa akan buat percaya jika cinta papa hanya untuk mama."
Dara menggeleng, "Kau bohong... dan asal kau tahu, sampai kapan pun aku tidak akan mencintai mu, karena aku membencimu."
Pras terdiam bener saat, lelah dengan keanngkuhan istrinya, dara memang keras kepala tapi bukan Pras si mantan playboy namanya jika dia menyerah untuk mendapatkan hati gadis yang dulu sangat dia cintai, Pras pasti akan mendapatkan kembali hatinya. Hany butuh usaha dan kesabaran.
Kembali Pras menarik tubuh dara ke dalam pelukannya dan memeluk erat pinggangnya, dara menatap marah, detik berikutnya dara dibuat terkejut bukan kepalang, Pras mendaratkan bibir tebalnya di bibir dara, membuat tubuh dara menegang seperti tersengat aliran listrik.
Dara terdiam, pikirannya kosong, sungguh ini diluar ekspektasi nya. Pras mulai ******* dan menyesap bibir dara. Disitulah Kesadaran dara kembali dan dia berontak, namun Pras tak mau melepaskan nya, ciumannya semakin dalam dan kasar, dara tak kehilangan akal, dia menggigit bibir Pras sebagai perlawanan, namun usaha yang sia sia, pertautan mereka berakhir karena keduanya kehabisan nafas.
Plaaak
Dara menampar Pras keras.
Pras tak marah, dia tersenyum. Detik berikut dia kembali mencium dara, sama seperti tadi ciuman yang dalam dan kasar.
Sambil ngos ngosan dara kembali ingin menampar Pras, tangannya sudah berada diatas, Pras tak mengelak dia menyodorkan wajahnya.
"Tamparlah sepuas mu, aku terima. Setiap tamparan aku balas dengan satu ciuman, aku terima dengan ikhlas." ucap Pras
Dara terdiam, cairan bening yang sejak tadi menggenang di kelopak matanya, akhirnya luruh membanjiri wajahnya. Kekesalannya akan sikap Pras semakin menjadi.
"Dengar, aku siap menerima hukuman apapun darimu, tapi setelah itu jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan ku lagi, kali ini aku serius dengan ucapan ku, kau adalah istri ku sampai maut yang memisahkan kita." Pras berucap dengan tegas.
Dara menurunkan tangannya dan Pras menariknya kembali kedalam pelukannya. Dan memeluknya erat, dara tak lagi berontak, dia diam dan terus menangis.
Semua pernyataan Pras dan kebenaran akan cinta Pras kepadanya membuat dara bingung dan dilanda keraguan. Dara lelah dan memilih berpikir.
klo belasan taun iyaa itu baru bener 😁😁😁
ada typo ya thor, typonya ganggu lho
Aku sekalian ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN by Ira. Yuk mampir kakak di jamin seru jangan lupa like dan commen
Menjadi sosok yang berbeda bukanlah hal yang baik namun tidak juga buruk. namun apa jadinya jika seorang gadis tiba-tiba bertemu dengan keluarga yang terpandang dan kaya. Namun dia harus merelakan identitas aslinya menghilang begitu saja? Aira adalah gadis yang kehilangan namanya semua orang memanggilnya dengan Aurelia sejak hari itu semua berubah, namun itu juga awal pertemuannya dengan Dekarsa bersaudara.
Zidan memiliki cacat di wajahnya hingga membuat orang-orang membencinya dan menyebutnya monster, dia di asingkan oleh orang tuanya sendiri dan karena itu ia memiliki dendam terhadap ibunya. Dia selalu kesepian sampai dia bertemu dengan sosok Aurelia yang selalu menyemangati dan mendukungnya, dia juga yang membatunya untuk tampil Tampa sebuah topeng mengerikan itu lagi.