jiwa seorang wanita di tahun 2050 yang berpindah di tubuh seorang putri pertama yang di rendahkan.
Info update; tidak menentu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hima_swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keluar dari istana bagian 2
Xia yang sedang asyik berkemas ia tidak sadar jika ada sosok yang berdiri di pintu kamar nya ia terlihat sedih untuk berpisah dengan Xia .
"ahh,kakak kau mengejutkan ku " kata Xia sambil mengelus dada nya yang terkejut .
"maaf adik ku ,kau terlalu begitu bahagia jadi aku tidak ingin menganggu mu ".
Jian mengamati beberapa set baju dan makanan kering di ranjang Xia jian sedikit mengerutkan keningnya dan bertanya " untuk apa ,kau mengemasi semua itu Mei mei " dan mata nya terpancar kekhawatiran dan kesedihan .
Xia yang melihat mata kakak nya yang penuh dengan kekhawatiran pun menjawab " aku ingin pergi keluar ".
"pergi keluar , untuk apa ?" tanya jian semakin khawatir
"kakak ,aku tidak pergi jauh dari istana, aku pergi untuk berlatih bela diri dan tentunya aku sudah minta izin dengan ayahanda kakak tidak perlu kuatir ..." jeda sebentar " dan aku juga tidak sendirian jendral Yuan akan menemani ku " dengan kata yang pelan tetapi kakak nya masih bisa mendengar apa yang di katakan adik nya itu ,ia lega jika ada jendral Yuan di sisi nya walaupun ia agak cemas sedikit karena Xia yang hilang ingatan serta sang jendral yang sedikit aneh segera Jian menepis pikiran aneh nya itu dan punggung nya dingin setelah memikirkan sang jendral .
"baik lah , hati - hati ,aku tidak bisa menemani mu " Kat Jian sedih ia ingin sekali pergi dari adik nya dan mengamati perkembangan nya,tapi jika sudah ada jendral Yuan ia tidak bisa ikut dan Xia dan jendral Yuan bisa bersama pasti karena ayahanda nya yang mengatur .
"en "kata Xia
"baik lah jangan lupa untuk berpamitan dengan ibunda dan ayahanda" .
"baik kakak" dengan senyum mengembang seperti permen kapas yang lembut.
Jian pergi kembali ke kediaman nya wajah nya terlihat sedikit murung ia juga tidak berani untuk meminta kepada ayahnya jika ia ingin menemani Xia apalagi ada jendral Yuan Jian pasti akan di tindas di sana ( Yuan memancarkan energi yang sangat dingin "
Xia ke kamar Ibunda nya di paviliun anggrek bulan seperti nama nya di sekitar menuju paviliun terdapat tanaman anggrek bulan yang banyak dan indah .
"ahh ,harum sekali , cantik sekali bunga nya seperti Ibunda "
Bunga anggrek di paviliun ibunda nya ada berbagai warna merah , putih,ungu ,kuning , hijau, biru,dan warna jeruk setiap warna memiliki arti tersendiri ,Merah, melambangkan gairah dan keinginan, namun juga bermakna keberanian dan kekuatan ,ungu, untuk melambangkan kekaguman, martabat, rasa hormat dan royalti.,putih , melambangkan kerendahan hati dan penghormatan, kemurnian, kepolosan, keanggunan dan keindahan.,Biru, melambangkan kelangkaan ,Hijau, untuk melambangkan keberuntungan dan keberkahan, sifat, kesehatan dan panjang umur.Kuning, melambangkan persahabatan, awal yang baru dan kegembiraan.
jeruk, melambangkan keberanian, antusiasme dan kebanggaan.
Dan Xia melihat sang Ibunda sedang menikmati keindahan bunga anggrek di kediaman nya ia mengenakan pakaian warna merah muda dengan rambut yang terurai indah dengan aksesoris anggrek bulan juga Ibunda nya terlihat seperti peri cantik dan mempesona Ibunda nya melihat kedatangan Putri nya ia tersenyum seindah bulan dan wajah nya yang putih masih terlihat begitu muda .
"salam ibunda semoga ibunda panjang umur "kata Xia senyum nya semakin mengembang dan ia langsung bangkit dan memeluk putri nya Xia sendiri masih muda ia seusia 15 ( jika saya sudah menyebutkan umur di chapter awal mohon maaf jika berbeda🙏). dan tinggi Xia hampir melebihi ibunda nya .
"putri ku ,ada gerangan apa sehingga kau datang kembali , apakah kmu ingat dulu waktu kecil kmu sering bermain kemari dan berlari larian kesan kemari "kata ibunda dengan ceria .
Xia hanya tersenyum dan mengatakan " Ibunda Xia ingin berpamitan Xia akan berlatih bela diri di hutan kerajaan .
Mendengar itu Ibunda permaisuri agak berkerut dan cemberut "kenapa tidak berlatih di kediaman saja " kata nya dengan sedih muka nya sama persis seperti kakak nya Jian saat mendengar Xia akan pergi berlatih bela diri.
"Xia bosan di ibunda,Xia ingin hal baru ,Xia tidak akan lama mungkin satu bulan atau lebih ".
"hmmm,baik lah jika itu keinginan mu ,ibunda tidak bisa mengehentikan mu untuk berlatih bela diri, ingat harus hati-hati dan waspada dengan sekitar" .
"baik ibunda"kata Xia dengan senyum indah dan memeluk ibunda nya dengan lembut dan hangat .
Xia kini ke paviliun sang ayah yaitu paviliun naga di paviliun naga terdapat ukiran corak naga dan batu naga di luar pintu dan lapangan warna nya merah ,emas dan hitam .
Xia melihat ayah nya sedang berbincang bincang dengan jendral Yuan dengan ceria .
Xia masuk ke ruang tamu dengan wajah tersenyum .
"salam ayahanda salam jendral Yuan semoga kalian panjang umur" mendengar itu keduanya berhenti berbicara dan memandang Xia dengan mata yang cerah Xia mengenakan baju berwarna putih polos dengan memakai tusuk rambut bunga sakura putih tanpa mengunakan riasan wajah sama sekali dan terlihat begitu cantik .
Xia berbincang bincang sedikit dengan ayahnya dan sang jendral Yuan .
"maaf merepotkan mu jendral Yuan ,dan tolong jaga putri ku " kata sang kaisar .
"tidak apa apa ,ini sebagai penghormatan bagi ku untuk menemani putri Xia "jawab sang jendral dengan nada yang hangat, Xia yang mendengar kata itu mata berkedut sedikit.
"ayahh " kata Xia dengan pipi merona karena sang ayahanda nya .
semangat.😍
sampai dia bisa mati dan jiwanya di gantikan oleh jiwa dari masa depan
lebih di perhatikan lagi tulisannya biar ga terlalu banyak taipo
jadi ceritanya juga ga terlalu amburadul gara gara taipo 🙏🙏🙏