Hai Readers setiaku, ada kabar baik nih. Novel ini dalam tahap revisi, mungkin akan ada beberapa tambahan di dalam ceritanya.
Tunggu ya! Nanti kalau sudah selesai revisi semua akan ada pengumumannya. Terima kasih🙏
!!! JANGAN LUPA BACA SEASON 2 NYA SIK YANG BERJUDUL #* My Perfect Boss *#👍
Tiba tiba menikah karena perjodohan, alice dan zayn melewati bahtera rumah tangga mereka tanpa peduli urusan masing masing, karena keduanya memiliki sifat yang sama sama cuek. Apakah benih benih cinta bisa muncul di antara mereka? Yukk...baca novel suamiku idola kampus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon may leni andiarsi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GENGSI
Setelah kejadian kemarin hubungan Alice dan David masih seperti sebelumnya, seperti seorang kakak yang menjaga adiknya, meskipun keduanya sama-sama belum bisa menerima kenyataan tapi mereka tetap tahu batasanya untuk hubungan ini.
Pagi ini Alice dan Vira memulai aktivitas mereka kembali untuk masuk kuliah, begitu juga dengan Zayn, karena sudah beberapa hari ini mereka sering tidak masuk dan banyak melewatkan jam mata kuliah.
Saat Alice dan Vira akan berangkat ke kampus tiba-tiba Zayn pun menawarkan tumpangan untuk mereka.
“Kalian ikut mobil gue aja, berangkat bareng.” Ajak Zayn.
“Boleh nih?” Tanya Vira senang.
“Tent..” Ucapan Zayn pun terpotong oleh perkataan Alice.
“Nggak usah.” Ketus Alice.
“Vira loe nggak inget dia siapa? Dia itu idola kampus kita, emang loe mau kita di bully sama fans-fans gila dia, apalagi sama si Merly And The Gengnya itu, gue males banget kalau sampe berurusan sama mereka.” Ucap Alice memutar bola matanya malas.
“Em..bener juga sih Ca, bisa jadi adonan kue lagi kita ntar.” Sahut Vira yang menyetujui perkataan Alice.
“Lebih baik kita naik kendaraan umum aja deh Zayn, terima kasih untuk tawarannya.” Imbuh Vira lagi.
“Baiklah, kalau gitu gue duluan ya, kalian hati-hati.” Ucap Zayn pasrah.
Dia tak ingin membuat Alice semakin kesal padanya. Zayn pun mengalah, kemudian dia melajukan mobilnya dan meninggalkan mereka.
“Dasar cowok nggak peka, di bilang kaya gitu aja beneran langsung pergi, nggak ada inisiatifnya sama sekali.” Gerutu Alice.
Padahal dalam hati Alice menginginkan Zayn menawarkan mereka lagi dan berinisiatif bisa menurunkan mereka agak jauh dari gerbang kampus agar tetap tak terlihat oleh orang lain, kenyataannya Zayn tak menawarkan tumpangannya lagi dan langsung pergi begitu saja.
Vira yang melihat tingkah laku sahabatnya itu hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Dasar ini anak punya gengsi kok ya tinggi amat.” Gumam Vira dalam hati.
“Kalau emang tadi mau ikut tinggal ngomong iya ke Zayn apa susahnya sih Ca, loe nya sih sok jual mahal sama dia, salah loe sendiri kan.” Celetuk Vira mengejek.
“Terus aja belain si Zayn.” Ucap Alice kesal.
“Siapa yang belain Zayn Ca?! Kan emang gitu kenyataannya, loe nya sendiri yang gengsian.” Sahut Vira menyindir.
“Ya..ya..ya..terserah loe aja deh.” Ucap Alice memutar bola matanya malas.
“Hahaha..jangan marah nanti cantiknya ilang hlo.” Ledek Vira.
“Gue udah cantik dari lahir mana bisa ilang, udah ah mau berangkat nggak nih, keburu makin siang, ntar terlambat lagi.” Ajak Alice yang langsung menyeret Vira masuk ke dalam taxi online yang Alice pesan setelah kepergian Zayn tadi.
Setibanya di kampus, Zayn, Leon dan Rio sudah berkumpul bersama seperti biasa. Kedua sahabatnya ini langsung menghujani pertanyaan tentang hubungannya dengan Alice.
“Gimana hubungan loe sama Alice sekarang Zayn?” Tanya leon penasaran.
“Iya tuh gimana kelanjutannya?” Imbuh Rio yang tak kalah penasaran.
Bagaimana mereka tidak penasaran setelah apa yang di ceritakan oleh Zayn, tentang apa yang terjadi di rumah sakit waktu itu.
“Sudahlah jangan di bahas, kalian berisik tahu nggak.” Sahut Zayn malas dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Zayn memilih untuk pergi ke perpustakaan kampus, sedangkan kedua sahabatnya memilih mengekor kemana pum zayn pergi dengan raut wajah mereka yang tidak puas, karena tidak mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.
Setiap gerak langkah tiga pria tampan ini selalu saja membuat perhatian semua orang, terutama para gadis di kampus ini yang tergila-gila dengan mereka. Hampir semuanya tebar pesona agar mendapat perhatian tiga pria tampan ini. Di sisi lain Alice yang tak sengaja melihat pemandangan tersebut pun merasa ilfil.
“Belum tahu aja mereka, idola kampus mereka sebenarnya itu seperti apa.” Gumam Alice sinis, yang tiba-tiba di sauti Vira.
“Loe ngomong apa an? Nggak jelas dengernya.” Tanya Vira yang kurang jelas mendengarkan ucapan Alice yang dia kira mengajaknya bicara.
“Oh..bukan apa-apa kok Vir, gue cuma ngomong sendirian tadi karena ada beberapa tugas yang masih gue nggak ngerti.” Ucap Alice pura-pura kebingungan tentang tugasnya.
“Kirain apaan Ca.” Ucap vira acuh.
Vira kemudian melanjutkan kesibukannya mengerjakan tugas kuliahnya. Vira tak mengetahui keadaan di sekitarnya yang sedang heboh.
Setelah beberapa waktu Alice berkutat dengan tugas kuliahnya, ternyata masih ada beberapa hal yang harus membutuhkan materi dari perpustakaan kampus. Mau tak mau Alice pun segera bergegas ke perpustakaan kampus.
“Vir, gue ke perpustakaan bentar ya, mau pinjam buku untuk materi yang ini, nitip barang-barang gue ya.” Ucap Alice.
“Ok Ca.” Sahut Vira tanpa menoleh ke arah Alice, karena dirinya juga masih sibuk dengan tugasnya sendiri.
Alice pun bergegas menuju perpustakaan, karena terburu-buru ingin segera menyelesaikan tugasnya tanpa sengaja dia menabrak seseorang saat di pintu masuk perpustakaan.
Bruaaakk...!!!
“Aaawww...!!” Teriak Alice meringis kesakitan karena kakinya tergelincir dan terkilir.
“Loe nggak apa-apa?” Tanya pria tersebut sambil mengulurkan tangannya.
Saat Alice mengulurkan tangannya dan mendongakkan kepalanya seketika Alice menepis tangan tersebut, ia mencoba berdiri sendiri, tapi malah terjatuh dalam pelukan pria tersebut.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....