NovelToon NovelToon
SELAMAT PAGI KAPTEN

SELAMAT PAGI KAPTEN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Kehidupan Tentara / Dokter Genius / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Dokter / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Lavender_fla

Cerita ini berkisah tentang perjalanan cinta sang dokter cantik dan pria tampan berpangkat kapten , jatuh cinta diantara desingan peluru dan tebalnya debu di sebuah daerah konflik antar negara .
Lebanon Indonesia adalah saksi perjalanan kisah Cinta di Selamat Pagi Kapten

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lavender_fla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Itu Ada

Tepat pukul 23.10 wib pesawat boing 747-200 Garuda - Indonesia dari bandara Dubai Emirat Arab akhirnya mendarat dengan baik di landasan pacu bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta .

Kedatangan pesawat sempat terlambat tiga jam dikarenakan cuaca buruk yang mengharuskan pilot mendaratkan pesawatnya di bandara kota Beijing, China.

Guntur yang selalu menempel pada Dini tak pernah melepaskan gadis itu barang sejenak pun .

Setelah keluar dari kabin bisnis ditingkat atas dari pesawat boing 747 -200 Guntur langsung menggandeng tangan Dini menuju ruang pengambilan bagasi .

Setelah memastikan semua barang bawaan lengkap Guntur mendorong troly berisi tas miliknya juga milik Dini kearah pintu keluar terminal 3 bandara Soeta Cengkareng Jakarta.

" Pulang bareng mas aja , lagian arah kita sama dan ini sudah malam ."

Ucap Guntur sembari memasukkan tas kedalam bagasi mobil taxi bandara dibantu Devian.

Dini hanya mengangguk begitu juga dengan Rianty .

Flashback On

" Ran , kamu jadi kan pindah kerumah saya ?." tanya Dini ketika mereka berada diruang tunggu keberangkatan terminal 5 bandara Dubai .

" Saya takut merepotkan anda dok ."

" Apanya yang merepotkan , malah saya seneng kamu mau tinggal bareng saya , jadi saya ada temennya ."

" Ada apa ?." tanya Guntur yang baru kembali dari membeli kopi bersama Devian , diulurkannya segelas coppuchino ke Dini lalu ikut duduk disebelah gadis itu .

" Enggak mas , Rianty saya suruh pindah ke rumah saya aja , biar saya ada temannya , daripada dia ngekost kan duitnya bisa buat yang lain ." sahut Dini , Guntur mengangguk paham sembari bersandar disofa lounge bandara Dubai , sembari tangan kanannya mengelus puncak kepala Dini .

" Aku setuju tuch saran Dini , akan lebih aman kalau kamu serumah ama dokter Dini jadi kalian bisa pergi dan pulang kerja bareng , dan satu lagi klo aku ngapel kan bisa barengan Kapten Guntur ." ucap Devian dengan seringai liciknya .

" Aissh kamu maunya cari tumpangam melulu , apa serunya ngapel kok barengan yang ada malah ngeribetin ." sahut Guntur membuat Devian melengos kesal sementara Dini dan Rianty hanya tertawa kecil .

" Iya dech aku pindah kerumah Dokter , lagian aku semakin takut sejak ada kejadian pemerkosaan dan pembunuhan karyawati yang kost dideket kostan aku , dan disitu kabarnya sekarang jadi kampung narkoba ." ucap Rianty sembari bergidik ngeri .

" Nah gitu kan baik , ntar begitu sampe Jakarta langsung kerumah aja ya Ran , toch semua barangmu udah ada dirumahku kan ."

Rianty mengangguk pelan .

Flashback off

Taxi yang mereka tumpangi sampai di perumahan Griya Permata dan berhenti didepan rumah dengan design minimalis yang tampak asri dengan susunan pot bunga aneka warna .

Dini segera turun dan membuka pagar rumahnya dibuntuti Rianty sementara Guntur dan Devian menurunkan tas dua gadis itu .

" Mau mampir apa mau langsung pulang ?." tawar Dini saat Guntur meletakkan tas milik Dini diruamg TV , pria tinggi tegap itu tersenyum .

" Emang etis bertamu di jam 9 malam ?." sahut pria itu masih dengan senyumnya .

" Bagus aja si Kapt ntar klo digrebeg ama pak RT kan ujung-ujungnya kita dikawinkan , malah semakin cepat dan irit modal ." sela Davian yang langsung kena cubitan pedas tapi mesra dari Rianty .

" Sembarangan aja klo ngomong , emamg loe mau jadi berita utama dipaksa menikah karena bertamu malam-malam ." ucap Guntur dengan tatapan dinginnya .

" Biar Davian saja yang begitu kapt , saya sich ogah , nikah kok karena ketangkep hansip dimana letak sakralnya ." seloroh Rianty yang langsung mendapat 2 jempol dari Dini

" ya kali aja ayang Rainty mau ."

" Ogah ." sahut Rianty yang langsung mendapat cubitan dipipinya .

" Davian sakit tau ." protes Rianty , sebenarnya sich ngga terlalu sakit hanya saja dia malu diperlakukan begitu didepan Kapten Guntur dan Dokter Dini .

Rianty lalu berjalan keteras diikuti Devian yang merayunya agar tidak ngambek .

" Baiklah kalau gitu mas pulang dulu , hati-hati dirumah ya ." pamit Guntur sembari mengelus kepala Dini dan mencium kening gadis itu lembut .

Dini memgangguk lalu berjalan mengikuti Guntur menuju halaman .

Setelah keduanya masuk kedalam taxi yang sudah menunggu sejak tadi , Dini dan Rianty mengunci pagar dan masuk kedalam rumah .

" Kelihatamnya kapten Guntur serius ama dokter ."

" Insha Allah niatnya memang begitu ."

" Jadi udah ada rencana mau ngelamar nich dok ."

" Rencana sich udah ada tapi Aku belum tau kapan waktunya , doakan saja agar dimudahkan ."

" Aamiin yaa robbalamin ."

Rianty mengangguk paham sembari menyeret tas ransel besarnya kedalam kamar yang berada disebelah kamar Dini .

Tak lama terdengar suara pintu pagar dibuka disusul pintu ruang tamu, membuat Rianty ketakutan dan berlari ke kamar Dini.

" Ada apa ran? " tanya Dini heran melihat sahabatnya yang ketakutan.

" Itu dok, ada yang membuka pintu rumah. "

Dini lalu keluar kamarnya untuk mengecek dan belum juga dirinya mencapai tangga muncul sosok pria muda didepannya.

" Danu! "

" Loh, mbak Din, pulang kok nggak ngabarin. "

" Sengaja, biar tidak merepotkan. "

" Repot gimana? Danu kan bisa jemput. " omel Danu pada Kakaknya, lalu tatapannya beralih ke wanita yang bersembunyi dibelakang kakaknya.

" Loh, mbak Rianty ada disini juga? "

" Iya, mulai malam ini Rianty tinggal disini dan. Kamar kostnya yang dulu sudah tidak aman lagi. "

" Bagus aja sih, biar mbak Dini ada temennya, lagian mulai besok Danu KKN mbak. "

" Syukurlah, cepat selesai kuliahnya lebig baik, jadi bisa cepet bantu papa."

" Iya mbak, eh mbak Dini, mbak Rianty sudah makan? "

" Belum sih . "

" Dikulkas nggak ada apa-apa mbak. Ntar Danu belikan sate sama martabak telur ya, tunggu bentar. " Danu lalu kembali kekamarnya yang berada dilantai satu untuk meletakkan tasnya, sebelum keluar rumah untuk membeli sate dan martabak telor untuk kakaknya.

***********

Setelah melaporkan kedatangan ke pimpinan rumah sakit ,Dini langsung menjalankan aktifitasnya dan hari pertama dia masuk kerja langsung disambut dengan 2 operasi .

Pukul 8 malam Dini baru keluar dari ruang kerjanya dan langsung menuju lobby .

Dilihatnya seorang pria tinggi tegap sudah menunggunya sembari duduk di sofa dekat meja pemeriksaan.

" Maaf mas , udah lama nunggu ." sapa Dini pada pria yang sedang duduk dan fokus dengan ponselnya .

Guntur mengangkat kepalanya , lalu tersenyum dan berdiri .

" Tidak juga baru 15 menit nunggu ." jawab Guntur dengan nada bicara seperti biasa , datar tanpa ekspresi.

" Langsung pulang kan ?." tanya Guntur sembari berjalan menuju tempat parkir .

" Iya , emang mas mau ngajak kemana ?." tanya Dini saat Guntur membukakan pintu untuknya .

" Aku pengen ngajak makan malam ."

Dini mengangguk , setelah itu Guntur masuk kedalam mobil dan menjalankannya dengan kecepatan standart .

"Kok tidak pulang bareng Rianty ?."

" Nggak , Rianty jam 5 sore tadi sudah pulang dijemput Devian , jam kerja perawatkan ngga sama dengan jam kerja dokter mas, apalagi dokter bedah jadwalnya nggak bisa di ikuti , dan kebetulan dia hari ini hanya mendampingi aku pas operasi pagi tadi ."

Guntur mengangguk mendengar penjelasan Dini . Guntur melajukan mobil Pajero putihnya kearah jalan Sambas , menikmati sate ayam dan sate kambing adalah pilihan yang pas untuk makan malam mereka .

" Mas seminggu lagi sampai 12 hari ke depan ada tugas ke Perbatasan pengamanan di perbatasan Kalimantan Utara dengan Malaysia ." Guntur membuka percakapan sambil menunggu pesanan mereka datang .

" Baru juga sampai dari tugas luar negeri ini mau tugas luar pulau lagi ." tanya Dini tak percaya ada desiran rasa kecewa dihatinya .

Guntur seakan tau apa yang sedang dipikirkan gadisnya , dia lalu pindah duduk disebelah Dini dan digenggam tangan Dini erat dan satu tangannya meyelipkan rambut Dini kebelakang telinga .

" Hanya 2 minggu sayang , dan mas janji setelah pulang dari dinas di Kaltara mas akan selesaikan urusan kita dan mas harap kamu tidak menolaknya ."

Dini hanya menundukkan kepalanya , Guntur yang melihat itu hanya bisa diam , dia sendiri sebenarnya juga berat menerima tugas ini tapi hal tersebut sudah menjadi tugas utamanya dan suka atau tidak suka tetap harus diterima .

" Iya aku paham kok mas , mas ngga usah khawatir aku akan tunggu mas ." akhirnya Dini berkata walau dengan suara pelan , Guntur tersenyum simpul lalu mencium puncak kepala Dini dan merapikan rambut Dini dengan sayang .

" Bagaimana hari pertamamu , berapa pasien yang kangen sama dokter cantiknya ." Guntur berusaha mengalihkan pembicaraan .

" hari pertama langsung menghadapi operasi pemasangan CAPD untuk pasien gagal ginjal dan pemasangan ring jantung, kalau pasien yang kangen , banyak banget mas ." Guntur ikut tersenyum saat dilihatnya Dini sudah tidak murung lagi .

Dan mereka pun makan dengan diwarnai canda tawa , hingga selesai .

Guntur memutuskan untuk menemani Dini sebentar saat mengantar gadis itu pulang karena Rianty sedang keluar bersama Devian sementara Danu sudah pergi ke Padeglang untuk KKN.

Mereka memilih ngobrol santai di Gazebo kecil yang berada dihalaman rumah Dini , gazebo yang dioenuhi bunga gantung dan anggrek dengan warnanya yang cantik sembari menikmati seduhan kopi toraja yang nikmat karena dibuat oleh kekasih tercinta.

" Mau tau, teman-teman yang satu tim kemarin saat berubah menjadi paranoid ketika mendengar suara yang gemuruh , sampe suara mesin Diesel saja mereka kita suara tank baja ."

" Memang seperti itu efeknya bagi sebagian orang, apalagi warga sipil yang tidak terbiasa dengan suara tembakan, pasti akan mengalami itu."

" Makanya mas, besok saya dan dokter Ryan Dewantara akan melakukan kegiatan trauma healing buat mereka, agar bisa bekerja dengan baik kembali. "

Guntur mengangguk dan kembali meminum kopi panasnya pelan.

" Kabarnya mantanmu gimana? "

" Baik. "

" Kalian ketemu. "

" Tentu saja, dia kan direktur rumah sakit tempat aku kerja mas. "

"Gimana sikapnya. "

" Sedikit kikuk, tapi diakui Rendy memang aeorang yang sangat profesional. Kami tidak pernah membahas masalah pribadi di tempat kerja ."

" Apa itu artinya kalian bertemu di luar ? "

Dini menoleh untuk menatap Guntur, memperhatikan airmuka pria itu yang tampak kaku, menandakan kalau dirinya sedang menahan kekesalan.

" Mas cemburu? "

" Tidak, mas hanya bertanya. "

" Ohh, kirain cemburu. "

" Kalau mas cemburu kenapa ?"

" Yaa, nggak apa. Berarti mas kan beneran perduli sama aku. " jawab Dini sembari menunjukkan senyumnya.

Guntur dengan kesal menyentil kening Dini membuat gadis itu merengut lucu.

" Tentu saja aku cemburu, siapa yang suka bila kekasihnya menemui mantan, walau dia sepupu aku sendiri. "

Dini tersenyum semakin lebar, lalu mengelus lengan Guntur pelan.

" Kami tidak ada bertemu dimana pun, kami hanya bertemu dikantor itu pun karena pekerjaan tak lebih dari itu. "

" Apa dia sudah benar-benar melepaskan kamu? "

" Aku tidak tau, mas tanya sendiri aja sama dia, karena kalau aku yang nanya ntar dia berprasangka lain lagi."

Guntur mengangguk dan kembali berkata, " aku harap dia sudah move on dari kamu dan lebih fokus dengan istri juga anaknya. "

Dini hanya mengangguk sembari memainkan jemari Guntur yang ukurannya lebih besar dari jarinya sendiri.

Guntur berharap suasana hangat seperti ini akan tetap menjadi miliknya bersama Dini gadis cantik yang sudah mengambil dan menguasai hatinya .

Dan dia juga berharap niatnya untuk menjadikan Dini istrinya dapat berjalan dengan lancar dan diridhoi .

*****

Disebuah kafe yang tidak terlalu ramai tampak dua orang pria tampan duduk saling berhadapan,  tampilan mereka yang mantly membuat banyak mata pengunjung wanita tak segan untuk mampir menatap dua pria tampan yang tampak seriua itu.

" Bagaimana kabar putrimu? " Guntur memulai percakapan,  dia memang sengaja mengundang Rendy untuk bertemu dan berbicara, karena sejak pertemuan mereka di Tripoly empat bulan yang lalu, mereka tidak ada komunikasi lagi.

" Alhamdulillah baik, my baby beutiful  tumbuh semakin besar, sehat dan cantik ."

" My baby beutiful? "

" Aurel, kau menanyakan putriku kan? " Rendy balik bertanya dan perlahan dia sudah paham akan undangan ngopi Guntur kali ini ," istriku juga kabarnya baik,  dan hubungan kami semakin kesini semakin baik berkat adanya Aurel. "

" Bagaimana hasil DNAnya? "

" Dia anakku, dan aku berhutang banyak pada istri dan putriku karena sempat meragukan mereka. "

" Syukurlah, senang mendengarnya. "

" Sebenarnya bukan hubunganku dengan Hesti yang ingin kamu tanyakan tapi tentang Priandini kan?"

" Iya,  aku masih harus memastikan hal itu. "

" Awalnya aku memang berpikir aku tak bisa melepas Dini dan bertahan untuknya,  dan berniat tetap menikahinya walau aku sudah menikah dengan adiknya. Aku pikir Dini juga masih berharap hal yang sama. Namun akhirnya aku sadar kalau hal itu tak bisa dilakukan,  dikeluarga besarku tidak ada yang namanya poligami apalagi perselingkuhan, kakekku juga kakek buyutku sangat menentang hal itu, bagi mereka baik buruknya pasangan itulah takdir kita, dan bagaimana akhirnya itu semua tergantung dari diri kita sendiri. "

Rendy menjeda ucapannya sejenak untuk meminum kopinya, lalu kembali berbicara dengan santai.

" Waktu ke Lebanon tempo hari,  sebenarnya aku sedang melarikan diri dari tuduhan mark up pengadaan alat kesehatan yang sama sekali tidak aku ketahui,  kakek dan papaku marah besar saat mengetahui kasus tersebut, dan tanpa sepengetahuanku rupanya Hesti dibantu mas Brama berusaha membersihkan namaku ."

"  Yang pada akhirnya tuduhan mark up itu bisa terselesaikan dan sebenarnya tidak ada mark up yang terjadi, ini kesalahan dari pihak keuangan yang tidak teliti dalam membuat pelaporan. "

"Dari situ aku belajar untuk mengenal lebih dalam siapa Hesti, yang walau pada awalnya pernikahan kami hanya karena materi,  tapi demi melihat upayanya dalam membersihkan namaku juga perjuangannya saat melahirkan Aurel ditengah kondisi psikisnya yang hampir hancur karena sikapku yang tak menganggap dia ada, membuat aku sadar kalau apa yang aku lakukan padanya itu tidak bisa dibenarkan. Dan saat aku kembali dari Lebanon, Hesti  memberiku surat permohonan perceraian,  dia memilih untuk mengalah walau mamanya memaksa dia untuk bertahan ."

" Kenapa dia mengalah, sementara yang menyebabkan kalian menikah itu karena ambisinya untuk memilikimu, atau motifnya hanya mengejar materimu saja ."

" Awalnya aku kira juga begitu,  tapi ternyata itu tidak benar. Hesti memang tulus dalam mencintaiku sama seperti Dini ,dia hanya sempat terhasut oleh teman-temannya juga mamanya saja,  selama kehamilan Aurel pun Hesti tidak pernah memberatkanku, karena dia tau aku belum bisa mencintainya. "

" Lalu apa sekarang kamu sudah mencintainya ?"

" Jujur belum, tapi aku akan berusaha. "

" Terkait Dini sendiri bagaimana? "

" Dini tetaplah wanita yang aku cintai, tapi bukan di masa depan,  benar kata Dini kisah antara kami sudah selesai dan hanya bagian dari cerita manis di masa lalu, karena semua yang terjadi saat ini, murni karena sikapku yang plin plan. "

Guntur diam dan mencoba mencerna apa yang dikatakan Rendy barusan.

" Kamu sendiri, apa mencintai Dini? "

" Iya. "

" Dini itu wanita keras kepala,  dan keras hatinya, kalau kamu memang tak yakin lebih baik jangan menjanjikan apapun padanya, apalagi janji akan menikahinya . Tolong jangan sakiti Dini, cukup dia merasa sakit atas apa yang aku lakukan kedia, jangan sampai di ulang. Kasihan Dini, dia juga berhak untuk bahagia. Karena sejak kecil dia tidak pernah benar-benar merasakan cinta yang sebenarnya baik dari orangtua maupun teman-temannya, dia tersakiti sejak kecil. "

" Aku tak bisa janji, tapi aku akan berusaha untuk menjaga dan merawatnya dengan baik. "

Tak lama suara ponsel Rendy berbunyi dan setelahnya seorang wanita cantik masuk kedalam kafe dan langsung menemui Rendy.

Rendy menarik kursi disebelahnya untuk wanita itu duduk lalu berkata dengan lembut, " Sudah selesai urusannya pay. "

" Sudah bang ."

" Kenalkan ini Guntur, kakak sepupu abang ,dia dinas di militer dan sekarang sedang dekat dengan Dini. "

Hesti mengangguk dan mengulurkan tangannya yang disambut baik oleh Guntur.

" Guntur. "

" Hesti. " balas Hesti sembari tersenyum, " aku tadi baru makan siang sama Dini,  dia kakak yang hebat. Tolong jangan sakiti dia. "

Guntur hanya mengangguk.

" abang , masih ada waktu satu jam sebelum kembali ke rumah sakit ,pay mau kemana? ."

" Bisa temenin Hesti belanja keperluan Aurel nggak bang? "

Rendy mengangguk,  lalu berdiri, " ayo pay. "

Hesti tersenyum, jelas terlihat raut bahagia di wajah wanita itu dan Rendy sendiri masih berusaha.

" Kami duluan Gun,  jangan lupa kami orang pertama , yang menerima undangan pernikahanmu dan Dini. "

Hesti menoleh ke arah suaminya dengan tatapan bertanya, " mereka mau menikah? "

" Doakan saja. " jawab Rendy membalas tatapan istrinya,  Hesti mengangguk dengan pasti, " tentu doa terbaik buat mereka. "

Hesti memeluk lengan Rendy dan keduanya pun meninggalkan  Guntur yang masih duduk di kafe itu.

Guntur melihat ke jam ditangannya, waktunya dia kembali ke kantor,  pria itu pun berdiri dan meninggalkan kafe itu.

Guntur baru mau masuk ke mobilnya saat seseorang memanggil namanya.

" Bang Guntur! "

Guntur pun berbalik dan melihat seorang wanita berhijab melambai kearahnya, bersama wanita itu ada anak kecil perempuan.

" Nesya? " ucap Guntur saat jarak antara dirinya dan wanita berhijab itu hanya berjarak dua meter.

" Iya bang, ini Nesya. Nesya kangen sama abang. "

Guntur hanya diam.

1
🌸ReeN🌸
enak ya punya sepupu koplak semua gini, jadi rame
🌸ReeN🌸
salut sama king, jiwa ksatria, berani dan jujur, laki2 sejati
🌸ReeN🌸
arsy tomboy banget ya....ampun deh makanya nyambung kl bergaul sama cowok
Chan Meri
cerita kesukaanku Arsy dah baca berxx ttp suka
Mmh Alfatih
gedeg aku katanya tentara kapten tapi lelet menye nyenye dasar plin-plan kesel kesel gereget pengen Jambak aja tuh kapten
Mmh Alfatih
kucari yg berbau militer ada komedinya ...eh Nemu juga nyangkut deh disini Thor
Elis Sriyani
Kecewa
Elis Sriyani
Buruk
lindawati ditta
kayaknya king bakal jodohnya Arsy deh/Grin/
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
Evi Mulyani
Luar biasa
Nurhayati Nia
pasti pa tentara kann
Nurhayati Nia
mampir thorr
Amin Srgfoo
bagus ceritanya
Elvira koma
bagus banget ceritanya
Sri Tri
Kecewa
Sri Tri
Buruk
Irni Yusnita
bagus ceritanya 👍
UUN UNAYAH
Luar biasa
Maizuki Bintang
bgs
Lestari Setiasih
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!