Novel ini menceritakan seorang mahasiswi cantik yang dipaksa menikah dengan orang yang paling kaya di kota mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 21
"kalau gitu gue siap siap dulu ya" kata Elsa
"oke gue tungguin di sini aja sambil ngitung keuntungan toko kue Minggu ini" kata Sinta
Setelah selesai siap siap Elsa dan juga Radit keluar dari kamar dan membawa semua barang barang Elsa. Nino yang melihat tuan dan nona nya keluar kamar langsung membawa koper Elsa dan memasukkan nya ke mobil
"Sinta lo baik baik ya disini, gue janji kalau gue ada waktu gue bakal main ke sini lagi kok sekalian lihat toko kue" kata Elsa cemberut
"iya Elsa lo juga baik baik ya disana jaga diri Lo baik baik dan jangan lagi terlalu gampang percaya sama omongan mama tiri Lo dan kakak tiri Lo itu oke" kata Sinta
"atau Lo ikut aja sama gue gimana?" tanya Elsa
"gak boleh gitu dong El kalau gue ikut Lo trus yang jagain toko kue kita gimana?" tanya Sinta menolak
"kalau soal toko kue kita bisa kok cari orang lain iya kan Radit" kata Elsa melihat Radit
"emmm iy...iya sayang" jawab Radit
"Elsa gue bukan nya gak mau ikut sama Lo tapi gue pengen lebih mandiri lagi selama ini kan Lo selalu bantuin gue jadi gue mau memenuhi semua kebutuhan gue dengan kerja keras sendiri" jawab Sinta sambil memegang kedua tangan Elsa
"yaudah deh kalau kamu gak mau ikut tapi Lo harus jaga diri baik baik ya disini selalu kabari gue apalagi kalau lo ada masalah oke" kata Elsa
"iya iya bawel" kata Sinta lalu memeluk Elsa.
Radit yang melihat ketulusan persahabatan antara Elsa dan Sinta ikut bahagia menyaksikan itu semua. Dia bangga dan bahagia memiliki Elsa yang penyayang dan juga baik hati
"yaudah yuk sayang buruan biar kita gak kemalaman nanti sampe nya" kata Radit
"iya iya" kata Elsa melepas pelukannya
"gue pergi dulu ya sin " kata Elsa
"bye Elsa Lo juga baik baik di sana ya kabari gue kalau udah nyampe ya" kata Sinta
"oke byee Sinta gue pergi dulu ya" kata Elsa melambaikan tangan nya lalu masuk mobil
"bye elsaa gue bakal kangen lo jangan lupa kabari gue" kata Sinta berusaha untuk tersenyum agar Elsa tidak sedih dan bisa memulai hidup barunya bersama suami nya.
"sudah siap sayang" kata Radit dan dibalas hanya anggukan sama Elsa
"Nino jalan" kata Radit melihat Nino
"baik tuan" jawab Nino dan langsung tancap gas
" sebenarnya gue sedih banget El lo pergi tapi gue juga pengen lihat Lo bahagia bersama keluarga Lo. gue kasihan sama Lo selama disini Lo selalu aja nangis dan ngelamun mikirin suami Lo" Kata Sinta sedih dalam hati melihat sahabat nya itu sudah pergi.
Dalam perjalanan pulang Radit terus memegang tangan Elsa dan tidak mau melepaskannya. Sedangkan Elsa dia hanya diam dan melihat kearah luar kaca mobil dengan ekspresi sedih.
"sayang kamu kenapa" kata Radit memalingkan wajah Elsa agar melihat dia. Elsa yang sedang saat itu lagi gak sedih tidak menjawab Radit dan hanya menggeleng
"kamu sedih ya karna ninggalin Sinta di sana?" tanya Radit seakan tahu apa yang dipikirkan Elsa
"Radit... Aku tuh sedih banget Sinta itu baik banget sama aku waktu aku pertama kali bertemu sama dia, dia tuh selalu ada buat aku apalagi saat aku sedih" jawab Elsa yang tidak terasa air matanya sudah menetes
"hei... sayang kamu jangan nangis dong kita kan masih bisa ke sini lagi kalau ada waktu" kata Radit menghapus air mata Elsa
"iya sih tapi dia itu hanya tinggal sendiri aja pasti dia kesepian karna aku udah pergi" kata Elsa
"dia pasti akan baik baik aja sayang kamu jangan sedih lagi ya" kata Radit
"makasih Radit" kata Elsa langsung memeluk Radit
"aku akan lakukan apa aja asal kamu bisa bahagia sayang" jawab Radit mengelus ngelus kepala Elsa
" semoga tuan bahagia bersama nona" kata Nino dalam hati yang melihat tuan dan nona nya itu bisa baikan lagi
Setelah 5 jam perjalanan mobil mereka sudah sampai di sebuah Mension terbesar di kota itu.
"sayang bangun kita sudah sampai" kata Radit
"emmm sudah sampai ya" jawab Elsa mengucek matanya karna masih ngantuk
"ayo sayang kita keluar" kata Radit menarik tangan Elsa tapi entah apa yang dipikirkan Elsa dia tetap diam di dalam mobil itu.
"sayang ayo" kata Radit menarik kembali tangan Elsa
"Radit aku takut..." kata Elsa lirih melihat ke bawah
"kamu takut apa Elsa?" tanya Radit bingung
"aku takut gimana kalau mama marah sama aku karna aku udah kabur" kata Elsa belum berani menatap Radit
Radit yang memang mengerti perasaan Elsa langsung jongkok dan memegang kedua tangan Elsa
"sayang mama gak akan marah kok mama juga udah tahu semuanya" kata Radit
"apa??" tanya Elsa kaget. Dia gak nyangka kalau semua masalah dia akan semua orang tahu dia benar benar menyesal sudah mengambil keputusan untuk pergi
"gak papa sayang kita masuk ya" kata Radit
Dan dianggukkan Elsa
"mama aku pulang" teriak Radit memasuki Mension
"Radit gak usah teriak teriak biasanya juga kalau kamu pulang gak panggil panggil" kata mama Rika
"iya kak dan kok kayak kelihatan bahagia banget apa pekerjaan kakak lancar?" tanya Suci
"aku ada kejutan sama mama dan juga Suci pasti kalian bahagai tujuh turunan aku jamin" kata Radit bahagia
"emang kejutan apa nak kok sampe kamu bilang bahagia tujuh turunan?" tanya mama Rika bingung
"iya kak kejutan apa sih" tanya Suci juga
"kalian udah siap .. sayang" panggil Radit dan keluarlah Elsa dari balik pintu utama Mension
"Elsa/ kak Elsa" panggil mama Rika dan juga Suci bersamaan
"ini benar Elsa?" tanya mama Rika memastikan
"iya dong ma ini Elsa istri aku" jawab Radit menarik tangan Elsa mendekati mama dan juga adiknya
"hai Ma, Suci apa kabar" kata Elsa gugup sambil melambaikan tangannya
"kak Elsa...." teriak suci lalu memeluk Elsa erat erat
"aku tuh kangen banget sama kak Elsa kakak kemana aja sih" kata Suci lalu melepaskan pelukannya
"maafin aku ya suci udah buat kalian khawatir" kata Elsa bersalah
"gakpapa kak yang penting sekarang kak Elsa udah kembali ke sini lagi" kata Suci bahagia
"Elsa...." panggil mama Rika pelan
"iya ma apa mama marah?" tanya Elsa takut
"iya mama marah" jawab Mama Rika singkat
"maafin aku ya ma udah pergi aku benar benar menyesal" kata Elsa hampir berlutut di kaki mama Rika tapi mama Rika langsung mengangkat tubuh Elsa
"mama gak marah sama kamu sayang mama tuh marah sama Radit karna udah nyakitin kamu maafin mama ya karna tidak tahu semuanya" kata mama Rika lalu memeluk Elsa
"enggak kok ma mama gak salah ini semua udah takdir aku jadi harus dijalan kan dengan ikhlas" jawab Elsa
"oh ya apa kalian sudah makan?" tanya mama Rika
"belum ma tadi kita gak ada berhenti di jalan" jawab Elsa melirik Radit
"ya iyalah sayang, Radit sudah menyuruh semua pelayan masak makanan enak malam ini" kata mama Rika
"iya?" tanya Elsa melihat Radit
"iya sayang aku udah nyiapin semuanya" kata Radit
"yaudah yuk kak ma kita makan aku udah lapar nih" kata Suci memegang perutnya
BERSAMBUNG......
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA READERS
MAKASIH
Jangan lupa juga mampir ke Ig aku yuk
@elsa.manalu.7
Jangan lupa juga mampir ke YT Chanel aku ya kalau kalian mau nonton drama China juga drama Korea
Elsa Manalu
Salam sehat semuanya