ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ke pengadilan agama
Sudah Seminggu Nayla meninggalkan rumah nya, dia mulai bosan karna tidak ada pekerjaan yang bisa dia kerjakan, hari ini dia berniat memasukan gugatan nya ke pengadilan agama.
beberapa hari ini Edward tak menemui Nayla, rasa rindu pun telah memuncak di hati wanita berusia 30 tahun ini,tak ada yang mengganggunya beberapa hari ini membuat Nayla bertanya -tanya apakah Edward telah melupakan nya atau Edward berniat memperbaiki hubungan nya dengan Vira.
Nayla meninggalkan apartemen Alan menuju pengadilan Agama, setelah memasuki gugatan nya Nayla pergi menuju mini market untuk belanja keperluan Kayla lalu Nayla pulang kembali keapartemen nya
Edward beberapa hari ini tidak sempat menemui Nayla karna mengurusi pekerjaan nya dan mengurusi Vira di rumah sakit..
Di kantor Edward pun sudah terdengar berita Nayla yang sudah seminggu tidak masuk bekerja
di ruangan Nayla
" mbak..Nayla gak bisa dihubungi ya?" tanya Dito pada Sarah
" gak bisa...mungkin dia pulang kampung karna aku dengar dari satpam kita pak Sapto suami nya mencari Nayla sampai ke sini"
" apa jangan-jangan Nayla lagi berantem Mbak sama suami nya?" ujar Sandra
" mbak gak tau San, Nayla gak bisa dihubungi, kata Pak Alan Nayla hanya nemberikan surat izin sakit,tapi gak tau sakit apa" jawab Sarah
" gue do'a in Nayla cerai sama suami ya Mbak,biar gue bisa deketin Nayla" celetuk Dito
" memangnya Nayla mau sama Lo" ucap Sandra
" ya..usaha dulu lah San,kan gak ada salah nya kalau Nayla udah janda gue deketin, kan Mbak" Dito meminta pembelaan Sarah
Sarah mengangkat bahu nya menjawab pertanyaan Dito
" ya ...elu mbak, gak dukung banget" ucap Dito lemah lalu menatap Edi dengan memelas
" ye..kenapa lu tatap gue begitu, gue gak mau ikut campur urusan lu.." ujar Edi
Sarah dan Sandra tergelak melihat Dito mencebik
Alan tak sengaja mendengar obrolan karyawannya ini...
" kalian disini digaji untuk kerja, bukan untuk meng gosip yang tidak penting" ucap Alan
Semua mata tertuju pada Alan dan menunduk,Alan segera meninggalkan ruangan tersebut
" Kan lu, untung tadi kita gak ngomongin dia atau bos,kalau sempat ngomongin dia atau bos, mati kita" ucap Edi
" gue nggak tau dia tau kalau dia datang Mas,lagian tu orang kaya Jailangkung aja tiba-tiba nongol" ujar Sandra
" lagian gue heran kok kita ngomongin Nayla malah pak Alan marah, jangan-jangan dia suka lagi sama Nayla" tambah Sandra
" bukan dia marah karna ngomongin Nayla dodol, dia marah karna ini jam kerja" ucap Edi
" lagian kan tadi gue udah bilang gak mau ikut campur, nanti kalau dipecat bisa gawat kan, gak makan anak bini gue, Elu sama Elu enak cuma mikir perut lu doank" tambah Edi menunjuk pada Sandra dan Dito " lah kita berdua ada keluarga yang mau dihidupi"
" iya...." jawab Sarah
" lu kan ada laki mbak" celetuk Dito
" biarpun ada laki tetap aja gue butuh duit,gak ada manusia yang gak butuh sama duit" jawab Sarah
" Lah apa bedanya sama gue mbk, juga butuh duit kali buat beli skincare, make-up sama baju mbak" ujar Sandra sambil memanyunkan bibirnya
" jangan gitu San ntar gue cium loh" ucap Dito
" enak aja loh, katanya mau sama Nayla, tapi nafsu juga lihat gue"
" apa hubungan nya nyium loh dengan gue suka sama Nayla"
" setan loe....lelaki semuanya sama aja kelakuannya"
" gue beda ya San" celetuk Edi
" udah...udah...ntar pak Edward lagi yang lewat, mampus kita" ucap Sarah melerai perdebatan teman nya ini yang tak kunjung usai..