Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert
namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh
tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya
saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21.kekecewaan faris
Setelah mereka sampai di rumah sakit,mereka berjalan menuju ruang UGD.
Setibanya di depan ruang UGD.
"Assalamualaikum."Salam Faris sekeluarga.
"Waalaikumsalam."Jawab semua orang yang berada di depan ruang UGD.
"apa yang sebenarnya terjadi ?"tanya Faris
semua orang tidak ada yang menjawab.
"Adinda tolong jelaskan pada Papa, apa yang terjadi kepada Syifa?"tanya Fahri kepada Adinda karena tidak mendapat jawaban dari semua orang.
Adinda menceritakan semua yang telah diceritakan oleh Dini,tidak ada satu pun cerita yang ia lupakan.
Faris hanya diam mendengarkan penjelasan dari anaknya itu,setelah Adinda selesai bercerita tiba tiba pintu UGD di buka, Dokter yang menangani Syifa langsung menuju ke arah mereka.
"Siapa orang tua dari Syifa?"Dokter itu bertanya kepada mereka.
"Kami keluarga Syifa Dok, orang tua nya masih berada di luar negeri."Jelas Faris pada Dokter.
"Baiklah, saya akan jelaskan pada kalian saja.Pasien sekarang masih dalam keadaan pingsan tapi sudah cukup baik dari pada sebelumnya,hanya saja tinggal butuh waktu pemulihan karena tusukan pisau itu cukup dalam dan tolong jangan biarkan pasien banyak bergerak dahulu agar bisa cepat sembuh.Dia sekarang akan dipindahkan ke ruang perawatan,saya permisi dahulu jika terjadi apa apa kalian bisa panggil saya atau perawat yang ada di rumah sakit ini"
Setelah menjelaskan, Dokter tersebut pergi. Mereka segera pergi ke ruang perawatan Syifa,setelah sampai mereka membuka pintu kamar lalu melangkah masuk.
"Assalamualaikum."Salam mereka kompak.
Tapi tidak ada balasan karena Syifa memang masih belum sadarkan diri.Saat didalam ruangan tersebut Faris teringat bahwa dia harus memberitahu Adiknya lagi karena tadi Albert tidak menjawab telpon dari Kyai Ismail.
Diraihnya henpone di saku celananya.
🤳
"Alhamdulillah dijawab."Batin Faris tenang.
"Assalamu'alaikum Al."
"Waalaikumsalam Mas."
"Ada apa tidak biasanya Mas nelpon Albert?"tanya Albert.
Faris menceritakan semua yang terjadi dan apa yang telah Dokter katakan kepada mereka.
"Baiklah Mas tolong videocoll saja ya, Albert mau melihat keadaan Syifa.Maaf Albert dan istriku tidak bisa pulang karena masih banyak pekerjaan."
"Akan lebih baik jika kamu dan istrimu pulang sebentar Al, Syifa membutuhkan kalian berdua."
"Maaf Mas, Syifa hanya tertusuk pisau,apalagi kata Dokter tadi tinggal pemulihan saja kan.Albert masih banyak pekerjaan,jika ada waktu nanti pasti Albert dan istri Albert pasti pulang."Albert memberi pengertian pada Faris.
Faris yang mendengar ucapan Albert hanya bisa berdecak kesal.
"Sebegitu berharganya perusahaan milik mu itu sehingga saat Syifa sudah seperti ini saja kamu masih mementingkan perusahaan."Marah Faris lalu mematikan sambungan telponnya.
Tidak lama kemudian Syifa terbangun dari pingsanya.
"Syifa sekarang dimana?"tanya Syifa saat baru sadar.
"Kamu sudah bangun nak?"Ucap Umi sedikit lega.
"Kamu sekarang dirumah sakit sayang." Mama Adinda menjawab.
Syifa terdiam sejenak.
"Apakah Ayah dan Ibu Syifa sudah mengetahui keadaan Syifa?"tanya Syifa pada mereka.
Seketika Faris merasa sangat sedih karena ia teringat ucapan Adiknya tadi di telpon.
"Belum nak,kami tadi lupa karena khawatir sama kamu."Bohong Faris.
Sedangkan yang lainnya hanya terdiam tidak menjawab ataupun berbicara.
"Benarkah,apa yang Papa bilang tadi?"tanya Syifa kepada Faris tak percaya.
Mulut Faris menjadi kaku karena tidak tahu harus menjawab apa,tanpa disadari air mata Faris terjatuh.
Syifa masih mengarah kan pandanganya ke arah Faris
"Papa atau pun yang lain tidak perlu menjawab, Syifa tau jawabannya tanpa harus kalian menjawab."
Faris yang mendengar ucapan Syifa langsung memeluk Syifa.
"Maafkan Papa sayang,tadi memang pa6pa sudah menelepon Ayah Syifa lalu dia menjawab telpon dari Papa tapi Ayah Syifa bilang dia tidak bisa pulang karena banyak urusan di perusahaan.Kamu jangan khawatir kami disini akan selalu ada untuk kamu sayang, meskipun orang tua Syifa sedang sibuk."Faris menenangkan Syifa
"Iya Pa Syifa tahu itu, seharusnya tadi Papa jujur saja pada Syifa, Papa tidak pernah salah jangan pernah meminta maaf.Sebenarnya tanpa Papa telpon saja Ayah itu bisa tau kondisi Syifa,dari mata mata suruhan Ayah.Tapi dia memang tidak perduli dengan Syifa." jawab Syifa sedih.
"Apakah benar,lalu dimana mata mata itu?"tanya Faris penasaran.
"Dia ada di luar ruangan,mengawasin kita dari luar.Ayah menyuruh mereka hanya untuk mengetahui bila Syifa menelpon Ayah berkata bohong karena Syifa waktu itu pernah membohongi Ayah tapi tidak berhasil gara gara Ayah menelpon pembantu yang ada di rumah." Syifa tersenyum kecut.
Setelah tidak lama Syifa sadar, Kyai Ismail pamit untuk pulang.
"Faris,saya sekeluarga pulang dulu ya nanti saya sekeluarga kemari lagi."Pamit Kyai Ismail
"Iya terimakasih kamu sudah menjaga putri putri ku."
Kyai Ismail langsung melakukan kan kakinya menuju mobil untuk pulang.
Saat di mobil.
"Kasihan sekali Syifa keadaannya yang sudah seperti itu pun orangtuanya masih memikirkan perusahaan."Ucap Umi prihatin.
"Iya, semoga saja nanti dia bisa menjadi bagian keluarga kita.Abi pasti akan memberikan semua kasih sayang seorang Ayah pada Syifa."
"Iya bi, Umi juga akan sama seperti Abi menyayangi dia seperti anak Umi sendiri kita kan tidak punya anak perempuan.Umi itu suka sama Syifa dia itu lucu."Balas Umi antusias.
"Iya,seperti singa kecil."Tambah Ustadz Bian kesal.
Umi dan Abi yang mendengar ucapan Bian langsung menoleh kearah Bian.
"Sebenarnya yang anak Abi sama Umi itu Bian sama David bukan Syifa jadi nanti jangan memberikan semua kasih sayang pada Syifa saja."Ustadz Bian tak terima.
"Kalian sudah besar,lagi pula kamu dan David itu laki laki jadi bisa jaga diri sendiri."Bantah Umi tak mau kalah.
Ustadz Bian terlihat sedikit kesal.Tidak terasa mereka sampai di rumah mereka.
"Umi, Abi akan pergi kepesantren untuk menyelesaikan masalah tadi."Abi pamit pada sang istri.
"Iya,tolong urus masalah itu dengan seadil adilnya ."
Kyai Ismail langsung menuju pesantren lalu menelpon orangtua Nindi dan menyuruh Santriwati memanggil Nindi untuk keruanganya.
Karena memang rumah Nindi tidak begitu jauh dari pesantren tidak lama kemudian mereka sampai dipesantren lalu menuju ruangan Kyai Ismail begitu pula dengan Nindi dia segera bergegas menuju ruang Kyai Ismail dengan rasa khawatir.
"Assalamualaikum."salam mereka.
"Waalaikumsalam,silahkan masuk."Kyai Ismail mempersilahkan keluarga Nindi masuk.
Mereka langsung melangkah masuk ke ruangan.
Kyai Ismail menceritakan semuanya pada orangtua Nindi.Mereka sangat kecewa pada tingkah laku Nindi yang sangat memalukan.
"Kyai sebelumnya saya dan istri saya minta maaf pada Kyai atas perilaku anak kami." Ayah Nindi meminta Maaf.
"Kalian jangan minta maaf kepada saya tapi minta maaflah kepada Syifa.Dia sekarang berada di rumah sakit Xxxxx."
Mereka berpamitan pada Kyai Ismail lalu mengajak Nindi keluar sebentar untuk mengajaknya pergi kerumah sakit.
**Lalu apakah yang terjadi di rumah sakit,terus ikuti episode selanjutnya dan jangan lupa like, komen, tip dan votenya
TERIMAKASIH 🙏**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya