NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Dan Karirnya

Ritha masih berjalan bersama Ardi menyusuri jalan kayu yang dibuat sepanjang kawasan ekowisata hutan mangrove yang menurutnya lebih tepat disebut sebagai kebun atau taman lantaran luasnya tidak seberapa dibandingkan mangrove yang pernah dilihatnya di Wakatobi.

Tempat wisata ini dikelola dengan baik hingga pengunjung merasakan kemudahan fasilitas seperti vila kayu di atas air yang berbentuk segitiga nan eksotis dan instagramable jika dijadikan obyek foto. Ada pula jembatan gantung, jalanan kayu yang menghubungkan satu tempat dengan lainnya, pos pengamatan burung, wisata air dan berbagai arena dan fasilitas lain yang jauh lebih baik daripada fasilitas ekowisata yang ada di daerah lainnya. Pengelola juga menyediakan kesempatan buat orang yang peduli lingkungan untuk menyumbang tanaman mangrove dan menanamnya sendiri di lokasi yang telah disediakan.

Tak terasa, hari telah panas ketika mereka telah selesai menyusuri jalan kayu di atas air dan melihat berbagai fasilitas dan atraksi wisata yang ada. Ardi menawarkan untuk coba aktivitas memancing, tapi Ritha menolak. Merasakan hembusan angin laut dan hijaunya tanaman mangrove sudah cukup membuat otaknya lebih segar daripada kemarin.

"Kamu nggak suka mancing?"

"Suka, tapi mancingnya mancing masalah bukan mancing ikan," sahut Ritha asal.

Ardi terbahak. "Aku belum pernah punya masalah sama kamu, berarti alamat cocok kayaknya kalau kita jalan terus sama-sama," katanya masih berusaha menggoda Ritha.

Ritha ikut tertawa lebar dan berkilah, "Justru sebaliknya. Itu artinya, abang bukan ikan yang jadi target pancingan saya."

"Terlalu kecil ya targetnya? Lalu ikan yang jadi tujuannya siapa dong?"

Ritha angkat bahu.

Dengan gerakan cepat Ardi mengarahkan wajahnya tepat di hadapan Ritha hingga Ritha tak sempat menghindar. "Pasti bos Satya kan?" ledeknya dengan senyum lebar mirip badut jelek yang biasanya menghibur anak- anak di pesta ulang tahun.

"Ngawur. Bisa kualat saya kalau menjadikan bos Satya sebagai target," jawab Ritha spontan sambil ambil jarak selangkah mundur. Kedua telapak tangannya diletakan terbuka ke arah lawan bicara di depan dada sebagai tanda menyerah kalah. Ia berharap Ardi tidak lagi melanjutkan candanya.

Ardi tertawa puas dan Ritha pun mencibir kesal.

"Kamu cerdas, Rith. Bos Satya itu kalau diibarat ikan cocoknya jadi ikan hiu, bukan lagi ikan kakap. Setahuku ikan hiu itu tidak bisa dipancing sembarangan tapi harus ditangkap dengan cara khusus. Jika tidak, salah salah hiu malah menjadikan kita mangsanya. Secara, hiu kan termasuk predator paling mematikan di lautan. Aku pernah lihat film dokumenter yang memperlihatkan mata ikan hiu ketika siap memburu mangsa. Hiii, ngeri sekali. Mangsanya ditangkap dengan mulutnya lalu dikoyak dengan rahang yang super kuat," Ardi memperlihatkan wajah menyeringai dan mata melotot seolah dialah hiu yang sedang menakut-nakuti mangsa.

Ritha tertawa. "Aku tidak takut. Aku pernah diajari orang suku Bajo tentang cara khusus menangkap hiu," balasnya menantang.

"Ohya?"

"Serius, aku kan pernah tinggal perkampungan suku Bajo Mola di perairan Wakatobi," katanya meyakinkan.

"Wah, berarti kamu sudah siap senjata untuk menaklukan bos Satya dong." ujar Ardi tak kalah meyakinkan.

Ritha cemberut. "Jangan terus dihubungkan ke situ dong. Aku risih tahu." tepisnya kesal.

"Maaf, habisnya kata-kata kamu itu selalu menantang sih. Aku pikir perumpanaan yang kamu buat itu serius, karena yang aku tahu kamu sering bikin masalah yang membuat bos Satya pusing. Jadi wajar kan kalau aku mengambil kesimpulan kalau target kamu adalah bos Satya,"

Awalnya minta maaf tapi ujungnya kalimat pembenaran. Tidak ikhlas banget sih minta maafnya. Memang alasan Ardi masuk akal. Ritha yang mengawali membuat pernyataan asal-asalan tentang suka memancing masalah. Tapi tetap saja Ritha tidak terima selalu dihubung-hubungkan dengan bos besarnya. Rasanya jengkel sampai ke ubun-ubun.

"Tujuanku di GNC tuh cuma kerja doang, bang. Aku sering bikin masalah karena aku orang baru yang mesti banyak belajar, bukan karena diniatkan bikin masalah. Semua yang sudah terjadi itu murni nggak sengaja. Aku jengkel, kenapa sih kalian suka banget membully aku dengan menghubung-hubungkan aku dengan bos Satya? Sumpah, aku selalu cemas dan nggak enak hati jadinya kalau ketemu beliau. Takut beliau berprasangka seperti kalian dan hubungan kerja jadi berantakan gara-gara gosip nggak penting begini." jelas Ritha sewot.

Ardi nyengir, "Iya, sekali lagi aku minta maaf. Aku yang salah, mungkin aku yang cemburu sama bos Satya," akhirnya Ardi benar- benar mengalah dan menyalahkan diri sendiri.

Ritha mendorong bahu Ardi menjauh darinya sambil tersenyum tipis. "Maaf, bang. Saat ini aku belum mau membuka hati buat abang atau siapapun. We just friend, Bro."

Ardi tersenyum tipis, entah apa artinya. Sekilas Ritha melihat ada raut kecewa, setelah itu semuanya kembali seperti biasa. Just friend.

"Kita sholat dzuhur dulu di masjid tadi ya. Terus cari makan siang di PIK Avenue." kata Ardi kemudian membeberkan rencana aktivitas berikutnya.

Ritha mengangguk. Semua harus diposisikan pada tempatnya. Selama ini Ardi memang perhatian, melindungi, bersikap baik dan rajin sholat juga. Semua kriteria standar sifat pasangan yang baik ada pada dirinya. Hanya mungkin Ardi hadir pada saat yang kurang tepat. Ritha belum ingin membuka hatinya. Dia memilih berteman baik saja seperti hubungannya dengan teman-teman kerjanya waktu di proyek Wakatobi. Rasanya lebih menyenangkan jika berteman hanya sebatas rekan kerja dan refreshing bersama, tidak lebih. Bebas. Tidak ada emosi dan hasrat ingin menguasai.

Shigeru sushi, Ardi memilih makan di resto yang menyajikan makanan jepang itu di lantai 2 PIK Avenue mall. Letaknya masih di dalam kompleks perumahan mewah Pantai Indah Kapuk, tak jauh dari lokasi ekowisata mangrove.

"Kamu mau makan apa?"

"Nigiri salmon," jawab Ritha cepat.

"Minumnya?"

"Ocha aja,"

"Nggak mau pesan menu lain? Ramen?"

"Boleh tambah takoyaki deh,"

Tiba-tiba saja matanya menangkap seseorang yang dikenalnya di meja pojok yang berjarak 2 meja dari tempatnya duduk bersama Ardi. Ritha tahu betul itu Aldo. Tadinya ia ingin meminta Ardi pindah ke resto yang lain untuk menghindar pertemuan yang sama sekali tidak direncanakan juga tak pernah terpikir sebelumnya. Tapi Ardi sudah terlanjur pesan, tidak etis kalau dibatalkan sepihak dengan alasan yang nggak jelas.

Jakarta itu besar. Tempat makan ada jutaan. Kenapa ia harus bertemu Aldo dan gadis yang diakuinya di acara gosip selebriti sebagai pacar itu di sini? Suasana hatinya jadi rusak lagi.

"Ada apa, Rith? Kok wajah kamu mendadak mendung begitu? Aku ada salah ya?"

Ritha menarik bibirnya agar bisa memaksakan senyum. "Nggak apa-apa. Tiba-tiba ingat ada kerjaan yang belum selesai. Biasa, jadi bumper pak Rusdhi," katanya sambil pura-pura melihat email di gawainya. Padahal tidak ada email baru yang masuk. Ia mengunduh satu file untuk melengkapi bukti kepura-puraannya agar Ardi tak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan.

"Tutup dulu hpnya, Rith. Setelah makanan habis, aku antar kamu kembali ke kost kalau mau mengerjakan tugas kantor. Tapi sebaiknya sih, minggu itu khusus buat refreshing."

Ritha diam. Matanya masih melirik pasangan yang sedang bercengkrama di meja pojok itu. Ingin marah, tapi bingung harus bagaimana. Mana mungkin ia berani melabrak sedangkan statusnya saat ini masih mengambang. Hanya keluarga dekat dan orang sekitar rumah di Kendari sana yang tahu statusnya sebagai tunangan Aldo. Di sini semua orang percaya berita gosip selebriti. Artinya, di sini Ritha bukan siapa-siapa.

Ritha sibuk melamunkan nasibnya yang menggantung. Matanya seolah tertuju ke gawai padahal pikirannya berkelana kemana-mana. Ia sama sekali tak tahu kapan Ardi beranjak dari kursinya. Ia kaget ketika menyadari Ardi sedang menarik tangan Aldo dan memaksanya duduk di hadapannya.

"Selesaikan masalah kalian sekarang. Ritha butuh kepastian dari kamu. Biarkan dia bahagia. Kamu harus tegas, pilih dia atau karir dan pacar artis kamu itu." kata Ardi pelan namun dengan sorot mata mengintimidasi Aldo.

What's? Apa-apaan ini? Darimana Ardi tahu apa yang dipikirkannya? Kenapa dia harus menyeret Aldo ke hadapannya begini? Ritha benar-benar tak habis pikir kenapa Ardi bisa mengambil tindakan sejauh ini tanpa sepengetahuannya.

Aldo tampak gelagapan. Namun ia berusaha cepat menguasai keadaan. "Maaf, bang. Abang ini sebenarnya siapa? Sejauhmana abang tahu masalah kami? Saya mengejar karir demi Ritha. Saya mencintai Ritha, tapi saya belum bisa mengambil keputusan sekarang. Ritha tahu dia harus bersabar untuk karir saya," ujar Aldo dengan nada datar dan suara sangat pelan, tak ingin di dengar orang lain

"Kamu itu jangan egois, hei penyanyi karbitan. Ritha sudah mati-matian dukung kamu. Dia datang ke studio tiap minggu, ikut bantu dana promosi, dan mobilisasi pendukung. Kamu pikir dia nggak sakit hati melihat kamu menduakannya begitu? Dia itu manusia yang punya perasaan, bukannya batu. Ritha juga baru meniti karir sedirian di Jakarta, tapi pernah nggak kamu bantu dan dukung dia?" kata Ardi seolah mewakili suara hati Ritha.

Aldo hanya menunduk. Tak mau bicara sepatah pun.

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!