⚠️Mature Content (Harap bijak memilih bacaan)
Bryan Adams (24th) & Patricia Robert (26th).
Sebuah kesalahan dimasa lalu yang tak pernah mereka sesali terjadi.
Ternyata tidak mampu, membuat Pat tetap bertahan dengannya. Pada akhirnya takdir membawa Patricia hidup bersama pria lain pilihan dari Diana, ibunya.
Namun lagi-lagi takdir mempertemukan Bryan dan Patricia, meski dengan status yang berbeda. Akankah cinta itu tumbuh lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Priska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A 21
“Neil... Apa besok kau ada waktu ? Besok adalah peringatan tepat 10 tahun kepergiaan ayahku, aku mau mengunjunginya...” Pinta Pat.
“Besok ? Ya...Tentu besok aku akan menemanimu--” Ucap Kornelius.
“Terima kasih Neil...” Ucap Pat lega.
“Kenapa harus berterima kasih ? Bukankah setelah menikahi mu, aku juga putranya.” Tukas Kornel.
Pat tersenyum. Entah kenapa ucapan Kornel terdengar manis sekali di telinga Pat hari ini.
“Tapi sayang ! Malam ini aku akan sangat terlambat atau mungkin tidak akan pulang. Tapi aku janji, besok aku pasti akan menemanimu.”
“Tidak pulang ? Kenapa ? .” Tanya Pat bimbang.
“Ada beberapa hal yang memaksa ku untuk lembur malam ini. Sebenarnya aku benar-benar tidak ingin meninggalkanmu seperti ini Pat... Aku sangat ingin terus bersamamu.” Kornel menarik Pat, dan memeluk wanitanya itu, sembari bermanja-manja padanya.
“Aku bisa menemanimu disana sayang.” Ucap Pat.
“Menemaniku !.” Ekspresi Kornel berubah seketika.
“Ya menemanimu. Aku bisa ikut ke kantormu kan...” Pat begitu antusias mengatakannya.
“Istriku... Patricia... Aku sangat ingin kau ikut. Tapi bagaimana aku bisa mengerjakan pekerjaanku dengan baik, jika ada kau disana. Aku tidak mungkin fokus sayang...” Ucap mulut manis Kornel.
“Ya sudah... Tapi jika kau bisa pulang. Pulanglah. Kabari aku...” Pinta Pat lagi.
“Ya...Begitu aku ada waktu luang. Aku pasti akan segera pulang. Mana ada suami yang tahan berjauhan dengan istrinya. Apa lagi istri ku secantik ini.”
Patricia hanya dapat tertawa mendengar pujian manis dari Kornelius padanya. Setidaknya kebahagian Pat hari ini bersumber dari Kornelius.
“Sejak tadi kau selalu tersenyum... Apa yang ku pikirkan sayang?.”
“Tidak ada. Hanya saja aku suka dengan sikapmu belakangan ini--.” Jawab Pat jujur.
“Sikapku? Tentu saja Pat. Aku sangat menyesal menyakitimu malam itu. Kau tahu betapa menyesalnya aku !.” Raut wajah Kornel menunjukan bahwa ia sangat terluka telah melakukan hal buruk itu pada Pat.
Setidaknya begitulah yang Pat lihat sekarang.
“Neil. Aku sudah memaafkan mu. Lupakan kejadian itu. Kau sudah menunjukan, bahwa kau telah berubah. Itu saja sudah membuatku sangat senang.” Ujar Pat, agar Kornel tidak terus menyesalinya.
“Aku mencintaimu sayang...”
“Aku juga Neil.” Balas Pat.
...****...
Sepulangnya Cherry dari sekolah.
Tanpa disangka-sangka Bryan sudah didepan gedung sekolahnya. Dan itu sangat membuat hati Cherry senang. Bryan melakukan banyak hal untuknya hari ini. Bahkan Cherry sudah mulai berteman dengan seseorang di kelasnya berkat Bryan.
“Tuan Pacar....” Ucap Cherry menghampiri Bryan.
“Kau sudah selesai?.”
Cherry mengangguk.
“Baguslah. Ayo pergi...” Ajak Bryan.
Cherry segera masuk kedalam mobil.
Ditengah perjalanan Bryan masih sempat menanyakan Cherry tentang bagaimana harinya di sekolah tadi...
“Bagaimana sekolahmu?.” Tanya Bryan.
“Sangat menyenangkan. Hari ini aku mendapat teman. Dia bahkan mengajak ku makan bersama di kantin sekolah.” Cherry menceritakannya dengan sangat antusias.
Tapi bukannya senang Bryan semakin ibah dengan gadis ini, dia jelas gadis yang sangat kesepian. Bahkan menemukan teman saja sudah bisa membuatnya tertawa bahagia seperti ini.
“Kau tahu Tuan. Ini semua berkat dirimu.” Ucap Cherry tak habis-habisnya terus berterima kasih pada Bryan.
“Itu bukan karena ku.. Itu semua karena kau memang layak dijadikan teman oleh mereka.”
“Apakah benar seperti itu...” Cherry mulai berpikir.
“Tentu saja itu benar....” Ucap Bryan mengusap lembut rambut Cherry.
Deg.
Mendapat perlakukan manis seperti itu, tentu saja semua wanita pasti merasa tersanjung. Begitupula dengan Cherry, yang mendapat perlakukan istimewa itu dari Bryan.
“Apa kau lapar ?.” Tanya Bryan lagi.
“Ya lumayan ini sudah jam makan siang...”
“Baiklah kita cari makan dulu...” Bryan memutar kemudinya dan memutar arah.
“Aku tahu tempat makan terenak di hongkong. Kau pasti akan menyukainya...” Seru Bryan sambil tersenyum memikirkannya.
....
📍Amigo.
“Kau mau makan apa?.” Bryan menanyakan pendapat Cherry.
Pelayanan menghampiri mereka.
“Aku mau sepertimu saja !.” Jawab Cherry.
“Pak. Aku pesanan sama dengannya saja.” Ucap Cherry pada bapak pelayan itu dengan ramah.
”Baiklah kalau begitu ini saja.”Bryan menunjuk menu pilihannya.
“Baik Tuan dan Nona, tunggulah sebentar....” Pamitnya.
.
“Ini tempat yang sangat jarang didatangi bahkan sangat sepi. Bagaimana kau tahu tempat ini?.” Tanya Cherry heran.
...FLASHBACK ON...
Ingatan Bryan kembali ke beberapa tahun yang lalu....
Di perjalan setelah menghabiskan malam panjang bersama. Bryan mengajak Pat keluar untuk mencari sesuatu untuk perut keroncongan mereka.
“Apa kau lapar Nona Pat ?.”
“Ayolah berhentilah bergurau dengan menyebut nama ku seperti itu Bryan !.” Tawa Pat.
“Ini sudah sangat malam. Kau pikir akan ada restoran atau toko yang buka di jam segini !.”
“Untuk itu kita harus mencarinya sayang...”Tambah Bryan dengan lembut.
“Hahaha. Jangan memanggilku seperti itu. Sekarang aku lebih suka kau memanggilku nona Patricia saja.”
“Tapi sekarang aku lebih suka memanggilmu sayang...Atau Honey... Sweet heart....Baby...” Goda Bryan, sehingga membuat telinga Pat memanas, dan geli mendengarnya.
“Dan kau ingin aku memanggilmu apa malam ini. Sayangku...Cintaku... Kekasihku...Pria tampanku...Kau mau yang mana?.” Patricia balik menggoda Bryan.
“Kau bisa memanggilku apapun. Tapi aku lebih suka menyebutmu Sayang, Pat....”
“Baiklah sayang.... Aku juga akan menyebutmu sayang mulai sekarang...”
“Tapi ada satu nama panggilan lagi yang akan segara kau sandang setelah ini?.” Ucap Bryan yang tiba-tiba saja terdengar begitu serius.
“Nama panggilan? Apa itu sebuah gelar. Sayang... Namaku Patricia Robert, kau tidak boleh mengubah itu.”Tegas Pat lagi.
“Tentu saja aku tidak akan lupa. Namamu tetap akan seperti itu. Tapi di Hongkong aku hanya ingin kau dikenal dengan sebutan Nyonya Bryan Adams. Untuk sebuah alasan... Yang menunjukan bahwa kau telah menjadi milik ku.” Tandas Bryan.
“Ayolah...Aku semakin lapar sekarang.” Patricia mengalihkan pembicaraan mereka.
“Aku serius sayang...”
“Aku juga sangat serius sayangku. Aku tahu maksudmu. Jadi kapan kau akan menjadikanku sebagai nyonya Bryan?.” Tanya Pat, sambil menahan tawa.
“Apa sekarang kau ingin ?.”
“Ya... Tapi setelah kau mengisi perutku yang sudah keroncongan ini.” Ucap Pat, tertawa.
“Baiklah. Mungkin disekitar sini kita bisa menemukan sesuatu.” Ucap Bryan, sambil melihat ke sekitar.
Tidak jauh beberapa meter dari tempat mereka berada saat ini. Bryan mulai memperlambat laju kendaraannya. Beruntung mereka akhirnya menemukan tempat bernama “Amigo”.
“Maaf Tuan kami sudah mau tutup.” Ucap Pelayan penjaga toko itu.
“Bisakah kau membantu ku Pak... Istriku sedang hamil, dia sangat ingin mencicipi makan ditempat mu ini...” Pinta Bryan.
Pat yang mendengar itu sontak saja terkejut dan sangat ingin tertawa.
Penjaga toko berdiam,seolah memikirkan ucapan Bryan yang terlihat begitu serius.
“Baiklah kalau tidak bisa. Mungkin besok saja.... Istriku kau masih bisa kan menahan sampai besok ?” Tanya Bryan, sambil mengelus perut rata Patricia.
“Bryan...” Bisik Pat.
Baru saja mereka mau melangkah pergi tiba-tiba penjaga toko memanggil mereka kembali.
“Eh. Tuan...Nyonya... Tidak baik membuat istri anda menunggu. Masuklah. Aku akan membuat makanan untuk kalian. ” Ucap penjaga toko itu, yang merasa kasihan melihat Pat, yang mungkin sedang ngidam sesuatu di tokonya.
Bryan tersenyum puas, dan Pat hanya bisa diam dengan kebohongan bodoh yang dikatakan oleh kekasihnya itu.
“Bryan kau keterlaluan sekali.” Bisik Pat lagi.
“Aku akan membayar 3 kali lipat untuk makanan ini, aku tidak akan membuatnya rugi sama sekali sayang.” Ucap Bryan lembut, sembari menepuk lembut punggung Patricia.
Beberapa menit kemudian makan enak itu datang didepan mata mereka.
“Ahhh.... Enak sekali...” Pat menghirup wangi makan tersebut kemudian menyantapnya dengan lahap.
Sluuupp...
“Ahh... ini makanan terenak di Hongkong...” Puji Pat yang sangat menikmati.
“Karena kau menyukainya, mungkin kita bisa menjadikan itu salah satu daftar tempat yang harus kita kunjungi beberapa waktu.” Pikir Bryan memberi ide.
“Ide mu bagus juga. Dan setiap kali ke sini. Kita harus mencoba setiap menu yang belum kita coba.” Ucap Pat lagi.
“Ya...Dan aku ingin kita selalu duduk ditempat yang sama seperti saat ini.” Sambung Bryan lagi.
Patricia dan Bryan saling menatap dan melempar senyuman. Entah kenapa mereka terlalu bahagia dengan dunia mereka sendiri, bahkan melupakan bahwa penjaga toko yang sejak tadi terus menunggu kedua orang itu.
...FLASHBACK OFF...
“Hei Tuan pacar....” Panggil Cherry menyadarkan Bryan.
“Tempat ini aku temui beberapa tahun yang lalu. Aku bahkan tidak tahu bahwa ini adalah sebuah tempat makan dulunya !.”
“Apa menu yang kau pesan tadi enak?.” Bisik Cherry.
“Aku tidak tahu. Itu menu baru ditempat ini. Tapi setiap kali memakan apapun disini. Aku tidak pernah kecewa...” Jawab Bryan.
Bersambung...
salam cinta online juga buat kak othor🤗😘