kisah tentang seorang gadis berjilbab yang diangkat anak.hidup dengan penuh penderitaan,membiayai kuliah dengan bekerja part time sampai akhirnya selesai kuliah dan menjadi seoran guru di salah satu SMP begitu banyak cobaan hidup yang dialaminya
sehingga pada suatu hari bertemu dengan seorang pria yang akan mengubah hidupnya.
pria tersebut seorang duda mempunyai anak perempuan berusia 11 tahun.akankah Dinda bisa menerima duda tersebut dan menerima masa lalu Dinda yang tidak tau latar belakang keluarganya.
ini novel pertama ku jadi mohon maaf mungkin ada bahasa yang kurang bagus masih tahap belajar😁🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang receh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak boleh sedih lagi
di pagi hari nya disebuah rumah mewah terlihat ayah dan anak yang saling berpelukan seakan tidak mau berpisah.
Luna menangisi kepergian ayahnya,dengan lembut ayahnya membujuk nya agar Luna berhenti menangis setelah dibujuk ayahnya Luna pun berhenti menangis dengan mata nya yang sedikit bengkak.
Luna pun melepaskan kepergian ayahnya dengan hati sedih, setelah mengantar ayahnya kedepan pintu dan melihat mobil yang ditumpangi ayahnya menjauh Luna pun masuk kedalam kamar dengan mata yang sedikit bengkak.
ia akan bersiap-siap berangkat sekolah sambil memakai bedak untuk menutupi wajahnya yang pucat akibat menangis.
Luna pun segera sarapan pagi seorang diri biasanya ada ayahnya kembali air matanya meleleh tapi buru-buru di usapnya karena takut matanya makin bengkak.
ia pun pamit dengan bibik yang berada di dapur karena pak Burhan sudah menunggu di mobil.luna pun masuk kedalam mobil dengan hati yang masih sedih.pak Burhan pun kasihan melihat Luna biasanya Luna akan banyak bercerita tapi hari ini lebih banyak diam.
pak Burhan pun paham karena Luna sedih ditinggal ayah nya.sepanjang perjalanan hanya keheningan,mata Luna memandang keluar jendela mobil.
sementara itu Dinda bersiap-siap berangkat ke sekolah karena hari ini giliran piket Dinda jadi dia harus cepat sampai karena harus bersalaman dengan siswa di depan gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan siswa.
Dinda pun sudah sampai kesekolah segera ia meletakkan tasnya di meja piket dan menuju gerbang sekolah,hanya ada beberapa siswa yang datang karena hari masih pagi.dan semakin siang mulai ramai siswa berdatangan.
tak lama kemudian terlihat mobil Luna yang baru sampai di gerbang sekolah terlihat Luna berjalan dengan langkah yang lemas,Luna melihat buk Dinda yang piket ia langsung berlari menyalami buk Dinda .Dinda kaget melihat mata Luna yang bengkak.
" Luna kenapa matanya bengkak,Luna sakit sayang" ujar Dinda dengan wajah was-was dan cemas melihat keadaan Luna.
Luna pun langsung memeluk Dinda dan menangis dipelukan Dinda, sehingga membuat kaget guru piket yang lain juga beberapa siswa yang kebetulan datang bersamaan dengan Luna yang sedang bersalaman dengan guru.
akhirnya dinda meminta izin dengan guru piket yang lain untuk membawa Luna ke ruang majelis guru.
setelah duduk di salah satu kursi Dinda pun bertanya kenapa Luna menangis.akhirnya Luna pun menceritakan semuanya setelah selesai bercerita Dinda pun tersenyum lembut dan memeluk Luna.
" Luna...gak boleh gitu kan ayahnya kerja cari uang untuk Luna kalau Luna sedih terus pasti ayah Luna merasa gak nyaman kerja disana,Luna doakan ayah nya selamat sampai dan pulang nya diberi kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan, semua itu dilakukan ayah kan untuk Luna juga,gak boleh sedih kan ada bunda disini(sambil menunjuk diri Dinda) tapi kemaren katanya ibuk ini bunda Luna" ujar Dinda sambil tersenyum lembut.
" iya...Luna kan punya bunda sekarang" jawab Luna dengan tersenyum.
Dinda pun mengusap air mata dan pipi Luna dengan lembut lmenggunakan tisu.
" gak boleh nangis lagi, doa kan ayahnya agar pekerjaan nya cepat selesai,bel sudah berbunyi" ujar Dinda sambil memandang Luna lembut.
" Luna masuk kelas dulu ya bunda" jawab Luna lembut dan pelan takut didengar orang kalau Luna memanggil Dinda bunda.
Luna berlari menuju kekelas tak lupa mencium dan memeluk Dinda.