Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.
Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.
Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.
Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.
Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.
Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).
Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?
Simak terus kelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21# Persiapan ujian
Seminggu telah berlalu.
Ujian praktik Delia dan Gilang pun telah selesai. Kini Andin dan Gilang mempersiapkan untuk ujian nasional yang akan dilaksanakan satu minggu lagi.
Pagi itu Andin bersiap untuk berangkat ke sekolah untuk menjalani try out persiapan ujian. Semua siswa kelas enam masuk seperti biasa.
"Selamat pagi anakku Andin. Ayo sarapan dulu, " ucap ibu.
"Selamat pagi bu. Iya bu, " jawab Andin," jawab Andin.
Andin pun duduk bersama ibunya untuk sarapan pagi.
"Nak, kamu harus selalu sarapan agar kamu tidak lemas menjalani persiapan ujianmu, " ucap ibu pada Andin.
"Iya bu, " jawab Andin.
"Oh iya, minggu depan kamu sudah mulai ujian nasional ya," ucap ibu.
"Betul bu. Dan mulai hari ini sampai tiga hari ke depan, Andin akan ada try out persiapan ujian di sekolah." Jelas Andin pada ibunya.
"Kamu yang semangat ya nak, " ucap ibu memberi semangat Andin.
"Siap bu. Andin akan selalu semangat, " jawab Andin dengan penuh semangat.
"Ya sudah lanjutkan makannya ya nak. Karena setelah ini pasti Gilang akan datang menjemputmu, " ucap ibu.
"Iya bu. Ini Andin juga mau selesai makannya, " jawab Andin.
Andin pun melanjutkan makannya. Dan setelah itu dia bersiap menunggu Gilang di depan.
Dan setelah Gilang datang, dia pun berangkat bersama Gilang.
Dan tak lama kemudian, mereka pun sampai di sekolah. Gilang pun memarkirkan sepedanya.
Setelah Gilang memarkirkan sepedanya, mereka pun bersama-sama berjalan masuk ke dalam kelas.
Tak lama kemudian, bel berbunyi tanda masuk. Gilang dan Andin pun masuk ke dalam kelas.
"Selamat pagi anak-anak, " ucap Bu Laili.
"Selamat pagi bu, " jawab anak-anak.
"Sebelum kita mulai try out hari ini. Kita berdoa dulu, " ucap Bu Laili.
Mereka pun berdoa sebelum mulai try out. Setelah itu....
"Anak-anak ibu akan bagikan soal try out hari ini. Dan selama mengerjakan try out, kalian harus tertib. " ucap Bu Laili.
"Iya bu, " jawab anak-anak kelas enam.
Bu Laili pun membagikan soal try out. Dan anak-anak pun mulai mengerjakan. Suasana saat mengerjakan sangat tenang dan tertib.
Sembilan puluh menit kemudian, anak-anak pun selesai mengerjakan soal try out pertama. Dan setelah itu mereka melanjutkan soal try out kedua.
Dan tak terasa sudah pukul sepuluh. Anak-anak pun selesai mengerjakan soal try out kedua.
"Anak-anak alhamdulillah kalian sudah menyelesaikan dua soal try out hari ini. Besok kita lanjut try out selanjutnya. Jangan lupa kalian belajar di rumah. Setelah ini kalian boleh pulang. Usahakan kurangi jam bermain kalian dan lebih fokus untuk belajar. Sekian dari ibu. Dan selamat siang anak-anak, " ucap Bu Laili pada anak-anak kelas enam.
"Selamat siang bu, " jawab anak-anak.
Bu Laili pun meninggalkan kelas enam. Anak-anak pun segera menunggalkan kelas.
"Andin, ayo kita segera pulang." Ajak Gilang.
"Ayo Lang. Aku sudah siap, " jawab Andin.
Mereka pun keluar kelas dan Gilang segera mengambil sepedanya. Lalu mereka segera pulang.
"Lang, gimana kerjakan try out tadi?," tanya Andin.
"Alhamdulillah aku lancar mengerjakannya Ndin. Gimana dengan kamu. Apakah kamu juga bisa lancar mengerjakannya?," tanya Gilang pada Andin.
"Alhamdulillah aku juga lancar, Lang. " Jawab Andin.
"Ndin, kayaknya selama dua minggu ini senin sebaiknya kita jangan main dulu ya. Kita fokus belajar karena aku juga dilarang sama ayah dan ibuku untuk bermain, " ucap Gilang menginformasikan pada Andin.
"Iya Lang. Aku juga sama dilarang sama ayah dan ibuku kok. Karena ibu bilang aku harus menjaga kesehatan menjelang ujian, " jawab Andin.
"Iya betul banget Ndin, " jawab Gilang.
Tak lama kemudian mereka sampai di depan rumah Andin. Lalu Andin pun segera turun dari sepedanya.
"Terima kasih ya Lang, " ucap Andin.
"Sama-sama Ndin. Aku langsung pulang ya," ucap Gilang.
"Iya Lang, " jawab Andin.
"Assalamualaikum, " ucap salam Gilang.
"Walaikumsalam Lang, " jawab salam Andin.
Gilang pun segera meninggalkan rumah Andin. Lalu Andin pun segera masuk ke dalam rumahnya.
👑👑👑👑
Beberapa hari kemudian.
Hari ini tepat hari minggu, dimana Andin besok sudah akan menghadapi ujian.
Pagi itu, Andin bangun pagi. Andin sholat shubuh dan lanjut belajar. Andin belajar untuk persiapan ujiannya.
Saat pukul lima pagi, ibu pun memanggil Andin dan mengetuk pintu kamarnya.
"Tookkk... Toookkk... " ibu mengetuk pintu kamar Andin.
"Andin.. Kamu tidak mau sarapan dulu kah nak? Ayo kita sarapan sama-sama. Ayah sudah menunggu kamu di depan, " ucap ibu di depan pintu kamar Andin.
"Iya bu. Habis ini Andin menyusul, " jawab Andin.
"Ya sudah ayah dan ibu tunggu di depan ya, " ucap ibu.
Ibu pun meninggalkan kamar Andin. Dan tak lama kemudian, Andin pun keluar menghampiri ayah dan ibunya untuk sarapan pagi bersama.
"Ayo Andin kita sarapan sama-sama, " ucap ayah Andin.
"Iya yah, " jawab Andin.
"Anak ayah ini rajin sekali belajarnya, " ucap ayahnya Andin.
"Iya yah karena besok Andin akan menghadapi ujian nasional. Doakan Andin ya semoga Andin bisa mengerjakan soal ujian dengan baik, " ucap Andin.
"Pasti nak. Ayah dan ibu pasti akan doakan yang terbaik buat anak ayah," ucap ayah.
"Terima kasih ya ayah dan bunda, " ucap Andin pada ayah ibunya.
"Sama-sama ya nak. Sekarang kita makan dulu ya, " ucap ibu.
Mereka pun melanjutkan sarapan paginya. Dan setelah selesai sarapan pagi, ayah pun segera berangkat ke sawah.
"Bu dan Andin, ayah berangkat ke sawah dulu ya. " ucap ayah pada Andin dan ibu.
"Iya yah, " jawab Andin dan ibunya.
Andin dan ibu pun mencium tangan ayah sebelum berangkat. Lalu ibu memberikan bekan makan siang untuk ayah.
"Yah, ini bekalnya untuk makan siang. " ucap ibu.
"Terima kasih ya bu, " jawab ayah.
"Sama-sama ayah, " jawab ibu.
"Assalamualaikum, " ucap salam ayah.
"Walaikumsalam yah, " jawab salam ibu dan Andin.
Ayah pun segera berangkat ke sawah. Lalu Andin membantu ibu merapikan piring di dapur.
Dan setelah selesai membantu ibu, Andin pun kembali belajar di dalam kamarnya.
"Bu, Andin ke kamar dulu untuk belajar ya. " ucap Andin pada ibunya.
"Iya nak. Terima kasih ya sudah bantu ibu," ucap ibunya Andin.
Andin pun belajar untuk persiapan ujiannya. Andin sangat semangat sekali menghafal dan membaca materi ujiannya. Dia mengulang kembali soal try out yang kemarin baru saja dikerjakan.
"Sebaiknya aku belajar soal-soal try out kemarin. Mungkin saja dari soal-soal itu besok ada yang keluar di ujian, " ucap Andin.
Andin pun kembali belajar.
"Semoga ujian aku besok lancar dan aku bisa mengerjakan soalnya dengan baik dan benar. Dan berharap aku lulu dan semoga nilai ujian aku juga bagus amin... " ucap Andin.
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan
Sukses ya Thor 👍☺
Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰