Adelia tidak menyangka setelah kegagalannya, dalam membina sebuah hubungan rumah tangga, sahabat semasa kuliahnya tiba-tiba saja menyatakan cinta padanya.
Meskipun awalnya ragu untuk menjalin kembali hubungan itu. tapi, sahabatnya itu bisa meyakinkan dirinya untuk kembali membina mahligai pernikahan bersamanya.
Elvano, sahabat Adelia yang mencintainya, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya, hingga akhirnya Adelia menikah dengan sahabatnya, membuat dia semakin memendam perasaan itu.
Awalnya dia mengira hubungan Adelia dan suaminya baik-baik saja, tapi setelah dia kembali dari luar negeri dia baru tau kalau pernikahan Adelia ternyata tidaklah baik-baik saja.
Cerita ini sedang dalam tahap revisi, jadi maaf kalau ceritanya masih acak-acakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resmi bercerai
Happy Reading😘
Hari hari berlalu begitu cepat tidak terasa sudah Dua bulan sejak kejadian di rumah Adelia dan sekarang Adelia sudah resmi berpisah dengan Dion tepatnya dua hari yang lalu keputusan pengadilan telah keluar dan Adelia resmi menyandang setatus janda dari dua hari yang lalu.
Proses perceraianya memang tidak terlalu lama karena Dion yang merupakan pihak tergugat tidak pernah menghadiri persidangan sehingga persidangan hanya di lakukan tiga kali persidangan jadi tidak terlalu memakan waktu yang lama dalam proses perceraian antara Adelia dan Dion.
Sementara Dion di kabarkan akan mengadakan pernikahan dengan Zeline seminggu lagi karena mengingat Zeline yang saat ini tengah hamil jadi mereka mempercepat pernikahan setelah Dion menerima surat keputusan dari pengadilan agama.
Hari ini Adelia berencana akan makan siang bersama Vano karena tadi pagi Vano menghubungi nya dan mengajak nya untuk makan siang bersama dan Adelia pun mengiyakan ajakan Vano karena dia pun saat ini tidak terlalu sibuk.
TOK,, TOK,, TOK.
Suara ketukan pintu ruangan Adelia
"Masuk" Kata Adelia dari dalam ruangan itu dan orang yang mengetuk pintu pun masuk setelah mendengar sautan dari yang punya ruangan.
"Del katanya mau makan siang bareng pak Vano kenapa belum siap-siap" Tanya maira saat masuk ke ruangan Adelia dan duduk sofa yang ada disana.
"Ini juga tinggal berangkat aku nungguin Vano katanya dia mau jemput.''Kata Adelia sambil fokus ke ponselnya.
" Oh,,, eh iya gimana sekarang persaan mu masih belum bisa move on juga." Tanya maira.
"Emang kamu pikir move on itu gampang,, tapi sekarang aku ngerasa lebih plong sih ngerasa seperti beban yang selalu menghimpit perlahan pergi meski belum sepenuh bisa sepenuhnya move on. "Kata Adelia.
" hmm ya bagus deh kalau gitu Semoga kamu segera menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya dan mendapatkan orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus."Doa Maira untuk atasan sekaligus sahabat nya itu yang langsung di amini oleh Adelia.
"Eh tapi kalau di lihat-lihat kayak nya pak Vano punya perasaan lebih deh sama kamu bukan hanya menganggap kamu sahabat nya aja." Kata Maira lagi dengan ekspresi yang seperti sedang berpikir keras.
TUK.
"Sotoy mana mungkin Vano punya perasaan lebih dia itu murni menganggap ku sahabat nya." Kata Adelia sambil menyentil dahi sahabat nya itu.
"Aww,,, dikasih tau gak percaya aku tuh bukan sotoy tapi emang aku bisa lihat dari matanya kalau dia itu mempunyai perasaan yang besar sama kamu." Kata Maira.
"Sok sok'an bisa menilai orang dalam hal beginian kamu aja jomblo abadi heheh." Kata Adelia dengan terkekeh mengejek Maira.
"Iya lah aku kan jomblo berkualitas,,, hidup jomblo sampai ada pangeran berkuda putih yang akan membawa ku ke istana cinta." Kata Maira dengan penuh semangat dan mengayunkan kepalan tangan nya ke udara.
"Jomblo terus menerus aja bangga." Kata Adelia.
"Eiiiittt,,, tunggu dulu nona bukan kah kamu juga saat ini jomblo juga jadi sebagai sesama jomblo di larang mencela oke." Kata Maira mengedipkan matanya.
"Iya deh iya kita sama-sama jomblo,, oh iya ngomong-ngomong kayanya kamu banyak waktu senggang ya sehingga bisa ngerumpi di sini." Sindir Adelia.
Maira menggaruk tengkuk leher nya sambil terkekeh."Oh iya lupa ini masih jam kerja ya heheh ya udah kalu gitu saya permisi dulu bu boss nanti semangat ya diner nya."Kata Maira sambil berlalu dari ruangan Adelia.
Adelia menggelengkan kepalanya melihat tingkah asisten sekaligus sahabat nya itu."Diner,, diner apaan coba orang cuma makan siang doang di bilang diner."Gerutunya lalu mengambil ponsel yang di meja untuk melanjutkan baca novel online nya.
Sementara itu Vano yang baru saja selesai meeting langsung keruangan nya.
"Agenda setelah makan siang cancel aja,, aku rencananya akan mengajak Adelia jalan jalan hari ini dan interview untuk penerimaan karyawan baru kamu handle sama satu lagi untuk sekertaris pengganti anggi jangan lupa,, kamu tau kan tipe sekertaris keinginan ku." Kata Vano panjang kali lebar.
"Iya Pak semuanya akan saya lakukan dengan baik asal jangan lupa tambahan bonus nya ya pak." Kata Dimas menaik turun kan alis nya.
"semua itu bukan masalah asal kamu mengerjakan apa yang aku perintahkan tadi dengan benar dan teliti." Kata Vano.
"No problem." Kata Dimas singkat dan langsung keluar dari ruangan itu tanpa pamit dulu.
"Dasar bawahan gak da akhlak maen nyelonong aja keluar tanpa pamit."Gerutu Vano sedetik kemudian bibirnya melengkung menampilkan senyuman saat melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
Dia pun bangun dari kursinya dan berjalan keluar dari ruanganya untuk menjemput Adelia.
Empat puluh lima menit kemudian mobil Vano telah sampai di depan butik Adelia dia pun turun dari mobilnya dan masuk ke dalam butik Adelia.
"May Adelia ada di ruangannya kan." Sapa Vano yang melihat Maira sedang menemani pelanggan melihat rancangan gaun Adelia.
"Oh Pak Vano,,, iya Pak bu Adelia sedang menunggu bapak di dalam ruangannya." jawab Maira Vano pun bergegas menuju ke ruangan atas untuk menjemput Adelia. .
Saat sampai di depan pintu ruangan Adelia pintu itu sedikit terbuka Vano melihat Adelia sedang membereskan kertas yang ada di meja nya sambil berdiri dan membelakangi pintu sehingga dia tidak sadar ada memperhatikan nya.
Vano membuka pintu dan menutup nya kembali dengan suara yang pelan dia berjalan mendekat menuju Adelia tanpa mengeluarkan suara lalu..
GREP...
Vano memeluk Adelia dari belakang Adelia yang tengah pokus dengan kertas kertas itu pun membeku seketika saat merasakan ada tangan kekar yang melingkar di perutnya.
"Serius banget sih del." Vano berbisik di telinga Adelia.
Adelia yang merasakan hembusan nafas hangat di telinganya merasakan sesuatu yang lain dari dalam dirinya.
"Apaan sih Van bikin kaget tau gak." Kata Adelia setelah dapat mengendalikan dirinya dari perasaan aneh yang menjalar di dada nya sambil menyikut perut.
"Aww,, sakit Dell,, lagian serius banget sih sampe sampe aku masuk ke dan berjalan di belakang kamu tidak sadar." Kata Vano sambil pura-pura meringis dan mengusap perut yang terkena sikutan tangan Adelia.
"Rasain habis nya bikin kaget orang aja udah yu aku udah laper nih," Ajak Adelia menarik tangan Vano keluar dari ruangan nya.
" Ra, , aku keluar dulu ya." Pamit Adelia sambil berjalan dan tidak sadar kalau dia masih menarik tangan Vano.
"Oke,, bu boss." Kata Maira setengah teriak.
Setelah sampai di luar butik nya Vano membuka kan pintu untuk Adelia di samping kursi kemudi dengan tangan kiri nya karena tangan kanan masih di pegang oleh Adelia."Udah kali pegang tangan nya betah banget kayanya pegang tangan aku."Ejek Vano terkekeh Adelia yang baru sadar kalu dia masih memegang tangan kanan Vano secara reflek melepasnya dan langsung masuk ke dalam mobil.
" Iihhh geer betah apanya coba tadi aku narik kamu aja karena kamu nya lama,,, udah cepetan jalan aku udah laper," Kata Adelia setengah malu. "yaampun apa apaan sih kok jadi keenakan pegang tangan si Vano sih kan jadi malu." Rutuk Adelia dalam hati.
Vano pun mulai menjalankan mobilnya menuju restoran bintang lima yang ada di kota itu setelah menempuh waktu kurang lebih tiga puluh menit mereka sampai di restoran tujuan mereka. Vano segera turun dan bejalan cepat memutari mobilnya menuju pintu penumpang lalu membukakan pintu mobil untuk Adelia.
"Kok aku jadi ngerasa jalan sama pacar ya." Kat Adelia sambil terkekeh dan turun dari mobil.
"Anggap saja begitu ayo." Kata Vano lalu menggandeng lembut tangan Adelia. Mereka masuk ke ruang VVIP yang telah di pesan oleh Dimas sebelum nya.
"Silakan pilih menu nya tuan." Kata pelayan menyimpan buku menu nya di meja Adelia dan Vano pun melihat lihat menu nya.
Vano dan Adelia pun menyebutkan menu menu yang ingin mereka makan dan tak lupa juga minuman nya. Setelah mencatat pesanan Vano dan Adelia pelayan pun undur diri untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Gimana perasaan kamu Del," Tanya Vano sambil menatap Adelia.
"Udah lebih baik." Kata Adelia berusaha tersenyum.
"kira kira kamu udah bisa buka hati kamu buat orang lain belum." Tanya Vano serius tapi Adelia menganggap itu hanya guyonan.
"Emang kenapa kalau aku udah bisa buka hati aku,,? kamu mau daptar gitu." Kata Adelia terkekeh.
"Kalau iya kenapa." Kata Vaon tersenyum.
"Sorry gak ada lowongan deh kayanya kalau buat kamu," Kata Adelia.
"Pokoknya aku akan masuk secara paksa untuk membobol hatimu dan mencurinya." Kata Vano sambil terkekeh.
"Emang nya aku bank pake di bobol segala." kata Adelia tertawa dengan lepas.
"Udah kali Van jangan ngeliatin terus entar naksir lagi." Kata Adelia menyadarkan Vano dari lamunannya.
"kayanya aku emang udah naksir deh sama kamu del." kata Vano.
"Udah Van jangan bercanda mulu ayo cepet makan katanya habis ini mau ajak aku jalan lagi."Kata Adelia memulai makan makanan pesanan nya.Saking pokus memperhatikan Adelia yang sedang tertawa Vano sampai tidak sadar kalau makan pesanan mereka sudah terhidang di meja.
"kamu kenapa Van senyam senyum gitu." Tanya Adelia heran melihat Vano senyam senyum.
"Gak papa." Jawab Vano singkat. Adelia mengangkat bahunya acuh.
Setelah selesai makan mereka langsung menuju tempat yang di janjikan Vano yaitu wahana bermain Adelia sangat senang dan mngajak Vano untuk menaiki semua wahana yang ada di sana dan dengan senang hati Vano pun mengiyakan permintaan Adelia asal Adelia bahagia apapun akan dia lakukan pikirnya.
Setelah puas bermain mereka memutuskan untuk pulang karena sudah malam di perjalanan pulang mampir untuk makan malam dulu setelah makan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang nya hingga akhirnya sampai di rumah Adelia.
"Makasih yah Van hari ini udah mau nemenin aku dan membuat aku senang." Kata Adelia setelah turun dulu mobil nya.
"Iya sama sama udah kamu masuk gih udah malem selamat istirahat ya."Kata Vano.
" Iya kamu juga hati hati ya di jalan nya dan langsung istirahat begitu sampai di rumah."Kata Adelia.
"Iya aku pulang dulu yah bye."Pamit Vano mulai menghidupkan kembali mobil nya.
" Bye." Adelia melambaikan tangannya pada Vano. Setelah mobil Vano tak terlihat dia pun masuk ke rumah. rumah nya sudah sepi karena orang tuanya sudah beristirahat diapun melangkah menuju ke kamar nya. setelah dikamar langsung kekamar mandi dan membersihkan diri setelah selesai dengan acara mandi dan berpakaian Adelia merebahkan badan nya di ranjang karena efek lelah sehingga tidak butuh waktu lama untuk Adelia terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***BERSAMBUNG***
hajar si Dion 🤬😡😤
biar cepat kebongkar perselingkuhan Dion
tanpa perlu Delia yg menyelesaikan nya
🎵🎵🎵🎵
Sukses bwt kk 💐😄