Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang tidak memiliki pendidikan, bahkan untuk sekedar membaca pun gadis itu tidak bisa.
Tiba-tiba saja dunia nya berubah dalam sekejap mata, ada orang yang mengakui sebagai ibu kandung nya, dan tiba-tiba harus menikah dengan pria yang tidak iya cintai bahkan tidak pernah iya kenali membuat kehidupan menjadi 99 % berubah drastis.
Shofie❤ Alvaro
Shofia❤ Alex
Sloww Update 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Abah dan Ambu?
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi menyapa Alvaro bangun terlebih diliriknya Shofie yang masih terpejam tanpa sehelai busana sedikitpun yang mana membuatnya tersenyum karna telah berhasil memiliki Shofie sepenuhnya.
Cup..
Sebuah kecupan lembut di pagi hari di daratkan tepat di kening istrinya sebagai tanda cinta dan terimakasihnya karna Shofie telah memberikan sesuatu yang paling berharga di hidup Shofie padanya.
"Aku akan membahagiakan mu, terimakasih karena kamu mau menjadi bagian di hidupku." Gumam Alvaro sambil menatap wajah cantik nan manis milik istrinya yang masih terlelap.
Wajar Shofie masih terlelap acara pengoboran hasrat tadi malam bersama Alvaro cukup membuat tubuh Shofie lemah apalagi Alvaro sampai mengulanginya berkali-kali dan itu membuat tubuh Shofie kaget.
"Sepertinya tadi malam aku terlalu bersemangat hingga membuatnya kelelahan seperti ini." gumam Alvaro lagi yang merasa tidak enak hati karena telah membuat istrinya kelelahan.
"Tapi itu salahmu sayang, kamu menggemaskan dan aku tidak bisa menahan hasrat ku untuk menyerang mu, bahkan saat tertidur pun kamu masih tetap cantik dan menggida sayang." Alvaro memuja paras cantik yang di miliki Shofie.
Alvaro mengambil ponselnya lalu memencet nomer kontak panggilan, dan tak lama telpin nya pun tersambung.
" Hallo..ada yang bisa saya bantu tuan." ucap seorang wanita dari sebrang telpon.
" Iya, untuk beberap hari ini saya tidak akan ke kantor." Ucap Alvaro pada wanita itu yang tak lain adalah Elle Sekertarisnya.
"Tapi tuan, banyak berkas yang harus anda tanda tangani." ucap Elle.
"Antar kan saja ke rumah saya." Ucap Alvaro lalu menutup telpon nya tanpa menunggu jawaban dari Elle.
(ini awal baik, tuan aku akan pastikan kamu akan menjadi milik ku, kau hanya milik ku tuan.)
karna melihat jam masih menunjukan pukul 7 Alvaro pun berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh yang hanya di baluti boxer, iya berniat untuk menyegarkan tubuhnya yang mulai terasa lengket karna tadi malam Alvaro dan Shofie langsung tumbang setelah melakukan pengoboran itu.
Samar-samar Shofie mendengar suara rintikan air dan hal itu membuat Shifie terbangun dan mengerjapkan matanya, Shofie dapat merasakan hembusan angin pagi yang menyapu kulit tubuhnya.
"Astaga aku tidak memakai busana sedikitpun, dan kemana Alvaro dia tidak ada di kamar." Shofie baru menyadari tubuhnya yang tak memakai sehelai benang pun, Shofie juga heran karna Alvaro tidak ada di samping nya.
" Oh dia sedang mandi rupanya." ucap Shofie karna mendengar suara rintikan air yang cukup keras di kamar mandi.
Shofie kembali mengingat-ngingat apa yang terjadi padanya di malam tadi, rasa sakit bercampur nikmat yang belum pernah iya rasakan sebelum nya, membayangkan apa yang terjadi di malam tadi membuat Shofie kembali mengingat acara pengoboran nya yang di pimpin oleh Alvaro yang penuh dengan kelembutan.
"Astaga Shofie !! kenapa kau menjadi nakal seperti ini, oh shit itu tidak baik." Shofie kembali mengeleng merasa malu karna telah membayangkan adegan semalam.
Saat Shofie masih sibuk mengoceh sendiri tiba-tiba Shofie mendengar suara yang sangat familier di telinga Shofie.
" Sudah bangun?." Tanya Alvaro yang baru selesai mandi dan hanya mengunakan handuk kecil untuk menutupi adik kecilnya.
Shofie tidak kaget mengingat pernikahan nya sudah lebih satu bulan iya sering melihat hal itu, bahkan tadi malam iya melihat isinya secara live alias langsung dan Shofie juga bukan wanita yang lebay hanya karna melihat hal seperti itu iya bisa menjerit jencang layaknya wanita-wanita yang ada di beberpa novel lain.
"kamu melihat mataku terbuka kan? bukan terpejam kan?." Shofie mencoba untuk biasa saja kembali ke mode Shofie yang biasanya.
" Ahk baiklah, apa kamu ingin mandi? atau makan dulu?." tanya Alvaro sambil mengambil baju ganti nya.
Shofie terdiam, " Ingin mandi tapi sepertinya ini masih sakit." Ucap Shofie yang memang masih merasakan sakit di area pangkal paha nya.
Alvari tersenyum tanpa menunggu perintah iya memangku tubuh Shofie dan hal itu membuat Shofie terkejut apalagi mengingat Alvaro yang membawanya yang tanpa memakai sehelai benang pun.
Mencoba mengusir kegugupan nya Shofie untuk berjalan dan mengisi Bathub tapi langkah nya di halangi oleh Alvaro yang dengan gesit dan cepat mengisi air di bathub lalu meneteskan beberapa tetes sabun aroma terapi untuk membuat istrinya rileks.
" Sudah, aku keluar dulu..kamu mandi aja dulu nanti kalo udah kamu telpon aku." Ucap Alvaro sambil menaruh ponsel Shofie di pinggir Bathub yang berdekatan dengan tempat sabun.
Shofie mengangguk dan tersenyum kecil melihat kepergian Alvaro, " Sepertinya aku harus berusaha untuk mencintainya, dia pria baik." batin Shofie yang kini sudah mulai merasa jika Alvaro memang yang terbaik untuk nya, bahkan Alvaro banyak menerima kekurangan nya sedangkan dirinya sendiri? bahkan untuk membalas cinta suaminya pun Shofie masih takut.
.
.
.
.
Shofie sedang bersantai bersama Alvaro yang duduk di samping nya, tangan kecil Shofie memegangi sebuah buku yang berjudul buka ringkasan pintar, dengan posisi Shofie yang bersandar di dada bidang Alvaro yang mulai hari ini telah menjadi sandaran kesukaan nya.
kini keduanya sedang duduk di taman depan rumah Alvaro, dan Shofie menikmati detik-detik seperti ini dimana Alvaro bisa menemaninya belajar dan bermain.
"Alvaro, emm ini apa." Shofie menunjuk gambar bulat yang tidak iya ketahui.
" itu namanya Planet Mars, dan ini bumi tempat tingal kita." Ucap Alvaro menjelaskan lalu dia terdiam sebentar." bisakah kau memanggilku dengan sebutan sayang?. " Tanya Alvaro tiba-tiba.
Shofie terdiam. " Emm itu sulit, bagaimana dengan Mas?." Shofie memberikan idenya.
"Aku bukan mas-mas." Alvaro tidak mau di panggil mas menurutnya usianya masih muda. 25 tahun? bukan kah masih muda bukan?.
" Eemm bagaimana dengan abah? teman ku ada yang memanggil suaminya dengan sebutan abah dan ambu bagaimana?."
" ini di kota sayang, bagaimana dengan sebutan Hubby? dan aku memanggilmu dengan nama Honey?. "
Shofie melirik tak suka, " namaku Shofie apa bagusnya nama Honey, aku suka namaku." Shofie pergi berjalan dengan wajah kesalnya, meninggalkan Alvaro yang terdiam kebingungan.
Alvaro menepuk jidatnya. " Apa ada yang salah dengan nama panggilan Honey? kenapa dia marah." Berlari mengejar istrinya yang sudah berjalan cukup jauh.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!