NovelToon NovelToon
Black Shadow

Black Shadow

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Thriller / Tamat
Popularitas:46.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratu Arin

Awal Judul Ada & Tiada

Berawal dari kesurupan massal di malam puncak penerimaan mahasiswa/i baru menjadi titik awal temu mereka. Saling menyadari bahwa mereka sama, sama-sama hidup diantara mereka yang tiada namun sebenarnya ada.

Kisah tentang perjalanan sekelompok anak muda yang memiliki kemampuan sixth sense, melihat apa yang semestinya tidak terlihat, dan merasakan kehadiran mereka yang tak tersentuh.

Akankah mereka bisa menjalani hidup normal seperti orang lain?

Kisah mereka akan hadir setiap hari pukul tujuh malam. Jangan baca sendiri, siapa tahu kau sedang tak sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Arin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Bersama

"Kau sudah lebih baik?" tanya Aldi saat Haura perlahan menjauhkan dirinya dari pelukan hangat Aldi.

"Maafkan aku Di, bukan maksud ku lancang memeluk mu tadi. Aku hanya butuh tempat untuk bersandar." ucap Haura dengan perasaan tidak enak.

"Kapan pun kau butuh sandaran, kau bisa mencari ku Haura." ujar Aldi sambil memberikan tissue yang ia ambil dari meja makan cafe tersebut.

"Terima kasih. Tapi kenapa kau mau menceritakan semua ini kepada ku? Bahkan mereka semua saja tidak membahas ini." tanya Haura bingung. Kini otak nya sudah bisa berfikir jernih karena perasaannya sudah lebih membaik.

Baru saja Aldi ingin menjawab pertanyaan Haura, bunyi pesan dari ponselnya mengalihkan pembicaraan mereka dan tertera disana nama Al yang mengirimkan pesan chat.

"Kau dimana? Cepatlah turun atau Ari akan menjemput kalian berdua ke atas. Jangan bertingkah aneh Di, atau kau akan membuat Ari tahu pelan-pelan tentang kau dan Anita." begitulah isi pesan Al untuk Aldi. Aldi pun terdiam dan langsung mematikan ponsel miliknya.

"Ayo! Mereka semua sudah menunggu kita. Lagi pula angin sudah mulai semakin kencang, pakailah ini supaya badan mu sedikit menghangat, udara sudah semakin dingin, aku tidak mau dipukul si kembar jika nanti kau masuk angin" ujar Aldi ke Haura sambil mengaitkan jaket miliknya ke tubuh Haura.

Haura yang diperlakukan seromantis itu hanya bisa terdiam. Benar kata Aldi, tubuhnya akan terasa lebih hangat jika menggunakan jaket miliknya.

"Ayo!" ajak Aldi sambil berjalan lebih dulu dari Haura. Haura terpaku tak bisa berkutik, ia memegang jaket Aldi dan melihat jaket itu sejenak. Aldi yang menyadari tak ada pergerakan dari Haura, ia pun menoleh balik dan kembali menatap Haura yang kini sedang menatapnya tanpa berkedip.

"Kaki mu sakit? Butuh ku papah untuk berjalan?" tanya Aldi memastikan. Haura yang menyadari kekhawatiran Aldi padanya membuat dirinya mulai tersadar dari lamunan.

"Tidak perlu Di, aku masih bisa berjalan kok." ucap Haura sambil meraih tangan Aldi untuk turun bersama dari lantai tersebut.

Haura yang berjalan lebih dulu pun kini sudah berdiri di antara teman-temannya. Mencoba bersikap seperti biasa saat belum tahu tentang Anita.

"Hai, maaf menunggu lama." ujar Haura sambil mencoba tersenyum. Semua orang pun menatap ke arah Haura, ada yang fokus dengan jaket yang ia pakai, ada pula yang fokus dengan mata Haura yang sembab, dan Ari berfikir tentang kedua hal itu.

"Sini Ra, duduk di samping ku." ujar Arindita sambil menepuk kursi kosong disampingnya. Saat Haura baru saja melangkahkan kakinya untuk mendekat ke Arindita, kembaran Arindita pun tiba-tiba menampakkan dirinya di depan Haura dan semua orang yang saat itu sedang duduk bersama. Namun tak mengurungkan niat Haura untuk duduk disamping Arindita.

"Permisi ...." lirih Haura sambil tertunduk saat melewati makhluk yang kini sedang berdiri dibelakang Arindita. Untungnya wajah wanita itu sedang tidak menyeramkan.

"Ya lewat saja, apa sempit?" tanya Arindita. Arindita berfikir Haura permisi dengannya padahal Haura sedang berbicara ke makhluk yang kini berdiri dibelakangnya.

Tiba-tiba suasana jadi terlihat lebih canggung karena makhluk itu menatap ke arah Al dengan senyuman, seperti ingin menyampaikan rasa terima kasih karena sudah menjadi teman yang baik untuk Arindita. Al yang paham pun membalas sekilas senyuman dari makhluk itu.

"Kenapa Kak Al tersenyum ke arah Arindita? Bukankah dia tahu Kak Dewa sedang mendekatinya?" bisik Ochi ditelinga sang kakak yaitu Ocha. Ocha yang bingung pun memilih untuk jujur ke Ochi.

"Bukan ke Arindita tapi ke makhluk yang ada dibelakangnya, apa kau tidak melihatnya?" tanya Ocha berbalik tanya dengan berbisik. Ochi yang duduk sejajar dengan Arindita pun tidak menyadari akan hal itu karena sibuk dengan makanannya. Ochi yang penasaran langsung menoleh ke arah yang Ocha sebutkan, betapa kaget nya Ochi melihat makhluk yang benar-benar mirip wajahnya dengan Arindita. Ayam yang sedang ia lahap pun terjun bebas ke piring dari mulutnya.

Suara jatuhnya ayam Ochi ke piring pun membuat Arindita menoleh ke Ochi, dengan tatapan bingung Arindita menoleh ke belakang, ke arah tatapan Ochi namun tak menemukan apapun.

"Kenapa kau makan sambil melamun Chi?" tanya Arindita kebingungan. Ochi pun mulai tersadar dari lamunan nya.

"Ah itu ... tidak apa-apa Kak, hanya saja aku terpana melihat pemandangan kota." ucap Ochi asal. Ini pertama kalinya Ochi melihat makhluk itu.

Makhluk yang begitu mirip dengan Arindita itu memang tidak selalu setiap saat muncul dan mengikuti Arindita. Sebab itu lah Ochi dan Ocha saja yabg belum pernah bertemu dan melihatnya, karena makhluk itu hanya muncul satu kali saat Al ingin menjelaskan secara gamblang tentang makhluk yang selama ini mendekati Arindita.

Arindita pun kembali makan dan tidak mengambil pusing sikap Ochi yang terbilang aneh. Dewa dan Arindita tak henti-hentinya saling mencuri pandang satu sama lain saat mereka makan, namun tidak disadari oleh yang lain.

Lain hal nya Awan dan Ochi, sejak Ochi mencium pipinya sejak itu pula Ochi berhenti menjahili Awan, bahkan seperti menganggap Awan tak ada di sekitar mereka, ada rasa hampa yang Awan rasakan karena tak ada lagi lawan untuk adu mulut. Awan mencoba berpura-pura tersedak pun tidak berhasil membuat Ochi menoleh sedikit atau berucap sepatah kata untuk mengatainya.

"Haish, sudah tua masih saja bisa tersedak. Nih tissue." ucap Aldi ke Awan, namun mata Awan tak henti-hentinya menatap ke arah Ochi. Aldi yang sadar pun meledek Awan.

"Kalau suka bilang jangan diliatin saja." bisik Aldi di telinga Awan, Awan yang menoleh ke Aldi pun menampakkan muka kesalnya dan menepak kepala sepupunya itu.

"Bocah sialan!" ujar Awan sambil memukul lagi pundak Aldi. Haura yang melihat Aldi kesakitan pun mencoba melerai mereka berdua.

"Bisakah Kakak berhenti memukulnya dan melanjutkan makan saja?" ucap Haura yang kesal melihat Awan dengan seenaknya memukul orang lain. Entah karena ia kasihan atau hatinya sudah mulai peduli dengan Aldi sejak mereka bersama beberapa menit yang lalu.

Al dan Ari pun sama-sama berhenti dari kegiatan makannya, dan menoleh ke Haura. Ari sedikit belum terbiasa melihat Haura dekat dengan pria selain dirinya, karena dampak dari kehilangan sang adik membuat Ari sedikit lebih posesif ke Haura jika Haura dekat dengan pria lain walaupun itu adalah sahabatnya sendiri, seperti itu lah Ari dulu ke Anita, bahkan Ari lebih-lebih posesif lagi terhadap Anita dari pada Haura. Al yang melihat ekspresi Ari pun mencoba ikut memarahi Awan seolah-olah bukan hanya Haura saja yang kesal melihat Awan memukul Aldi.

Al pun menyentil telinga Awan yang kini duduk disampingnya.

"Argh, kenapa kau menyentil telinga ku?" Al memang selalu menyentil Awan jika Awan dan Aldi ribut seperti saat mereka masih kecil.

"Diamlah, kau merusak suasana damai disini. Bukan begitu Ochi?" tanya Al meledek.

"Hm ... ?" Ochi yang sedang makan dan tidak menggubris Awan daritadi pun akhirnya menoleh ke Al yang kini menyapanya.

Bersambung ....

1
rara fan
astaga, diriku sangat rindu
rara fan
even it's from a long time ago, I'm still have butterflies in my stomach
rara fan
udah setahun yaa
rara fan: ceceee😭😭😭
total 2 replies
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
yeyyyyyyy pas buka dan download lagi Noveltoon..novel ini akhirnya up😍😍
semangat Kaka Arin...lanjuttt yaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
pertamaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
semangatttt Kakak cantikku😘😘
☘●⃝§ 玫瑰_khan⁴⁰⁴🎴
asih kak ayin love you
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
up kak rin
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
kak Arin lanjutin lagi episode nya walupun gaada lagi fams nya
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
sakit ya kalo kita dianggap orang lain bukan diri kita sendiri😭😭huaaaaa😭😭😭😭😭
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
ekhem ekhem ada yg di cium nih😋🤣🤣
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
khem khem ada yg naksir nih😂😂😂
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
aku juga punya sahabat campur² namanya okta, dea, izmi, diva, amel, kiran, rizki dan si rizki itu cowo sendiri tapi kita gk pandang cewe cowo kita kalo kumpul kayak gitu seru seruan tp karna sekarangan corona kita cmn lewat chatting atau video call😭😭😭sediihh banget gk bisa kumpul bareng
🦩Robin: Thans Acha sudah mampir dan share tentang sisi kamu :)
salam hangat :)
total 1 replies
L A
Thor ceritanya bagus, tapi yg agak mengganggu ttg kebiasaan merokok, klo boleh jangan terlalu banyak diceritakan ttg cowok2 saat merokok...syukur klo bisa di skip aja 😍
delesia
bagus 👍👍 Aldi cowok gentle
delesia
ocha kan sama bang Keenan😁
delesia
kasihan Aldi..
kalo Ari suka Haura Krn sbg adik saja kan
Dhewie Puspita
meninggalkan kedua adiknya sendirian...kalimat aneh & salah.... membungkukkan kepala...aish !! yg betul menundukan kepala...
Dhewie Puspita
tokohnya langsing keluar banyak ya...berani banget thor
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
aku kira mau kencan dan ngatain perasaannya...
TPI aku terharu Aldi bisa juga mengikhlaskan Anita dan TDK menganggap Haura bayangan nya Anita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!