di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
"Eh tidak seperti itu juga kok Ay! ya udah besok kita ke Rumah Mama yah udah dong jangan ngambek seperti itu lagi, tau tidak hubby melihat kamu seperti itu membuat hubby ingin hmm sekali yuk Ay." rayu Ardan.
"Habisnya kamu tuh nyebelin banget tau By! eh nggak mau yah pasti Hubby mah bohong, kalau sudah sekali pasti minta lagi dan lagi aku juga masih sakit tau By, karena semalam itu kembali di gempur oleh Hubby bahkan hampir semalaman full, apalagi besok kita akan keluar kota jadi butuh stamina tau By." tolak Asyifa.
"Huft..baiklah!! ya udah yuk langsung tidur dan mohon jangan bergerak yah, takutnya yang di bawah sana berontak." titah Ardan.
Ardan pun sambil memeluk tubuh Istrinya dengan begitu Posesif, sedangkan Asyifa hanya bisa pasrah serta menghembuskan nafasnya pelan dengan keposesifan dan menerima perlakuan dari Suaminya karena di pikiran Asyifa daripada di gempur lagi, akhirnya keduanya pun tertidur dengan saling berpelukan satu sama lain.
.
.
Keesokan Hari
Setelah sarapan pagi bersama keduanya memutuskan untuk pergi sekarang menuju ke terminal karena harus menaiki Bus.
Kini keduanya sedang berada di dalam Bus untuk menuju ke Rumah Orangtua Ardan, awalnya Asyifa pun merasakan sedikit gugup karena ingin bertemu dengan kedua Mertuanya, tapi karena Suaminya yang meyakinkan untuk jangan gugup dan mengatakan kalau kedua Orangtuanya sangatlah baik, Asyifa pun akhirnya bisa tenang di dalam pelukan Suaminya.
Sesampainya di depan Rumah Mertuanya Asyifa pun kaget saat melihat Rumah yang bertingkat dua juga halaman yang luas dan dia berdiri di depan gerbang.
Asyifa berpikir kalau Suaminya berarti anak orang kaya, tapi kenapa tidak seperti orang kaya yang dia tahu selama ini, malah justru Suaminya ini sangatlah berbeda.
Entah apa yang ada di pikiran Suaminya itu yang rela berada jauh dari Keluarga dan hidupnya pun hanya mengontrak, padahal bisa saja tinggal di Hotel atau Apartemen.
"Hubby ini beneran Rumah Mama?" tanya Asyifa.
"Katanya sih begitu Ayang." jawab Ardan.
"Hubby!!! serius ihhh." kesal Asyifa.
"Ya hubby juga serius lah Ayang." sahut Ardan.
"Ck.kalau benar!! berarti Hubby anak orang kaya dong, tapi kenapa juga Hubby harus repot-repot bekerja di perantauan?" kesal Asyifa seraya bertanya.
"Kan yang kaya itu Mama dan Papa, kalau Hubby mah orang miskin Ay! jadi harus berkerja lah, kalau tidak Hubby mau makan apa." jawab Ardan.
"Wah!!! Suami siapa sih ini mandiri sekali, jadi aku tambah Cinta deh." heboh Asyifa.
Asyifa bergelayut memeluk tangan Suaminya dari samping, sedangkan Ardan pun hanya tersenyum melihat Istrinya sedang manja dan dia pun sambil mengelus kepala Istrinya.
Para penjaga melihat ke arah tamu yang datang langsung membukakan pintu gerbang tersebut, ya karena penjaga gerbang yang sudah lama kerja di Rumah ini jadi mereka tahu siapa yang datang.
Ardan pun berjalan sambil tersenyum dan mengangguk ke penjaga gerbang serta memasuki halaman Rumahnya sambil memeluk pinggang Istrinya.
"Assalamualaikum wah sepi banget nih Rumah, hayoo Ay langsung masuk saja." ucap Ardan sambil mengajak.
"Eh Hubby!! tunggu du..." sahut Asyifa terpotong.
"Waalaikumsalam eh Den Ardan." ucap Bi Imah.
"Ah Bi Imah!! apa kabarnya nih Bibi?" tanya Ardan.
Ardan pun melangkah maju dan mencium punggung tangan Bi Imah, karena sudah terbiasa Bi Imah pun tidak kaget tapi yang membuatnya kaget adalah Perempuan yang datang bersama Ardan ikut-ikutan mencium punggung tanganannya juga.
"Alhamdulillah Bibi baik-baik saja, eh Den ini siapa yang bersama Aden dan Neng kenapa harus seperti ini ke Bibi." jawab Bi Imah sambil kebingungan.
"Bibi tidak perlu sungkan seperti itu, dia ini Istriku bernama Asyifa, oh iya Bi kemana Papa Mama dan Alena?" ucap Ardan seraya bertanya.
"Walah!! ternyata istrinya Den Ar! Subhanallah Cantiknya kamu Non Asyifa, ah iya semuanya sudah menunggu kedatangan Den dan Non di Taman belakang Den." heboh Bi Imah sambil puji tapi Asyifa hanya tersenyum.
"Baiklah Bi!! kita kesana dulu yah." pamit Ardan.
Ardan pun kembali melingkarkan tangannya ke pinggang Istrinya dan Asyifa hanya bisa tersenyum malu dengan tingkah Suaminya itu, sedangkan Bi Imah tersenyum saat melihat keromantisan pasangan muda itu.
Ketika keduanya sudah sampai di Taman belakang ternyata benar sudah di tunggu oleh Papa Samuel dan Mama Shinta.
Keduanya pun menghampiri dan langsung mencium punggung tangan kedua orangtua nya Ardan dan Mama Shinta pun menarik pelan tubuh Asyifa ke dalam pelukannya, karena pertama kali melihat Istrinya Ardan yang berpenampilan sama dengannya Mama Shinta pun langsung menyukainya, Alena pun baru muncul di Taman belakang.
"Wah!! ternyata Kakak masih ingat pulang juga yah aaaa pasti ini Kakak Perempuanku kan, salam kenal Kak nama saya Alena Adik satu-satunya Kak Ardan yang paling Cantik dan Imut." heboh Alena.
Alena pun berteriak sambil berlari ke arah Asyifa yang berada di dekat Mama Shinta, Alena langsung mencium punggung tangan serta memeluk Asyifa.
"Ck.imut apanya! kamu itu sangat barbar Dek." goda Mama Shinta.
"Ish Mama mah menjatuhkanku di depan Kakak Perempuanku, aaa Mama sungguh sangat menyebalkan." kesal Alena.
"Ssstt diem kamu tuh Dek!! nanti juga kamu akan ngobrol dengan leluasa bersama Kakak kamu, Asyifa Sayang ikut Mama yuk." tegur Mama Shinta sambil mengajak.
"Aaaa Mama bener!! hayoo Kak ikut Adek dan Mama pergi." teriak Alena.
"Eh eh Ma tunggu dulu, Dek mau di ajak kemana Istriku ini?" tanya Ardan.
"Ini hanya urusan Perempuan saja, sudah kamu diam di sini bersama Papa, yuk Sayang ikut Mama pergi." jawab Mama Shinta.
Ketiga Perempuan Berhijab yang berbeda Generasi itu pun pergi setelah menyalami tangan kedua Pria itu, Asyifa pun tidak bisa berbuat apa-apa dan belum juga minta izin ke Suaminya sudah di ajak Mertua Perempuan dan Adek Iparnya, sedangkan kedua Pria masih berada di Taman belakang.
"Sudahlah Ar!! ini sudah di rencanakan oleh Mamamu, semenjak tau kalau kamu sudah menikah Mamamu sangat antusias ingin mengajak Menantunya jalan-jalan, jadi biarkan Mama dan Adek kamu mengenalnya lebih jauh lagi." ucap Papa Samuel.
"Hmm baiklah Pa." sahut Ardan.
"lebih baik kamu cerita, kenapa menikah tapi tidak memberitahukan Keluarga?" tanya Papa Samuel.
"Jadi begini ceritanya Pa...
Ardan pun langsung menceritakan semuanya dari awal sampai akhirnya bisa menikah dengan Istrinya sekarang, tanpa di lebih-lebih kan atau pun di kurang-kurangi ke Papanya.
"Oh jadi seperti itu kejadiannya, terus apa kalian berdua sudah saling mencintai satu sama lainnya?" tanya Papa Samuel.
"Alhamdulillah sudah Pa!! kalau belum, mana berani Ar membawanya kesini." jawab Ardan.
"Ya syukurlah! oh iya apa kamu tidak mau...
Bersambung
~ *See You Next* ~