NovelToon NovelToon
My Psychopath Husband

My Psychopath Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Atika.NA

Descnya dibaca dulu ya sayang❤️
novel ini dalam masa penulisan ulang untuk mengganti keseluruhan nama tokoh, para pembaca harap maklum atas ketidaknyamanan ini.

Thank you ♥️

***
~Hilangkan perasaanmu, balas dendam akan berhasil ketika kamu tak berperasaan~
.
.
.
Ini karya pertama Author semoga kaka-kaka semua suka.. kalau gak suka skip aja nee🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atika.NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter~21 Ternyata, hanya bunga tidur

"Tuaaannn!!!" Teriak Lisa terbangun dari tidurnya.

"Mimpi? Itu tadi hanya mimpi? Tapi kenapa itu terasanya sangat nyata" ucap Lisa memegangi perut dan kepalanya.

Ia baru menyadari bahwa ia tidur diatas kasur. awalnya ia duduk dilantai sebelum akhirnya tertidur dan bermimpi buruk. Saat Lisa mengusap keringat di dahinya, benda keras yang menggetok kepalanya membuatnya sedikit meringis.

Cincin yang dicarinya selama setengah jam lebih sudah melingkar lagi dijari manis nya, Lisa bingung dan mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi. Tapi Lisa hanya mengingat bahwa ia tidur.

"Tuan.." ucap Lisa melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 07:34 malam,

sebelumnya saat Lisa mencari cincin itu masih pukul 03:00 sore. Seharusnya Seidon membunuhnya pada pukul 03:30 sore. Tapi sungguh Lisa tidak mengingat apapun.

ia beranjak dari kasur dan berlari keluar mencari Seidon disudut rumah tapi tidak menemukannya. Bahkan pelayan ataupun pengawal tidak terlihat malam itu.

Sampai pada sebuah ruangan dimana Lisa mendengar suara seseorang yang terdengar jelas. Seperti suara seseorang yang tengah berdebat. ia berusaha membuka pintu tapi sepertinya pintu itu terkunci.

"Suara Tuan ada didalam, tapi dia sedang bicara dengan siapa.." gumam Lisa.

"Nyonya?" Panggil Alexi mengagetkan Lisa.

"Aahh!!"

"Maaf.. apa saya mengangetkan anda?" Tanya Alexi.

"Tidak juga, hanya kaget sedikit.."

"Apa yang sedang nyonya lakukan?"

"Itu.. aku mendengar suara Tuan didalam aku ingin membukanya tapi sepertinya dikunci dari dalam. Kedengarannya dia sedang berdebat"

"Nyonya.. ada seseorang datang untuk menemui Tuan " ucap Alexi.

"Seseorang? Siapa? Dari dalam sana seperti suara wanita"

"Nona Ellena, dia yang menemui Tuan" jawab Alexi.

"Ellena? Siapa wanita itu?"

"Dia, mantan kekasih Tuan"

Lisa terdiam melepaskan tangannya dari gagang pintu yang sedari tadi ia pegang.

"Mantan kekasih?"

Bibir tipisnya tersenyum kaku, siapa sangka hatinya berdegup kencang saat mengetahui bahwa suaminya sedang berada di satu ruangan bersama mantan kekasihnya.

"Nyonya? Anda baik-baik saja?"

"Iya.. aku tidak apa-apa.." ucap Lisa tersenyum, ia menjauhi Alexi dan masuk ke kamarnya kembali.

Alexi yang melihat itu hanya bisa terdiam dan tidak berkata apapun. Ia menoleh menatap pintu yang tertutup dan samar-samar mendengar perdebatan antara Seidon dan Ellena didalam ruangan itu.

"Kenapa kau sampai menikahinya ha? kau bilang padaku hanya akan menikahi ku saja, Seidon Hayden kenapa kau mengkhianati ku!" Bentak Ellena.

"Ellena, kita sudah tidak punya hubungan apapun! Berhentilah menganggap dirimu spesial untukku!" Bantah seidon.

samar-samar Alexi mendengar beberapa kata yang diperdebatkan oleh seidon dan Ellena.

Setelah menutup pintu dengan cukup keras, ia terperosok dibalik pintu dan hanya bisa menatap cincin pernikahan nya.

"Tuan, apa yang kalian lakukan didalam sana?"

"Apa yang harus aku lakukan" ucap Lisa merangkul kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya.

Menit berikutnya terlintas dalam pikirannya ia tidak bisa terus terpuruk seperti ini.

Malam itu pukul 10:45 malam dan Seidon masih belum keluar dari ruangan itu.

Lisa tidak lagi mendengar perdebatan dari dalam sana. Ia kembali ke kamar dan duduk di depan meja riasnya.

"Mereka sudah tidak lagi berdebat, tidak ada suara apapun dari dalam sana. Apa wanita gatal itu sudah pergi?"

"Alexi juga tidak terlihat, sebenarnya kemana mereka semua.." gumam Lisa.

"Bagaimana jika dia berniat kembali menjalin hubungan dengan mantannya itu?"

"Tapi, kenapa aku mengkhawatirkan hal itu? Memangnya kenapa kalau dia ingin kembali pada mantannya itu?"

Lisa menatap wajahnya dari pantulan cermin.

Ceklek,

Suara pintu dibuka menampakkan seseorang masuk dan menyalakan lampu kamar tersebut. Lisa menoleh dan ternyata itu adalah Seidon.

"Kenapa lampunya dimatikan?"

"Eum? Tidak apa-apa.."

"Kau belum tidur? Atau terbangun?" ucap Seidon sambil melepas jam tangannya.

"Belum.. aku belum tidur.."

"kenapa? Apa kau kaget karena cincin sudah ada di jarimu?"

"Iyaa.. aku bermimpi buruk, saat terbangun cincinnya sudah terpasang di jariku"

"ahaha.. kau lucu sekali sayang.. bermimpi buruk itu hal biasa bukankah aku selalu memberikan mimpi itu secara nyata?" kata Seidon berbalik menatap Lisa.

Ia hanya menyeringai kemudian pergi untuk melepas pakaiannya.

Lisa menatap Seidon yang sedang mengganti bajunya. Ia tak melepaskan pandangannya dari suaminya yang kejam itu. Seidon bisa melihat Lisa yang memperhatikannya dari pantulan cermin.

"Kenapa melihatku?"

"tidak apa-apa, hanya menunggu saja.." ucap Lisa senyum,

Ia memberanikan diri untuk mendekati Seidon dan memeluk punggungnya dengan lembut.

"apa ada yang ingin kau bicarakan? Kau mulai berani Lisa, siapa yang mengijinkan mu untuk memelukku?"

Lisa terdiam, ia merespon ucapan Seidon dengan memeluknya semakin erat.

"tidak ada.." ucap Lisa lirih.

Seidon memperhatikan wajahnya yang terpampang di cermin. Matanya terlihat tajam tapi anehnya, ia tidak menolak pelukan dari Lisa dan membiarkannya memeluknya dengan erat.

"Apa maksudmu? Tiba-tiba saja kau berani mendekatiku bahkan berani memelukku" kata Seidon.

"Tuan, apa aku ini istrimu? Atau bukan?"

"Kau tau benar tujuanku menikahi mu kenapa bertanya terus? Lagipula kau selalu memanggilku dengan sebutan Tuan, bukankah seharusnya aku ini majikanmu?"

Ingin sekali mengatakan hal yang sebenarnya dan mengutarakan semua maksud dan impiannya untuk hidup bahagia. Tapi itu sangat mustahil bagi Lisa yang sekarang hanyalah alat untuk balas dendamnya.

"Aku ingin sekali hidup bahagia, aku tau kau tidak akan memberiku kesempatan itu tapi, aku sangat ingin hidup seperti itu sebelum aku menginginkan kematianku sendiri" kata Lisa lirih.

"Aku tau meskipun aku mencoba mencintaimu kau tidak akan pernah membalasnya.. karena kau sangat membenciku.. " sambungnya.

"Apa maksudmu?"

Seidon melepaskan pelukan Lisa, ia berbalik dan menatap Lisa tajam.

"Hidup bahagia? Lisa, apa kau lupa? Tujuanku menikahi mu itu hanya untuk membuatmu menderita.. kau berfikir terlalu banyak sayang.." kata Seidon mengangkat dagu Lisa.

"Bahagia? Apa kau pikir aku akan membiarkanmu hidup bahagia?"

"Ahahaha... Sayang, sudah ku katakan padamu kan aku akan membuatmu menderita sampai kau sendiri yang menginginkan kematianmu!" Kata Seidon mencengkeram rahang Lisa.

"Jika aku membiarkanmu bahagia, keinginan itu tidak akan ada. Benar kan?"

Matanya berkaca-kaca menatap Seidon yang wajahnya berada sangat dekat dengannya.

"Tuan.." Lisa memegangi tangan Seidon yang mencengkram erat rahangnya.

Terasa sangat ngilu dan sakit pada gigi gerahamnya.

"Berhentilah berkhayal tentang kebahagiaan, karena semakin kau menginginkan nya maka kau tidak akan pernah mendapatkan nya. Lagipula aku tidak akan membiarkanmu merasakan kebahagiaan!" Kata Seidon menekan setiap katanya.

Air matanya tiba-tiba menetes di pipinya, Seidon yang melihatnya menghempas Lisa dengan kuat hingga tersungkur di lantai.

"Jangan pernah lancang untuk memelukku lagi"

Tanpa menghiraukan Lisa, Seidon meninggalkannya dan menuju ke kamar mandi.

Lisa terdiam, hatinya tiba-tiba terasa sesak, ia berdiri berjalan keluar kamar dan menuju dapur.

Dapur,

"Kau berharap apa? Berharap bahwa kau dan Tuan saling mencintai? Itu tidak mungkin Lisa" gumam Lisa pada dirinya sendiri sambil meneguk segelas air putih.

"Benar.. aku selalu memanggilnya dengan nama Tuan, aku.. seharusnya tau posisiku"

Di dapur terdapat jendela besar dekat wastafel. Lisa duduk di meja makan sambil menatap keluar jendela. Suasananya sangat sunyi bahkan detik jarum jam bisa terdengar jelas.

Bulan yang bundar sempurna, langit yang di taburi bintang, pohon-pohon yang bergoyang diterpa angin membuat Lisa terlihat tenang.

"Ayah.. bagaimana keadaanmu? Aku ingin sekali menjenguk mu.."

"Aku tidak memiliki siapapun lagi selain ayah, Aku hidup sampai detik ini demi menemani ayah di dunia. Kelak, jika ayah tiada aku juga akan ikut bersamanya."

"Ayah, selagi aku hidup aku tidak akan membiarkan Tuan menyakitimu. Biarlah aku yang menanggung semua penderitaan yang akan dia berikan, asalkan kau baik-baik saja"

Lisa menatap foto keluarganya yang ada di ponselnya. Ia menangis sendu melihat keluarganya yang telah hancur tak tersisa.

Dengan sisa kekuatannya dan semangatnya ia bertekad menghabiskan sisa hidupnya untuk melindungi ayahnya.

Ia tak tau bahwa seseorang memperhatikannya dari ambang pintu dapur. Alexi menatap Lisa yang menangis hingga sesegukan tanpa suara.

Atas perintah Seidon, Alexi selalu memperhatikan Lisa secara diam-diam. Perintah yang Seidon berikan hanya untuk memastikan bahwa Lisa tidak mempunyai rencana untuk kabur darinya.

Jam berputar dan semakin larut malam, Lisa masih duduk di meja makan dengan segelas air putih hangat menemaninya. Sunyi sepi dan senyap tak ada suara apapun selain detik jarum jam.

"Nyonya.."

Lisa menoleh "Alexi, aku pikir siapa.. ada apa?"

"Nyonya, ini sudah tengah malam. Sebaiknya anda istirahat dan tidur" kata Alexi.

"Alexi.. selain Tuan, kau satu-satunya orang dirumah ini yang sering bicara denganku, apa aku boleh bertanya sesuatu?"

"Silahkan"

"Apa aku terlihat sangat menyedihkan? Apa di matamu hidupku terlihat begitu berantakan?" Tanyanya.

"Jujurlah Alexi, aku tidak akan tersinggung"

"Sangat.." jawab Alexi.

"Aku tau kalau itu akan sangat terlihat menyedihkan dan berantakan"

Lisa tersenyum kecut dan menggenggam erat tangannya. Bibirnya bergetar dan air matanya menetes begitu saja.

"Terimakasih, kalau begitu aku ke kamar sekarang.. selamat malam"

1
Juna Dong
menarik
Irra Ajahh
Ternyata Bener kora
vyo
aku suka karya mu yg ini Thor seru banget Daebak lah pokoknya ceritanya membuat aku berinspirasi
PROMISE🌺: Terimakasih telah berpartisipasi dan berkomentar positif dalam karya kami😊🙏🏻
total 1 replies
Rhenii RA
Prett, bisanya ngancem terooosss😮‍💨
Dewi Tri
seru
R_3DHE 💪('ω'💪)
thor kenapa kover novelnya hitam semua? 🤭🙏🙏
PROMISE🌺: warna favorit hehe
total 1 replies
Irra Ajahh
takut saidon pura2 doang
Gndarexxx😎
Baru sempet komen😍Tapi gapapa bagus banget❤
Rohmatul Bandiyah
suka semuuaaa visualnya...mkasih author...ceritanya jg Seru bangeettsss...sayangnya qw telat mampirnya...gpp deh yg penting masih kebagian baca walaupun terlambat👍👍
Rohmatul Bandiyah
haah akhirnya misi untuk menjadi kuat sudah tersusun...tunggu saja kau seidon..pasti menyesalnya gk tanggung2🤭
Rohmatul Bandiyah
akan qw tunggu bab yang menjadikan Lisa wanita yg tidak lemah...
Rohmatul Bandiyah
semoga lancar
Rohmatul Bandiyah
nyesek kali....kejem banget kau hayden
Rohmatul Bandiyah
apakah ni namjooon
fn A
jadilah orang yg sibuk memikirkan kebahagiaan, hingga kau melupakan apa arti kesedihan:)
✨•§͜¢• 𝑱𝒆𝒏𝒏𝒊⁴ᵐ✌︎℘ℯ𝓃𝓪
biasa nya gw baca kek gini tuh jungkook ama tae atau ama suga tapi ini j-hope ama jimin 🐱👍
Quinsa Fan
semangat kak
Hendra Yenni
Thor buat Aster depresi,, Biar nyesel tuh seiden
Hendra Yenni
Good Thor.. visual Nya.. cocok sm jodul cerita Nya..
Erika Rahmawati
kok aku meloh yah,baca cerita ini jadi sering nangis 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!