NovelToon NovelToon
Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:22.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Astirai

“Kita sudah sama-sama tahu kan, pernikahan ini keinginan orang tua kita, jadi kamu jangan terlalu banyak berharap pada diriku. Asal kamu tahu, dengan pernikahan ini, kebahagiaanku sudah terrenggut. Jangan kuatir, aku tidak akan meminta hak ku sebagai seorang suami. Sampai saatnya nanti tiba, aku akan tetap memperjuangkan kebahagiaanku.”

“Kamu tahu... gara-gara pernikahan ini, semua rencanaku berantakan, termasuk tinggal di rumah ini bersama istri pilihanku. Rumah ini sudah aku persiapkan untuk dia...”


Karena kalimat itulah, seorang gadis yatim piatu bernama Karina menjalani kehidupan yang penuh liku-liku dengan sorang anak laki-laki yang merindukan sosok ayahnya.
Sementara saat Karina akan belajar membuka hatinya pada sosok laki-laki yang sangat menyayangi anaknya, datang seorang gadis yang sedang hamil anak laki-laki itu.
Masih adakah bahagia yang dapat dia raih? Apa jawaban yang harus diberikan pada anaknya?


Ikuti terus ceritanya ya. Dukung dg vote, like & komen biar smangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Sam yang menggemaskan.

“Sam..... come here!!” Terdengar suara sedikit keras dari seorang wanita cantik yang khawatir dengan anak laki-laki berumur hampir tiga tahun, yang berlarian kesana kemari bermain bola.

“Samm.... kesini sayang.... stop running please....!!”

Tak lama, anak kecil itu mendekat sambil membawa bola yang dari tadi dimainkan. Wajahnya yang ganteng dengan mata bulat dan  pipi gembul membuat gemas siapapun yang melihatnya.

“Capek mami....” Terlihat keringat membasahi wajahnya.

Ya... mereka adalah Karina dan anaknya, Samuel yang sedang menikmati hari liburnya di taman Elizabeth Quay yang berlokasi di tengah kota Perth.

“Mami I am thristy....” Kata Samuel sambil tersenyum manis dan duduk di samping maminya.

“Ini minum dulu, mainnya berhenti dulu ya...” Kata Karina sambil membuka tutup botol minun. Samuelpun menurut dengan kata-kata ibunya. Kemudian Karina mengelap keringat yang membasahi wajah Sam.

Karina mendidik Samuel dengan disiplin yang tinggi meskipun dengan kata-katanya yang selalu lembut. Dia ingin anaknya menjadi anak yang kuat dan mandiri, dan Samuel menjelma menjadi anak yang penurut dan bertanggungjawab berkat didikan Karina. Samuel tumbuh menjadi anak yang sangat cerdas. Seluruh keluarga Rossa melimpahi kasih sayang dan memanjakan Samuel. Mereka menganggab Samuel sebagai cucu pertama di keluarga mereka, karena Rian kakak Rossa, meskipun sudah menikah dua tahun lebih dan sudah tinggal di Jakarta, namun belum dikaruniai anak.

Karina terkadang merasa sedih saat malam-malam memandangi Samuel yang tidur lelap, wajahnya sangat mirip Seno. Meskipun tidak kurang kasih sayang, tetapi sepertinya belum lengkap, karena ketidakhadiran figur ayah di sisinya. Hal ini yang kadang membuat nyeri di hati Karina.

Karina beruntung, Samuel tumbuh menjadi anak yang sehat, bahkan bisa dibilang sangat cerdas di usianya

yang belum genap tiga tahun. Perbendaharaan kata-katanya sangat banyak, baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, bahkan terkadang Karina merasa kewalahan menjawab pertanyaan Samuel. Karina tidak mau, meskipun mereka hidup di Perth, Samuel tidak tahu bahasa ibunya, makanya sehari-hari Karina selalu mengajarkan komunikasi dengan bahasa Indonesia. Karina berpikir, suatu saat ketika pulang, Samuel tidak mengalami hambatan dalam berkomunikasi.

Ah.... inikah yang dimaksud rencana Tuhan yang indah? Tuhan memberikan anak yang sehat dan cerdas. Sam

menjadi anak yang baik dan penurut, tidak pernah merepotkan, bahkan sepertinya anak kecil itu sangat bisa memahami maminya yang terkadang sibuk dengan tugas kuliah dan pekerjaannya.

“Kamu sudah capek Sam...?” Tanya Karina.

“Stop dulu main bola mami. Very tired mam...” Kata Sam dengan bahasa campur-campur.

Karina tersenyum mendengar jawaban Sam, lalu mencium pipinya dengan gemas.

“Haloo.... morning...!!!” Tiba-tiba terdengar suara berat dari arah belakang mereka duduk. Samuel menoleh, kemudian berdiri dan berlari ke arah suara itu.

“Om Ed.....!!!” Laki-laki itu menangkap Sam dan mengangkat tinggi-tinggi, menggosok-gosokkan kepalanya di

perut Sam yang membuat Sam berteriak  girang.

“Morning boy... How are you and mami???” Kemudian mencium pipi Samuel dengan gemas.

“Pagi Karina....” Kata Edo sambil duduk di samping Karina dan memangku Samuel.

“Pagi Do... Kamu tahu kami di sini...?”

“Aku tadi kerumah, kata Rossa kamu mengajak Sam kesini.”

“Aku sudah janji sama Sam, kalau libur mengajak dia jalan-jalan..”

“Kenapa nggak kasih tahu...? Aku bisa jemput...” Kata Edo.

“Aku nggak mau ngrepotin kamu terus Do....”

“Karin.... kamu ngomong apa sih...? My time is always there for you and Sam...”

Samuel yang merasa namanya disebut, kemudian mencium pipi Edo. Hati Karina terasa nyeri melihat kedekatan

Edo dengan Sam. Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan kedekatan mereka dengan tatapan sedih.

Memang sudah satu tahun mereka dekat. Edo adalah seorang dokter asli Indonesia yang sudy dan melanjutkan

bekerja di Perth. Wajahnya tampan dan kelihatan kalau berdarah campuran yang berasal dari kakeknya. Mereka bertemu saat perusahaan tempat Karina bekerja mendapat proyek untuk pembangunan perluasan rumah sakit tempat Edo bekerja, Karina masuk dalam tim desain interior dan arsitektur. Pertemuan yang tanpa sengaja itu berlanjut karena mereka merasa berasal dari negara yang sama, dan rupanya dengan pertemuan yang intens, Edo sudah jatuh cinta dengan Karina, bahkan bisa menerima keberadaan Samuel, namun Karina tidak pernah membalas perasaan Edo. Ada sesuatu yang sepertinya menghalangi Karina untuk membalas cinta Edo, entah itu apa. Tetapi yang jelas, Edo sangat sayang kepada Samuel, bahkan hubungannya sudah seperti bapak dan anak.

“Kamu tumben nggak ke rumah sakit....?” Tanya Karina mengalihkan kata-kata Edo.

“This weekend is special for you. Jam kerjaku udah full kemaren-kemaren dan sekarang saatnya refreshing...”

“Boy... mau main bola lagi...?” Tanya Edo pada Samuel. Sebelum menjawab, Samuel menoleh pada maminya,

sorot matanya seolah-olah minta ijin. Karina menggeleng.

“Enough Sam. Kamu sudah lari-lari dari tadi, nanti susah tidur lagi. Besok-besok lagi ya kalau mami libur....?” Meskipun kecewa, tetapi Sam menurut apa kata maminya.

“Oke... kalau begitu kita jalan-jalan aja yuk... terus main di playground sebelah sana. “ Ajak Edo untuk menghilangkan kekecewaan Samuel. Kembali Samuel memandang wajah maminya.

“Boleh mami....?” Tanya Sam. Karina menganggukkan kepalanya dan disambut dengan ciuman Samuel di pipi

maminya.

Mereka bertiga layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia berjalan bertiga dengan Samuel di tengah-tengah yang digandeng maminya dan om Edo di kiri dan kanannya. Senyum dan tawa tidak pernah hilang dari wajah Samuel. Dia terlihat sangat senang bermain pasir bersama dengan anak-anak yang lain, sedangkan Karina dan Edo hanya memandangi sambil duduk di pinggir.

“Lihat Karin.... Sam sangat bahagia dan aku sangat menyayangi dia...”

“Kamu boleh menyayangi dia sampai kapanpun Do....”

“Karina.... kenapa kamu tetap belum bisa menerimaku juga...?”

“Maaf Do....”

“Karin.... apa kamu masih meragukan diriku...? Sudah satu tahun lebih kita berhubungan, aku sangat menyayangi kalian. Aku ingin menjadi sosok ayah bagi Samuel... Bukalah hatimu...” Kata Edo sambil menggenggam tangan Karina. Karina memandang wajah Edo sambil tersenyum, kemudian menoleh ke arah Samuel.

“Karin......”

“Do... aku masih konsen dengan kuliah dan pekerjaanku. Aku sedang mempersiapkan untuk masa depan

Samuel.” Kata Karina pelan.

“Kita akan mempersiapkannya bersama-sama Karina. You and me. Aku sangat menyayangi Sam, I love him....”

“Mami.......!!!” Tiba-tiba terdengar Sam berteriak dan melambaikan tangannya. Dia sangat bangga dengan mainan pasir yang sudah dibuat menjadi bentuk yang menyerupai bangunan. Karina mengacungkan dua jempolnya dan Sam bertepuk tangan dengan gembira.

Udara sudah mulai panas, Karina minta Sam menghentikan mainannya karena wajahnya sudah memerah.

“Sam... hari ini cukup ya, sudah siang.... Kita istirahat....”

“Its oke mami.. please take a photo here mam... “ Samuel minta difoto dekat dengan bangunan pasirnya.

Karinapun menuruti.

“Look at this...! Kamu bener-bener ganteng Sam...” Kata Karina memperlihatkan foto Samuel yang tertawa ceria.

Merekapun meninggalkan playground dan mencari tempat untuk makan siang, sebelum pulang ke rumah.Lagi-lagi mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang selalu mengikuti kemanapun langkah mereka.

*****

Hai readers...... Aku up lagi ya....

Masoh terus seti akan...?

Yuk jangan bosan tinggalkan jejaknya dengan vote, like & komen ya, biar makin smangat up..

Daaaggg..... I love U all....😘

1
Runik Runma
nah lo
Runik Runma
GTU donk
Runik Runma
ciee ada yang cemburu
Runik Runma
minggat aja karin
Endah Ing
ya ampun Chris masih kepikiran jadi pebinor? apa kabar dgn karismamu, yg katanya tdk mampu ditolak kaum hawa? malu-maluin tau
Endah Ing
makanya jgn suka cari tau berlebih, bisa stroke ringan, migrain berkepanjangan nnt Chris /Facepalm/
Endah Ing
tersisa setelah dicampakkan selingkuhanmu. itu bukan rasa yg masih tersisa tapi rasa yg kamu oker-oker
SisAzalea
karya bagus
Amarantha Chitoz
sedihhhh/Sob//Sob//Sob/
Amarantha Chitoz
makasiiiihhhh
Amarantha Chitoz
ayo gassss
Amarantha Chitoz
ayooooo
Amarantha Chitoz
lanjuuutttt
Amarantha Chitoz
lanjuuuttt
Amarantha Chitoz
lanjuuuttttt
Amarantha Chitoz
legaaaaaw
Amarantha Chitoz
bahagia & sehat selalu
Amarantha Chitoz
selamat el
Amarantha Chitoz
ayo smangat....
Amarantha Chitoz
sehat trs ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!