Ashallina cerry, gadis yatim piatu yang sejak kecil tinggal di panti asuhan.
Karena kebaikan hatinya yang pernah menolong seorang kakek. Lalu suatu hari kakek itu memintanya menikah dengan cucu nya. Pewaris kelurga Prasetya. Darrel Arka Prasetya.
Akankah Ashallina gadis yang baru berumur 17 tahun dan kini masih duduk di bangku SMA itu menerima permintaan kakek tersebut?
Dan
Akankah Darrel, sang tuan muda yang kini sudah berumur 27 tahun mau menuruti keinginan kakeknya dengan menikahi gadis kecil yang sama sekali tidak ia kenal?
Bagaimana kisah mereka selanjutnya??
Ikuti kisahnya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
"Morning? "
"Mas! " Cerry terkejut, ketika tiba tiba Darrel menumpukan dagunya di pundak sang istri, dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku celana.
Lelaki itu tertekeh, ia membalikan badan Cerry yang tengah memunggunginya. Tangannya terulur menyampirkan rambut sang istri yang masih basah.
"Kenapa mesti repot membuat sarapan? Kan bisa nyuruh pelayan? " Katanya dengan lembut.
Senyum Cerry merekah saat melihat suaminya itu sudah rapi dengan pakaian yang tadi ia siapkan sebelum ia turun ke dapur. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher Darrel.
"Aku lagi kangen aja pengen makan masakan sendiri? " Sebelah tangannya turun memainkan kerah jas Darrel.
"Kamu bisa masak? " Darrel menaikan sebelah alisnya.
"Bisa, tapi gak banyak! "
"Ya udah mana masakannya? Pagi ini aku mau makan masakan buatan kamu? " Darrel menarik badan Cerry lebih menempel dengannya.
"Ih gimana mau masak kalau aku nya kamu peluk kayak gini? " Protes Cerry, ia menarik badannya supaya bisa lepas dari dekapan Darrel.
Darrel kembali terkekeh, ia mendekatkan bibirnya ke telinga istrinya "terimakasih buat semalam, aku sangat puas! "
BLUSH
Wajah Cerry langsung merona saat mendengar perkataan Darrel barusan. Ia menyembunyikan wajahnya di dada suaminya itu, tangannya melingkar di pinggang Darrel.
"Loh kenapa masih malu? Aku sudah tau setiap lekuk tubuh kamu! " Darrel mengusap rambut belakang istri kecil yang masih mendekapnya.
"Mas ih, jangan seperti itu! Nanti ada denger kan malu!! " Seketika Cerry melepaskan pelukkannya, ia memukul lengan Darrel dengan kuat.
Tawa Darrel pecah, melihat tingkah malu malu Cerry. Ia melingkarkan tangannya di perut langsing sang istri, kepergiannya ke Bandung tidak di rencanakan. Jadi perempuan itu tidak membawa baju satu pun sebagai ganti, makanya dari semalam ia hanya memakai baju suaminya yang sudah tersedia di Vila.
"Mas ih, maluuu.. " Cerry mengedarkan pandangannya, menatap sekeliling dimana para pelayan sedang sibuk dengan pekerjaannya masing masing "udah gih sana duduk, ini makanannya udah jadi. " Ia melepaskan tangan Darrel yang masih melingkar di perutnya.
Setelah puas menggoda sang istri, Darrel meninggalkan Cerry menuju meja makan. Setelah meninggalkan usapan gemas di puncak kepala perempuan itu. Darrel menatap Cerry dengan seksama, ketika gadis itu dengan telaten menata masakannya di atas meja.
"Kamu mau makan apa mas? " Cerry menyendok nasi ke dalam piring untuk suaminya.
"Apa aja yang kamu ambilkan aku pasti makan? " Jawab Darrel dengan bibir melengkung sempurna. Baru melihatnya saja ia sudah sangat berselera, ia tidak sabar untuk segera mencobanya, sepertinya semua makanan ini sangat lezat.
"Cih, dasar! " Cerry menggeleng pelan dengan kedua garis bibir tertarik ke atas.
Darrel makan dengan lahap pagi ini. Ia sangat menyukai masakan istri kecilnya itu. Awalnya dia kira gadis itu tidak bisa melakukan apa-apa, namun ternyata dugaannya salah.
"Terimakasih, aku sangat menyukai masakanmu. " Darrel mengusap lembut pipi mulus istrinya "nanti siang kita makan di luar, akan ku suruh sopir menjemputmu. "
Cerry tersenyum seraya menarik pelan tangan Darrel dari pipinya, ia masih suka malu jika di perlakukan semanis itu di depan orang lain.
"Tapi bajuku? " Ia menunduk, melihat tubuhnya yang hanya berbalut kaos putih milik suaminya.
"Aku sudah membelikan baju untukmu, sebentar lagi sampai. Jadi bersiaplah!! " Darrel mendaratkan sebuah kecupan di kening Cerry.
Cerry terhenyak, ia masih suka terkejut saat Darrel tiba-tiba memperlakukannya seperti itu. Ia menunduk menyembunyikan wajahnya yang kembali merona.
~
"Papa kenapa senyum-senyum sendiri? "
Daffin meletakan sebuah cangkir teh di meja, tepat di samping sang ayah. Mereka tengah menikmati pagi di taman belakang rumah.
"Kamu lihat sediri! " Pak Radit memeberikan handphone di tangannya pada Daffin.
Daffin menerima benda persegi panjang itu dengan kening berkerut, bingung. Namun saat ia menyalakan ponsel itu, matanya terbelalak.
"Ini kapan, pa? " Tanya Daffin dengan mata tak teralihkan sedetik pun dari ponsel milik sang ayah.
"Baru lima menit yang lalu? Begitu ya, yang katanya tidak saling mencintai? " Pak Radit menggeleng dengan bibir yang tak berhenti tersenyum.
"Papa memata-matai mereka? " Nara ikut duduk bersama kedua laki laki berbeda generasi tersebut.
"Buat apa? Memang papa tidak ada kerjaan? " Pak Radit mengambil sepotong kue yang barusan di bawa sang menantu.
"Lah ini? " Darrel meletakan ponsel itu di atas meja.
"Sandi kan sudah bekerja pada kita dari lama, jadi tanpa perlu papa minta, dia sudah memberikan informasi setiap hari! "
Nara dan Daffin menggeleng, mereka masih saja tidak dapat menebak apa yang ada di fikirkan pria yang sudah renta itu.
~
Cerry turun dari mobil yang membawanya ke perusahaan sang suami. Ia menatap sekeliling. Kantor itu tidak terlalu besar seperti bangunan kantor sang suami yang berada di Jakarta, mungkin karena ini hanya sebuah kantor cabang.
Tepat di loby. Seorang perempuan yang berumur lebih tua darinya, datang menghampirinya. Ia membungkuk hormat dan mempersilahkan Cerry untuk mengikutinya.
Selam berjalan mengikuti wanita itu, Cerry mengedarkan pandangannya menyapa para karyawan dengan senyuman, mereka yang diam-diam memperhatikannya, bahkan ada yang terang-terangan berbisik.
"Silahkan nona! " Wanita bernametag putri itu membukankan pintu sebuah ruangan yang bertuliskan room CEO "pak Darrel masih meeting, sebentar lagi beliau akan menemui anda! "
Cerry mengangguk "terimakasih! "
"Sama sama nona, jika anda perlu apa-apa panggil saya saja! Saya ada di meja sana. " Ia menunjuk sebuah meja yang tak jauh dari ruangan tersebut.
Setelah pintu di tutup dari luar, Cerry duduk di sebuah sofa sambil menunggu kedatangan suaminya.
Satu jam berlalu, Cerry bosan menunggu. Ia bahkan sampai tertidur di sofa dengan nyaman. Darrel masuk ke dalam ruangannya, dengan wajah lelah.
Namun seketika senyumnya terbit, ketika melihat seorang perempuan tertidur dengan pulas di atas sofa. Perlahan ia mendekati istri kecil yang sekarang telah menjadi moodbooster-nya.
"Ngantuk banget ya? " Tangannya dengan iseng mencubit hidung mungil istrinya.
"Emmhhh.. " Cerry melenguh, Perlahanan matanya mengerjap dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tampan milik suaminya yang tengah tersenyum menyambutnya.
"Maaf mas, aku ketiduran. " Cerry bergerak hendak bangkit, namun tangan Darrel lebih dulu menarik dan mengembalikannya ke posisi semula.
"Tidak papa, maaf semalam sampai larut? " Ia menyampirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik istrinya.
Cerry menggeleng dengan senyuman "katanya mau makan siang di luar? Kenapa aku tidak boleh bangun? "
"Kita makan di sini saja, aku lelah! " Darrel memijat keningnya.
Pekerjaannya memang begitu menguras tenaga hari ini. Dari sejak pagi ia sudah menyurpei lokasi yang akan di jadikan lahan pembangunan baru, di lanjutkan dengan meeting bersama seluruh jajaran perusahaannya.
"Aku pijitin ya? " Cerry melihat suaminya itu dengan iba, ia duduk dan mulai memijat punggung Darrel.
"Plus-plus ya! " Darrel menaik turunkan sebelah alisnya.
"Ih mesuumm.. " Pekik Cerry namun langsung mendapat serangan mendadak dari Darrel, ia menggendong istrinya itu ke dalam sebuah kamar yang masih terdapat di dalam ruangannya. Ia tak membiarkan perempuan itu memberikan sebuah penolakan untuknya.
.
.
.
Maaf jika banyak typo atau kurang menarik, lagi malas revisi nih?
bikin penasaran bgt
jgn d bikin sad dong thoor kasian Cheryl
gawaatt dia kan msh sekolah
dia kan udah punya suami...???