NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Obsesi

...TOXICSERIES...

"Sherra, sekarang kamu udah mulai tenang kan?"

Pertanyaan yang paling menenangkan sanubari ketika jiwa ini tak bisa mengontrol setiap luka yang datang. Kai, selalu menjadi 1 dari ribuan orang yang paling peduli dengan Sherra. Lelaki paling baik yang selalu mengkhawatirkan keadaan Sherra dan memastikkan gadis itu hidup dengan aman dan nyaman.

Satu satunya laki laki yang Sherra percayai takkan pernah pergi disaat ia ditinggalkan sang ayah dari usia 2 tahun hingga kini ia berusia 18 tahun. Selama itu juga Sherra tak pernah tau dimana ayahnya berada, atau sedang apakah dia disana.

Sherra hanya bisa menatap fotonya. Foto yang selalu mama Dinda tunjukkan kala Sherra menangis akan rindu yang menjerit dalam hati.

Sherra hanya bisa menyebut namanya lewat doa. Berharap pria itu kembali untuk sekedar menjenguk putrinya. Menanyakan kabar putrinya atau bahkan memeluknya untuk keterakhir kali.

Tapi, setelah bertahun tahun berlalu. Ratusan tetes luka telah ia nikmati. Tak ada satupun tanda tanda ayahnya akan kembali.

Membuat Sherra berputus asa. Pikirannya mengelana, sepertinya ia memang tak diinginkan sedari awal.

"Kai, gimana ayah kamu? Dia baik kan?" Keduanya sedang sama sama duduk di kursi putih halaman rumah sakit. Yang kebetulan sekali sedang sepi, karena sudah malam hari.

"Maksud kamu Papi? Dia baik kok" Sherra tersenyum kecil.

"Syukurlah. Kamu pasti bahagia ya tinggal sama mereka?" ujar Sherra. Kai menatap langit malam.

"bahagia, tapi gak se bahagia waktu aku tinggal sama Bunda" ujarnya. 5 tahun bundanya berpulang namun Kai sama sekali tak bisa lupa akan pelukkan penuh kasih sayang dan ungkapan manis yang selalu almarhum bundanya berikan.

Sherra ikut menatap langit yang sama. Keduanya rapuh dengan caranya masing masing. Tapi dulu keduanya punya penguat yang sama, yaitu ibu. Walau kini Kai kehilangan penguatnya. Namun berkat Sherra, Kai tak merasa hancur lebih dalam.

Karena Sherra selalu merangkulnya. Menggantikkan peran ibunya yang selalu ada untuk Kai. Bahkan dimasa terpuruk sekalipun

"Kai, salah gak sih kalau aku punya niat buat nyari ayah?"

"Buat apa?" Sherra menghela nafas pelan.

"Pingin ketemu aja. Udah lama juga ayah gak pulang dan aku cuman mau mastiin apa ayah masih hidup, atau dia udah punya keluarga lagi?" Kai terdiam. Sherra itu sedari kecil terbiasa hidup hanya dengan Mama Dinda.

Ayahnya kabur entah kemana. Dan Kai tau bagaimana rasanya hidup tanpa sosok pria bertanggung jawab.

"Sher, kenapa harus kamu yang nyari? Kalau memang ayah kamu sayang sama kamu, dia akan mencari cara untuk bertemu" Sherra menolehkan kepalanya.

"Jika dia memang menyayangi, tanpa dicari pasti kembali" Sherra terdiam.

Kai benar. Jika memang sang ayah menyayanginya, dia pasti kembali menghampiri Sherra sekalipun ia telah beranjak dewasa.

Tapi, melihat tak ada satupun tanda tanda dia akan kembali. Sherra jadi bertanya tanya.

Apakah benar, ia adalah anak yang tak diinginkan oleh ayahnya?

...TOXICSERIES...

Keesokkan harinya

Kondisi Mama Dinda sudah mulai membaik. Dan Sherra sudah bisa berangkat kesekolah lagi.

Seperti hari biasanya, tadi Sherra diantar Kai sampai halteu lalu berjalan bersama Zara yang juga turun tak jauh dari gadis itu. Mereka berjalan beriringan menuju kelas, sambil membicarakan kondisi Mama Dinda dan gosip gosip terbaru yang beredar si Smabara

Zara bilang jika Smabara dan Smanjaya akan bertanding di piala remaja yang akan diadakan di Sekolah Musuhnya utu. Para anggota inti Pasbara sudah terdaftar untuk menjadi pemain liga basket melawan komplotan Zayn dari sekolah lawan.

Zara terlihat sangat antusias dengan pertandingan ini. Sherra juga demikian, apalagi saat mendengar jika seluruh anggota inti Pasbara mendaftarkan diri. Itu. artinya Jeff akan menjadi salah satu pemain disana.

Jujur mengingat Jeff, perasaan Sherra terbagi menjadi dua sisi. Satu sisi ia merasa marah karena perlakuan lelaki itu yang seenaknya dan sisi lain ia malah semakin mengharapkan Jeff berubah dan mencintainya.

Katakan Sherra bodoh tapi memang itu faktanya. Mau seburuk apa Jeff memperlakukkan Sherra, hati gadis itu tetap terpusat padanya.

"Sherra"

Ditengah tengah pembicaraan mereka tiba tiba saja Jeff dari arah berlawanan menghadang langkah Sherra. Seraya memanggil namanya untuk pertama kalinya.

"Ada ap-"

"Tumben manggil Sherra. Mau ngapain lo?" tanya Zara penuh selidik. Jeff tak menanggapi gadis itu dan malah menarik tangan Sherra untuk mengikutinya.

"Woy lo mau bawa Sherra kemana!!!"

"Bukan urusan lo!"Kedua mata Sherra terbelalak.

"Gue aduin tunangan lo! Mampus!" Ancam Zara agar Jeff melepaskan sahabatnya. Namun lelaki itu terlalu batu, dengan langkah yang semalin menjauh lelaki itu berujar.

"Aduin aja! Gue gak takut"

"HEH!!!"

Sedangkan Sherra hanya bisa memasang wajah melas pada Zara sambil beberapa kali menarik tangannya agar lepas dari Jeff. Namun seperrinya Jeff sedang berada di tingkat emosi yang bisa saja membahayakan nyawa Sherra sekarang.

...TOXICSERIES...

"Jeff ini maksudnya apa?"Celetuk Sherra saat Jeff membawa gadis itu ke kantin lalu menyuruh Sherra untuk duduk di depan meja dengan nasi goreng dan segelas teh hangat diatasnya.

Jeff menggeser kursi lalu ikut duduk di hadapan gadis itu.

"Makan!" titah lelaki itu sambil menggeser piring Sherra. "Gue tau lo belum sarapan" ujarnya.

Sherra mengernyitkan keningnya masih memadangi nasi goreng tersebut tanpa ada niat untuk menikmatinya.

Kantin masih sepi. Hanya ada beberapa orang di meja pojok yang tengah menikmati sarapan. Sherra menolehkan kepalanya dengan gerakan tubuh yang gusar. Gadis itu tak nyaman dengan interaksi mereka yang harus duduk disatu meja. Padahal Jeff sudah memiliki tunangan.

Melihat Sherra yang masih saja diam. Jeff berdecak lalu meraih sesendok nasinya kemudian menyuapi gadis itu.

"Buka mulut lo!" titah Jeff. Sherra tak menuruti membuat Jeff terpaksa harus memberikkan gadis itu sedikit ancaman.

"Oh lo mau gue suapin pake mulut gue,hm?" Mendengar itu bulu kududk Sherra langsung berdiri. Dengan gerakan pelan ia membuka mulutnya kecil. Jeff pun menyuapi gadis itu, sesekali mengusap pipi meronanya dengan gerakan kecil.

"Goodgirl" ujarnya saat Sherra dengan mudah menuruti keinginannya. Gadis utu menundukkan kepalanya lalu merebut sendok itu dari tangan Jeff. Kemudian menyuapkan nasi goreng itu dengan tangannya sendiri. Jeff terkekeh.

"Kamu gak makan?" tanya Sherra basa basi. Jeff menyurai rambutnya kebelakang.

"Liat lo makan gue udah kenyang" Sherra pun terdiam. Tak ada obrolan lagi diantara mereka. Sampai ada saatnya Jeff terus memandangi Sherra yang asyik mengunyah makannya sampai pipinya menggembung.

Sudut bibir lelaki itu tertarik keatas melihat Sherra yang dulu agresif kini berubah menjadi pasif. Jeff dibuat gemas sekaligus tak puas. Sebenarnya ia masih ingin melihat sikap bar bar gadis itu yang mengejarnya.

Namun gadis itu mudah menyerah hanya karena Jeff sudah memiliki tunangan.

Maka dari itu, Jeff akan membangkitkan sisi liar Sherra. Agar gadis itu kembali mengejarnya dengan suka rela. Seperti perempuan murahan sebelumnya.

"Hei" panggil Jeff. Wajah gadis itu terangkat menatapnya

"Hm?"

"Istirahat nanti, gue tunggu lo di taman belakang" Tukasnya kemudian bangkit dari kursi. Pergi meninggalkan Sherra sendiri di kantin.

...TOXICSERIES...

Sedangkan di tempat lain Caca duduk di kursi meja belakangnya sambil menatap bingkai foto berukuran sedang. Gadis itu menatap seseorang dari banyaknya orang di foto tersebut.

Seorang lelaki dengan surai coklat.

Diantara banyaknya wajah bule disana hanya lelaki itu yang berbeda. Satu satunya si pemilik wajah asia dengan hidung mancung dan netra hazelnya. Cengkramannya pada bingkai mengerat bersama dengan senyum yang terparti penuh arti.

Caca mengusap potongan foto itu dengan tatapan penuh obsesi. Inilah saat yang ia tunggu tunggu.

"Akhirnya, aku bisa menemukan kamu lagi" Tuturnya kemudian memeluk bingkai foto itu erat.

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!