Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
" Mencurigakan"
Satu bulan sudah Kiara tidak pernah mengetahui keberadaan dari Lucia dan keluarganya juga tidak pernah membahas tentang Lucia sama sekali, setiap Ia bertanya hanya jawaban yang sama yang di dapatnya.
Kini Dia sudah mulai mencurigai gerak-gerik dari seluruh anggota keluarga, mulai dari Abraham yang jarang pulang ke rumah hingga sifat kedua orangtuanya yang sangat berbeda dari biasanya.
Lucas menghampiri Kiara yang duduk termenung di taman belakang rumahnya.
"Kiara apa yang kamu pikirkan hingga wajahmu begitu kusut begini"
tanyanya mengelus pipi adiknya dengan lembut.
"Kakak.. Sepertinya ada yang aneh dengan keluarga kita satu bulan belakangan ini"
"aneh kenapa sayang, kurasa sama saja"
Ujar Lucas sedikit terkejut namun dengan cepat ia mengubah ekspresi wajahnya.
"Tidak kakak.. Sudah satu bulan ini kakak Abraham sangat aneh bahkan sangat jarang pulang kerumah dan mama papa juga seolah tidak peduli dengannya"
Ucap Kiara dengan wajah sedihnya keluarga kini sudah kacau menurutnya,
Lucas sudah tidak menjawab ucapan Kiara yang memang ada benarnya, Ia juga mulai mencari kebenaran tentang Sullia selama ini setelah mendengar berita mengejutkan dari David sebelumnya.
" Kak lucas sebenarnya Lucia kemana, kenapa kalian semua tidak pernah memberikan jawaban memuaskan Kepadaku.. Katakan yang terjadi sebenarnya , kakak pernah bilang sebelumnya bahwa aku harus tegar dengan kenyataan yang pahit kelak"
Ujar Kiara menatap serius ke arah Lucas.
"Lupakan ucapanku waktu itu... Aku hanya bercanda, jangan di anggap terlalu serius"
Meski Lucas mengatakan itu kiara merasa bahwa bahwa ucapan lucas waktu itu serius.
" Ayo kita masuk saja.. Mama sudah membuatkan makanan kesukaanmu sayang, oh iya Kakimu sepertinya sudah sembuh total"
Ajak Lucas agar perhatian kiara terlalihkan dan tidak memikirkan yang tidak-tidak.
Lucas membantu Kiara untuk berdiri sebenarnya Kiara sudah tidak menggunakan Kursi roda dan sudah mampu berjalan meski kini menggunakan tongkat untuk menopang Kakinya.
***
Untuk Abraham kini ia merasa hari-hari yang di lewatinya setiap hari tanpa Lucia sangat aneh dan rasanya ada yang kurang.
Ia setiap harinya mencoba menghubungi ponsel Lucia namun tidak pernah di angkat oleh Lucia. Abraham sudah tidak berhubungan dengan Sullia lagi ia merasa tidak nyaman lagi dengannya.
" Kenapa lucia tidak mau mengangkat telepon dariku padahal selalu terhubung"
Guman Abraham menatap ponselnya yang sedang menghubungi Lucia.
Abraham kembali melempar ponselnya karena sangat Frustrasi atas masalah yang kini menimpahnya.
" Hari-hari ku terasa kosong tanpa Lucia, dulu setiap harinya ia mendatangiku atau mengikuti aku kemanapun, jujur saja aku sangat merindukan dirinya yang selalu tersenyum hangat kepadaku. Luc aku mohon maaf"
Kata Abraham masih termenung di dalam Apartemen miliknya sudah sebulan ia menetap di sini.
Abraham berdiri melihat pemandangan dari dalam kamarnya setiap sudut kota bisa ia lihat, dengan tatapan kesedihan Abraham selalu memikirkan Lucia, Ia tau Lucia pergi London bersama dengan orang tuanya namun Ia juga yakin bahwa kini Lucia juga membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka hatinya..
" Aku akan datang jika waktunya sudah tepat tunggu aku Luc.. Kumohon kau tidak menerima lamaran dari Paman Peter untuk putranya"
Ujarnya berharap karena ia sangat mengetahui bahwa Lucia mencintainya dengan sepenuh hati.
Rasanya hati Abraham sangat sesak saat mengingat ucapan Peter waktu itu bahwa Ia menginginkan Lucia menjadi menantunya.
.
.
.
.
Tbc...!!!