Sequel DIA HANTU
Yoona ingin menemukan ayahnya sejak kecil. Akhirnya, ketika dewasa, Yoona memulai perjalanan panjang untuk menemukan ayahnya.
Tapi entah kenapa, Yoona malah terjerat oleh pria asing.
Ke mana pun dia pergi, pria itu ada di sana. Yoona tidak dapat melarikan diri.
Teknik membaca pikiran yang dibanggakan oleh Yoona juga tidak berhasil untuk pria itu!
Yoona melarikan diri dengan segala cara yang mungkin namun hanya untuk tersudut oleh perangkap pria itu lagi. Pria itu menatapnya dengan muram, "Jangan lari!"
Yoona menghela nafas dalam-dalam, karena dia tidak dapat melarikan diri, itu adalah takdirnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGECUT
Yoona terbelalak melihat Ryujin mencium bibir Shiray didepannya.
Dia pun melirik air di dalam gelas diatas nakas yang tepat berada di samping nya.
Yoona memejamkan matanya. Dia mengingat jelas ucapan kakaknya saat dia sedang belajar terbang.
"Kau akan bisa jika kau yakin bisa terbang" kata-kata itu lah yang terngiang di kepalanya.
Yoona membuka matanya. Pupil hitamnya berubah merah menyala dengan satu garis vertikal di tengah nya.
Mata menyala itu menatap gelas berisikan air yang berada di nakas. Air itu bergerak -gerak. Yoona menautkan alisnya.
Sementara itu, Ryujin dan Shiray masih berurusan dengan ciuman mereka.
Air itu perlahan keluar dari dalam gelas dan mengudara. Yoona membayangkan bentuk pisau dan air itu membentuk pisau, sesuai dengan pikiran Yoona.
Yoona merasa matanya mulai panas karena cukup lama dia tidak berkedip.
Air itu pun membeku. Yoona berkedip, pisau itu jatuh namun tangannya bergerak menangkap pisau itu dan berhasil.
Dia segera memutuskan tali yang mengikat tubuhnya dan tubuh Shiray.
Dan berhasil, Shiray menghajar Ryujin hingga tersungkur karena Ryujin tidak sempat siaga.
Yoona menarik tangan Shiray untuk lari keluar dari kamar itu.
Selangkah lagi mereka sampai di ambang pintu, seseorang menghalangi mereka.
Yoona menabrak tubuh tinggi itu. Shiray dan Yoona mendongkak.
Deg
Seolah jantung mereka tersambar petir melihat siapa dia.
"Kenapa matamu merah? " tanya pria itu pada Yoona. Yoona menggeleng. Matanya pun kembali normal.
Dia menatap Ryuga dengan tajam. Ya pria yang menghalangi jalan mereka adalah Ryuga.
"Kenapa kau menculik kami! " bentak Yoona.
"Aku yang menyuruhnya! " kata Ryujin sambil bangkit dan menghampiri mereka.
Yoona dan Shiray menjauh dari mereka berdua. "Awwhh pukulanmu keras sekali sayang, awas saja jika di ranjang kau tidak mampu memuaskanku" kata Ryujin vulgar.
Pipi Yoona merona karena mendengar kata-kata yang tidak pantas di ucapkan.
"Ryuga! Kenapa kau menuruti kemauan kakakmu hah! Aku menghargaimu sebagai atasanku! Tapi sekarang tidak! Kau benar-benar tega menyakiti Yoona! " bentak Shiray.
"Aku yang memaksanya! " sanggah Ryujin.
"Aku bertanya pada adikmu sialan! " bentak Shiray. Ryujin menautkan alisnya.
"Aku terpaksa melakukan nya, Ryujin tidak akan membiarkan toko bunga ku tetap berjalan jika aku tidak memberikan Shiray padanya " jawab Ryuga.
"Lalu, kenapa kau juga menculik Yoona! " bentak Shiray. "Tidak ada pilihan lain, aku tidak ingin menikah dengan naga, aku mau menikah dengan manusia, aku akan menjadikan Yoona manusia seutuhnya dengan caraku sendiri! " jawab Ryuga.
Ucapan Ryuga benar-benar membuat hati Yoona teriris. Dia tidak mengira kalau Ryuga akan membohonginya.
"Dulu kau bilang kau akan menerima ku apa adanya. Lalu, pada kenyataannya, kau mengatakan apa yang baru saja kau katakan" tangis Yoona.
Shiray mengusap bahu Yoona. "Maaf Yoona, aku ingin normal dan aku mencintaimu, jika aku bisa mendapatkan keduanya, kenapa tidak " kata Ryuga.
Ryujin tersenyum kemudian menghampiri Ryuga dan menepuk bahu nya.
"Aku tidak menyangka kau sepengecut ini! "
"Pengecut!!! "
Teriakan Yoona menggema. Tiba-tiba, mansion 4 lantai itu berguncang.
Ryujin dan Ryuga terkejut. Shiray juga dia menatap Yoona yang sudah memerah lagi matanya.
Yoona mengangkat kedua tangannya ke atas. Rambut panjangnya juga berkibar dan menghentak ke atas.
Shiray terpundur. Akar-akar tumbuhan muncul merayapi dinding mansion dan menghancurkan semuanya.
Ryujin dan Ryuga terpundur. "Aaaaaaaaa!!!! " teriakan Yoona membuat akar-akar itu makin menjadi dan menghancurkan apa saja yang ada di depannya.
"Hentikan Yoona!! " teriak Shiray.
Semua akar itu membelit tubuh Ryujin dan Ryuga. Mereka berdua meronta.
Tiba-tiba, tangan kekar menutup kedua mata Yoona. Sesaat kemudian, akar-akar menakutkan itu berhenti bergerak.
Yoona terkulai. Namun tubuh sigap itu menangkap nya. Shiray menatap pria itu. Pria yang tak lain adalah kakak kandungnya Yoona.
Kini dia menatap Ryujin dan Ryuga dengan tajam penuh dengan kebencian dan tatapan membunuh.
"Kita tinggalkan tempat ini" kata Alex sambil mengulurkan tangannya pada Shiray.
Shiray memegang tangan Alex. Seketika mereka menghilang dari pandangan Ryuga dan Ryujin.
♡♥♡♥♡♥♡
Alex membaringkan tubuh Yoona ke ranjang. "Yoona " Narura memeluk Yoona dengan erat.
Devano membelai punggung istrinya itu menyalurkan ketenangan.
Refano dan Yukari juga terlihat cemas. "Aku tidak mengira Ryuga akan terpengaruh oleh Ryujin " tangis Narura.
Devano memegang dahi putrinya. Cahaya hijau menyala dari telapak tangan Devano. Dan mata Yoona pun terbuka.
Awalnya pupil indah itu merah, namun lama kelamaan kembali berubah menjadi hitam.
"Yoona bisa mengendalikan tumbuhan" gumam Alex. "Iya, dia bisa melakukan nya sejak usia 6 tahun, dia menghidupkan kembali bunga matahari yang mati di belakang mansion " jawab Narura.
"Bagaimana perasaan mu sekarang nak? " tanya Devano.
"Jika ayah bertanya soal keadaan tubuhku, aku baik-baik saja, jika ayah bertanya soal hatiku... " Yoona tidak melanjutkan kata-kata nya.
Air matanya mengalir bukti kalau dia tidak baik-baik saja.
"Sudahlah nak" Devano memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang.
"Dimana Sam? "
♡♥♡♥♡♥♡
IG : ucu_irna_marhamah
By
Ucu Irna Marhamah
jd enak di bacanya
semangat thor💪💪💪🙏
aq juga mau klau punya kk seperti Alex🤭🙏
semoga bgus ceritanya🙏💪💪💪