Karya ini menceritakan tentang seorang karakter utama yang di reinkarnasi menjadi semut di dunia fantasy.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HZ77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada yang Aneh
Setelah cukup lama beristirahat, Ryzef mulai merasakan sesuatu yang tidak beres.
Hawa dingin tiba-tiba menyelimuti gua.
Udara yang awalnya hanya sejuk, kini terasa menekan.
Seolah-olah sesuatu yang besar sedang mendekat.
Ryzef langsung waspada dan menegakkan tubuhnya. Namun, sebelum sempat mengucapkan sesuatu—
DUK! DUK! DUK!
Langkah kaki berat menggema di seluruh gua.
Bayangan besar mulai muncul dari lorong gelap di depan mereka.
Dan saat cahaya biru redup menyinari makhluk itu—
Seekor Minotaur muncul.
Tubuhnya yang kekar hampir memenuhi lorong gua, seakan tempat ini terlalu sempit untuknya.
Otot-ototnya besar, berbulu kasar, dan wajahnya menyeramkan dengan mata merah menyala.
Di tangannya, ia menggenggam sebuah kapak raksasa yang terlihat tajam dan kokoh.
Bilahnya penuh noda darah kering, seolah telah memakan ratusan korban sebelumnya.
Ryzef langsung menahan napas.
"Astaga… Ini monster yang buruk untuk dilawan..."
Tapi yang mengejutkan—
Minotaur itu hanya berjalan melewati mereka begitu saja.
Tak ada suara geraman.
Tak ada ancaman.
Ia hanya... berjalan.
Ryzef hampir tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Tapi sebelum ia bisa bersantai—
"Fufufu... Heheheh... Heheheheheh..."
Suara tawa kecil terdengar dari sampingnya.
Ia menoleh dan melihat Livia.
Namun, sesuatu tampak aneh dengannya.
Tubuhnya sedikit menunduk.
Senyumnya menyeringai.
Dan yang paling mengerikan... Energi sihir yang luar biasa mulai membara dari tubuhnya.
Aura panas berwarna merah keunguan menyelimuti dirinya, membara seperti api.
Ryzef langsung merinding.
"Oh, tidak… ini buruk…"
Dan benar saja—
Minotaur yang tadi sudah berjalan menjauh, tiba-tiba berhenti.
Matanya menyipit, seakan merasakan sesuatu.
Perlahan, ia berbalik dan menatap ke arah Livia.
"LIVIA, KAU GILA!?" Ryzef berteriak dalam hati.
Tapi yang lebih mengejutkan, Minotaur itu tidak mengeluarkan hawa membunuh sama sekali.
Bahkan, alih-alih menyerang...
Minotaur itu langsung BERLUTUT di hadapan mereka.
Ryzef membeku di tempatnya.
"...Hah?"
Ia menoleh ke arah Livia, berharap dia punya penjelasan.
Namun, Livia hanya tersenyum sombong sambil melipat tangan di dadanya.
"Yah, ini menarik."
Ryzef masih kebingungan.
"Apa-apaan ini?! Kenapa dia berlutut!?"
"Hei, Livia, kau kenal dia atau bagaimana?"
Livia menatap Minotaur itu dengan ekspresi puas.
"Siapa tahu?" katanya sambil memainkan antenanya.
"Jangan bercanda! Kenapa dia tunduk padamu!?"
Livia menoleh dengan tatapan malas.
"Sudahlah... jangan terlalu diperhatikan..."
Ryzef langsung menghela napas panjang.
Sementara itu, Minotaur masih tetap berlutut.
Ekspresinya datar, tidak ada niatan menyerang sama sekali.
Situasi ini menjadi semakin aneh.
Hening sejenak.
Ryzef akhirnya mendekati Minotaur itu dengan hati-hati.
Lalu, dengan sedikit ragu, ia mengulurkan satu kaki depannya dan menyentuh kepalanya.
"...Mmm, ini pertama kalinya aku menyentuh kepala Minotaur."
Minotaur hanya diam.
Livia melipat tangan. "Ryzef, jangan sok akrab. Ini bukan hewan peliharaan."
Ryzef mengangkat bahunya. "Ya, tapi dia tidak menolak disentuh juga."
Livia mendecak. "Terserah... Jadi, apa yang akan kita lakukan dengan dia?"
Ryzef menatap Minotaur itu dengan serius.
“…Kita tanya saja langsung padanya.”
Mereka berdua pun menoleh ke Minotaur itu.
Kemudian—
"...MOOOHH."
Minotaur hanya mengeluarkan suara sapi biasa.
Ryzef dan Livia saling bertukar pandang.
"...Jadi, kau paham bahasa kami atau tidak?" tanya Ryzef.
Minotaur mengangguk.
Ryzef sedikit terkejut.
"Tapi kenapa kau cuma ‘moooh’ tadi!?"
Minotaur menunjuk lehernya, lalu membuat gerakan seperti mulut terkunci.
"...Dia bisu?" bisik Ryzef.
Livia menghela napas. "Ya Tuhan... Kau menyuruhku bertanya langsung, tapi dia tidak bisa bicara..."
Lagi-lagi Ryzef menghela napas panjang.
Situasi ini jadi lebih aneh dari yang Ryzef bayangkan.
Namun satu hal yang pasti—
Minotaur ini tunduk pada Livia.
Dan Ryzef masih belum tahu alasannya.
...~𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐~...