NovelToon NovelToon
Gadis Penjaga Mini Market

Gadis Penjaga Mini Market

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:103.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syarifah Kurniasari

Cantika Astie Putri Rahardja adalah seorang gadis yang sangat cantik, baik hati dan pintar. Seorang mahasiswi tingkat 2 yang terpaksa harus bekerja di Mini Market untuk menambah uang jajan dan membantu kebutuhan keluarganya.

Kehidupan percintaannya akan dimulai dari Mini Market tempat dia bekerja..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Kurniasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

'Uuuhhh siapa sey...ganggu ajah...' Gumam Anton sambil berbaring.

'Coba Astie udah terima lamaran aku...pasti saat ini dia ada disamping aku...' Gumam Anton sambil membayangkan Astie disampingnya. Tampa melihat Hp nya Anton pun langsung tidur pulas karena kelehan di perjalanannya.

***Di Dalam Mini Market***

" Halo Mas...ganggu istirahat nya nggak Mas..Aku.." belum selesai ucapan Astie dikagetkan karena yang mengangkat suara wanita tua.

"Iya Halo..." kata orang yang mengangkat Hp Anton.

'Lohhh kenapa Hp Mas Anton yang angkat Cwe...jangan jangan Ibu nya Mas Anton...aduhh aku jadi nggak enak.' Gumam Astie.

"Ehhh maaf Bu, Mas Anton nya kemana? " Tanya Astie dengan sopan.

" Maaf Nona Aden lagi ada tamu dan nggak bisa diganggu." Kata nya lagi.

'Tamu...??! Malam malam begini dan nggak bisa diganggu...??! memang siapa nya Mas Anton sey...' Gumam Astie.

Lalu Astie memutuskan untuk ijin keluar sebentar untuk menenangkan dirinya. Dia pun langsung berpamitan dan keluar sambil menahan air matanya

"Ka Aku keluar bentar ya...20menit..." kata Astie langsung pergi tampa menunggu jawaban dari Andi.

Didalam Pantry Banu yang sembari tadi tidak sengaja mendengar apa yang dibicarakan Astie, awalnya ingin mengekarnya tapi dia ingat apa kata kata Andi.

'Biarlah...kali ajah ini bisa bikin dia makin kuat.' Gumam Banu.

***Di Sebuah Taman***

Saat itu taman tidak terlalu ramai hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang dan yang sedang berduaan.

Astie jongkok dipinggir trotoan sambil terisak isak karena tangisan nya yang tidak bisa dia keluarkan dengan leluasa...

*hiks...hiks...hiks...

'Ayah...Astie kangen Ayah...Astie kanget dipeluk Ayah*...' Gumam Astie tapi masih bisa didengar oleh orang yang berada didepan nya.

"Hai...Anda tidak apa apa...bisa saya bantu Nona..?!" Kata laki laki yang gagah dan tampan didepan Astie.

Astie pun langsung memeluk laki laki itu dan menangis sejadi jadinya. Karena terlalu banyak mengeluarkan air mata, Astie pun hanya mengingat dan menganggap laki laki yang dipeluknya itu adalah sosok Ayahnya yang sufah tiada.

Bukannya melepaskan pelukan Astie, laki laki itu malah memeluk dan menenanagkan Astie. Mengusap usap punggung dan rambut Astie.

" Ayah...Ayah....Ayah..." tangis Astie.

hiks...hiks...hiks...

Beberapa menit kemudian Astie pun sudah puas menangis dan merasa sangat lega karena bisa mengeluarkan tangisan nya yang ditahan dari tadi. Ia pun baru sadar jika saat ini dia memeluk seorang laki laki dan sudah melakukan hal yang tidak pantas.

'Mati Aku....apa yang aku lakukan...kenapa bisa peluk laki laki asing ini...' Gumam nya sambil memejamkan mata dan melepaskan pelukannya samnil sedikit mundur menjauh

dari laki laki tersebut.

Tiba tiba Astie pun langsung membungķuk kan badan nya untuk meminta permohonan maaf dari laki laki asing yang sudah dia peluk.

"Maaa...maaf...saya benar benar minta maaf...dan terima kasih..." Kata Astie.. awalanya dengan suara gagap dan saat mengucapkan kata Terima kasih, suara Astie benar benar melembut yang menyatakan jika dia bersungguh sungguh berteima kasih.

Iya...berkat laki laki yang entah dari mana bahkan Astie tidak mengenal namanya, tapi telah membuat Astie sangat lega dan juga kerinduan sosok Ayahnya pun sudah berkurang.

" Sekali lagi saya benar benar minta maaf Pak.." Kaya Astie lagi, sedangkan laki laki didepan nya itu hanya tersenyum manis dan mengusap pucuk kepala Astie.

"Syukurlah Anda sudah baikan...lihat orang orang menyangka saya yang sudah membuat anda menangis..." Katanya.

"Maaf...." " Nama saya Astie..." kata Astie dengan suara masih sedikit kesenggukan dan menjulurkan tangannya.

"Nama saya Ken..." kata Ken.

" iya Pak Ken saya permisi dulu...Saya kerja di Mini Market ujung jalan itu..." kata Astie sambil menunjukkan jari kearah Mini Market.

"Astie, Panggil aku Ken sajah atau Kak Ken." tegasnya.

Suara nya sangat tegas dan berasa dingi tapi tetap lembut.

" Ka

Lanjut Episode 22

😘😘

👍👍

1
aurora
lanjut thor
Susi Shofa
jangan lama-lama Thor up,e
A.Vika
lanjut
A.Vika
lanjut dong kak semangat ya
A.Vika
bagusss
Rahma Leni
dan pertanyaannya adalah,,,,, kenapa ken bisa ada dirumah ibunya asti??? apakah ken adalah majikan ibunya asti?? atau bagaimana???
Rachel
lanjut lanjut
Rahma Leni
cerita,, oke.

tapi jangan ada bahasa alay. jadi geli.
Rahma Leni
aku ada diposisi ini. bedanya ibuku yang pergi tuk selamanya. Allah sayang ibu,,, makanya Allah jemput ibu secepatnya. padahal kondisi ibu sangat baik. pagi sabtu,, pagi sarapan pagi bersama. jam 7 kurang,, aku dan adik berangkat ke sekolah. sementara ayah, berangkat kerja. jam 8 kurang, aku dijemput tetangga.

seminggu sebelum ibu tiada,,, almarhum adik bungsuku datang menemuiku dalam mimpi. hanya bilang "mbak,, ibu sama adek lagi. mbak jagain ayah dan abg ya". terperanjat aku tengah malam bangun dari mimpi. badan dah basah karena keringat.
Rachel
yang banyak up nya thor
Rachel
lanjoot
Rachel
yang banyak upnya donk thor semangat
A.Vika
lanjut
A.Vika
lanjut Thor
Jonry Simanjuntak
seginey. bahasa allay., mirip tulisan bocah.
Syarifah K.S: terima kasih kritikan nya
total 1 replies
Lince Dian
lagi thor, jangan lama" up-nya thor.
Rina Sukistin
uwu
My
lanjut thor
Rina Sukistin
lanjut thorr
Rina Sukistin
jadi ikutan gemess wwkww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!