NovelToon NovelToon
Catatan Kultivasi Sang Kaisar

Catatan Kultivasi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING

Kubiarkan Takdir menghempas diriku, membawaku ke suatu masalah yang tak ada habisnya.

Langit dan Bumi ku lawan, Dewa dan Dewi ku tantang, seluruh Semesta menyebutku Yang Mulia.

Atas Nama Jalur Kultivasi Dewa, Sang Kaisar Kultivasi ~ Fang Wei ~

***

Update : Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.

***

Sistem kultivasi dunia fana...
1. Tingkat Ahli
- Awal
- Menengah
- Akhir
2. Tingkat Ksatria
- Awal
- Menengah
- Akhir
3. Tingkat Jendral
- Awal
- Menengah
- Akhir
4. Tingkat Raja
- Awal
- Menengah
- Akhir
5. Tingkat Kaisar
- Awal
- Menengah
- Akhir
6. Tingkat Bumi
- Awal
- Menengah
- Akhir
7. Tingkat Langit
- Awal
- Menengah
- Akhir

Sistem kultivasi Domain Dewa...

1. Tingkat Kesengsaraan
- Kesengsaraan Angin
- Kesengsaraan Api
- Kesengsaraan Petir
2. Prajurit Dewa
- Merah
- Hitam
- Putih
3. Jendral Dewa
- Jendral Dewa Bumi
- Jendral Dewa Langit
4. Raja Dewa
- Raja Dewa Semesta
- Raja Dewa Surgawi
5. Kaisar Dewa
- Kaisar Dewa dunia Bawah
- Kaisar Dewa dunia Atas
6. Penguasa Dewa
- Tingkat Abadi
- Tingkat Menguasai

#Selalujagakesehatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 ~ Petir Ungu

Saat ini Fang Wei dan Tang Shan sedang berada dihalaman Perguruan Puncak Ke-tiga. Tang Shan sendiri telah melaksanakan hukuman seribu cambuknya. Tang Shan tidak mengeluh sedikitpun meskipun tiap cambukan itu mengandung kekuatan yang luar biasa.

"Wei'er,tahukah kamu kenapa ayah adalah Dewa Petir...?"Tanya Tang Shan yang telah mengetahui nama Fang Wei.

Fang Wei hanya menggeleng tak tahu. Fang Wei tak tahu karena memang baru satu hari ia kenal dengan ayahnya. Mana tahu ia rahasia dari Tang Shan.

"Karena ayah adalah pengendali elemen petir terkuat. Ayah memiliki tiga Petir Murni di jiwa ayah."Tang Shan menjawab pertanyaannya sendiri.

Fang Wei tertegun mendengarnya. Bagaimana tidak...? Ia yang hanya memiliki satu Api Abadi saja sudah sekuat itu. Bagaimana dengan memiliki tiga Petir Murni...?

Membayangkan itu saja bisa membuat Fang Wei menelan ludahnya dengan kasar. Bayangkan,tiga Petir Murni yang memiliki kekuatan super dahsyat. Jelas pemiliknya akan menjadi Raja Semesta.

"Aku merasakan hawa Api Langit ditubuh mu. Apakah kau memiliki Api Langit...?"Tanya Tang Shan sekali lagi.

Fang Wei kembali tertegun mendengarnya. Sebagai orang yang memiliki tiga Petir Murni jelas membuat seluruh inderanya semakin tajam.

"I-iya,ayah. Aku...memiliki Api Langit."Jawab Fang Wei dengan tergagap gagap dan sedikit banyaknya ada bulir-bulir keringat dingin mengucur dipunggung nya. Membuat pakaian bagian belakangnya menjadi sedikit basah.

"Ouh...kau sama kuatnya denganku. Kau memang anakku."Respon dari Tang Shan membuat Fang Wei sedikit lega. Ia mengira Tang Shan mungkin akan mengambil Api Langit darinya.

"Sekarang aku akan mewariskan padamu Petir Ungu."Ucapan Yang Shan mengejutkan Fang Wei. Seketika itu ia menatap tak percaya kearah Tang Shan.

"Tapi dengan syarat,setelah kau mencapai Praktik Tingkat Raja Awal,kau harus berkelana mengelilingi dunia."Syarat yang diajukan Tang Shan memang sedikit berat. Tetapi mengingat Tang Shan akan memberinya Petir Ungu membuat Fang Wei sedikit goyah.

"Fang Wei,terima tawarannya. Kau tahu,Petir Ungu berada diurutan Ketiga. Itu sudah cukup untuk menambah kekuatan kita."Sebuah bisikan dari dalam jiwanya membuat Fang Wei berpikir ulang.

Fang Wei merasa tugas ini ditujukan untuk nya hanya karena ingin melatih mental dan fisik Fang Wei ketika pertarungan terjadi.

"Baiklah,ayah. Aku menyetujui persyaratan nya."Jawab Fang Wei setelah sekian lama berpikir keras.

Tang Shan tersenyum senang. Ia lalu menarik tangan Fang Wei dan hilang seketika tanpa meninggalkan sedikitpun siluet ataupun jejak.

***

Dimensi Ruang Dewa Petir...

"Wei'er...tempat ini adalah Dimensi Ruang Dewa Petir. Dan inilah Kediaman ku waktu menjadi Dewa Petir dahulu."Tang Shan memberitahu Fang Wei bahwa tempatnya sekarang berpijak adalah Dimensi Ruang Dewa Petir,yang mana dulunya adalah kediaman Tang Shan.

"Benarkah,ayah...?"Woah...memang luar biasa."Gumam pelan Fang Wei berdecak kagum.

Tang Shan hanya tersenyum riang. Meskipun telah lama ia tak tinggal ditempat tersebut tetapi ia benar-benar jauh sangat suka dengan nuansa Dimensi ini yang berwarna merah.

Dimensi tanpa batas tersebut memiliki permukaan tanah berwarna merah, atmosfer berwarna merah dan segala hal berwarna merah. Aliran Energi Alam Semesta disana sangatlah tebal,bahkan puluhan kaki lipat lebih tebal dari yang ada di bumi.

"Baiklah,kita akan memulai Proses Kepemilikan."Ucapan Tang Shan membuat Fang Wei menelan ludah dengan kasar.

Terakhir kali ia melakukan Proses Kepemilikan bersama dengan Api Langit sangatlah sakit. Sakitnya bahkan ribuan kaki lebih sakit daripada seribu cambukan.

Fang Wei menganggukkan kepalanya dengan cepat, meskipun keringat dingin tak dapat ditahan keluar.

Tang Shan lalu membuka genggaman tangan nya. Seketika itu muncul beberapa kilatan berwarna Ungu dengan aura berwarna ungu pula. Dari wujudnya saja Fang Wei dapat mengira bahwa itu Petir Ungu.

Whuuusss...

Tang Shan lalu mengarahkan Petir Ungu tersebut pada tubuh Fang Wei. Dan dalam hitungan detik,tubuh Fang Wei mengeluarkan benang-benang halus berwarna ungu.

Rasa sakit,nyaman dan panas beradu menjadi satu. Bersatu menjadi satu bersama tubuh kecil Fang Wei. Bersamaan dengan itu muncul sebuah tanda di dahi Fang Wei. Tanda tersebut berupa Kilatan Tunggal dari sebuah Petir berwarna Ungu.

Aura Fang Wei pun berbeda dari sebelumnya. Aura mendominasi dan mengintimidasi bercampur aduk membuat sebuah sensasi wibawa di diri Fang Wei.

Tapi, sakit yang dirasakan Fang Wei sangatlah luar biasa, meskipun beberapa kali lebih lemah dari terakhir kali. Fang Wei sesekali menggertak kan giginya. Tak jarang pula terdengar teriakan dari mulut Fang Wei.

"Arrrgghh... Sakiiit..."Teriakan Fang Wei pecah ketika puncak dari Proses Kepemilikan itu berlangsung.

"Sedikit lagi Fang Wei, bertahanlah beberapa menit lagi. Kau pasti bisa...!"Seruan semangat membuat Fang Wei memiliki sedikit tenaga untuk bertahan. Ia membuat matanya dengan usaha yang luar biasa.

Ia juga mengepalkan kedua tangannya di samping perutnya. Kakinya sedikit ia lebarkan dan membentuk sebuah kuda-kuda bertahan yang kokoh.

Tang Shan yang melihat itu tersenyum gembira."Dia memang anakku."Gumamnya pekan sambil tersenyum-senyum sendiri.

Sementara itu Fang Wei terus menggigit bibirnya keras hingga aliran darah segar mengucur. Tetapi hal yang terjadi selanjutnya sangat mencengangkan. Luka tersebut seketika hilang tanpa bekas sedikitpun.

Rambut biru Fang Wei pun berubah menjadi berwarna ungu dengan kilatan putih yang kadang muncul.

"Aku bisa...!"Teriakan Fang Wei terdengar lagi. Kali ini bisa terlihat Proses Kepemilikan pun terselesaikan.

Fang Wei menghembuskan nafasnya pelan. Terlihat sebuah kepulan asap hitam keluar dari sepasang lubang hidungnya. Rambut ungunya pun berubah lagi menjadi berwarna biru,tetapi kali ini warna biru nya sedikit nyentrik dengan beberapa helai yang berwarna ungu.

"Akhirnya selesai juga."Ucapan Fang Wei membuat Tang Shan ingin tertawa pelan,tetapi ia hentikan ketika menyadari tingkat praktik Fang Wei berada ditingkat Jendral Tahap Menengah.

"Wei'er...kau liat biasa. Kau masih berumur enam tahun,tetapi sudah berada di tahapan Jendral."Ucapan memuji keluar dari mulut Tang Shan. Membuat ada rasa hangat dihati Fang Wei.

"Ya,ayah. Mungkin dalam beberapa Minggu ke depan aku akan meninggalkan sekte untuk menyelesaikan syarat ayah."Jawab Fang Wei sambil tersenyum gembira pada Tang Shan.

"Tak usah terburu-buru. Lebih baik kau berlatih jurus-jurus lagi, terutama Teknik Thai Chi."Ucapan dari Tang Shan membuat hati Fang Wei sedikit lebih lega. Ia awalnya tak tahu harus memberi penjelasan apa pada Ming Xiao bahwa ia akan pergi.

Tang Shan lalu membawa pergi Fang Wei dari Dimensi Ruang Dewa Petir menuju alam dunia nyata.

1
Nanik S
cukup menarik
Nanik S
Lanjut
Sang M
cerita jadi jelek..... payah stop aja..
Sang M
dasar bocil goblok kayak kau itu...
Sang M
dancokkkk gak suka intrik2 thor ini. Gak punya imaji yg lain kah,?? Lu payah....haiii... cerita lama dan kotor kok koh pake Thor.👊...nih
Sang M
sampah
Sang M
sekte terkutuk aliran gak genah ini.
minak jinggo
judulnya aja yg keren, isinya smpah..
calon murid aja blom bisa berkultivasi suruh bunuh binatang buas.... pekok
Menarik antara guru dan murid
Numpang.... simak.... 🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
spooky836
apa cerita ni lan lan baru 5 th, fa g umur 6th. dasar anak pelacur buat cerita plagiat.
spooky836
aku rasa yng menulis ni anak haram baru belajar dgn pelacur maknya.
Lanjutkan
Katanya mau menyembuhkan tangan Qin
Ming Lanlan... hatinya jahat sekali berbalik dg Ayahnya
Kebersamaan Ayah dan anak yang merubah segalanya menjadi lebih baik
Bsgus
Gong
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!