NovelToon NovelToon
Berbagi Suami

Berbagi Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: TRIO A

Ayda adalah wanita muda berusia 30 tahun yang mempunyai sifat lembut dan penyayang. Ia menerima pinangan pria bernama Fattah dan menjalani kehidupan yang bahagia.

Hingga sebuah kekecewaan Fattah dan kehadiran wanita dalam kehidupan mereka membuat keadaan rumah tangganya jauh dari kata harmonis. Ayda merasa Fattah semakin jauh darinya dan lebih dekat dengan Anita.

Akankah Ayda mampu menerima keadaan baru itu dan apakah Fattah mampu mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRIO A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Fattah dan Pak Ahmad menikmati minum kopi sambil mengobrol masalah pekerjaan. Banyak hal yang dibahas oleh keduanya.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Pak Ahmad melihat arloji di tangan kirinya menunjukkan pukul 17.00 WIB.

" Fat, sepertinya obrolan kita sudahi dulu, lain waktu kita lanjutkan lagi," ucap Pak Ahmad.

" Siap Pak," sahut Fattah.

Pak Ahmad keluar warung dan melangkahkan kakinya menuju parkiran sepeda motor, Fattah memperhatikan jarak jauh, ia membayar minuman terlebih dahulu sebelum ia meninggalkan warung.

" Berapa Mbak?" tanya Fattah.

" Lima ribu, Mas" jawab mbak pelayan warung.

Fattah mengeluarkan selembar uang sepuluh ribuan dan menyodorkannya untuk mbak pelayan warung tersebut.

" Tak usah kembali, sisanya buat Mbak aja," ujar Fattah sambil melangkahkan kakinya keluar meninggalkan warung.

" Makasih Mas ... " kata mbak tersebut.

Mendengar ucapan tersebut , Fattah tak menoleh sedikitpun, ia hanya mengangkat tangan kanannya , tanda kalau iya.

***

Setibanya di rumah, tampak Ayda sedang menemani anak - anak belajar.

Ana berusaha mengekspresikan imajinasinya, ia mencorat-coret kertas yang mamanya sediakan untuknya.

Nissa yang lebih suka mewarnai tampak serius mengerjakan tugas yang mamanya berikan untuknya .

Teguh belajar membaca dan menulis, Ayda mendiktekan kata - kata dan Teguh menuliskan tugas yang Ayda berikan .

Assalamualaikum

" Semua tampak serius sekali" ucap Fattah memasuki rumah.

Waalaikumsalam ...

Jawaban yang kompak dari istri dan anak-anaknya.

Warohmatullahiwabarokatuh ...

Teguh melengkapi jawaban salam dari papanya.

" Kak Teguh, hebat ya Ma" ucap Nissa memuji kakaknya.

" Iya Nis, nanti kalau kamu sudah sekolah pasti juga hebat, ya kan Ma" sahut Teguh pada adiknya.

" Iya dong , pasti" jawab Ayda.

Fattah tersenyum melihat kerukunan putra - putrinya. Ayda mendekat meraih tangan Fattah dan menciumnya.

Melihat adegan cium tangan, ketiga anak yang asyik belajar, beranjak dari tempat mereka dan berebut ke arah Fattah untuk mencium tangan papa mereka.

" Ma ... , gak usah buatin Papa teh ya ... , barusan ngopi bareng pak tukang senior di proyek " ujar Fattah pada Ayda.

"Oh ... ,iya Pa " jawab Ayda bergerak melangkahkan kaki, menutup jendela juga pintu yang masih terbuka.

Ingat pesan almarhum kakek , sebelum Maghrib tiba tutuplah rapat - rapat pintu dan kuncilah jendela rumah.

Sampai sekarang tetap ia terapkan pesan almarhum kakek.

" Ma ... " panggil Fattah.

" Iya Pa, ada apa ?" tanya Ayda.

" Bara belum pulangkah dari kampus, aku tak lihat sepeda motornya terparkir di depan atau di gudang " tanya Fattah sambil mengarahkan pandangannya ke kamar Bara.

" Belum ... " jawab Ayda.

Terdengar suara adzan Maghrib berkumandang, Teguh meerapikan semua peralatan belajarnya, diikuti kedua adiknya. Seolah tak mau kalah untuk mendapatkan pujian dari orang tua mereka.

" Alhamdulillah ... anak sholeh, sholehah ... " ujar Ayda selalu memuji tiap kehebatan putra putrinya sekecil apapun.

Tampak wajah cerah, senang , gembira mendengar kata - kata perempuan yang mereka sayangi memuji mereka.

" Ma ... Teguh, pergi berjamaah ke masjid dulu ya ... ".

" Kakak gak berangkat bersama Papa ?" tanya Ayda.

" Enggak Ma ... , aku mau sama teman - teman aku " jawab Teguh sambil berlari keluar dan meletakkan sajadahnya di atas kepala.

" Hati - hati ... " ucap Ayda.

Entah Teguh mendengarkan atau tidak, saat ia berteriak sudah tak tampak bayang tubuh putra sulungnya.

Sementara Fattah masih mandi, Ayda mengambil air wudhu di tempat jemuran baju, di sana terpasang kran, yang memang sengaja dipasang untuk digunakan cuci tangan atau cuci kaki setiap selesai menjemur pakaian.

Ana dan Nissa mengikuti langkah mamanya, berebut mau ikutan wudhu.

Ayda mengajari putrinya pelan - pelan.

Nissa yang selalu bisa berbesar hati , mengalah agar Ana lebih dulu.

" Makasih ya kak ... " ucapan polos seorang Ana buat kakaknya yang ia sayangi membuat rasa bangga , juga terharu saat mereka selalu rukun.

" Sama - sama deek ... " balas Nissa pada adiknya dengan wajah penuh kedewasaan.

" Ayo segera masuk ke dalam dan mengerjakan sholat berjamaah " ajak Ayda pada kedua putrinya.

Ayda mengajarkan sholat berjamaah pada kedua putrinya di rumah. Sementara Fattah berangkat ke masjid menyusul Teguh.

***

Saat pulang dari masjid, sebuah pesan belum terbaca di layar ponselnya dari nama Anita.

// Mas aku minta tolong datanglah ke kios ibuku secepatnya , penting sekali //

Fattah terdiam saat membaca pesan tersebut juga tak membalas pesan tersebut.

Ayda melihat suaminya yang terdiam, ia pun menghampirinya.

" Kenapa Pa ... ?" tanya Ayda sambil mengelus pundak suaminya.

" Sepertinya sedikit gelisah ... ", tambahnya.

" Gak pa pa Ma ... " jawab Fattah sambil memasukkan ponselnya ke dalam kantong celana.

1
Dewi Dama
bosan....
Dewi Dama
bosan ...thorrt..maaf melulu lebih panjang minta vote nya dr jln cerita nya
Dewi Dama
terlalu bilang trimkasih nya bikin bosan dan malas..
R_3DHE 💪('ω'💪)
kalau anita bener pasti dia juga undang ayda
R_3DHE 💪('ω'💪)
emang benar gak da pertemanan yang benar pada perempuan dan laki-laki
Sri Wahyuni
s fattah bkn y introspeksi dri mlh nyalahin s ay oon az
Sri Wahyuni
d bayar pke apa tuuh
Sri Wahyuni
ga usah ngomong sm s ay bu minah percuma krn s ay oon
Sri Wahyuni
knp s fattah lbih memprioritas s anita
Sri Wahyuni
mewek az ay ..bkn y d samperin kali az ada bukti yg konkrit buat gugat cerai
Harmia Nurlindasahril
muda"Han AIDA bahagia tanpa fatta Thoor biarkan fatta nyesal dong thoor
Harmia Nurlindasahril
biarkan AIDA mengapai kebahagiaan dong thoor dan biar fatta nyesal
Harmia Nurlindasahril
AIDA lepaskan ajha fatta dan prgi dri rmh nenek Yati
Harmia Nurlindasahril
buat Fattah nyesal dhong thorr,klw AIDA buat dia bahagia thoor
Alexander
Cerita yg bermakna dan sangat bagus ...
bibi
kurang piuas endingnya😭
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN & FIRST LOVE " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
bibi
njglo fattah
bibi
kenapa seorang istri yg selalu di salahkan,selalu sabar
Rina Nurwaeni
terima kasih ceritanya sangat bagus...di tunggu cerita yang lain👍👍👍😘
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN & FIRST LOVE " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
mentari
kan indra yg memasrahkan indra ke fattah.. gimana sih mereka bertiga ini...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!