NovelToon NovelToon
Permainan Takdir

Permainan Takdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Cintamanis / CEO / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 5
Nama Author: el nurmala

Seorang anak yang mana kehadirannya tidak dikehendaki oleh ayahnya sendiri hanya karena ia terlahir sebagai anak perempuan.

Meydina namanya. Seorang anak yang semasa kecilnya tidak dianggap keberadaannya, kini telah tumbuh menjadi gadis cantik yang sederhana.
Pekerjaannya mempertemukan Meydina dengan seorang pria tampan dan gagah bernama Maliek Putra Bramasta yang merupakan atasannya.

Bagaimana kelanjutan hubungan mereka bila ternyata Meydina dan Maliek ada ikatan saudara?

Bagaimana pula kehidupan Meydina setelah ia disia-siakan?

Apakah hubungan ayah dan putrinya itu akan membaik seiring berjalanya waktu?

--------------

Cerita ini hanya fiksi, jika ada nama, tempat, dan kejadian yang serupa, itu hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el nurmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salman

Happy reading......

Rumah mewah nan megah milik keluarga Bramasta nampak sangat mengagumkan. Namun siapa sangka aura ketegangan sedang dirasa disalah satu sudut ruangan yang ada di rumah itu.

Dihadapan kedua orang tuanya, Maliek sedang terpaku menatap dengan rasa penasaran yang teramat besar. Sedangkan di sisi lain, Bram dan istrinya saling melempar pandangan seakan ada kebingungan untuk memulai.

"Maliek," mama Resty berucap dengan penuh keraguan.

"Salumi itu putrinya Anita," tambahnya lagi.

"Salumi? bukannya Meydina anak tante Anita?" tanya Maliek semakin heran.

"Mama juga nggak tahu persis nama aslinya. Karena memang sejak mereka tinggal di negara asal Salman, sangat jarang mama ketemu sama Anita. Kami bertemu, hanya pada saat Anita berkunjung ke London. Itupun hanya satu atau dua kali."

"Menurut Anita, Salumi itu nama panggilan Salman sewaktu kecil. Salman sangat menginginkan seorang putra jadi ia memanggil putrinya dengan panggilannya sendiri," jelas mama Resty.

"Tapi, Ma. Kenapa Meydina menggunakan nama belakang kakek Brata, bukan nama belakang ayahnya?" Maliek semakin menelisik.

"Kalau itu kami juga nggak tahu," jawab papa Bram.

"Salman sangat membatasi ruang gerak Anita. Kami juga kehilangan kabar tentang dia. Terakhir, kami dengar mereka berpisah, dan om Brata meninggal. Dan itu sudah sangat lama, ada mungkin sekitar tiga belas tahun yang lalu. Sejak saat itu, Anita sangat sulit di ketahui keberadaannya." Lanjut papa Bram menjelaskan.

"Sampai hari dimana kamu membawa gadis itu ke rumah kita," mama Resty memambahkan sambil tertunduk dengan mata yang tergenang.

Melihat mamanya yang menahan tangis, Maliek merasa tidak tega untuk terus bertanya. Ia memutuskan untuk mengakhiri percakapan mereka, dan mencari tahu kelanjutannya dengan caranya sendiri. Terutama sosok Salman, yang menurut cerita mamanya merupakan ayah dari Meydina.

**

"Mommy,, Amie pulang!" ucap Amiera yang mendapati mommynya sedang duduk di sofa di apartemen mewah Alvin, kakaknya.

Kedua wanita beda generasi itu saling berpelukan. Amiera memang sangat dekat dengan Lucy, mommynya.

"Daddy,,," dengan kedua tangan yang terbuka lebar, Amiera berlari kecil menghampiri daddynya.

Dengan ekspresi datar, pria itu hanya menyunggingkan senyum kecil di wajahnya.

"Selamat datang, Tuan. Mohon maaf saya baru datang menyapa," ucap Aldo membungkuk hormat pada tuannya.

Aldo merupakan orang kepercayaan seorang Salman Al-Azmi. Pria timur tengah yang namanya sangat di elu-elukan di dunia bisnis, terutama di negara asalnya.

Selain dikenal 'bertangan dingin', pria itu juga dikenal 'berhati dingin." Tatapan dinginnya, mampu menciutkan nyali para pesaingnya.

"Aldo, bagaimana tugas kamu? sudah ada hasil?" tanya Salman saat mereka sudah berada di ruang kerja Alvin.

"Sudah Tuan," jawab Aldo.

"Hmmm..."

"Tuan, malam ini ada undangan dari Bramasta Corp, yang akan di adakan di hotel xxx," ujar Aldo.

"Hmm..."

"Apa daddy akan menghadirinya?" tanya Alvin yang tiba-tiba sudah berdiri di pintu masuk ruangan tersebut.

"Entahlah. Kamu tanyakan mommymu," jawab Salman.

"Aldo, nanti malam kamu standby disini untuk mengantar orang tuaku!" perintah Alvin.

Sebagai salah satu orang kepercayaan Salman, selama ini Aldo di tugaskan mendampingi Alvin dalam menjalankan perusahaannya.

Aldo hanya mengangguk hormat pada Alvin, lalu pamit meninggalkan ruangan tersebut.

"Tunggu Alvin!" ujar Salman datar dan terkesan dingin.

Alvin menghentikan langkah kakinya yang akan meninggalkan ruangan itu, dan berbalik menghadap daddynya.

"Ada apa, Dad?" tanya Alvin sambil menghampiri.

"Kamu benar-benar tidak becus menjalankan perusahaan ini," ucap Salman tegas.

"Apa kamu ingin menghancurkan bisnis yang sudah susah payah aku bangun, haaah?" tambahnya lagi.

Alvin hanya memandang dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Daddy tahu aku tidak berminat di bidang ini. Dan lagi, perusahaan baik-baik saja. Apa masalahnya? Aku sudah berusaha semampuku, Dad," ucap Alvin.

"Berusaha?? Jadi hanya sampai disitu kemampuanmu? Perusahaan baik-baik saja karena ada Aldo yang menanganinya. Sedangkan kamu, apa yang sudah kamu perbuat untuk kemajuan perusahaan?"

Alvin menghela nafas dalam.

"Untuk apa Alvin berjuang memajukan perusahaan? Itu perusahaan daddy, itu bisnis daddy. Dan Alvin cukup tahu diri untuk tidak menginginkannya sedikitpun."

"Karena ada yang lebih berhak, Dad," gumam Alvin dalam hatinya.

Tidak ada jawaban dari pria yang tengah duduk di kursi yang berada dibelakang meja kerja Alvin. Hanya tatapan mata yang mengarah tajam pada putra yang menjadi lawan bicaranya.

***

Meydina sedang terpaku, memandang sosok wanita cantik yang ada di hadapannya. Mengenakan gaun dengan model sabrina yang elegan namun tidak terlalu terbuka.

Wanita itu tampak sangat mempesona. Leher jenjang dengan kulit putih mulusnya terpampang jelas membuat siapapun yang melihatnya hanya bisa menelan salivanya.

Ia tersenyum menatap pantulan wajahnya sendiri. Sosok yang sangat berbeda dari Meydina yang biasa saja. Polesan make-up yang tidak terlalu tebal, menjadikan penampilannya semakin sempurna.

Gaun milik ibunya itu sangat pas di tubuhnya. Ukuran tubuhnya yang lebih tinggi dari ibunya membuat baju itu sangat sexy menempel di tubuhnya. Gaun itu sangat indah, dilihat dari bahannya sepertinya itu gaun yang mahal. Mungkin itu sebabnya, ibunya masih menyimpan gaun itu dengan sangat baik.

Gaun itu hanya satu diantara beberapa gaun yang diberikan ibunya pada Meydina. Terselip rasa ingin tahu di hati Meydina tentang bagaimana kehidupan ibunya di masa muda. Mengingat dulu, untuk membayar biaya rumah sakit, ibunya menjual perhiasan yang dimilikinya. Seingat Meydina, perhiasan itu sangat indah.

"Ini akan jadi yang pertama dan terakhir," ucap Meydina lirih.

Ia akan mengundurkan diri setelah semua ini selesai. Mungkin itu juga yang membuatnya ingin memberikan penampilan yang terbaik agar berkesan.

"Maliek," ucapnya lirih dengan tatapan yang kosong.

Ia akan berpisah dengan pria itu. Pria yang mencuri ciuman pertamanya, pria yang membuatnya berdebar saat membayangkan tatapan sayunya.

Pria yang belakangan ini mengganggu pikirannya, yang telah berhasil menguasai alam bawah sadarnya. Hanya dengan mendengar suaranya saja sudah mampu membuat hatinya bergetar.

Tok..tok...

"Mey!" panggilan ibunya membuyarkan lamunan Meydina.

"Eh, i.. Iya Bu," Meydina tergagap.

Ibu Meydina tampak terseyum menghampiri.

"Cantiknya putri ibu," ucap ibu Anita terpukau.

Meydina tersenyum malu,

"Ini karena gaun ibu yang cantik."

"Ya karena yang pakainya cantik dong," godanya.

"Siapa dulu ibunya?" ucap meydina sambil memeluk tengkuk ibu Anita.

"Udah selesai belum? cepetan!! kasihan yang nunggu di depan," ucap ibunya yang kemudian berlalu keluar meninggalkannya.

"Siapa yang nunggu? perasaan nggak janjian sama siapapun?" gumam Meydina.

Setelah memastikan sekali lagi penampilannya yang sempurna, Meydina menyambar sling bag yang berada diatas nakas serta memakai high heelnya lalu berjalan keluar kamarnya. Ia penasaran ingin tahu siapa yang telah menunggunya.

---------------

Hai, readers....

Penasaran nggak siapa yang menunggu Meydina?

Di tunggu episode selanjutnya yaaa🤗

Jangan lupa tinggakkan jejak kalian👍

1
Jenni Susi
baca ulang😄
Endang Sulistia
bagus ceritanya
Endang Sulistia
Alvin sama kayak ayahnya Evan...celup duluan sblm nikah
Endang Sulistia
anita udah rindu bnget Ama mas fahrinya ..
Endang Sulistia
Fahri suami dan ayah yg baik....
Endang Sulistia
baguslah dah bertindak si Salman...daripada diem diem aja..
Endang Sulistia
dasar pelit....
Endang Sulistia
kenapa si Anton g dimusnahkan Ama si Salman..kan jadi parasit sekarang...
Endang Sulistia
Salman dah tau ada ular di rumahnya masih aja g di usir...
Endang Sulistia
kenapa gak si usir si Lucy nya Salman bego....
Endang Sulistia
🤣🤣🤣👍👍👍
Endang Sulistia
kepedean...
Endang Sulistia
pak Bram sama namanya dengan nma ayahnya malik Thor...
Sri Ariyanti
good story
momtikita
Luar biasa banget ceritanya
Mugi
gabut nih,,baca ulang lg ahh
Airin Moo
aku suka cerita setiap babnya😍
baru nemu novel kayak gini biasanya setiap bab alur dan penulisannya seakan berada cerita in,,,semangat thor💪🏼💪🏼
kirim bungga sekobong❤️❤️
Vivo Smart
tapi nggak kamu sayangi sejak kecil padahal dia nggak salah apa-apa, padahal dia buah cinta mu dgn istrimu
Vivo Smart
tu tau
orang baru aja jadian lagi sayang sayangnya kok mau dipisahin 😁
Vivo Smart
(ada ya sahabat nggak tau sama adik sahabatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!