NovelToon NovelToon
Madu Pilihan Ibu

Madu Pilihan Ibu

Status: tamat
Genre:Poligami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:205.9k
Nilai: 5
Nama Author: AniitaLee_

Tahun pertama pernikahanku bersama mas Abim kehidupan kami sangat harmonis dan bahagia, manakala diriku sudah mengandung buah hati dari cinta kita.
Tapi siapa sangka, tahun kedua pernikahanku di landa badai yang amat dasyat saat aku melahirkan seorang putri cantik yang justru di benci oleh ibu mertuaku yang menginginkan seorang penerus berjenis kelamin laki-laki.

Siapa sangka, diam-diam suamiku telah menikah dengan mantan sahabatnya. Yang merupakan wanita pilihan ibunya. Dan ibu mertuaku memintaku untuk menerima pernikahan kedua suamiku dan madunya itu.

Apakah yang harus aku lakukan? Bertahan atau melepaskannya? Ikuti kisahku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AniitaLee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Remaja Somplak

Keesokkan harinya...

Hari ini Inara hendak membawa putrinya ke rumah sakit untuk mendapatkan imunisasi pertama sekalian kontrol diri usai melahirkan. Karena Abim tidak bisa menemaninya, terpaksa Inara datang seorang diri dengan naik mobil daring.

Sampainya di rumah sakit Inara langsung membayar ongkos perjalanannya sesuai yang sudah tertera di aplikasi. Lalu ia segera memasuki halaman rumah sakit. Saat Inara hendak mengambil buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) miliknya tanpa sengaja ia menyikut lengan seseorang di sampingnya.

Karena ulah Inara, beberapa berkas dan dokumen yang orang itu pegang pun jatuh berserakan di lantai koridor rumah sakit.

“Maaf...maaf, saya terburu-buru sampai tidak sengaja membuat barang anda terjatuh. Biar saya ambilkan!”

Belum sempat Inara menunduk untuk mengambil dokumen yang jatuh itu, sebuah lengan kekar menahan gerakannya.

“Sudah, biarkan saya saja yang mengambilnya. Anda sedang membawa bayi pasti akan kesulitan,” ujar suara pria itu mencoba mendahului Inara yang hendak mengambil dokumen-dokumen miliknya.

“Ah, iya maafkan atas sikap tidak sengaja saya ya dok,” balas Inara begitu menyadari ia baru saja menabrak seorang dokter yang terlihat jelas dengan jas putih kebesaran.

“Tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi.”

Pria berkacamata itu berlalu meninggalkan tubuh Inara yang masih mematung di tempat. Bukannya terpana, namun rasa-rasanya Inara kembali teringat akan seseorang setiap bertemu dokter muda berkacamata itu. Namun berungkali Inara mencoba menepisnya.

Sudah 2 kali pertemuan namun Inara belum mengetahui siapa nama dokter muda itu. Karena Inara merasa pernah mengenal pria itu seperti temannya di masa lalu. Namun itu sudah sangat lama, sudah 12 tahun yang lalu.

“Tidak mungkin ia Indra, Indra kan tidak sejenius seperti seorang dokter,” gumam Inara sambil mengingat nama pemuda yang pernah dekat dengannya beberapa tahun lalu sebelum akhirnya pemuda itu pindah sekolah dan hubungan mereka terputus selamanya.

“Lebih baik aku segera ke resepsionis pasti sudah mengantri ini di ruang polinya, huft!”

Inara pun melangkah menuju meja resepsionis yang ada di hadapannya. Dan benar saja ia mendapat nomor antrian ke-20. Itu nomor antrian yang cukup lama bagi Inara. Sampainya di depan ruang poli ibu,anak dan kandungan, beberapa wanita sudah berjejer memenuhi kursi-kursi tunggu di lorong itu.

Ada ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, ibu-ibu paruh baya. Bahkan mengejutkannya lagi ada anak-anak remaja. Inara menengok sekali lagi ke arah pintu ruangan itu.Tapi benar, di sana tertuliskan ruangan poli ibu, anak dan kandungan.

Pantas saja lorong itu sangat ramai karena sepertinya dokter yang memeriksa di dalam mempunyai pekerjaan rangkap. Inara cukup terheran-heran, karena baru kali ini ia melihat poli ibu dan anak di satukan dengan poli kandungan.

Dan lebih mengherankannya lagi anak remaja yang berada di samping Inara. Karena penasaran, Inara mencoba mengulik maksud tujuan dua remaja itu ikut mengantri di poli itu. Mengingat mereka tidak membawa bayi, bahkan seperti belum memiliki bayi terlihat dari tubuh mereka yang masih ramping.

“Dek, kenapa mengantri di poli ini? Adek hamil ya?” tanya polos Inara sambil berbisik.

Sontak kedua remaja itu terkejut akan pertanyaan Inara barusan. Namun beberapa detik setelahnya, kedua remaja itu tersenyum malu. Inara semakin merasa aneh dengan sikap kedua remaja itu.

“Kita tidak hamil kak tapi kita mau USG,” terang salah satu remaja itu.

“USG? Memangnya kenapa? kalau tidak hamil kenapa harus USG?” cerca Inara yang begitu sangat penasaran akan kehadiran remaja-remaja yang jelas menambah antrian semakin panjang dan lama.

“Gini kak, siklus haid kita kan nggak lancar tuh. Kata dokter umum, kita harus USG barang kali ada sesuai yang bikin siklus haid jadi abnormal. Takutnya ada miom atau sejenisnya ya kak gitu deh kak,” tutur remaja itu menjelaskan.

Setelah mendengar penjelasan dari remaja itu Inara jadi manggut-manggut. Bahkan diam-diam Inara merasa malu sendiri. Inara tidak pernah kepikiran kalau dokter kandungan juga memeriksa keluhan seperti itu juga. Inara baru mengetahuinya sekarang.

“Kalau kakak, mau periksa dedeknya ya? Dedeknya kenapa sakit?” tanya remaja sambil memperhatikan baby Jelita yang masih tertidur pulas di pangkuannya.

“Tidak, kakak cuma mau imunisasi sambil kontrol habis melahirkan saja.”

“Oh, begitu kak. Sendirian saja? Dimana suaminya kak?”

“Suami kakak sedang kerja, jadi pergi sendirian saja.”

“Oh begitu rupanya. ihh..Lucunya, cantik banget dedeknya kak.”

“Gimana tidak lucu, lihat mamanya aja bening berkilau seperti berlian.” sahut temannya yang lain.

“Kalian bisa aja.” Inara pun tersipu malu mendengar pujian dari kedua remaja itu. Karena biasanya, anak-anak seperti mereka selalu jujur soal menilai penampilan.

“Kak namanya siapa?”

“Inara panggil Ina saja juga boleh,” sahut Inara ramah.

“Namaku Bela. Eh..Kak Ina, tahu nggak dokter yang di dalam itu guanteng maksimal tahu loh kak. Udah ganteng, ramah lagi. Kayaknya aku pengen segera hamil biar di periksa sama dia deh,” ujar salah satu remaja yang mengaku bernama Bela dengan konyolnya.

“Husst! Tidak baik hamil sebelum menikah itu dosa namanya. Sekolah dulu aja yang bener, memang kalian bisa ngurus bayi kicik seperti ini? Tidak gampang ya.”

“Hehe, belum sih kak. Kita hanya bercanda kok. Bela emang agak setengah gila kak kalau ngomong suka melantur nggak jelas,” sahut teman wanita bernama Bela itu.

“Ngawur! Masak kamu ngatain aku setengah sih? Kalau begitu kamu seperempat dariku. Kamu kan yang punya ide ngajakin aku kesini buat ketemu dokter ganteng kan, upss!” Bela pun keceplosan mengatakan maksud tujuan sebenarnya.

Inara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan mendengar perdebatan konyol antara kedua remaja yang sama-sama somplaknya. Belum menikah tapi pengen hamil, emang hamil seenak nyemil rengginang apa? Mereka tidak tahu aja sulitnya jadi ibu hamil seperti apa. Batin Inara dalam hatinya sambil tersenyum.

Karena asyik mengobrol dengan kedua remaja yang baru ia temui, membuat Inara seakan merasa melupakan waktu. Hingga tanpa terasa kini tiba giliran namanya di panggil oleh suster yang bertugas.

“Adek Jelita Putri Erlangga!”

“Iya sus.”

Inara pun mengekori suster itu untuk masuk ke dalam ruangan pemeriksaan. Dan sampainya di dalam betapa terkejutnya Inara, ternyata dunia ini begitu sempit tak lebih lebar dari selembar daun kelor.

Bersambung...

Kira-kira Inara bertemu dengan siapa ya? Boleh lanjut di kolom komentar..🤗

1
Erna Lubis
good jub
Nur Lela
luar biasa
Lee: Terima kasih sdah brkenan mampir di novel saya ya kak 🤗
total 1 replies
Yenisia Afila
sepertinya kerjaan papahnya bela
Ruzita Ismail
Luar biasa
Lee: Terima kasih banyak sdh brkenan mampir di kisah Inara ya kak 😍
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Happy Ending
Selamat buat Inara dan Indra pny anak kembar dan jelita
Atmita Gajiwi
/Determined//Kiss//Rose/
Lee: Terima kasih bnyak utk 🌟 limanya kak...sehat selalu serta lncar rezekinya...😘😍
Jika brkenan mau ampir jg di novel otor yg baru ya kak ..🤗
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Selamat inara udh hamil anak Indra
DinDut itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Wah Inara keren bs membunuh mereka yg telah membuat hidup nya seperti itu
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ternyata Abian dan pak karno dalang di balik semuanya
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Pasti krj Abian tuh
Inara hrs mengusut sampai tuntas
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Buk Retno aja yg meninggal Indra jgn
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Jujur Ry takut novel sad ending kyk Gaby Kk bust
efridaw995@gmail.com
kapan bahagia nya Inara Thor masa mo di tinggal selama sama Indra
klo indra tidak selamat malas lanjut baca nya
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
aduh duh konflik blm selesai juga ya Kk
DinDut Itu pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Akhirnya Indra dan Inara unboxing juga
Buk Retno bnr2 pembuat masalah nih
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Iya Kk usahakan tamat biar fokus nulis novel baru
total 2 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Pasti Bian yg bawa buk Retno sampai kesana
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
Lee: Makasih banyak ya Ry, maaf blum smpet mampir lg dkaryamu Ry.. 🙏
total 1 replies
Aerik_chan
support sistem dari suami dan keluarga sangat dibutuhkam
Aerik_chan
woylah sahabat macam apa itu, tidur seranjang...ini lagi praktek biologi apa???
Omah Tien
lasada suka gangu lg asik kalau mau kita bisa cari ko
Omah Tien
lasada bikin pusi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!