𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙄𝙂 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍!!
𝐫𝐚𝐬_𝐛𝐲_𝐚𝐫
Pada akhir zaman yang sudah bobrok, sebuah ledakan jatuh dari langit menyebabkan ledakan besar yang membuat manusia-manusia perlahan-lahan berubah menjadi Zombie.
Lilyana seorang wanita gemuk yang selalu di hina itu di serang Zombie saat pulang dari liburan nya di kampung, dengan pemukul base ball di tangan nya ia membunuh semua Zombie itu namun setelah nya..
Ting!
"𝘛𝘦𝘳𝘥𝘦𝘵𝘦𝘬𝘴𝘪 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘶𝘢𝘵, 𝘓𝘪𝘭𝘪𝘺𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘺𝘴𝘵𝘦𝘮 AAA5? "
[𝘠𝘢] [𝘕𝘰]
Dengan kekuatan System terhebat yang mengajari nya menjadi sosok kuat yang baik namun kejam ia melawan dunia yang hampir runtuh dengan bantuan dari para pemegang system lainnya.
________
Bukan Author pro hanya seseorang yang kelebihan imajinasi dan menuangkan nya dalam kalimat kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Become a Hero on Doomsday 21
Tentu Lily tak tinggal diam melihat Ibu nya yang akan di pukul, ia langsung maju dan menahan pukulan itu dengan tangan nya.
BOM!
Mereka semua terkejut dan tidak percaya, Lily gadis bertubuh mungil itu mampu menahan pukulan dari Ical, laki-laki terkuat di desa mereka.
Lily kemudian menggerakkan jari nya dan alhasil Ical, laki-laki itu terpental ke belakang dengan mengaduh kesakitan.
Melihat putra nya yang terluka oleh Lily, maka kepala desa langsung turun tangan.
"Lily, berani-berani nya kamu menyakiti Ical" ucap kepala Desa marah.
"Dan berani-berani nya Ical ingin menyakiti Ibu saya." Balas Lily dengan tatapan dingin nya, membuat hawa di sekitar juga ikut dingin. Semua orang merasa tertekan.
"Ical sudah benar, dia ingin menghukum Ibu mu yang pelit tidak memberikan makanan! " Sanggah kepala Desa.
"Anda juga pelit tidak memberi saya makan tadi dan lagi ini makanan saya, jadi jangan sakiti Ibu saya! " Tekan Lily.
"Hei Lily! Kamu dan keluarga kamu itu menumpang untuk mengungsi di sini! Jadi kamu jangan pelit! " Sentak kepala Desa bertambah marah Lily berani membalas semua ucapan nya.
Lily menghelai napas nya mencoba sabar, ia tak tega melihat keluarga nya juga tertekan karena kekuatan yang tak sengaja ia keluar kan sangat marah.
"Anda ingin makanan? Boleh saja, minta lah dengan baik-baik." Ucap Lily, dengan berpikir jika (Yang waras ngalah).
"Untuk apa meminta, semua yang ada di sini itu kekuasaan saya. Jadi serahkan semua makanan nya! " Perintah kepala desa begitu angkuh.
Lily sangat geram, ingin sekali memukul orang tersebut.
"Cukup! "
Tuan Patrus yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.
"Lily, ayo kita pergi saja dari sini. Kita cari tempat lain." Ucap Tuan Patrus.
Bingo!
Itulah yang Lily inginkan.
"Iya nak, kita pindah saja." Dukung Ibu Merina dan di angguki Tito.
"Ingin pindah boleh saja, tapi serahkan dulu makanan kamu! " Ucap kepala Desa.
"Huh, atas dasar apa. Kami tidak akan tinggal di sini lagi " Ucap Lily, seiring dengan Ibu nya yang berkemas.
"Kamu! " Kepala desa kehilangan kesabaran, ia mendekat ingin melampiaskan amarah nya pada Lily.
"Ingin memukul ku? Coba saja! Jika kamu ingin hal serupa seperti putra mu terjadi padamu! " Ancam Lily.
Kepala desa terdiam, ia jadi berpikir dua kali. Akhirnya ia hanya mengumpat kasar.
"Bedebah sialan! Pergi sana! Jangan ke sini lagi! Pergi sana! Semoga kalian di makan zombie! " Ucap Kepala Desa.
"Kami memang akan pergi kok, tapi... Sikap mu itu sungguh tidak mencerminkan seorang pemimpin. Kau hanya mementingkan diri sendiri, otoriter dan merugikan orang lain!
Warga semua nya, jika warga semua sudah tidak sanggup dengan sikap kepala Desa yang otoriter maka ayo kita pergi bersama! " Ucap Lily, yang sebenarnya ia juga merasa kasihan kepada mereka semua.
Sementara warga, mereka semua terdiam. Berpikir bagaimana berikut nya jika mereka pergi. Ini merupakan tempat paling aman di desa ini karena sudah di beri jimat pelindung.
Tak ada yang menjawab, walaupun mereka sejujurnya sudah tidak tahan dengan sikap kepala Desa yang semena-mena namun mereka juga harus tetep bertahan hidup.
"Hahahaha, lihatlah! Semua nya tidak akan ada yang percaya dengan gadis kecil seperti mu! Jika kalian keluar maka kalian akan di makan zombie! " Puas kepala Desa karena tak ada yang menjawab.
Namun saat Lily akan pergi, seorang Ibu-ibu mengangkat tangan nya. "Lily, Ibu ikut! "
Dia adalah Ibu Lesti, seorang janda anak satu yang bertetangga an dengan Lily.
Akhirnya mereka pun pergi, Lily hanya menyayangkan mereka semua. Ia juga tak bisa menyalahkan karena mereka mementingkan keselamatan mereka.
Lily mengajak mereka pergi ke rumah mereka.
"Apa di sini tidak berbahaya Nak? Rumah kita dekat dengan jalan utama. Ibu takut rumah ini lebih berbahaya." Ucap Ibu Merina.
"Iya Nak, Lebih baik kita tinggal di pohon saja. Zombie tidak bisa naik pohon." Ucap Tuan Patrus.
Lily menggeleng dan tersenyum lembut.
"Tidak Ayah, Ibu. Kalian tenang saja, rumah kita sudah di pasang jimat pelindung Zombie jadi aman. Kebetulan jimat ini di beri oleh teman ku, dia juga sama seperti penjaga desa." Ucap Lily yang sudah menyiapkan alibi nya, dan penjaga desa? Itu sebutan untuk Alex dkk.
"Begitu ya, syukur lah." Ucap mereka.
Akhirnya mereka masuk begitupun dengan tetangga mereka yang ikut pergi, sebelum masuk Lily memasang kan jimat tembus pandang kebenaran. Yang berarti rumah ini tidak akan terlihat oleh orang yang berhati jahat dan sebaliknya.
*
*
*
Sedikit perkenalan + Visual.
Xavier Zalendra.
21 Tahun
Level King tingkat menengah (namun kekuatan tertahan dengan racun)
Sistem : AA6 (Tingkat atas)
RION
20 Tahun
Level Commander tingkat 3
Sistem : C6 (Tingkat Menengah)
Lion
20 Tahun
Level Commander tingkat 2
Sistem : C6 (Tingkat Menengah)
Alexandria Chu
20 Tahun
Level Commander tingkat 5
Sistem B6 (Tingkat Menengah)
*
*
*
SHEEESH~ SHEEESH~
B. A. B. Y. M. O. N