NovelToon NovelToon
Bencana Sihir

Bencana Sihir

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Tentang Ulama, di benak Tumang ialah seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan. Tanpa sayu, parau dan Lelah memberikan nasehat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya. Seperti perkataan Malaikat Jibril, “Ulama adalah Pelita dunia dan akhirat.”
Selain berkelana mencari dambaan hati, Tumang juga selalu berusaha memperbaiki diri dan berusaha sabar, Ridha dengan apa yang di dapat dari karunia Allah serta selalu berbuat Kebajikan. InsyaAllah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Redup

Kaki yang terkena gesekan benda tajam tanpa alas itu tetap berjalan membawa tubuh Paijo. Tumang mempercepat jalan sambil melemparkan pandangan mencari tempat bersembunyi yang aman. Tiba- tiba, dia berhenti karena melihat Cahaya obor dari celah pepohonan.

"Tum, ada apa kok berhenti?" tanya Boy.

"Ya ampun, aku kok tulalit banget ya? Boy kan udah meninggal. Dia satu saung sama aku. Jadi Boy yang sekarang di belakang ku ini Boy siapa?" gumam Tumang.

Memutar tubuh melihat penggambaran Boy yang bertubuh gemuk. Boy menghilang di ganti tipuan angin kencang. Tumang yang cukup kelelahan dan ketakutan segera berlari dengan mempererat tangan meminggul tubuh Paijo.

"Paijo! Kamu kok diem aja sih?" kata Tumang yang semakin gusar.

Mereka melihat bayangan hitam di belakang pohon besar. Suara desiran angin semakin menyeramkan. Tumang dan Paijo merasa seperti terjebak dalam labirin kegelapan yang tak berujung. Namun, ketika mereka mendekati bayangan itu, mereka menemukan sesosok makhluk tak terlihat dengan mata manusia.

Mereka merasa nafas mereka tercekik oleh udara yang terasa semakin berat, seolah-olah ada sesuatu yang menekan mereka dari segala sisi. Suara-suara aneh mulai menggema di sekitar mereka, suara-suara yang tidak manusiawi, seperti desisan angin berpadu dengan raungan makhluk tak dikenal.

Paijo merasakan sesuatu merayap di kulitnya, seolah-olah ada ribuan serangga kecil yang bergerak di bawah permukaan kulitnya. Tumang mencoba menarik Paijo menjauh, tetapi kakinya seperti terjebak dalam lumpur hitam yang tak terlihat.

Seketika, langit yang sebelumnya gelap mulai berwarna merah menyala, memberikan sentuhan mengerikan pada pemandangan di sekitar mereka. Pohon-pohon seakan hidup, menjulurkan cabang-cabangnya yang tampak seperti tangan mencoba meraih mereka.

Paijo dan Tumang berusaha berlari menjauh dari kegelapan yang semakin mencekik mereka, tetapi seolah-olah tanah di sekitar mereka menarik mereka kembali, memaksa mereka untuk tetap berada di tempat yang sama. Setiap langkah yang mereka ambil terasa seperti melawan arus yang tak terlihat namun kuat.

Mereka mencoba untuk saling menarik satu sama lain, tetapi tangan mereka terasa lemah dan hampa, seakan kekuatan mereka telah dihisap habis oleh kegelapan itu sendiri.

Tiba-tiba, sebuah suara serak menggema di udara, menusuk telinga mereka dengan kekerasan yang membuat mereka merasa seperti terguncang dari dalam. "Kalian tidak bisa kabur dari sini," desis suara itu, suatu ancaman yang terasa begitu nyata dan mencekam.

Paijo dan Tumang merinding, hati mereka berdegup kencang dalam ketakutan. Mereka sadar bahwa mereka telah terjebak dalam permainan yang jauh lebih gelap dan mengerikan dari yang pernah mereka bayangkan. Tidak ada cahaya yang dapat menembus kegelapan ini, tidak ada harapan yang tersisa.

Sementara itu, Tumang terdiam, terpaku dalam ketakutan yang tak terlukiskan. Dia merasa seperti diambang jurang kematian, di dalam alam yang gelap dan mengerikan ini, tanpa ada siapa pun yang bisa membantu mereka.

Dalam keheningan yang mencekam, Tumang mendengar suara langkah kaki yang mendekat, langkah yang terdengar seperti getaran di dalam tanah. Dengan perlahan, sesosok bayangan muncul dari kegelapan, menghampiri mereka dengan gerakan yang lambat dan mengancam.

"Kalian telah mengganggu ketenangan kami," suara itu bergema melalui udara, menembus hati Tumang dengan ketakutan yang mematikan. "Kini kalian akan membayar harga yang pantas."

Tumang mencoba menarik Paijo yang pingsan menjauh, tetapi kekuatannya telah habis, dan tubuh Paijo terasa begitu berat baginya. Dia merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk yang tak kunjung berakhir, dihadapkan pada kengerian yang tak terbayangkan.

Seketika, cahaya merah menyala kembali memenuhi langit, menciptakan suasana yang semakin mencekam. Tumang merasa seperti tenggelam dalam gelombang ketakutan yang menghantui pikirannya, tanpa ada harapan untuk menyelamatkan diri.

Dengan gemetar, Tumang mencoba mengucapkan surah pendek yang dia ingat dengan sekuat tenaga. Suaranya terdengar gemetar dan terputus-putus, tetapi dia tetap bertekad untuk mengusir makhluk-makhluk jahat itu dari hadapannya.

Namun, reaksi makhluk-makhluk itu terhadap mantra itu tidak seperti yang dia harapkan. Mereka malah terlihat semakin marah dan ganas, seolah-olah bacaan surah itu hanya membuat mereka lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melampiaskan kemarahan mereka.

Tumang merasa keputusasaan merayap di dalam dirinya. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi. Tubuhnya terasa lemah dan pikirannya dipenuhi oleh ketakutan yang tak terlukiskan.

Tiba-tiba, terdengar suara sayup dari kejauhan. Suara itu semakin mendekat, menjadi semakin jelas. Ternyata itu suara nyanyian yang tenang dan menenangkan. Dan entah bagaimana, suara itu membuat ketakutan dalam diri Tumang sedikit demi sedikit mereda.

Dengan perlahan, Tumang menemukan kekuatan untuk bangkit. Dia melangkah maju, membawa tubuh Paijo yang masih pingsan, menuju arah suara itu. Dan ketika mereka sampai di tempat asal suara itu, mereka melihat seorang wanita tua dengan wajah lembut sedang duduk di depan api unggun, menyanyikan lagu-lagu lawas yang penuh dengan kekuatan magis.

Wanita itu menoleh ke arah mereka, senyum lembut terukir di wajahnya. "Kalian dalam bahaya besar," katanya dengan suara yang lembut namun penuh dengan kebijaksanaan. "Tetapi jangan khawatir, kalian aman di sini. Tetaplah bersama saya, dan bersama-sama kita akan menghadapi kengerian ini."

"Tidak! Ini pasti tipu muslihat setan untuk menyesatkan manusia agar mempercayai mereka" batin Tumang.

Namun, dia sangat khawatir melihat Paijo. Tepukan dari belakang hampir membuat Tumang menjerit kencang. Nek Sirih mengagetkan, wajahnya mengerikan di celah bias Cahaya obor yang di pegang di belakang tubuhnya.

"Nek Sirih..."

"Kalian ngapain? Apakah kini kau mau jadi penghuni abadi pemondokan yang telah lama tidak berpenghuni ini?" ucap Sirih dengan mendengus.

"Tolong kami nek, teman ku ini pula sedang sakit."

"Kau yakin dia hanya sakit? Tidak kah kau lihat bekas cakaran ini akan mengantarkan nyawanya di lubang kematian?" Sirih mengamati luka Paijo yang semakin membusuk.

Tumang merasa kebingungan. Dia tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Di satu sisi, dia ingin mempercayai Nek Sirih dan berharap bisa mendapatkan bantuan untuk menyelamatkan Paijo. Namun, di sisi lain, dia juga merasa ragu akan niat sejati Nek Sirih dan apakah mereka bisa benar-benar aman di tempat ini.

Sementara itu, Paijo semakin memburuk. Wajahnya pucat dan tubuhnya terasa semakin dingin. Tumang tahu bahwa mereka tidak punya waktu lagi. Mereka harus segera mengambil keputusan.

"Tolong, Nek Sirih," ucap Tumang dengan suara gemetar. "Kami butuh bantuanmu. Kami tidak tahu harus kemana lagi."

Nek Sirih mendelikkan matanya, tetapi kemudian dia mengangguk dengan lambaian tangan yang singkat. "Baiklah, ikuti aku," ucapnya dingin.

Tumang segera mengangkat tubuh Paijo yang lemas dan mengikuti langkah Nek Sirih. Mereka berjalan melewati pepohonan yang semakin gelap, diikuti oleh suara desiran angin yang menakutkan.

Setelah beberapa saat, mereka tiba di sebuah pondok tua yang tersembunyi di dalam hutan. Pondok itu terlihat seperti telah lama ditinggalkan, tetapi masih terasa hangat dari api unggun yang menyala di depannya.

"Nek Sirih, apa ini tempat yang aman?" Tumang bertanya ragu.

Nek Sirih hanya mengangguk singkat. "Ini tempat yang terbaik yang bisa kubuat untuk kalian. Sekarang, kita harus berusaha menyembuhkan Paijo secepat mungkin sebelum terlambat."

Dengan hati yang penuh kecemasan, Tumang dan Nek Sirih membawa Paijo ke dalam pondok. Mereka tahu bahwa tantangan yang lebih besar masih menanti mereka, tetapi mereka harus tetap bersatu dan berjuang melawan kegelapan yang mengancam untuk mengambil mereka.

1
Sipah
👍
Cika
pendukung setia Tumang
Orchid
menyala boss Que 🔥🔥🔥🔥/Angry//Angry//Angry//Angry/
Gofar
orang ganteng nggak takut hantuuu
Titian 🌹
⭐⭐⭐⭐⭐
Zero
terseret dalam aliran yang gelap dan mencekam, dihadapkan pada misteri dan ketegangan yang tak terduga. detail-detail yang menggigit, dan saya merasakan adrenalin memuncak saat mengikuti petualangan karakter-karakter yang menghadapi ancaman supranatural. Tidak hanya itu, tetapi juga terpesona oleh pengembangan karakter yang mendalam, yang membuat saya merasa terhubung dengan perjuangan dan ketakutan yang mereka alami. Bahkan setelah cerita berakhir, bayangan-bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang terus memikirkan apa yang benar-benar terjadi di balik setiap kejadian. Ini adalah pengalaman membaca yang lengkap dan memuaskan bagi penggemar cerita horor, dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang penulis akan ciptakan selanjutnya.
Senam santai klub 🍸👯🎶
Sungguh, tak ada kata-kata yang bisa cukup untuk menggambarkan betapa dramatis dan memikatnya cerita ini! Setiap halaman dipenuhi dengan emosi yang menggebu-gebu, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang penuh dengan intrik dan konflik yang mendalam. Ketegangan antara karakter-karakter utama begitu kuat, dan konfrontasi-konfrontasi yang mereka hadapi memompa adrenalin saya hingga mencapai puncaknya. Saya merasa seperti sedang menonton drama epik yang dipenuhi dengan kegembiraan, kesedihan, kebencian, dan cinta yang begitu kuat sehingga membuat saya terhanyut dalam lautan emosi yang tak terduga. Tidak hanya itu, tetapi penulis juga berhasil menghadirkan latar belakang yang begitu kaya dan mendalam, memperkuat konflik internal dan eksternal yang dihadapi oleh setiap karakter. Saya bisa merasakan intensitas dari setiap keputusan yang mereka buat dan konsekuensi yang harus mereka hadapi sebagai akibatnya. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus terpikat oleh cerita ini, memikirkan tentang nasib para karakter dan pertempuran-pertempuran yang mereka lalui. Ini adalah salah satu karya yang akan saya simpan dalam ingatan saya untuk waktu yang sangat lama, sebagai pengingat akan kekuatan cerita yang bisa merangkul dan memukul jiwa manusia. next up
crafmay💠
Saya tidak bisa menahan napas saat membaca cerita ini! Dari awal hingga akhir, ketegangan dan rasa takut terus menggigit saya, membuat saya terjebak dalam aliran cerita yang gelap dan mencekam. Setiap adegan diisi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Penulis berhasil menciptakan atmosfer yang begitu tebal sehingga saya bisa merasakan kehadiran kegelapan di sekeliling saya bahkan ketika saya hanya membaca kata-kata di atas kertas. Saya juga sangat terkesan dengan karakter-karakter yang begitu kompleks dan mendalam. Mereka tidak hanya menjadi korban dari cerita horor ini, tetapi juga memiliki lapisan-lapisan emosi dan kehidupan yang membuat saya merasa terhubung dengan mereka. Bahkan setelah cerita berakhir, saya masih terus memikirkan tentang dunia yang telah diciptakan oleh penulis, mencoba mencerna semua twist dan plot twist yang mengguncang ekspektasi saya. Ini adalah salah satu pengalaman membaca yang paling intens dan memuaskan bagi saya, dan saya tidak sabar untuk membaca karya-karya lain.
Pak popon
Setiap adegan dipenuhi dengan misteri yang menggigit, dan saya merasa seperti terus diseret lebih dalam ke dalam alur cerita yang gelap dan tak terduga. Saya tidak bisa melepaskan diri dari teka-teki yang dihadirkan oleh penulis, dan setiap kali saya pikir saya sudah tahu apa yang akan terjadi, twist dan plot twist baru mengguncang ekspektasi saya. Hal ini membuat saya terus ingin membalik halaman dan menelanjangi rahasia yang tersembunyi di balik setiap kejadian. Bahkan ketika cerita sudah berakhir, saya masih terus memikirkan karakter-karakter dan latar belakang mereka, mencoba menyusun potongan-potongan puzzle untuk memahami sepenuhnya apa yang terjadi. Keseluruhan, pengalaman membaca ini tidak hanya menegangkan dan mencekam, tetapi juga sangat memuaskan dan membuat saya ingin kembali untuk menggali lebih dalam lagi. Penulisnya benar-benar memiliki kemampuan untuk menarik perhatian pembaca dan menjaga mereka terlibat dalam cerita hingga halaman terakhir.
Vensa 🍇grape
terus dihantui oleh ketegangan yang memikat dan atmosfer yang begitu gelap. Setiap adegan dipenuhi dengan ketegangan yang membuat bulu kuduk saya merinding, dan saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang mencekam dan menakutkan. Deskripsi tentang kejadian-kejadian supranatural dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketakutan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah menutup buku, bayangan cerita ini masih menghantui pikiran saya, dan saya merasa sulit untuk tidur dengan tenang malam ini. Penulisnya benar-benar memiliki bakat dalam menciptakan kisah-kisah yang menggugah imajinasi dan merangkai detail-detail yang begitu mengerikan. Saya bisa merasakan getaran horor yang menggelora bahkan setelah cerita berakhir. Sungguh pengalaman membaca yang memuaskan, meskipun juga mencekam dan menegangkan!
Area zona
bulu kuduk saya merinding dari awal hingga akhir. Narasinya begitu menghantui dan atmosfernya begitu gelap, sehingga saya merasa seperti terseret ke dalam alam yang gelap dan menakutkan. Setiap deskripsi tentang kejadian misterius dan karakter-karakter yang terlibat begitu hidup, sehingga saya bisa merasakan ketegangan dan kecemasan yang mereka alami. Bahkan setelah selesai membaca, bayang-bayang cerita ini masih menghantui pikiran saya, membuat saya sulit untuk tidur dengan tenang malam ini.
Hanum Anindya
Tumang!
Balung seharusnya suruh dzikir saja biar nggak ketasukan setan atau apa gitu. jangan biarkan jiwa kita kosong apalagi saat kondisi kita dalam ketakutan seperti itu. Tukang dan teman teman seharusnya kalian baca surat pendek saja biar para setan nggak bisa mendekati kalian.
Hanum Anindya
Baca komentar semuanya maaf saya simpulakn sendiri, seharusnya Tumang dan teman teman yang masih hidup minta bantuan pak ustad supaya bencana sihir yang dilakukan oleh setan setan bisa dimusnahkan.
Hanum Anindya
Aku heran banget sama tulisan kakak😊🙏, kalau baca tulisan kakak hatiku meleleh banget, sempurna banget secara tulisan yang kakak buat. pantes lah kalau tulisan kakak bagus 👍, semangat terus ya kak. maaf jarang komen dan nonggol sibuk di dunia nyata dulu, sampai pekerjaaan di dunia maya terbengkelai. tapi jujur banget kadang kangen baca tulisan tulisan kakak yang penuh semangat.

Maaf ya kak🙏😊💕
Area zona
terbawa suasana dengan narasi yang mendalam tentang kegelapan yang mengancam seluruh desa. mau jerit tapi udah kolot. ntar liat orang q jadi terkesan lebay. tapi memang edisi horor versi level 3.
Kalender Merah
aliran gelap dan keputusasaan yang menghantui desa terpencil itu. Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan mencampur adukkan darah kebusukan si Kliwon dan Boncel!
namun juga menegaskan bahwa kegelapan itu tidak terkalahkan. Selain itu, interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah lapisan kompleksitas pada cerita, dengan pembaca dibawa pada perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian dan keberanian yang tersembunyi. Kesimpulannya, komentar tersebut berhasil menarik perhatian pembaca dan membangun suasana yang mencekam.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
penggambaran yang kuat tentang kegelapan yang mengancam dan perjuangan Butet untuk menemukan cahaya di tengah-tengahnya, pembaca dihadapkan pada konflik yang mendalam antara keberanian dan ketakutan. Interaksi antara Butet dan nek Sirih juga menambahkan dimensi baru pada cerita, mengundang spekulasi tentang rahasia yang tersembunyi di dalam rumah tua itu.
𝔂𝓸𝓻𝓮 🐧ping
gambaran yang horor tentang desa terpencil yang terkutuk, di mana kegelapan dan misteri menguasai setiap sudutnya. Dengan Butet menjadi korban terbaru dari kegelapan yang menghantui, suasana ketakutan semakin menyelimuti pembaca, membangkitkan rasa ingin tahu dan ketegangan yang mendalam.

Penjelajah pemberani yang menantang kegelapan memberikan dorongan pada narasi, namun nasibnya yang tragis menegaskan bahwa kekuatan jahat itu tidak terbendung. Suara-suara mengerikan yang menggema dari rumah tua yang terkutuk menambah lapisan ketegangan yang mencekam, sementara ketidakberdayaan warga desa yang terperangkap dalam cengkeraman kegelapan menciptakan atmosfer yang memicu adrenalin.

Interaksi antara Butet dan nek Sirih menambah kompleksitas pada cerita, dengan kehadiran tokoh tua tersebut memberikan nuansa yang lebih dalam terhadap rahasia yang tersembunyi di balik kegelapan itu. Ketegangan mencapai puncaknya ketika suara gemuruh yang menakutkan kembali menggema, memotong keheningan malam dengan kekerasan yang menakutkan, meningkatkan ketidakpastian dan kecemasan pembaca.

Dengan setiap langkah yang diambil Butet dalam usahanya untuk melawan kegelapan, pembaca merasakan ketegangan yang semakin memuncak, sementara suara tawa jahat Kliwon dan pengikutnya menggema di antara bayangan-bayangan gelap, menambah ketakutan yang menyelimuti pikiran.❤️
keke kenya
menggambarkan suasana misteri dan ketakutan yang menghantui desa terpencil. Cerita itu membangun ketegangan dengan baik dan menunjukkan perjuangan Butet dalam menghadapi kegelapan yang mengancam. Tersirat juga konflik internal Butet dalam memutuskan langkah selanjutnya, terutama ketika dia berinteraksi dengan nek Sirih.
keke kenya
Sungguh menegangkan! Saya merasa seperti ikut terseret ke dalam kegelapan yang menakutkan bersama Sirih. Bayangkan betapa mencekamnya situasi Sirih, dikejar oleh kegelapan dan ketidakpastian di setiap langkahnya.
Sirih harus benar-benar kuat untuk bertahan menghadapi semua ancaman yang muncul dari kegelapan. Di bab ini si Butet liat si nenek menapak di atas tanah nggak?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!