Aku adalah seorang gadis yang dulunya kesepian saat masa SMA, aku bukan gadis biasa bahkan gadis yang luar biasa dimata banyak orang.
Awal karierku, aku bertemu dengan seorang lelaki yang penuh dengan misteri, lelaki itu datang di dalam kehidupanku. Tetapi disisi lain tidak ada kepastian dari lelaki itu. Aku juga bertemu dengan seorang lelaki di negara Singapore, dia baik dan sopan.
Apakah kisah itu dapat dikatakan indah? Atau tidak bermakna sama sekali?
Happy reading🌹
Salam kenal Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Skenario yang mengejutkan
"Aku juga mencintai mu, tapi.." ucap ku dengan menunduk.
"Tapi apa?" tanya Revin, dengan wajah yang tampak bingung.
"Aku tidak tau Papa merestui hubungan kita, karena aku tau Papa orang nya akan menyelidiki siapa yang akan menjadi pendamping hidup ku, bagi nya aku adalah putri kecil kesayangan nya, begitu pun dengan Bunda. Aku berharap semoga mereka merestui hubungan kita" jawab ku, memandangi Revin.
"Yaudah jangan sedih dulu, aku akan berusaha jadi orang yang lebih baik lagi, aku akan bekerja keras sehingga usaha ku dapat berkembang, aku akan membuktikan kepada kedua orang tua mu, bahwa cinta aku ke kamu itu serius dan tulus" ucap Revin menenangkan.
"Iya, aku akan menunggu kamu sukses, kita sama sama berjuang sayang" ucap ku tersenyum.
"Aku senang kamu panggil aku sayang" ucap Revin tertawa.
"Hehehe Iya" ucap ku, tersenyum, karena secara spontan bilang sayang.
Kemudian Revin mengantarkan ku pulang, setelah Revin pergi, tampak orang di depan rumah ku, sedang duduk di kursi memandangi ku.
Dia adalah Daniel, karyawan kepercayaan Papa.
Daniel berdiri dan menghampiri ku, aku berjalan ke arah nya.
"Ada apa Daniel?" tanya ku.
"Maaf Nona Jihan saya malam malam begini datang ke rumah Nona, saya hanya khawatir dengan Nona, saat di Taman Merlion saya melihat nona bersama dengan seorang pria" ucap Daniel dengan khawatir.
"Siapa pria itu Nona?" tanya Daniel lagi.
"Terima kasih kamu udah khawatir dengan saya, dia pacar saya, seperti yang kamu lihat di taman sore tadi, dia mengutarakan cinta nya" jawab ku.
"Pacar Nona Jihan ya, maaf telah berprasangka buruk, saya hanya menjalankan tugas sebagai karyawan yang baik saja" ucap Daniel tersenyum.
"Iya nggak papa kok" ucap ku ikut tersenyum.
"Kalau begitu saya pulang dulu Nona Jihan, maaf mengganggu waktu anda" sambung Daniel membungkukkan badan nya.
"Iya hati hati" ucap ku.
Kemudian Daniel, mengendarai motor sport nya dan menaikkan helm nya, melihat ke arah ku dan pergi dari rumah ku.
"Dia seperti Revin" bathin ku.
Kemudian aku masuk kedalam rumah, dan beristirahat.
***
1 Tahun kemudian
Aku telah resmi diangkat oleh Papa sebagai seorang Direktur utama Dafisto Company, karena kerja keras ku, perusahaan dapat berkembang dan lebih maju.
"Hari ini aku akan pulang ke Indonesia, serta di temani oleh Daniel, karena Papa meminta nya untuk mengantar ku sampai ke Indonesia"
Hubungan ku dengan Revin berjalan lancar sampai sekarang, tapi Papa dan Bunda tidak mengetahui kalau aku punya hubungan dengan Revin, hanya kak Aldo yang mengetahui nya.
Kami mengambil penerbangan jam 11 pagi, Azura juga mengantar ku ke bandara, ia sangat baik kepada ku, hubungan persahabatan kami pun berjalan begitu baik.
Setelah berpamitan dengan Azura aku dan Daniel pergi untuk check in dan masuk ke dalam pesawat.
Didalam pesawat pun aku hanya diam dan tertidur, saat terbangun kepala ku menyandar ke bahu Daniel, aku pun di buat malu karena nya.
"Sejak kapan aku tertidur?" tanya ku sedikit malu.
"Satu jam yang lalu Nona" jawab Daniel dengan tersenyum.
"Pasti berat kan, kenapa kau tidak membangunkan ku saja?" tanya ku lagi yang merapikan rambut ku.
"Nona Jihan sangat lelah tampak nya, sedangkan saya tidak keberatan Nona untuk menyandar di bahu saya" jawab Daniel.
"Terima kasih Daniel"
"Sama sama Nona"
***
Kami telah di jemput oleh kak Aldo ke bandara sedangkan Bunda dengan Papa menunggu kami di rumah.
Beberapa menit kemudian
Aku telah sampai di rumah ku, rumah yang aku rindukan.
Di ambang pintu tampak Papa dan Bunda, menunggu kedatangan kami dengan tersenyum, serta aku berlari ke pelukan Bunda.
Daniel pun tampak tersenyum melihat ke arah Papa.
Kemudian kami menuju ruang tamu, untuk berbicara penting.
"Jihan selamat atas keberhasilan mu memimpin perusahaan kita, Papa bangga kepada mu, kamu telah bekerja keras membuktikan kalau kamu bisa" tegas Papa dengan tersenyum.
"Makasih Pa, itu pun berkat bimbingan Papa dan Daniel" ucap ku melihat ke arah Daniel.
"Oh ya Daniel, kamu telah bekerja keras membimbing anak saya untuk itu terima kasih" ucap Papa dengan menunduk.
Melihat tingkah Papa, aku pun sontak terkejut ada apa dengan Papa?, mengapa dengan bawahan nya ia menunduk? bathin ku.
"Tidak apa apa tuan Ergi, saya senang membantu Nona Jihan" ucap Daniel.
"Seperti nya ini waktu yang tepat, untuk membicarakan hal penting ini" tegas Papa.
"Hal penting apa maksud nya Pa?" tanya ku bingung, dan seketika perasaan tidak enak menghampiri ku.
"Baiklah Papa akan menjodohkan mu dengan tuan Daniel Vatur Vitarusya, tentu nya kamu terkejut dengan perjodohan ini" tegas Papa melihat ke arah ku dan Daniel.
"Bisa di perjelas Pa?, kenapa Papa menjodohkan ku dengan karyawan Papa sendiri tanpa meminta persetujuan ku?" tanya ku yang marah dengan apa yang dibicarakan Papa.
"Tenang sebentar Jihan, Papa akan menjelaskan nya" ucap Bunda menenangkan.
"Sebenar nya saat kamu meminta Papa untuk bekerja di perusahaan, sehari sesudah itu ada berita bahwa orang kepercayaan Papa telah berhasil bekerja sama dengan perusahaan terkemuka di Singapore, tapi karena Papa telah berjanji kepada kamu untuk memperkejakan kamu di perusahaan Papa, akhirnya Papa dan Tuan Daniel merancang skenario berdua untuk melihat kinerja kamu, Tuan Daniel sendiri adalah seorang CEO yang bekerja sama dengan perusahaan kita, Papa pun berinisiatif untuk menjodohkan mu dengan Daniel" jelas Papa.
Mendegar ucapan Papa yang tiba tiba membuat ku sangat terkejut, dan ada rasa kecewa karena di bohongi.
"Maaf kan saya Nona Jihan telah membohongi mu" ucap Daniel memohon.
"Yasudah tidak apa apa" ucap ku dengan sedikit kecewa dengan Daniel.
"TAPI AKU TIDAK MAU MENERIMA PERJODOHAN INI!!" tegas ku.
"Kenapa nak, apakah kamu tidak menyukai Tuan Daniel, apa kurang nya coba seorang Tuan Daniel?" tanya Papa yang protes dengan penolakan ku.
"Daniel sangat hebat Pa, tapi aku tidak menyukai nya, karena aku telah mencintai orang lain" ucap ku dengan meninggikan suara.
"Siapa orang nya nak?" tanya Papa yang sedikit emosi.
"Saya orang nya" teriak seseorang yang berdiri di ambang pintu.
Sontak kami semua terkejut dan melihat ke rah pintu, ia adalah Revin, yang berdiri dengan gagah nya.
Revin mendekat ke arah kami, dan memalingkan wajah nya ke arah ku.
"Maaf atas kedatangan saya secara tiba tiba, saya adalah pacar nya Jihan, dan saya sudah berniat hari ini untuk membicarakan hubungan kami dengan keluarga nya" ucap Revin.
"TIDAK!!, saya melarang kamu untuk mendekati anak saya lagi, dan saya tidak akan merestui hubungan kalian" tegas Papa.
"Kenapa Papa tidak merestui hubungan kami?, Revin juga telah sukses Pa, aku mencintai nya, aku tidak akan menikah jika tidak bersama Revin" tegas ku lagi, berdiri ke arah Revin dan memegang tangan nya.
Kemudian Daniel angkat bicara
"Bisakah saya berbicara dengan anda tuan Ergi dan kamu Revin " ucap Daniel
Kemudian mereka bertiga pergi ke suatu ruangan untuk berbicara.
kakakmu mampir iniiiii😂😝😝
Selebihnya ok Thor 👍
Semangat, Ane-Chan~
semangat terus kk ku 😚