"Belum ketemu juga!? Kalian akan mati jika tidak menemukannya!" Bentak Rafanda Airen, mengacaukan acara pertunangannya sendiri.
"Rafa, semua orang---" Kalimat Titania disela.
"Aiyue menghilang. Jadi jangan menggangguku dengan acara konyol ini." Pemuda yang melangkah hendak meninggalkan area ballroom.
"Dia hanya sekretaris! Asisten! Pembantu! Aku calon istri yang setara denganmu!" Teriak Titania, memegang jemari tangan Rafanda, bersamaan dengan beberapa pengawal yang menghalanginya pergi.
"Bukan! Aku yang memberinya nama Aiyue, sedangkan namaku Airen." Rafa tertawa dalam tangisannya mengeluarkan senjata api dari dalam jasnya.
Dor!
*
Bagaimana tentang seorang anak berusia 7 tahun, yang tersenyum dengan sengaja memilih bayi mungil untuk menemani hidupnya. Memberinya nama Giovani Aiyue, serupa dengan namanya Rafanda Airen.
Mengendalikan hidupnya bagaikan boneka, Aiyue adalah boneka kecil dalam kendalinya. Boneka yang pada akhirnya retak meninggalkannya,karena telah memiliki hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Perselingkuhan
Dan benar saja kakak dari Rury Aito itu, dibawa ke area latihan Judo.
"Apa kesalahanmu?" Tanya sang ayah, dihadapan Rafa yang berlutut.
"Merugikan orang lain, melakukan pernikahan bisnis, membuat Aiyue pergi---" Kalimatnya terhenti sejenak, putranya tersenyum, namun bibirnya bergetar bagaikan menahan tangis pada sang ayah."Aku bersalah, karena itu ijinkan aku mengerahkan lebih banyak orang untuk menemukan Aiyue."
Brak!
Satu tendangan lagi diterimanya."Aku jarang, sangat jarang melakukan hukuman fisik. Hukuman paling berat yang kalian terima hanya dititipkan pada panti asuhan atau menjadi anak jalanan selama tiga hari. Itupun karena kalian berkembang menjadi orang yang mengerikan. Ingat saat adikmu memecat bahkan memukuli koki, hanya karena tidak sengaja menambahkan daun seledri pada makannya?"
"Ayah menitipkannya ke panti asuhan. Agar Rury bisa mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang yang kurang beruntung." Jawaban Rafa pada ayahnya.
"Ingat saat Aiyue bermain dengan anak jalanan. Kamu menghina bahkan meludahi mereka?" Tanya sang ayah.
"Saat itu ayah menghukum ku, membuang ku ke jalanan selama 3 hari, tanpa air dan makanan. Agar aku mengerti mereka menjadi kotor dan kelaparan bukan karena keinginan mereka. Tapi karena keadaan." Jawab Rafa kembali.
"Tapi kali ini berbeda, A...ayah...aku mohon ijinkan aku mencari Aiyue!" Pinta Rafa benar-benar kembali berlutut dengan air mata mengalir, walaupun tatapan matanya kosong.
"Tidak, ini keinginanmu. Karena itu aku mewujudkannya, bahkan dengan lebih baik. Pernikahan bisnis kan? Ayah mempunyai lebih banyak kandidat putri dari perusahaan yang lebih besar untukmu. Lupakan dia... Aiyue... anggap tidak pernah ada dalam hidupmu. Karena itu keinginanmu, cintai JH Corporation dengan jalan menikahi orang yang tidak kamu cintai." Ucap sang ayah penuh senyuman keji, turun dari arena berlari Judo.
"A... ayah! A ...aku tidak ingin menikah! Ayah! Aku mencintainya!" Teriak Rafa, tapi bagaikan tidak didengarkan oleh ayahnya.
Air matanya mengalir, bagaimana harus menemukannya? Jika akses, dan segalanya dipegang oleh ayahnya dari awal.
*
Dirinya dikawal oleh dua orang pengawal bersenjata. Turun dari mobil juga harus mengikuti arahan mereka. Kediaman utama menjadi tempat mobil itu berhenti. Sudah seminggu lalu, sejak kontrak rumah produksi yang melakukan syuting di tempat ini diakhiri olehnya. Karena pertunangannya dengan Titania, ayah dan ibunya akan kembali pulang untuk menyaksikan acara pertunangannya.
Tapi dirinya dapat berucap hari ini, salah satu hari yang seharusnya dinantikannya."Aku tidak bahagia..." Entah kebahagiaan macam apa yang dikejarnya. Dirinya melupakan segalanya. Yang pasti tidak ada Aiyue lagi disisinya. Hal yang tidak pernah terbayang atau diinginkannya sama sekali.
Rasa berat masih ada di dadanya. Pandangan matanya beralih ke arah mobil Rury yang baru berhenti. Seakan berharap Aiyue akan keluar dari mobil tersebut.
Tapi sayangnya, harapan yang kandas. Rury Aito keluar seorang diri.
"Sudah aku duga! Kakak akan dihajar!" Rury tertawa kencang, wajah kakaknya memang masih utuh. Tapi di bagian lengan dan dada setelan tuxedo putih itu ada bekas injakan sepatu.
"Apa ada jejak?" tanya Rafa tidak mempedulikan candaan adiknya.
Rury menggeleng."Kamu mengajarinya untuk menjadi terlalu cerdas. Jejaknya menghilang di halte. Ada juga dua tiket kapal feri yang dipesan atas nama Hidan. Tapi mereka tidak datang, bahkan hingga keberangkatan kapal."
Sang adik menghela napas berusaha menghibur kakaknya."Tenang saja, mungkin hanya aku yang ketularan ayah. Sedangkan kamu tidak. Aku yakin 'itu'mu dapat berdiri di hadapan wanita lain."
"Bukan itu, kamu tidak pernah jatuh cinta." Jawaban aneh dari Rafa.
"Kakak juga tidak pernah." Ucap Rury yang mengambil alih untuk memapah kakaknya.
"Pernah, bahkan dari dulu. Hanya saja aku tidak menyadarinya." Sang kakak tersenyum lemah. Untuk pertama kalinya dirinya melihat Rafa yang selalu percaya diri seperti ini.
Seorang pemuda yang selalu yakin segala keputusannya adalah benar. Itulah kakaknya yang angkuh. Tapi kini bagaikan bunga layu, ada satu bagian dalam dirinya yang tercabik.
"Kak, aku punya firasat ayah tidak akan sejahat itu padamu." Sang adik menghela napas sembari tersenyum.
Tidak ada jawaban, tatapan Rafa tetap kosong. Keputusan ayahnya selalu adalah keputusan mutlak. Tidak ada yang dapat merubahnya.
Kala pintu dibukakan pelayan, bau masakan hangat tercium. Ayahnya yang tadinya memakai pakaian judo kini mengenakan apron. Mencicipi rasa sup hangat yang dibuat dalam empat porsi.
Sedangkan ibu mereka, hanya melihat dari meja makan. Mengagumi bagaimana suaminya membuatkan sesuatu untuknya.
Mata Jeny sedikit melirik ke arah putranya yang baru datang."Kamu menghajarnya?" ucapnya menatap nyalang pada suaminya.
Namun pria itu hanya tersenyum, sembari menyajikan sup hangat."Siapa yang tidak gila jika anak kita ini membuang-buang uang ratusan juta untuk pertunangan yang batal. Tapi dia memiliki ide bagus tentang pernikahan bisnis. Karena itu aku akan melakukan keinginannya, menjodohkannya dengan putri pengusaha."
Dug!
Jeny menendang tulang kering suaminya."Jangan pukul putra kita terlalu kencang."
"Bagian wajahnya masih selamat." Jawab Farel, menahan sakit meletakkan sup di tempat mereka masing-masing.
Jeny mulai memakan sup buatan suaminya. Bukan makanan berat, mengingat mereka sudah makan malam. Sedangkan Rury dan Rafa mungkin juga sudah makan di perjamuan.
Namun, Rafa dan Rury tidak menyentuh sup mereka. Putra pertamanya hanya menunduk dan Rury hanya memperhatikan kakaknya.
"Makan! Jika tidak kalian akan tau akibatnya!" Sang ayah mengacungkan sendok pada kedua putranya. Bagaikan ancaman akan memukul kepala mereka menggunakan sendok.
"Ayah setan!" Batin Rury makan dengan cepat, matanya sejenak menatap ayahnya yang tersenyum. Ayahnya memang keras, namun itu karena mereka yang terbiasa hidup bermanja-manja dalam keluarga yang lengkap serta harta kekayaan melimpah. Sang ayah hanya tidak ingin mereka menjadi sewenang-wenang.
Pemuda itu kembali melihat wajah kakaknya yang terdiam. Mengetahui dirinya tidak dapat melakukan apapun. Ayah mereka, sekali berkata tidak untuk mencarinya maka, Aiyue akan dibiarkan menghilang. Rafa bagaikan tidak memiliki semangat untuk hidup sama sekali. Jujur saja dirinya cemas.
"Rafanda Airen, makan! Jalani hari-harimu seperti biasanya. Jangan berfikir untuk bunuh diri atau melakukan tindakan bodoh. Jika tidak...ayah akan membawa mayat Aiyue ke hadapmu." Sebuah ancaman dari ayahnya, barulah pemuda yang terdiam tanpa ekspresi itu menyuapi mulutnya sendiri dengan tomato soup.
*
Malam semakin larut dirinya membaringkan tubuhnya pada tempat tidur rumahnya yang luas.
Masa kecil hingga dewasa dilewatinya dengan Aiyue di tempat ini. Bagaikan kehilangan salah satu organ di tubuhnya. Tidak ada kata yang terucap dari bibirnya.
Tidak menyangka hal ini, tidak menduga sama sekali. Aiyue tidak akan bertahan bersamanya. Tapi apa alasannya pergi? Apa jutaan dollar dalam rekening atas namanya tidak dapat menahan kepergiannya.
"Jika kamu tidak menyukai pertunangan atau pernikahanku. Katakan! Ancam aku terang-terangan. Aku tidak akan pernah menikah, melajang seumur hidupku. Maaf..." Gumamnya, seolah-olah gadis itu berbaring di sampingnya.
Kriet!
Suara pintu terbuka terdengar Jeny (ibu kandung Rafa) terlihat disana membawa kontak P3K. Menghela napas kasar menatap Rafa yang mulai bangkit duduk di tepi tempat tidur.
Sang ibu yang menipiskan bibir menahan tawanya."Aiyue meninggalkanmu? Dan kamu kacau seperti ini? Tidak ada yang memakaikan baju? Tidak ada yang membutakan makanan sesuai seleramu? Lalu apa kamu memutuskan untuk menikah terburu-buru karena selalu ingin melecehkannya?" Tebakan sang ibu tepat sasaran.
"Itulah akibatnya selingkuh dari istri kecilmu (Aiyue)!"Sang ibu tertawa hingga memegangi perutnya. Menatap keadaan putranya yang kacau.
masa tamat begitu aja🙄😭😭😭
but
aku puas banget,Rafa ketulah sama omongannya sendiri ya ttg bapaknya
nice ending
beautiful story'
love full buat othorrrrr
aku makin padamu
malah jadi takut kita
aku suka keributan ini
kuaci udah abis Ama othor,CK
bentar lagi farell Dateng
makin serruuuu
tapi kalau mang dr sana nya kau setia
ada 1001 alesan buat kau setia
hidup itu pilihan bukan,sekali lagi?
biasa pada celap celup sama bini orang apa
kok kyk gitu di normalisasi kan