NovelToon NovelToon
Cinta Embun Malaya

Cinta Embun Malaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:116.9k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Sebuah pernikahan karena harus saling saling menyelamatkan nama baik keluarga bukanlah hal yang mudah. Apalagi kedua insan tersebut masih memiliki hati untuk sang kekasih.

Disaat ada hati tercipta, sang kekasih kembali dalam keadaan yang sama sekali tidak bisa di persalahkan. Mungkinkah perceraian akan menjadi pemecahan masalah bagi mereka berdua?

( Akan banyak konflik di dalamnya, skip jika tidak sanggup membacanya..!! )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Malam pertama di tempat baru.

"Masuk Neng, nanti Abang nyusul..!!" Pinta Bang Pongge agar Dinara segera masuk karena hari pun sudah sangat malam.

"Iya Bang." Dinara pun segera masuk ke dalam rumah tanpa banyak membantah.

Begitu pula dengan Bang Braga yang hanya sedikit menyentuh pinggang Syafa dan akhirnya Syafa pun paham untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dinasnya bersama Bang Braga.

"Besok pagi langsung lapor datang ke Danyon?" Bang Braga menanyakan keputusannya pada Danton satu Batalyon.

"Iya, tapi amelden tetap sesuai prosedur. Nanti saja lah itu.. gampang..!! Yang penting temui Bang Mabar dulu." Jawab Bang Pongge.

"Aku ikut." Sahut Bang Jerry yang belum sempat pulang ke mess nya.

Mungkin karena kesepian pasalnya sejak dulu dirinya belum memiliki kekasih dengan predikat jomblo akut.

"Kapasitas mu ikut menemui Danyon itu apa? Bukankah kamu sudah bertemu Bang Mabar??" Tegur Bang Braga.

"Jangan begitu, aku ini orang penting. Lagi pula aku belum seberapa banyak mengobrol dengan Bang Mabar karena beliau juga baru satu minggu ini masuk Batalyon." Jawab Bang Jerry.

"Penting untuk di buang????? Sudahlah.. istrimu sudah menunggu." Gerutu Bang Pongge.

"Okeeeyy.. okeeeeeyyy.. sombong sekali kau ya, ingat dulu kalian tidak bisa tidur tanpaku. Awas saja kalian??" Ucap Bang Jerry dengan senyum menyebalkan.

"Kau jangan sembarang bicara ya, istriku bisa salah paham..!!!!" Tegur Bang Braga.

"Tau nih, nggak sadar diri siapa yang nyelip tidur di tengah kita. Ganggu tidur kita tengah malam karena baru di colek kera. Sekarang saja sok jantan." Bang Pongge pun ikut geregetan melihatnya.

"Jangan begitu donk.. kita khan sobat." Kata Bang Jerry tertawa-tawa kemudian naik ke mobilnya. "Heehh.. kamu, nanti tidur sama saya di mess..!!" Perintah Bang Jerry pada seorang ajudannya.

"Ijin Dan.. saya tidak berani." Tolak Prada tersebut.

"Kamu ini.. saya ini melindungi kamu. Harusnya kamu senang. Nggak ingat kamu kejadian semalam???" Kata Bang Jerry berucap tegas pada ajudannya.

"Siap salah Dan."

Bang Pongge dan Bang Braga hanya tersenyum saja melihat kelakuan sahabatnya tapi kemudian senyum mereka pudar mengingat wilayah tersebut baru saja di serang kelompok pemberontak dengan skala besar. Terbersit was was juga di dalam hati mereka karena kini mereka telah memiliki istri dan tentunya tidak hanya nyawa mereka sendiri yang di utamakan.

"Bismillah..!!" Ucap keduanya tanpa sadar bersamaan kemudian masuk ke dalam rumah.

...

"Itu tadi yang ganteng pakai kacamata hitam di jidat siapa Bang?" Tanya Dinara.

"What?? Ganteng yang bagaimana maksudmu??? Jadi menurutmu.. suami mu ini biasa saja???" Protes Bang Pongge.

"Yang bilang Abang nggak g

anteng tuh siapa??" Kata Dinara sambil membuka selimut di atas tempat tidur.

Bang Pongge menahan senyum nya mendengar jawaban Dinara. "Oohh.. jadi Abang ganteng ya dek?"

Dinara memalingkan wajahnya, entah bagaimana harus menjawabnya tapi hanya pipinya saja yang memerah.

Bang Pongge berdiri di hadapan Dinara. Istrinya itu terlihat salah tingkah dan tingkah Dinara itu membuat Letnan Puger semakin ingin menggodanya.

"Ganteng nggak??" Goda Bang Pongge mengintip wajah Dinara dan istri kecilnya itu semakin menyembunyikan wajahnya. "Lho.. nggak mau jawab.. Abang gulung juga kamu ya..!!!" Bang Pongge menggelitik pinggang Dinara sampai gadis kecilnya itu menjerit kegelian.

Tanpa sadar Bang Pongge dan Dinara saling pandang. Bang Pongge merasakan darahnya memanas menjalar ke seluruh tubuh. Degub jantungnya cepat bagai gendang bertalu.

"Kamu cinta sama Abang atau tidak?" Tanya Bang Pongge.

"Biasa saja." Jawab Dinara.

"Bagaimana kalau Abang jatuh cinta sama kamu?" Bola mata Bang Pongge terus menatap lekat kekasihnya.

"Itu urusan Abang, karena bukan Arra yang mengendalikan." Jawab Arra.

"Benar, dan sekarang Abang yang tidak bisa mengendalikan perasaan, Abang jatuh cinta sama kamu."

Dinara tersenyum dan bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apapun. Bang Pongge yang melihatnya jelas merasa bingung sebab sepemahaman dirinya, Dinara memang memiliki rasa untuknya.

'Cckk.. Dinara suka sama aku atau tidak?'

Sampai beberapa lama tidak ada reaksi dan jawab apapun dari Dinara. Perasaan Bang Pongge gelisah.

"Dek, Abang bicara sama kamu nih." Kata Bang Pongge.

"Arra tau Bang, Arra juga dengar." Jawab Dinara.

"Jadi bagaimana?" Bang Pongge semakin resah.

"Ya tidur saja biar tidak resah." Dinara menarik selimutnya sembari merebahkan diri lalu mengarahkan badannya untuk menghadap dinding.

'Astagaaa.. apakah aku harus sabar kalau punya istri begini?'

//

"Neng..!!"

"Apa Om?"

"Kapan dah kamu usir pengamanan di daerah penugasan saya?" Tanya Bang Braga.

"Sabar lah Om. Cuma delapan hari aja." Jawab Syafa.

"Haaaahh???" Mata Bang Braga langsung membulat besar karena terlalu syok mendengar ucapan Syafa. Delapan hari menunggu Syafa tuntas rasanya begitu menguras emosi dan tenaga.

"Kenapa Om?"

"Saya bisa sabar, peliharaan saya ini yang nggak sabar." Gerutu Bang Braga.

.

.

.

.

1
Tiffany_Afnan
skalian bersih² masjid ngrangkap marbot 🤭🤭
Tiffany_Afnan
kalem bang...
Tiffany_Afnan
ladalaaahh... jungkir rame² lah bang 🤣🤣🤣 jengkelno !
Tiffany_Afnan
anggep aja khodamnya lagi menampakkan diri. 🤭🤭
Tiffany_Afnan
mulai rusuuhh... 🤣🤣
Tiffany_Afnan
haa.. kantong doraeman kali kak.. 🤔🤫
Tiffany_Afnan
gak sabar nunggu hasil yg harus kau tuai bro.
Tiffany_Afnan
mau om.. 😍😍🤭
Tiffany_Afnan
aah.. bang braga 😍 awet dn pnjg umur orang baek.
Tiffany_Afnan
omelin aja bangg.. rewel Siih.. hihihihi... ☺️🤭 jitak halus dulu.
Tiffany_Afnan
ngomongin diri sendiri bang ???!!
Tiffany_Afnan
hadeeehh.... amnesia kah bang ! sini tk bantu ingat 😤
Tiffany_Afnan
Yaa Tuhan... Jahat sekali.
Anonim
di tunggu episod selanjutnya kak...jangan lama2 doonkk...
🍀 chichi illa 🍒
bang Jerry tutor yang hebat 🤭
Eka elisa
nex....
Debby Yanti
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ sepedah listrik /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ayooo semangat Dinara minta sepedah listrik roda tiga kayak becak/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tri Tree R
ngidam bumil mulai aneh2
putri
🤣🤣🤣🤣🤣
Murni Zain
setahu sy sepeda roda 3 itu sepeda ank²🤭😅
Debby Yanti: sepedah listrik yg roda tiga jg ada kok/Grin//Grin/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!