NovelToon NovelToon
Really? We Got Married?

Really? We Got Married?

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:297.3k
Nilai: 5
Nama Author: Axelle Axa

Ketika sebuah pernikahan mengantarkan seorang gadis pada kehidupan yang sama sekali tak pernah dia duga.

Suami tampan super sempurna, kehidupan yang mendebarkan, rahasia yang terkuak satu-persatu, dan dendam masa lalu. Semuanya bercampur menjadi satu mengantarkan si gadis pada situasi untuk memilih antara egonya atau hati nurani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axelle Axa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21. Informasi

May menatap Lou penuh keraguan. “Dari mana kau tahu Sean adalah tetua black stone?” tanya May ragu.

“Aku menemukan emblem black stone di ruang kerjanya. Emblem tetua.” Lou tersenyum miris.

“Kau bertanya apa aku menyukainya?” Lou melirik May.

“Ya. Aku menyukainya. Dia memperlakukanku dengan lembut dan baik. Dia selalu mendahulukan aku dalam apapun. Dia sangat memperhatikanku dan mencintaiku. Lalu apa? Kalau dia adalah salah satu yang terlibat dalam pembunuhan Niana, apa menurutmu aku bisa hidup bersamanya dan berpura-pura tidak tahu apa-apa selamanya?” Lou menatap May bingung. Pertahanan terakhirnya hancur saat itu juga.

Lou tak lagi bisa mengendalikan air matanya. Dia bahkan mulai terisak. May lebih tak bisa berkata-kata dari pada Lou. Dia mengenal Sean lebih dulu dan dia memiliki kesan baik pada pria itu. Dia tahu bahwa Sean memperlakukan Lou dengan baik dan tulus, maka dari itu dia mencoba untuk menerima pernikahan mereka sesuai saran Anthony.

Tapi kalau Sean adalah tetua Black Stone dan apa yang dikatakan Lou benar tentang pembunuh Niana. Apa dia bisa meninggalkan temannya dalam kehidupan penuh ilusi seperti itu? Tentu tidak!

“Lalu apa rencanamu sekarang?” May menatap kafe yang saat ini ramai. Dia awalnya ingin berhenti dan sarapan dengan Lou, tapi lupakan saja, dia sudah kehilangan semua nafsu makannya sekarang.

“Aku ingin menyelidikinya. Aku ingin melihat apa yang sebenarnya aku ketahui adalah kebenaran atau hanya ilusi yang tercipta dari ketakutanku saja.” Lou menunduk dan menatap ponsel pintar yang baru dia keluarkan dari sakunya.

“Kau tahu, seseorang menanam ghost di ponselku.” Lou menunjukkan ponsel pintarnya pada May. Aplikasi buatannya sedang berjalan dan menunjukkan bagaimana aplikasi ghost memata-matai ponselnya saat ini.

May menatap ponsel Lou sejenak sebelum beralih pada Lou. “Kau tahu siapa yang melakukannya?” May bertanya dengan wajah ragu.

“Tidak.” Lou mengangat bahu.

“Apa itu Sean?” May menatap Lou semakin bingung dengan setiap kejutan yang temannya berikan.

“Mungkin ya, mungkin juga tidak.” Lou mengangkat bahunya tak acuh.

“Kenapa ya? Dan kenapa bisa tidak?” May tahu maksud jawaban Lou.

“Ya, karena aku tidak ingat aku sudah menyinggung siapapun yang memiliki akses ke sebuah aplikasi mata-mata setingkat ghost. Tidak karena sampai sekarang kita masih aman di sini.” Lou menunjukkan ghost yang menampilkan tempat mereka secara akurat.

“Kau yakin tidak akan menyingkirkan itu?” May menatap Lou aneh, tidak mengerti arah pikiran Lou yang masih tenang saat tahu ada orang yang sudah melacak lokasinya.

“Aku hanya ingin menguji sesuatu.” Lou menatap ponselnya dalam diam.

“Kau tahu kan, pencipta ghost adalah rivalku di dunia maya. Kau juga tahu kalau dia agak aneh. Orang ini kadang sangat tak terduga, dia bisa mendukung siapapun yang dia inginkan dan menghancurkan siapapun yang dia inginkan hanya dengan memanfaatkan dunia maya.

“Walaupun disebut rival, aku mengaku aku terlalu malu untuk dibandingkan dengannya. Aku tak tahu apa yang begitu menarik dariku yang sekarang, lain halnya bila dia memata-matai aku yang dulu.” Lou tertawa hambar.

“Jadi akan sangat aneh bila dia yang memiliki kepribadian gila seperti itu akan mencoba menganggu macan ompong sepertiku.” Lou tersenyum miris.

“Kau menyesal sudah keluar dari dunia bawah.” May menyimpulkan.

“Kurasa. Kalau aku tidak pernah keluar dari dunia bawah, apa menurutmu aku akan ada di posisi ini?” Lou tertawa. Namun tawanya terasa sangat hambar.

May terdiam. Dia tahu Lou sedang menghadapi sisi kelamnya. Dia tahu temannya itu sedang kehilangan arah, tapi dia sama sekali tak bisa melakukan apapun. Sejujurnya bahkan dia menyesal telah meninggalkan dunia bawah, kalau saja dia dan Lou tak pernah ketakutan dan dengan putus asa meninggalkan dunia bawah, mereka tak akan pernah ada di posisi ini.

Lou menutup matanya dengan lengan dan menghela napas berat. Dia juga sedang menghadapi masalahnya, tapi dia tak bisa mengutarakannya dengan siapapun, dia harus menanggung semuanya sendiri dan ini sangat melelahkan.

Lou sangat tidak responsif sekarang dan dia melewatkan ekspresi kelelahan May. Dia hanya menatap lurus ke depan ke arah kafe tempat mereka berhenti.

“May, antar aku ke Ripae Inferis.” Lou menghela napas beberapa kali sebelum berkata.

May nyaris tersedak ludahnya sendiri saat dia mendnegar apa yang Lou katakan. Ripae Inferis adalah pusat keuangan dunia bawah dan hanya bisa diakses oleh anggota yang diakui. Artinya Lou ingin kembali ke dunia bawah!

“Apa kau gila?!” May tak bisa mengendalikan nadanya sendiri dan sedikit berteriak pada Lou.

“Sejujurnya aku frustasi.” Lou tersenyum paksa.

“Tidak. Kita tidak akan ke sana.” May menggeleng kuat dan menatap Lou tajam.

“Kau tahu May, Jack meninggalkan kita saat itu karena dia tahu kita ragu. Dia tahu kita takut, jadi dia memutuskan untuk membalaskan dendamnya sendiri alih-alih bersama kita. Aku pernah menjadi seorang pengecut dan aku kehilangan orang yang sangat aku cintai. Sulit bagiku untuk melupakannya dan kini aku memiliki hidup yang lain. Aku tidak ingin menjadi pengecut lagi dan pasrah pada takdir. Aku tidak akan menyerah kali ini sekalipun mereka menusuk ku seribu kali.” May menatap Lou dalam diam, dia ingin membantah, tapi tak tahu harus berkata apa.

“Lou, kau tahu seperti apa dunia bawah, sekali kau menginjakkan kakimu di dalamnya, kau akan tenggelam dalam kegelapan selamanya. Kau tahu apa yang kita korbankan untuk keluar saat itu. Berapa banyak teman-teman kita yang meninggal karena itu?” May mencoba membujuk Lou, namun sepertinya kata-kata itu tak mampu menembus tekad Lou.

“Ada cara lain Lou, tak perlu kembali ke sana. Berpikirlah dengan benar.” May membuka pintu mobil dan pergi ke kafe, meninggalkan Lou yang masih tertunduk diam menatap ponsel pintarnya.

Tentu saja dia mengerti resiko itu. Dia tahu bahwa sekali dia menginjakkan kakinya ke dunia bawah, dia tak akan bisa kembali lagi. Dia tahu itu lebih baik dari siapapun. Tapi dia benar-benar bingung.

Dia akhirnya bisa membuka hatinya pada seseorang, melupakan masa lalunya. Namun tiba-tiba dia menyadari bahwa semua itu hanyalah ilusi. Semua ini terasa sangat meyesakkan dan dia kehilangan arah.

Dia hanya ingin mengetahui kenyataannya. Dia hanya ingin tahu apakah Sean adalah salah satu penyebab kematian Niana atau bukan. Dia hanya ingin tahu ini. Hanya hal ini. Andai saja mengetahuinya semudah menanyakannya secara langsung, dia mungkin tak akan kesulitan seperti sekarang.

Bukan sekali dua kali Lou ingin menanyakannya secara langsung, tapi dia selalu menahan diri. Dia bukan orang yang mudah percaya pada orang lain dan lagi bila dia tahu Sean berbohong, maka dia akan semakin terjebak dalam hubungan cinta dan benci dengannya.

Selain itu dia juga membutuhkan waktu untuk sendiri dulu. Walaupun dia mengakui dia menyukai Sean, dia tetap tak mengenal siapa dia. Dia juga ingin memastikan apakah perasaannya pasa Sean nyata atau hanya karena dia merasa kesepian.

Selain itu Sean bisa membunuh orang dengan mudah dan latar belakangnya sangat misterius. Lou tak ingin hidup dalam ketidaktahuan seperti itu.

Bila dia ingin menerima Sean sebagai suaminya, maka dia harus menerimanya sepenuhnya. Tahu semua tentang dia, masa lalu dan sisi gelapnya, hanya dengan begitulah mereka akan bisa hidup dengan damai bersama. Karena hal-hal besar seperti itu tidak boleh menjadi rahasia di antara pasangan bukan?

Lou terdiam cukup lama sampai dia merasa tenang. Dia melihat May yang duduk di kafe dan akhirnya tersenyum padanya. May tersenyum balik dan kembali.

Keduanya menghabiskan waktu cukup lama untuk berpikir, sampai akhirnya mereka mencapai kesepakatan. Mereka hanya akan menggunakan uang dan bantuan dunia bawah, bukan serta merta melemparkan diri mereka secara langsung ke dunia bawah.

Jadi mereka harus menyiapkan semuanya dengan hati-hati dan tersembunyi. Setelah mematangkan rencana, keduanya lalu pergi ke salah satu pasar tradisional di perbatasan Kota Moscow. Rusia adalah salah satu negara pilar dunia bawah, jadi tak sulit untuk mengakses dunia bawah dari negara ini.

Mereka hanya perlu pergi ke tempat yang benar dan mereka bisa melakukan apapun.

Lou dan May mengganti pakaian mereka dengan warna yang lebih gelap dan tertutup. Keduanya lalu pergi ke salah satu toko di sudut paling sepi pasar tradisional itu.

“Dobroye utro.” May masuk dan menyapa pemilik toko.

Pemilik toko itu yang adalah seorang wanita tua mengangkat kepalanya dan menatap kedua gadis itu, dia tersenyum ramah.

“Apa yang kalian cari nona-nona.” Dia berbicara dalam bahasa Rusia. Nadanya hangat dan ramah.

“Kami ingin membeli dan menjual informasi.” Lou menjawab.

Ekspresi wanita tua itu menjadi serius saat melihat Lou dan May. Dia tersenyum dan memberi kode pada keduanya untuk mengikutinya.

Lou melirik isi toko yang semuanya penuh dengan berbagai jenis kain. Toko ini memang adalah toko kain bila dilihat dari perspektif umum, tapi bagi mereka yang mengenal dunia bawah, toko ini adalah basis cabang gudang informasi yang dikenal sebagai Koran Dunia Bawah.

“Jadi apa yang ingin kalian beli dan jual?” Wanita tua itu bertanya setelah mereka memasuki ruangan di belakang kasir.

“Kami ingin membeli informasi umum. Kekuatan mana yang saat ini menguasai dunia bawah?” Lou berbicara dengan tenang.

Wanita tua itu melihat kedua gadis yang mengenakan masker dan senyumnya semakin dalam. “Dunia bawah sekarang dibagi dalam tiga faksi. Yang pertama berkuasa di utara, dipimpin oleh Black Stone, sejauh ini masih yang terkuat. Kedua dari timur tengah, Baghdad sekarang menjadi pusat kekuasaan dunia bawah di timur tengah, terdiri dari gabungan beberapa keluarga besar, dan yang terakhir adalah faski Asia Timur, dikuasai salah satu keluarga Yakuza.” Wanita tua itu tersenyum ramah saat menjelaskan.

Namun dia mengawasi keduanya dengan seksama, jadi dia sama sekali tak melewatkan kekagetan di mata salah satu gadis saat dia menyebutkan tentang penguasa Asia Timur. Namun gadis itu tak menunjukkan minat lagi setelahnya, jadi dia membiarkannya berlalu.

Lou juga menyadari perubahan sikap May walau sejenak, tapi dia tetap diam. Informasi yang mereka beli mungkin informasi umum, tapi untuk orang-orang paranoid di dunia bawah, siapapun yang menanyakan perihal kekuasaan mungkin dianggap sebagai pengganggu. Maka dari itu dia dan May baru berani datang setelah melakukan berbagai pertimbangan.

“Apa mungkin akan ada perubahan kekuasaan dalam waktu dekat?” May tiba-tiba bertanya dan Lou hanya melihat dari sudut matanya, memilih tetap diam.

“Harga dari informasi ini akan mahal.” Wanita itu tersenyum misterius.

“Informasi yang akan kami jual lebih mahal.” Lou menatap wanita tua itu percaya diri.

Wanita tua itu terdiam sejenak, merasa tertarik dengan kedua gadis muda ini, dan akhirnya tersenyum lebih lebar. “Terjadi perpecahan antar anggota Black Stone. Mereka sekarang terbagi dalam dua kelompok dan sampai sekarang belum damai. Hubungannya bahkan semakin kacau dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa tetua saling mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh yang lainnya,” jelas wanita tua itu dengan semangat, namun dia kembali layu saat melihat sikap tidak peduli kedua gadis di depannya.

“Lalu informasi yang akan kalian jual?” Wanita tua itu bertanya kemudian.

“Salah satu tetua Black Stone baru saja menikahm, apa kau tahu?” Lou menatap wanita tua itu. Senyum jahat muncul di balik masker.

“Ya. Menikahi kekasihnya yang sama sekali tak memiliki dukungan di dunia bawah.” Wanita tua itu tertawa mengejek, “Lalu?”

Lou tersenyum lebar. Dia maju dan mendekati wanita tua itu dengan langkah tenang. Keduanya saling bertatapan sejenak sebelum Lou menunduk ke sisi telinga si wanita tua dan berbisik pelan, “Dia melarikan diri dan saat ini sedang hamil.”

 

 

1
elfrine hingis
hai kakk! balik baca lagi nih aku di 2025 hihi karna emang sesuka itu 😍

anyway ini aku yang ketinggalan sesuatu, atau lupa, tapi emang disini extra partnya ga ada ya kak? padahal udah nunggu hihihi walopun masih sempet inget sih ending pas di w***pad gimana hihi tp ttp pengen bnget baca lagi sampe akhir skrng apa lagi yg side storynya 🤩 MANGAT TERUS KAKK! TETAP DITUNGGU EXTRA DAN SIDE PARTSNYA DAN DITUNGGU DIPUBLISH HIHI 🤩
Anonim
thor ayo up lagi dong after story nyaaa
Anonim
bagus bangetttt ceritanyaaa! ayo kaaak dilanjut lagi pweasee udah nunggu dari 2021😭😭
Adinda
kakk extra partnya donggg😁😁😁
sakura
...
justFlio
biar bintang berbicara
justFlio
gemessssss bangett..

ceritanya komplit Thor...sedepp bangettt
⭐⭐⭐⭐⭐
Modali Maluku
🤩
Partiah Yake
uhhhh, merasa ikut dicintai🫠
Ayu Lestari
Suka banget ceritanya dari dulu ❤
Faradiba Firdaus
kak extra partnya dongg
sakura
...
Tri Widayanti
Bar bar😁
Amelie. review
aku udah baca ini belasan kali dan ga pernah bosan. sukses terus kak Axa
Izzy
rebirth of the wildest poison empress kok gk sekalian di up di sini kak?
Giana Nanini
😁
gracia_ratih
kerennn
gracia_ratih
wahhhh daebak
gracia_ratih
goooooooooooddddddd
floo
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!