Luna seorang mafia pemalas yang suka hidup semaunya tanpa di kekang oleh siapapun tiba - tiba saja bertransmigrasi menjadi Olivia Orleans setelah terjatuh dari tangga karena tersandung kakinya sendiri.
Olivia Orleans adalah tokoh sampingan dari cerita yang pernah dia baca berjudul " Butterfly ".
Menurut Novel Olivia Orleans adalah seorang putri kerajaan yang sangat pengecut dan pemalu sehingga dia sering menjadi bahan olok - olokan oleh para bangsawan lain.
Sang ayah yang selalu acuh tak acuh padanya sejak kecil hanya karena ibunya meninggal tepat setelah melahirkan Olivia dan ketiga kakak laki - lakinya yang selalu bersikap dingin dan mengasingkan adik perempuan mereka membuat Olivia tumbuh menjadi seorang gadis bodoh dan pengecut.
Lalu puncak dari semuanya adalah saat Olivia melompat kedalam danau yang dingin untuk membunuh dirinya sendiri karena sudah tidak tahan dengan sikap keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yesikaramel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
Waktu demi waktu pun berlalu. Bulan yang pada awalnya bersinar terang pun mulai meredup digantikan oleh sinar matahari.
" Bagaimana hasilnya ? " tanya sang raja.
" Menjawab yang mulia raja, kami belum berhasil menemukan dimana yang mulia putri " jawab salah satu prajurit.
" Sebenarnya kemana gadis itu pergi " gumam sang raja sambil menurunkan pandangannya.
Di sisi lain saat ini Olivia yang masih terlelap di dalam ruang rahasia pun perlahan - lahan terbangun dari tidurnya.
" Ugh jam berapa sekarang " gumam Olivia malas.
" Hoam~ karena tidak ada jendela ataupun ventilasi aku jadi tidak tahu berapa lama aku tertidur " gumam Olivia lagi sambil menguap dan meregangkan otot - otot tubuhnya.
" Hm sepertinya aku harus membawa botol ini ke ahlinya untuk mengetahui racun apa yang terkandung di dalamnya " ucap Olivia sambil mengamati botol ditangannya sekali lagi kemudian memasukkannya ke dalam saku.
Setelah itu Olivia pun menyusuri lorong yang tadi di lewatinya dan memencet tombol di samping cermin. Seketika itu pula kunci cermin tersebut terbuka dan Olivia pun keluar dari dalamnya.
Sesaat setelah keluar Olivia pun memutar kepalanya menatap ke arah jendela kaca di kamarnya.
" Hm sepertinya masih dini hari, tapi aku sudah merasa lapar " ucap Olivia sambil mengusap perutnya yang sudah mulai keroncongan.
Kemudian Olivia pun memutuskan untuk pergi ke dapur istana putri dan melihat apa yang bisa dia makan disana.
Saat Olivia membuka pintu kamarnya diapun merasa sangat terkejut karena ada banyak sekali orang yang berkumpul di depan kamarnya mulai dari ketiga pangeran, sang raja, beberapa prajurit dan pelayan.
Terlebih lagi pandangan semua orang itu tertuju padanya yang membuatnya merasa tidak nyaman.
Kenapa aku merasa seperti pencuri yang tertangkap basah pikir Olivia.
" Olivia " ucap ketiga pangeran dan sang raja secara bersamaan yang membuat Olivia sedikit tersentak.
" Oh eh ada apa ? " tanya Olivia sambil menggaruk - garuk rambutnya benar - benar tidak mengerti situasi yang dihadapinya saat ini.
" Tuan putri kapan anda kembali ? " tanya Daisy sambil menyeka air matanya.
" Tunggu dulu kenapa kamu menangis, apakah ada yang menindasmu ? " tanya Olivia saat melihat Daisy menangis.
" Tidak, hamba hanya merasa bahagia bahwa anda sudah kembali " jawab Daisy.
" Memangnya aku pergi kemana ? " tanya Olivia kepada Daisy karena merasa bingung sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.
" Itulah yang seharusnya kami tanyakan, kamu pergi kemana saja semalaman ini ! " ucap William berteriak sambil mencengkram erat kedua lengan Olivia yang membuat Olivia merasa tidak percaya hingga mengerjapkan matanya beberapa kali.
Bukan hanya Olivia bahkan para pelayan dan prajurit yang ada di tempat pun merasa terkejut di hati mereka.
Karena pada dasarnya putra mahkota kerajaan ini adalah orang yang terkenal mempunyai sifat lembut, murah senyum, dan ramah kepada siapapun yang membuatnya jarang sekali marah.
Meskipun pangeran kedua juga jarang sekali marah, namun kepribadian pangeran kedua lebih ke acuh tak acuh berbanding terbalik dengan putra mahkota.
" Saya ada di....kamar " jawab Olivia pelan.
" Jangan berbohong, semalaman ini kami mencarimu. Bahkan aku pribadi memeriksa kamarmu lebih dari empat kali namun kamu tidak ada di dalamnya " ucap Kyle dengan cibiran yang jelas di wajahnya.
Setelah mendengar ucapan Kyle, keringat dingin pun mulai muncul di dahi Olivia.
Oh tidak sepertinya aku sudah membuat kesalahan besar sekarang pikirnya.
" Tapi untuk apa kalian mencari saya ? " tanya Olivia ingin mengalihkan topik.
" Tentu saja karena kau tiba - tiba menghilang " jawab Damian dingin sambil menatap tajam ke arah Olivia.
" Oh apakah jika saya menghilang maka martabat dan harga diri keluarga kerajaan akan tercoreng, begitu ? " tanya Olivia yang membuat semua orang terdiam.
' Nyut ' sang raja dan ketiga pangeran pun juga merasakan sakit di hati mereka dengan pertanyaan Olivia.
" Bukan begitu, kami- "
" Sudahlah tidak apa - apa, saya sudah menyadari bahwa disini saya bukanlah orang yang berharga. Kalian tenang saja, saya berjanji bahwa selama saya masih menjadi anggota keluarga kerajaan maka saya akan menjaga tingkah dan perilaku saya " ucap Olivia memotong ucapan Kyle.
" Olivia " panggil sang raja pelan.
" Ya yang mulia raja, apakah anda membutuhkan sesuatu ? " tanya Olivia dengan nada suara yang jauh membuat sang raja menelan kembali kata - kata yang ingin di ucapkannya.
" Tidak ada " ucap sang raja pada akhirnya setelah terdiam selama beberapa saat.
" Kalau begitu saya undur diri yang mulia " ucap Olivia sopan kemudian melangkahkan kakinya ingin pergi dari sana namun pergelangan tangannya segera di cekal oleh William.
" Ya ? " ucap Olivia berpura - pura tenang.
" Kamu masih belum menjawabku, kemana kamu pergi semalaman ini ? " tanya William yang tidak terkecoh dengan pengalihan topik Olivia.
Dasar pantas saja laki - laki ini bisa menjadi putra mahkota, ternyata dia orang yang sangat teliti sehingga tidak mudah terkecoh pikir Olivia.
" Sudah saya katakan sebelumnya bahwa saya berada di kamar, namun karena kadang - kadang saya merasa takut saya akan bersembunyi di tempat rahasia " jawab Olivia yang menurutnya sendiri jawaban yang di berikannya itu tidak masuk akal.
" Sial di kehidupan sebelumnya aku tidak suka bertele - tele seperti ini, tapi kenapa disini aku dipaksa melakukan hal ini " ucap Olivia di dalam hati.
" Untuk apa kamu bersembunyi ? " tanya Kyle yang membuat Olivia kembali memutar otaknya. Setelah beberapa saat Olivia pun akhirnya menjawab
" Itu karena sejak saya kecil ada beberapa pelayan yang menindas saya hingga terbawa mimpi. Karena itulah terkadang saat malam hari saya akan mendapatkan mimpi buruk dan tanpa saya sadari saya sudah bersembunyi " jawab Olivia yang tiba - tiba mendapatkan kembali sebagian lagi ingatan Olivia asli.
" Tuan putri " ucap Daisy merasa iba sambil mencoba menahan air matanya.
" Jadi maksudmu kamu beberapa kali tidur sambil berjalan ? " tanya Kyle.
" Ya, karena bagaimanapun siksaan dan tekanan mental yang saya hadapi sangat berdampak pada kesehatan saya jadi...yah begitulah " jawab Olivia seadanya karena dia sudah bingung ingin berkata apa lagi.
" Siapa pelayan itu ? " tanya sang raja dengan suara pelan membuat semua orang tidak bisa mendengar apa yang diucapkannya dengan jelas.
" Maaf ? " tanya Olivia.
" Siapa pelayan yang berani menindasmu ? " tanya sang raja lagi.
" Oh mereka adalah semua pelayan yang ada di sini sebelumnya kecuali Daisy " jawab Olivia tenang seakan hal itu bukanlah apa - apa yang membuat semua orang kembali merasakan sakit di hati mereka.
" Tuan putri maafkan hamba yang gagal melindungi anda, menangislah jika anda ingin menangis nona. Anda sudah terlalu lama menahan diri " ucap Daisy yang sudah tidak bisa membendung air matanya lagi sambil memeluk erat Olivia.
" Aku benar - benar tidak apa - apa, lagipula semuanya sudah berlalu sekarang " jawab Olivia.
Oh ayolah sebenarnya bukan aku yang mengalami semua hal itu tapi Olivia asli pikir Olivia tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis menghadapi situasi ini.
" Mulai sekarang hamba akan selalu menemani anda kemanapun anda pergi " ucap Daisy sambil sesenggukan.
" Tidak ! " setelah mendengar ucapan Daisy Olivia secara refleks pun berteriak yang membuat pandangan semua orang kembali tertuju ke padanya.
" Ehe itu em kamu tidak perlu terus bersamaku karena aku takut menghambat pekerjaanmu. Lagipula satu - satunya orang yang aku percayai di istana ini hanya kamu jadi aku tidak ingin kamu diusir hanya karena gagal menjalankan tugas " ucap Olivia yang tidak bisa membuat alasan dengan benar.
" Kamu- haahh kamu sudah banyak menderita hingga sekarang " ucap William sambil menghela nafas panjang.
" Begitukah " jawab Olivia seadanya.
" Daisy aku lapar, bisakah kamu siapkan sesuatu untukku makan ? " tanya Olivia.
" Tentu saja " jawab Daisy cepat kemudian berlalu menuju dapur.
" Nah sekarang apakah ada lagi yang ingin kalian katakan atau tanyakan ? " tanya Olivia acuh tak acuh.
" Tidak ada, nikmati sarapanmu dengan tenang " ucap sang raja berbalik dan pergi diikuti oleh ketiga pelayannya.
" Huaaa aku selamat " ucap Olivia merasa lega.
" Sekarang waktunya untuk makan " ucap Olivia lagi kemudian berlalu menuju ruang makan istana putri.
udah gk sabar nunggu kelanjutannya