NovelToon NovelToon
TERJEBAK NAFSU

TERJEBAK NAFSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Selingkuh / Konflik etika
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Putra Al - Bantani

Diangkat dari kisah nyata yang sedikit dibumbuhi oleh tulisan karya Author dan mengganti nama tokoh didalamnya.
Kisah ini berawal dari rumah tangga Indra Wiguna seorang pengusaha kayu tersukses, usahanya telah diekspor sampai keluar negri, Indra Wiguna memiliki seorang Istri bernama Widiya Sari, seorang wanita yang cantik dan anggun.
Sebagai istri pengusaha sukses dia sangat dimanja oleh suaminya dan setiap keinginannya selalu dituruti.
namun pada suatu ketika konflik rumah tangganya terjadi dan Widiyapun menjadi membuka diri kepada setiap orang.

yok baca kisah selanjutnya dalam novel ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putra Al - Bantani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB - 21

   Menjelang malam pesawat penerbangan dari Manado telah tiba di bandara Kualanamu Medan Sumatera Utara, Indra telah menuruni anak tangga pesawat menuju bandara kedatangan domestik.

"Pak, kita langsung aja kembali kerumah masing-masing ya?" kata Indra kepada Manager Oprasionalnya.

"Baik pak, kalau begitu saya izin pamit pak" jawab si Manager, Indra tampak menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.

Indra berjalan meninggalkan bandara dan menuju pintu keluar, Pak Marwan sang sopir telah menunggunya di parkiran, Indra langsung menuju ke Mobilnya.

"Mari pak" kata Indra kepada Pak Marwan, degan segera pak Marwan mendekati Indra yang meminta tolong mengangkatkan bawaannya, pak Marwan segera mengambil tas dan beberapa pelastik untuk membawa barang-barang yang berupa oleh-oleh untuk keluarganya.

Pintu mobil segera dibuka dan Indra segera masuk dibagian jok belakang supir, pak Marwan segera membawa majikannya kembali kerumah.

Mobil melaju perlahan meninggalkan bandara menuju kota Lubuk Pakam rumah kediaman Indra Wiguna beserta keluarganya.

Berjalan perlahan mereka menikmati malam yang ada, dengan begitu diterangi oleh lampu-lampu jalanan sepanjang trotoar, hingga tak terasa mereka telah tiba di rumah.

Ten... Ten....

Klakson mobil dibunyikan oleh pak Marwan agar pintu pagar dibukakan, terlihat seorang Scurity rumah tersebut bergegas keluar dari pos penjagaan dan membukakan pintu gerbang pagar, Mobil yang ditumpangi oleh Indra melaju masuk kedalam halaman rumah ketika pintu telah dibuka.

Indra turun dari mobil dan segera berjalan masuk kedalam rumah, pak Marwan memarkirkan mobil di garasi kemudian membawakan barang-barang bawaan milik majikannya melalui pintu samping rumah.

"Assalammu'alaikum" saat Indra masuk dan membuka pintu rumahnya.

Widiya yang sedang menonton tv di ruang keluarga menyambutnya dengan hangat "Wa'alaikumsalam"

Indra langsung berjalan dan duduk diruang tamu bersama Istrinya sambil membuka sepatunya.

"Jam berapa dari sana pa?" tanya Widiya yang mendekati suaminya dengan senyum kerinduan.

"Sekitar jam dua tadi ma" jawab Indra tanoa menoleh kepada Widiya.

"Mau diletakin dimana pak?" tanya pak Marwan yang membawa barang-barang majikannya.

"Oh, masukan dalam kamar langsung aja pak" jawab Indra dengan tenang, sembari dia berdiri dan berjalan masuk kedalam kamarnya.

Widiya menyambar sebuah remot tv yang terletak pada meja kaca yang berwarna hitam di ruang keluarga, kemudian dia mematikan tv untuk menyusuk suaminya masuk kedalam kamar.

"Capek ya pak?" tanya Widiya, "apa mau mandi dulu?" sebut Widiya kembali.

Indra sedang membuka pakaiannya, "iya, papa mau mandi, gerah ni?" jawab Indra sambil melangkah menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, "oh ya ma, itu ada oleh-oleh papa beli, nanti bisa mama buka dan bagi ama pembantu dan pak Marwan, jangan lupa juga untuk dua Security kita itu" kemudian Indra kembali melangkah masuk ke kamar mandi.

Widiya hanya tersenyum, dia membuka segala bawaan dari suaminya dan memilah-milah buat oara pekerja yang ada dirumahnya.

......................

Keesokan harinya Widiya telah menyiapkan segala keperluan rumah dan dia juga baru selesai melakukan olahraga pagi.

"Tuan udh pulang ya non?" tanya bu Tina.

"Sudah bu, tadi malam dijemput ama pak Marwan" jawab Widiya sambil membantu bu Tina mengerjakan segala sesuatunya.

Putri yang baru saja datang, lasung segera menuju ruang makan untuk melakukan sarapan pagi.

Tidak berapa lama, Indra juga tiba di ruang makan itu.

"Ih papa udah pulang ya? Kapan sampai pa?" tanya Putri dengan senyum bahagia.

"Sudah...., tadi malam papa sampai" jawab Indra sambil mengambil makanan untuk sarapan pagi.

"Kok Putri nggak tau?" jam berapa pa?" tanya Putri kembali yang masih memandang papanya dengan senyumam, sendok dan garpu yang ada ditangannya tidak bergerak sedikitpun.

"Jam berapa ya? Sekitar jam sembilan mungkin" jawab Indra sambil mengunyah makanan.

"Berarti Putri udah tidur, pasti papa bawa oleh-oleh ya?" tanya Putri sambil masih memandang wajah Indra dengan senyum.

Indra masih saja meneruskan makannya, diraihnya sebuah gelas yang berisikan air putih dan dia segera meneguk air itu.

Gleeekkk.... Gleeekkk.....

Tegukan air membasahi kerongkongan Indra dan membantu sisa-sisa makanan yang ada di kerongkongannya.

Air itu diletakan kembali dimeja setelah dia beberapa kali meneguk air yang ada.

"Bawa, kamu tanya aja ama mamamu" jawab Indra melanjutkan makannya.

Putri menyuapkan nasi kedalam mulutnya untuk mengisi amunisi lambungnya dipagi ini.

"Kok tanya oleh-oleh kamu Put?" tanya Widiya yang menyambar pembicaraan Putri dengan papanya, "emangnya kamu ada pesan oleh-oleh apa?" sambung Widiya ngeledekin Putri.

"Ih, biasanya kan papa selalu bawa oleh-oleh tiap pulang dari luar kota" jawab Putri kembali.

Widiya mencibirkan bibirnya, dia seolah-olah sedang berleluconan dengan Putri.

"Jadi kalau papa nggak bawa gimana?" tanya Widiya.

Saat itu Indra segera berdiri dari temoat duduknya di ruangan makan itu, dia melangkahkan kakinya keruangtamu.

"Ma..., papa berangkat ya?" kata Indra kepada Widiya, "ya Put, papa berangkat" sebut Indra kembali kepada Putri yang masih menyelesaikan sarapan paginya.

Indra terlihat buru-buru yang memang pada saat itu hari sudah beranjak siang, pukul 09.35 Wib tertera di jam tangan saat Indra melirik jam tangannya.

Dia melangkah menuju mobilnya yang telah bersiap-siap membawanya, pak Marwan juga tengah bersiap dengan mobilnya untuk membawa Indra ke kantor.

Hitungan detik selanjutnya Indra telah berada didalam mobilnya, pak Marwan segera melajukan mobilnya menuju kantor.

Security menutup pintu gerbang yang besar itu setelah mobil Indra berlalu pergi meninggalkan rumahnya.

Satu jam kemudian, Indra telah tiba di kantornya, dia langsung menuju ruangan kerja.

"Pagi pak!" sapa para karyawannya.

"Iya...., pagi...." jawab Indra sembari menuju lift untuk naik ke ruangan kantornya.

Pintu lift segera terbuka, Indra keluar dari lift tersebut, kemudian berjalan menuju ruangannya.

Tok... Tok...

Pintu ruangan kerja Indra diketuk.

"Iya masuk!" jawab Indra dari dalam.

Herliani Lim Sekretaris nya masuk kedalam ruangan Indra.

"Pagi pak!" sapa Herliani dengan senyuman manisnya.

"Iya pagi, mari duduk!" jawab Indra yang sedang memainkan ponselnya.

"Kapan pulang pak?" tanya Herliani dengam senyum kecilnya dan duduk dihadapan Indra.

"Tadi malam" jawab Indra kembali.

"Oh ya pak, maaf, ini laporan barang kita yang sudah berhasil terkirim selama seminggu pak" ucap Herliani sembari memberikan map biru yang berisikan data-data pengeluaran dan pengiriman barang ke luar negri.

"Oh ya, letakin saja dulu disitu ya" kata Indra dengan senyum, dan menyuruh Herliani meletakan berkas tersebut di mejanya.

"Oh ya, saya lupa, kemarin saya ada membawa oleh-oleh buat kamu, tapi lupa saya membawanya, mungkin besok lah saya kasih" kata Indra dengan senyum, memang Indra sering memberikan karyawannya oleh-oleh ketika dia kembali dari luar kota maupun luar negri.

Itu semua dilakukannya agar para karyawannya dapat bekerja dengan maksimal, rajin, serta giat dalam bekerja.

1
Isnawaty Djafar
keren
Isnawaty Djafar
Lumayan
Isnawaty Djafar
Biasa
Journal. Lilac
keren kak
Agung Fathurahman
cerita selanjutnya kapan
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat terus author
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Putra Al - Bantani: terimakasih kak
total 1 replies
Sena judifa
lanjut thor
Putra Al - Bantani: makasih kak
total 1 replies
Sena judifa
takut tuh ren putrinya
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Putra Al - Bantani: thanks kak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir di sini 🙏
Putra Al - Bantani: iya kak tidak apa2 terimakasih
total 1 replies
Ucy (ig. ucynovel)
bilang aja blm bs kasi jawaban skrg😊
Ucy (ig. ucynovel)
aku mampir lg thor
Putra Al - Bantani: terimakasih kak
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
tetap semangat ya👍👍👍
Putra Al - Bantani: terimakasih kak
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat up nya thor👍👍
Putra Al - Bantani: ok kak
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
so hot😱😱
lanjut👍👍👍👍
Putra Al - Bantani: terimakasih kak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Putra Al - Bantani: Thema kak
total 1 replies
Sena judifa
muara cinta kita mampir thor
Sena judifa
oh kayupun ada levelnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!