karya ini terdapat alur maju mundur ya, baca beberapa bab baru baru bisa mengerti jalan ceritanya.😁
Garina Jelita, gadis malang yang telah disia siakan selama 10 tahun, ia berada dititik terendahnya saat suami yang ia percaya mampu melindunginya justru mengusirnya dari kehidupannya.
percayalah penyesalan akan selalu ada bagi mereka yang berbuat kesalahan, namun waktu belum tentu memberi kesempatan bagi mereka untuk menebusnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deodoran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Kau yakin Garina akan menerimanya? Kau yakin bisa menjaga rahasia ini selama masa pengobatan El?"cecar Byan yang sudah diberitahu mengenai rencana Erick yang akan membantu pengobatan El keponakannya malangnya, hanya mengenai pengobatan El yang diberitahukan Erick ia tak mau membongkar privasi pernikahan Garina dan Arif pada atasannya karena menganggap hal tersebut adalah privasi mereka, jika harus sampai ketelinga Byan maka yang paling berhak mengatakannya adalah Arif dan Garina.
Byan sama sekali tak ingin bertemu Garina sebelum Arif bisa meyakinkan istrinya, ia tak mau Garina semakin terluka setiap melihat wajahnya.
"Serahkan semua padaku Tuan, Nona Garina tidak akan tahu apa apa!" Tegas Erick meyakinkan.
"Kau harus pastikan Garina dan El nyaman selama masa Operasi, bagaimana dengan Rumah sakit di Luar negeri?"
"Untuk sementara El akan di rawat dirumah sakit x" Erick menyebut salah satu nama rumah sakit swasta terbesar dan terlengkap diJakarta bahkan beberapa Dokter spesialisnya berasal dari luar Negeri.
"Lakukan yang terbaik" Byan lalu mengambil selembar foto yang tergeletak dimeja kerjanya, potret Garina dan El yang tengah mengantar kepulangan bu Nunuk, Byan tersenyum sambil memejamkan matanya dalam menahan air mata agar tak keluar.
"10 tahun tuan menahannya lantas saat ada kesempatan mengapa justru masih sembunyi?" Tanya Erick.
"Dia tidak akan tersenyum seperti ini jika bertemu denganku Rick"
"Benar benar tidak adil, padahal yang bersalah Sagara tapi kenapa berimbas pada Anda" gumam Erick, ia malas menyebut nama Sagara dengan sebutan formal jika sedang tidak berhadapan langsung.
"Dua orang yang sangat malang, ah tidak! 3 maksudku" Byan tersenyum miris, mengingat sang keponakan adalah anak salah satu orang terkaya di Asia tenggara namun untuk pengobatannya bahkan harus mengandalkan Asuransi seorang pegawai negeri biasa.
Setelah berbincang singkat seorang penjaga keamanan berseragam lengkap masuk dan menemui Byan serta Erick yang sekarang tengah berada di Wisma perusahaan. pria itu mengabarkan jika ada seorang laki laki di gerbang menggunakan sepeda motor yang bersikeras ingin bertemu Byantara Ganendra meski waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Erick terlebih dahulu memeriksa tamu tersebut sebelum akhirnya mengijinkannya masuk dan menemui Byan.
Awalnya Byan yakin kedatangan pria yang tak lain adalah Arif itu pasti mengajukan keberatan dengan tawaran Erick, namun tebakannya Salah Arif menunduk meminta maaf atas keegoisannya tadi siang yang tidak mengijinkan Byan membantu El padahal anak itu sangat butuh akan pamannya.
"Garina wanita malang yang harus melahirkan anak di dalam RSJ, perlahan kondisi El mengingatkanku pada putraku yang telah tiada sehingga aku memutuskan menikahi ibunya demi bisa membantu El, Saat menikah aku sama sekali memutuskan untuk menutup hatiku, Garina terlalu cantik dan baik awalnya aku takut tak bisa menjaga hati ini untuk istriku yang malang tapi Ternyata aku berhasil karena Garina membantuku, ia benar benar wanita yang bermartabat. Sekarang kau tahu mengapa aku menikahinya"
"Kau sama sekali tak pernah menyentuhnya?" Dari cerita Byan sebenarnya ia sudah bisa menebak Jika Arif pria yang bisa dipercaya namun ia ingin lebih memastikannya.
Arif menggeleng" Sama sekali tidak, hanya sekedar bersalaman lalu ia mencium punggung tanganku, tidak pernah lebih" terang Arif, Dan Byan tak bisa menyembunyikan perasaan leganya.
"Apa aku bisa mempercayaimu menjaga Garina dan putraku?"
"Bahkan jika harus kehilangan nyawa demi mereka maka akan aku lakukan" jawab Byantara tegas. Matanya berkilat serius saat janji itu terucap dari bibirnya.
Arif tersenyum kecil, sejak awal ia memang bisa melihat keseriusan melalui sorot mata Byan yang sekan diliputi amarah dan kesedihan.
.
.
.
"Byantara Ganendra?" Suara Garina terdengar Gemetar saat Arif mengatakan jika yang hendak membantunya adalah Byan dan mantan Adik ipar sekaligus sahabat masa remajanya.
"Ma-mas" Garina yang tengah membelakangi Arif sambil melipat pakaian untuk dimasukkan kedalam koper menoleh menatap Arif yang menaruh telunjuknya didepan bibir memberi isyarat agar Garina tidak mengeraskan suaranya karena didepan masih ada Bu nunuk yang mengajari El.
Wanita itu menatap sendu sang suami yang berdiri di tepi ranjang yang memang selalu melihatnya dengan pandangan iba.
"Kau sudah sembuh Garina, jangan biarkan masalalumu menggerogoti kebahagiannmu bersama El, ingat hanya El yang kau punya sekarang"
"Ma-s apa aku tidak bisa, tidak mengapa jika El mendapat perawatan biasa saja sesuai asuransi mas"
Arif kini berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Garina yang tengah duduk dilantai dengan berbagai tumpukan pakaian yang ia lipat.
Sepuluh tahun yang lalu ia bisa melihat sorot mata Garina yang begitu kosong, seakan hanya gambaran kematian yang tersirat disana, namun tidak lagi semenjan El hadir kedunia, meski belum sepenuhnya Sehat Arif tahu Garina mulai memiliki semangat hidup karena itulah ia membantunya.
"Apa Byantara pernah menyakitimu di masa lalu? " tanya Arif dan Garina hanya bisa memggeleng sambil menundukkan wajahnyam
"Apa Byan yang membuatmu nyaris kehilangan nyawa? Apa Byan yang menghianatimu?"
Lagi lagi Garina hanya menggeleng.
"Tapi dia adik pria itu" Takut takut Garina saat menyebut kata 'pria itu', ia seakan enggan mengingat namaya lagi.
"Garina lihat aku!" Arif memegang kedua sisi bahu Garina dan memaksa wanita itu menatap matanya.
"Aku yang paling tahu bagaimana penderitaanmu, apa kau fikir aku tega menjerumuskanmu kedalam kubangan luka itu lagi?"
Garina menatap wajah tegas Arif, pria yang membantunya selama 10 tahun ini untuk bisa sembuh dari penderitaan gangguan kejiwaan yang ia alami.
"Kau sudah sembuh Garina! kau sehat sekarang! Ingat ada El disampingmu, Dia Byantara pria baik hati yang ingin membantumu, aku sudah membuatnya berjanji untuk menjagamu dari Si Brengsek itu, ia tidak akan pernah tahu jika kau masih ada dimuka bumi ini"
Garina lagi lagi menggeleng lalu berujar" Bahkan jika ia tahu aku masih hidup itu tak akan berpengaruh padanya, dia sudah bahagia sekarang, aku tak lebih hanya seorang anak supir yang bermimpi menjadi cinderella"
Arif lekas memeluk tubuh Garina yang bergetar karena tangisan. ini pelukan pertamanya setelah ia mengucap ijab qobul untuk wanita setengah waras yang ia rawat dulu. setidaknya sebelum ia meninggalkan wanita itu dan putranya sekali saja ia ingin memberikan kehangatan untuk Garina.
"Itu kau tahu, dia sudah bahagia Garina jangan menyiksa dirimu lagi, kau juga berhak bahagia" Arif mengusap surai hitam Garina pelan.
"Mas" Garina mengurai pelukan suaminya, "Apa arti semua ini? Apa memang waktunya sudah tiba mas melepas kami?" Tatapan Garina begitu Sendu, ia sadar selama ini menjadi beban namun ia masih tak rela meninggalkan pria itu, andai bisa Garina ingin menghabiskan hidupnya melayani semua kebutuhan Arif layaknya seorang pelayan sebagai bentuk terima kasih, Garina tak pernah sekalipun berharap hubungannya dan Arif bisa naik ketingkat yang lebih serius, karena mereka sama sama memiliki trauma enggan untuk menjalani hubungan yang baru.
"Tidak" Arif menggeleng pelan, tatapannya menyiratkan sejuta makna. Ia harus memastikan lebih dalam lagi Byantara bisa menjaga Garina dan El.
"Jika memang kita harus berpisah apa mas akan pergi ke tempat itu?" Garina pernah tidak sengaja melihat surat surat mengenai pengajuan diri sebagai sukarela di negara yang tengah berkonflik. Garina selalu melihat Arif sebagai orang yang kehilangan asa, pria itu nampak sekali sangat ingin menyusul istri dan putranya namun ia masih memiliki akal yang cukup sehat untuk melakukan tindakan bodoh tidak seperti dirinya dulu, ditambah Lagi Arif harus bertanggung jawab pada Garina
Dan El.
"Mungkin" jawab Arif, yang sontak membuat Garina memghela nafas.
Terimakasih thor tuk karya hebatnya
Padahal novel ini udah ku baca berulang kali 😭