EKSKLUSIF HANYA DI NOVELTOON.
Jika menemukan cerita ini di tempat lain, tolong laporkan🔥
Ayu tak pernah menyangka bahwa pernikahannya dengan Cakra yang baru berjalan satu bulan harus kandas begitu saja. Lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu menghempaskannya bagai sampah. Dirinya terpasung sekian lama tanpa ada yang sudi menolongnya.
Pernikahan pertamanya itu sungguh menorehkan luka dan trauma mendalam baginya hingga ia tak bisa bersentuhan dengan lelaki manapun.
Disaat orang lain menjauhinya karena dianggap tidak waras, justru datang sosok lelaki berseragam cokelat yang pernah membuatnya tertawa di masa lalu namun dirinya juga yang pernah membuat lelaki itu kecewa. Akan tetapi, hanya laki-laki itulah yang kini bersedia mengulurkan tangan dan merangkulnya tanpa ragu disaat hidupnya terpuruk.
"Apa adanya kamu, aku selalu mencintaimu."
Akankah kemurnian cinta yang ada mampu menyembuhkan luka dalam pernikahan manis mereka yang tak akan mudah?
Simak kisahnya💋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 - Bertemu Dokter Heni
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil. Bayu mengendarai mobil pribadi miliknya menuju klinik Dokter Heni di Kota Malang. Setelah Ayu mengatakan bersedia, Bayu langsung menghubungi Dokter Heni. Bayu sebelumnya telah mendapat nomor kontak Dokter Heni dari Dokter Ira.
Setelah satu jam perjalanan, mereka pun tiba. Dokter Heni menyambut baik Ayu saat masuk ke dalam kliniknya.
"Apa kabar pengantin baru?" sapa dokter Heni dengan ramah seraya memeluk Ayu dan mengucapkan selamat.
"Baik, Dok." Ayu hanya menjawab singkat. Sebab ia masih ada didera rasa takut dan cemas. Walaupun ia juga telah mengenal Dokter Heni. Alhasil dirinya hanya bisa berdiri kikuk tanpa bisa membalas pelukan hangat dari Dokter Heni.
Bayu dan Dokter Heni sangat paham reaksi Ayu. Sebelumnya, Bayu telah menceritakan awal mula pernikahan mendadak dirinya dengan Ayu pada Dokter Heni tanpa sepengetahuan Ayu.
Bayu juga meminta Dokter Heni sementara ini merahasiakan pernikahannya dari Arjuna dan Bening. Dikarenakan yang mereka tahu, Ayu masih menjadi istri dari Cakra.
Bayu juga membicarakan detail tentang trauma masa lalu yang dialami oleh Ayu yang ia tahu secara garis besarnya saja pada Dokter Heni. Semua informasi itu Bayu dapatkan dari seseorang yang ia perintahkan untuk menyelidikinya.
Namun hingga saat ini baik dirinya dan informan tersebut tak tahu pasti kekerasan apa saja yang Ayu terima di dalam rumah Cakra sebelum terpasung di gubuk kecil.
"Sayang, aku ada janji bertemu rekan sejawat dekat sini. Kamu baik-baik sama Dokter Heni ya. Nanti kalau sudah selesai, kabari aku." Bayu pun sengaja meninggalkan Ayu bersama Dokter Heni di klinik.
"Iya, Mas." Ayu pun menjawabnya singkat dan sedikit merona. Sebab dirinya mendadak terkejut Bayu memanggil dirinya dengan sebutan sayang di depan Dokter Heni.
Cup...
Sebuah kecupan singkat tiba-tiba mendarat di keningnya. Semakin menambah kegugupan dirinya jelas kentara. Namun tak dapat dipungkiri hatinya merasakan bahagia. Sebab diperlakukan penuh cinta oleh Bayu, suaminya.
"Aku pergi dulu."
"Dok, titip istriku yang cantik ini ya. Aku pamit keluar sebentar. Makasih banyak Dok," cicit Bayu seraya berpamitan pada Ayu dan Dokter Heni.
"Siap, Komandan." Dokter Heni sengaja menyegarkan suasana seraya tersenyum.
Ayu pun mencium tangan Bayu dengan takzim sebelum suaminya itu pergi meninggalkan klinik Dokter Heni.
Setelah Bayu pergi, Dokter Heni pun menggandeng hangat seraya memeluk pundak Ayu. Dan keduanya berjalan perlahan masuk ke dalam ruang terapi.
Sementara Bayu sudah membuat janji dengan Zaky untuk minum kopi di sebuah cafe yang tak jauh dari klinik Dokter Heni. Kebetulan hari ini dirinya dan Zaky masih libur dinas.
☘️☘️
Cafe.
"Hai, Zak. Aku di sini," panggil Bayu seraya melambaikan tangan saat melihat Zaky memasuki area cafe dan sedang mencari dirinya.
Zaky yang melihat Bayu, lantas tersenyum dan berjalan menuju tempat duduk yang sudah dipesan oleh komandannya tersebut.
"Ini kamu pesan dulu tapi jangan mahal-mahal. Awas kamu!" ledek Bayu sengaja seraya menyodorkan buku menu pada Zaky.
"Siap, Komandan." Zaky pun tersenyum dan menjawab singkat. Ia sudah cukup lama mengenal Bayu sehingga diledekin seperti itu sudah biasa baginya.
Bayu di matanya bukanlah orang yang pelit. Bahkan sangat baik dan bukan komandan yang perhitungan dengan anak buah. Sebab ia tahu Bayu terlahir dari keluarga berada sebelum menjadi polisi. Namun Bayu tetap bersikap biasa, tidak jumawa alias sombong dengan harta warisan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.
Bahkan saat ibunya Zaky sakit dan ia membutuhkan dana yang cukup banyak karena uang gajinya telah terpakai untuk membiayai sekolah adik-adiknya, Bayu lah yang membantu biaya operasi ibunya. Baginya Bayu bukanlah sekedar Komandan tetapi sudah ia anggap seperti kakak sendiri.
Walaupun keduanya kerap saling meledek satu sama lain. Bayu si bujang lapuk yang sekarang sudah tak membujang lagi dan Zaky yang dijukuki playboy cap kadal buntung. Hal itu justru membuat mereka semakin dekat dan akrab.
"Gimana hasil laporan yang aku suruh tempo lalu padamu tentang keberadaan Cakra dan keluarganya sekarang?" tanya Bayu to the point saat Zaky baru saja duduk.
Bersambung...
🍁🍁🍁