NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO / Tamat
Popularitas:347.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Cupang apaan sih, Ma?" elak Dini dengan cepat. "Pacar aja aku nggak punya. Masa tiba-tiba dicupang," ketusnya dengan wajah cemberut.

"Mama kan cuma bilang mirip, Din. Kamu jangan marah gitu dong. Maaf ya, Sayang." Hesti selalu tak bisa berkutik jika Dini memasang wajah cemberut. Ia tak mau membuat putri bungsunya bad mood.

Di kursinya, Kyara bergumam dalam hati. "Emang itu cupang, Ma. Cupang bibirnya Pak Lurah."

"Iya, aku maafin." Dini mengulum senyum, batinnya bersorak senang. "Yes, Mama percaya."

Meja makan kembali sunyi. Tak ada obrolan lagi.

Dini pamit duluan, ia buru-buru pergi ke kamarnya. Begitu pintu benar-benar tertutup, ia langsung menghela napas panjang.

Tubuhnya bersandar ke daun pintu sejenak, seolah baru saja lolos dari interogasi berat. "Untung Mama nggak memperpanjang tentang cupang ini," ujarnya pelan. Ia berjalan menuju cermin di meja rias. Jari-jarinya refleks menyentuh bagian leher yang tadi hampir membuatnya ketahuan saat makan malam. Bekas itu masih jelas terlihat ... merah keunguan.

Dini meringis sendiri. "Aa Hadi sih ... udah kubilang jangan ninggalin bekas," gumamnya kesal. "Eh dia tetap aja ngeyel." Ia memiringkan leher, mengamati bekas itu dari berbagai sudut di cermin. Semakin dilihat, semakin terlihat mencolok. "Aku juga kenapa bisa sampai lupa sih ... nutupin cupang ini? Padahal tadi pas di kampus ... aku tutupin pake foundation," lanjutnya sambil mendecak.

Tangannya kemudian turun ke bagian kerah bajunya. Ia sedikit membuka kancing paling atas, lalu menatap pantulan dirinya lagi. Wajahnya langsung memerah saat melihat jejak lain yang tersembunyi di balik pakaian.

"Padahal di dadaku juga udah banyak tuh cupang-cupangnya dia," keluhnya setengah berbisik.

Dini buru-buru menutup kembali kancing bajunya, seolah takut ada orang yang tiba-tiba masuk. Ia lalu menjatuhkan diri ke atas ranjang sambil memeluk bantal.

Wajahnya tampak kesal, tapi di sudut bibirnya terselip senyum tipis yang sulit disembunyikan. "Dasar Aa Hadi," gumamnya lagi. "Ganas banget sih jadi cowok. Tapi aku puas. Dia selalu bisa membuatku melayang ke surga dunia." Ia menatap langit-langit kamar sambil menghela napas panjang.

Bayangan kejadian tadi siang bersama Hadi kembali terlintas di kepalanya. Bagaimana mereka bersatu dengan berbagai macam gaya.

Dini menutup wajahnya dengan bantal, menggeram kecil. "Ihh ... aku jadi pengen lagi dihisap sama Aa Hadi." Ia menyentuh bagian sensitifnya. "Meskipun Aa Hadi udah tua dan udah punya keluarga, tapi aku cinta banget sama dia. Aku rela jadi istri keduanya," ucap Dini seraya membayangkan wajah pejabat kelurahan itu.

______

Setelah membereskan meja makan, Kyara akhirnya naik ke lantai dua. Langkahnya pelan menyusuri tangga, sementara pikirannya masih sibuk memutar ulang kejadian sepanjang hari. Begitu sampai di kamar, ia menutup pintu dengan hati-hati. Ruangan itu terasa tenang.

Kyara langsung duduk di atas ranjang. Ia kembali membuka hp-nya. Layar menyala, menampilkan halaman novel yang sedang ia tulis. Judul di bagian atas masih sama ... Bangkitnya Istri yang Tersakiti.

Kyara menarik napas pelan, lalu mulai mengetik lagi. Jari-jarinya bergerak cepat di atas layar, seolah ide-ide yang mengendap di kepalanya sudah tak sabar untuk keluar. Ia sedang melanjutkan cerita ke bab enam.

Di bab itu, tokoh utama mulai menyadari bahwa suaminya menyimpan banyak rahasia. Kyara menuliskan dialog, konflik, dan emosi dengan begitu hidup, sesuai dengan apa yang ia alami.

Sesekali bibirnya melengkung tipis karena puas dengan alur yang ia buat. "Bagian ini pasti bikin pembaca gemas," gumamnya pelan. Ia mengetik lagi, menambahkan beberapa kalimat dramatis.

Namun setelah beberapa menit, jemarinya perlahan berhenti. Tatapannya bergeser dari layar hp ke arah jam dinding di dekat lemari. "Udah jam sembilan lewat lima belas menit." Alis Kyara berkerut tipis. "Kenapa Mas Doni belum pulang juga?" Ia melirik ke arah pintu kamar.

Dalam hati, sebuah pertanyaan mulai muncul ... pelan, tapi mengusik "Benarkah dia pergi ke rumah temannya?" Kyara menggigit bibir bawahnya pelan. Bayangan percakapan suaminya di telepon siang tadi kembali terlintas jelas di kepalanya. "Ah, sudahlah. Mending aku fokus nulis lagi." Tangannya kembali bergerak di atas layar hp, berusaha melanjutkan tulisan. "Aku harus semangat. Supaya bisa segera mengupload bab sebanyak-banyaknya. Kali aja banyak yang baca," ujarnya berusaha menumbuhkan semangat lagi dan menepis pikiran tentang Doni.

______

Suara deru mobil akhirnya terdengar memasuki halaman rumah. Kyara yang sudah berbaring di atas ranjang langsung membuka mata. Ia sempat menoleh ke arah jam dinding. "Udah jam sebelas." Perlahan ia bangkit, berjalan ke jendela, lalu sedikit membuka tirainya.

Lampu depan mobil Doni masih menyala, menerangi halaman rumah yang sepi. Kyara menghela napas pelan. "Akhirnya dia pulang juga," gumamnya lirih. Dari lantai dua itu ia bisa melihat Doni turun dari mobilnya. Pria itu tampak biasa saja, bahkan sempat merapikan bajunya sebelum melangkah masuk ke dalam rumah. Entah kenapa, dada Kyara terasa aneh melihat pemandangan itu. Namun ia tidak ingin memikirkannya lebih jauh.

Kyara menutup kembali tirai jendela, lalu kembali ke ranjang. Ia merebahkan tubuhnya dan menarik selimut sampai ke dada. Beberapa detik kemudian, matanya mulai terpejam.

Suara langkah kaki Doni terdengar nyaring memecah kesunyian. Ia tidak langsung naik ke kamarnya, melainkan berjalan menuju kamar sang ibu. Ia menarik napas sebentar, lalu mengetuk pintu pelan.

Beberapa detik kemudian pintu terbuka. Hesti muncul dengan wajah sedikit heran. "Kamu baru pulang, Don?" tanyanya.

"Iya, Ma," jawab Doni singkat. Ia sempat melirik ke arah tangga, memastikan  tidak ada Kyara. "Oh ya, Mama sudah mau tidur belum? Kalau belum ... aku mau membicarakan sesuatu yang sangat penting."

Alis Hesti sedikit terangkat. "Belum," jawab Hesti tenang. "Ayo masuk." Doni melangkah masuk ke dalam kamar. Hesti kemudian menutup pintu dengan perlahan.

Hesti berjalan ke arah sofa kecil di dekat jendela. Mereka pun duduk saling berhadapan.

Hesti memperhatikan wajah anaknya dengan teliti. "Hal penting apa yang ingin kamu bicarakan?" tanyanya akhirnya.

Doni tidak langsung menjawab. Ia berdehem pelan, seolah sedang menyiapkan keberanian. "Aku ... mau jujur ke Mama," katanya. Hesti masih menatapnya tanpa ekspresi. Doni menunduk sejenak sebelum melanjutkan. "Selama ini, aku selingkuh, Ma." Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya. Dengan suara datar.

"Dengan rekan kerjaku. Namanya Nayla Pertiwi." Doni berhenti berbicara sejenak. Ia sengaja menjeda kalimatnya, ingin melihat bagaimana reaksi ibunya.

Namun Hesti tidak berkata apa-apa.

Wajahnya tetap tenang. Terlalu tenang.

Tatapannya bahkan sulit diartikan.

Tidak ada keterkejutan. Tidak ada kemarahan. Ia hanya menatap Doni tanpa berkedip.

Karena tidak mendapat reaksi, Doni akhirnya melanjutkan ucapannya. "Hubungan kami ... sudah berjalan selama lima tahun, Ma." Tangannya saling bertaut di pangkuan.

"Dan barusan ... aku habis dari rumahnya." Hesti masih diam. Sikapnya membuat Doni sedikit gugup. Namun ia tetap meneruskan. "Nayla mendesakku," kata Doni. "Dia bilang ingin ada kejelasan." Ia menelan ludah. "Nayla ingin segera bertemu Mama ... dan juga Dini."

Hesti masih tidak bergerak. Seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat dalam.

Doni menatap ibunya dengan hati-hati. "Mama mau kan ... besok malam bertemu dengan dia?" tanyanya.

1
Marlina
✨always love you ✨
ceritanya gantung banget kak thor..tp gpp deh yg penting happy ending tokoh utama nya
Ama Apr: wkwkwk
total 5 replies
Marlina
✨always love you ✨
kalau sudah tiada baru terasa 😅 itulah yg di alami doni
Ama Apr: hoohh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
bertaubat lah sebelum ajal menjemput mu Don
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
akhirnya terungkap juga kematian nayla
Ama Apr: yappp🥲
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
karena kama ingin menikah mu secara resmi tanpa ada kesepakatan
Ama Apr: hehe betul
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh Din gak usah kebanyakan mikir.. mending nikah sama Roy jelas² pria baik tulus.. lagi pula km udh gak perawan juga kan
Ama Apr: hooj ya
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
klo Roy mau menerima dini apa adanya knp gak nikah aja
Marlina
✨always love you ✨
si Nayla udh metong dan di kubur sama dokter abal² tuh
Ama Apr: haha atut
total 3 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha tuh kan bener perkutut nya Doni kurapan 🤣🤣🤣
Ama Apr: iuhhh jijik
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
hayolo udh mulai penyakit mu keluar Doni.. perkutut nya kudisan ya 🤣
Ama Apr: hooh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
ibu anda metong karena gak kuat anus nya keluar dan mengeluarkan banyak berlian 😅
Ama Apr: hahaha geuleuh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
azab di dunia aja udh mengenaskan gitu gmna di akhirat nya hiiiii... auzhuminzalik
Ama Apr: 🥲 amit2
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
astaghfirullah 🤮 aku gak ikut di situ ikut mual
Marlina
✨always love you ✨:
iyuuuhhhh gak deh 🤮
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
pasti syok berat tuh si Doni knp calon suami nya kyara bersama pak darta.. ternyata mantan istri yg kau sia sia kan akan menjadi ratu di keluarga sultan.. itu lah pembalasan bt setan seperti dirimu
Marlina
✨always love you ✨:
hu'umm
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh tau salah masih menyangkal aja tuh si Doni.. pengen ku geprek tuh pala nya
Marlina
✨always love you ✨
metong aja sekalian Hesti
Marlina
✨always love you ✨
kira" Doni jadi gila gak ya..klo si dini jelas tobat.. orang yg lu salah kan udh di kubur dokter abal² tuh udh metong Nayla nya 😅
Marlina
✨always love you ✨
selamat ya keluarga pezina dapat karma yg spektakuler 🤣🤣🤣🤣
Marlina
✨always love you ✨
nah puas banget aku sama kejutan hari ini buat keluarga pezina
Marlina
✨always love you ✨:
banget
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha ketakutan tuh si doni🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!