Dalam catatan kuno, Energi Elemental adalah Energi (Internal) yang tersimpan dalam jiwa seseorang ketika menyatu dengan partikel-partikel Elemen (Eksternal) yang tersebar di muka bumi, sehingga menciptakan Energi Elemental. Energi Elemental bersifat aditif, sehingga setiap penggunaannya harus melalui persyaratan. Semakin sulit persyaratan yang dinyatakan, semakin kuat Energi Elemental yang didapat. Orang yang dapat menggunakan Energi Elemental disebut sebagai Elementalist, orang-orang yang memiliki impian dan tujuannya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Magbhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 - Hasil Pertarungan
BLARR!!
"Benturan keras antar Energi Elemental yang sangat kuat!? Siapa yang sedang bertarung di sana?" Ledakan yang dahsyat membuat Hill bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Kemudian, Hill merasakan Energi Elemental yang berasal dari ledakan itu. Hal ini terjadi karena Energi Elemental yang saling berbenturan antara satu sama lain akan menciptakan gelombang energi yang menyebar di udara. Benturan Energi Elemental milik Nona dan Wangshi pada akhirnya merambat melalui udara hingga energi itu mencapai tubuh Hill yang masih terduduk dan bersandar pada batang pohon, menunggu Nozomi kembali.
"Kuharap kau baik-baik saja, Nona!" Seru Hill Bogard dalam hati, mengencangkan lidah topi yang ia kenakan sambil memandangi arah munculnya ledakan Energi Elemental tersebut.
Beralih pada lokasi di mana Nona dan Wangshi bertarung. Nona yang tersungkur di tanah bangun dari ketidaksadaran dirinya. Ia hanya bisa membuka kirinya karena matanya yang sebelah kanan terasa nyeri ketika ia hampir membukanya.
"Sial.., tubuhku sakit sekali..." Keluhnya dalam hati. Sorot matanya yang kosong menatap tanah di mana tubuhnya tergeletak tak berdaya membuatnya terlihat begitu menyedihkan. Ia sama sekali tidak mengingat apa yang telah ia lakukan hingga sampai membuat tubuhnya babak belur seperti prajurit sekarat di medan perang.
Tangan kanannya mati rasa, sedangkan punggung dan badannya nyeri semua. Hanya tangan kirinya yang bisa ia andalkan dalam kondisi tubuhnya yang sekarang ini. Dahinya yang sedikit bocor masih terus mengalirkan darah meski setetes. Darah yang mengalir itu menutupi mata kanannya. Hati kecilnya ingin sekali bangkit dari posisinya saat ini namun rasa lelah dan nyeri pada tubuhnya terus menerus mencegahnya melakukan hal itu.
Pandangannya perlahan-lahan mulai memudar, sebelum pada akhirnya ia melihat seorang gadis berambut panjang kehitaman dengan katana yang tersanggul di pinggangnya, sedang meraih tubuhnya untuk diselamatkan.
"Oi! Ber... lah!"
"Huh? Apa yang orang ini bicarakan? Kurang jelas, tahu!" Keluh Nona dalam hati ketika mendengar Nozomi yang berteriak padanya. Kesadarannya perlahan mulai melemah.
Nozomi mengalungkan lengan kiri Nona ke lehernya sambil mengangkat tubuh Nona agar bisa ia pindahkan. Nona sangat beruntung karena Nozomi mau merepotkan dirinya sendiri untuk memapahnya.
"Orang ini.., tubuhnya babak belur begini. Sebenarnya apa yang terjadi di sini?" Dalam benaknya, Nozomi bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Wajar saja, sebab Energi Elemental yang dahsyat bersumber dari gadis yang sedang ia papah.
Beribu-ribu pertanyaan yang ingin ia lontarkan pada Nona namun sayangnya Nona terlihat lemah untuk bisa membuka mulutnya agar dapat berbicara. Kelihatannya hampir seluruh otot-otot di tubuhnya menjadi kaku karena telah melakukan persyaratan mendadak dengan Energi Elementalnya. Tentu saja Nozomi tak mengetahui hal ini karena hal tersebut berada di luar nalarnya.
Meski gemetar, jari Nona menunjuk pada sebuah arah di depan mereka seolah-olah mengisyaratkan agar Nozomi membawa mereka ke sana.
Karena terlalu fokus pada keadaan Nona, Nozomi melewatkan seseorang yang seharusnya menjadi lawan Nona dalam bertarung sehingga Nozomi dengan sekejap langsung memahami isyarat dari Nona.
Untuk mempercepat evakuasi, Nozomi menggendong tubuh Nona di punggungnya. Kemudian berjalan perlahan menyusuri pepohonan yang Nona tunjuk. Begitu melewati semak belukar yang menghalangi pandangannya, Nozomi melihat seorang gadis berambut emas yang sedang terduduk tak sadarkan diri pada sebuah batang pohon yang rusak.
Wajahnya yang lusuh penuh bekas luka, pergelangan tangannya yang tersobek-sobek mengeluarkan darah dan kedua kakinya yang penuh dengan otot-otot yang terlihat mengindikasikan betapa hebatnya gadis ini dalam mempertaruhkan nyawanya akibat pertarungan yang dirinya dan Nona lakukan.
Rambut emasnya yang acak-acakan sedikit menutupi wajahnya yang tidak sama seperti yang Nozomi lihat di Ruang Aula. Meski tahu bahwa Wangshi adalah musuh mereka, Nozomi menghormatinya sebagai peserta ujian yang telah berjuang keras. Nozomi menempelkan dua jarinya pada urat nadi tangan kiri milik Wangshi.
"Syukurlah. Masih hidup." Komentar Nozomi dalam hati. Ia bernapas lega karena tak ada salah satu dari mereka yang kehilangan nyawa.
Setelah menyenderkan tubuh Nona pada sebuah batang pohon di sebelah, Nozomi mencari-cari keping koin milik Wangshi pada pakaiannya. Tentunya, tak sulit untuk menemukannya bagi Nozomi walau pada akhirnya koin yang ia cari berhasil ditemukan di pakaian dalam Wangshi sehingga mau tak mau Nozomi membersihkan koin itu terlebih dahulu sebelum pada akhirnya ia simpan di tempat yang sama ketika menyimpan koin milik Bent.
"Oke, dengan begini tim kami memiliki dua keping koin berwarna kuning! Yang artinya tersisa dua keping koin lagi untuk kami buru!" Ujar Nozomi dalam hati, mengikat erat tali pada kain jimat miliknya. Tetapi, Nozomi hampir saja melewatkan sesuatu yang tak kalah penting.
"Benar juga! Aku belum mencari koin milik gadis ini! Bodohnya aku!" Seru Nozomi lagi-lagi dalam hati. Wajahnya yang pucat sambil memegangi kedua pipinya dengan tangannya benar-benar memperlihatkan ekspresi teraneh yang ia punya. Untungnya pada saat itu tidak ada yang melihatnya.
Nozomi menghampiri Nona untuk mencari-cari koin milik rekan satu timnya itu. Namun, dirinya menemukan ide yang cemerlang.
"Tunggu! Kalau waktu itu aku merasakan kesemutan yang berasal dari koin milikku ketika wanita bernama Ellen itu sedang melancarkan Skill-nya, maka seharusnya aku bisa merasakan Energi Elemental yang menyelimuti koin-koin yang mereka bagikan!" Seru Nozomi yang membelalakkan kedua matanya sambil bertopang dagu.
Berbekal hipotesis yang barusan ia pikirkan, Nozomi mencoba melacak keberadaan Energi Elemental milik Ellen yang seharusnya menyelimuti koin milik Nona sehingga Nozomi menutup kedua matanya.
Untuk yang kedua kalinya, Nozomi menajamkan kepekaannya terhadap Energi Elemental di sekitarnya dengan teliti. Inderanya merasakan Energi Elemental yang tipis yang dipancarkan oleh benda kecil berbentuk bulat dari arah kirinya.
Koin milik Nona ternyata ditancapkan olehnya pada sebuah pohon dengan batang yang lunak. Pohon itu Nona beri tanda garis silang berbentuk huruf 'X' yang digores dengan menggunakan pecahan batu yang ujungnya cukup tajam. Nozomi mengetahui hal ini karena batu itu terletak tepat di bawah pohon itu.
"Jadi gadis yang berasal dari keluarga Crownguard itu terburu-buru menyembunyikan koin miliknya pada batang Pohon Pisang ini, ya? Kenapa dia melakukannya? Ah, begitu rupanya. Berbeda dengan si gadis berambut emas itu, gadis berambut wolf cut yang berasal dari keluarga Crownguard itu sebenarnya tipe orang yang pendiam dan tidak emosional kecuali pada satu hal yang berhubungan dengan nama keluarganya. Apa itu artinya dia terpojok terlebih dahulu oleh gadis berambut emas itu? Karena itulah dia terburu-buru menyembunyikan koin miliknya agar aman dari incaran lawannya yang tak lain tak bukan adalah gadis berambut emas." Pikir Nozomi dalam benaknya sambil memegangi dagunya untuk yang kedua kalinya.
"Tapi, ini aneh sekali. Kalau memang benar gadis Crownguard ini terdesak karena lebih lemah dari gadis berambut emas, maka seharusnya mereka berdua tidak babak belur." Sambil berjalan, Nozomi terus memikirkan situasi sejelas mungkin dari kemampuan observasi serta logika yang ia punya.
"Yah, kalau terus dipikirkan mau sampai kapan ujian seleksi ini akan berakhir? Agar tidak menyia-nyiakan mereka yang sudah bertarung dan mempertaruhkan nyawa mereka, setidaknya aku harus kembali terlebih dahulu ke tempat mereka berdua. Setelah itu tinggal kuberi tanda pada batang pohon yang ku lewati agar lokasi mereka berdua yang sedang sekarat mudah ditemukan oleh panitia." Komentar Nozomi dalam hati, mempercepat langkah kakinya untuk kembali ke tempat di mana Nona dan Wangshi bersandar pada batang pohon dalam keadaan tak sadarkan diri.