Menceritakan seorang gadis remaja yang baru kehilangan sepupu laki-lakinya yang kini pindah keluar kota dan tidak akan kembali dalam waktu lama, karena kepergian kakak sepupunya tersebut ia mencoba mencari sosok seorang kakak diawal perkuliahannya. Kiara Medina adalah gadis yang periang, cuek, casual sekaligus cantik. Namun ia adalah gadis yang penuh rasa sakit karena persahabatan dan percintaannya dimasa SMA yang dramatis sehingga ia mulai kebal dengan segala macam penghianatan dari pacar dan sahabatnya.
Namun dalam perjalanannya mencari kasih sayang seorang kakak pun selalu gagal sampai sudah memasuki semester 2 ia belum bisa memastikan apakah kali ini ia menemukannya atau tidak. Kegagalannya mencari sosok seorang kakak bukan karena penghianatan melainkan sosok yang ia temui selalu saja berakhir jatuh cinta pada Kiara.
Akankah Kiara dapat menemukan sosok seorang kakak sebagai pengganti kakaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Denatalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak bisa menghindar
Pagi yang cerah membangunkan Kiara pagi itu, sang surya mengintip dari celah jendela yang sedikit terbuka. Sang Surya ya readers... Bukan Bang Surya yang ngintip.
"Bangun!! Elo ada kuliah nggak hari ini? " Ucap Zeva dengan wajah datar
"Elo udah siap?" Kiara melihat jam dinding di kamarnya "Baru juga jam 7. Elo mau ke kampus? "
"Hemm" Zeva menjawab seadanya
"Mau piket lo? Kan udah ada OB di kampus" Sergah Kiara beringsut dari tempat tidurnya
"Mau ke sekretariat Mapala" Zeva kemudian menenteng sepatunya keluar kamar tanpa berpamitan.
"Kenapa sih dia ini? Dari kemaren aneh bener. Tadi malem juga, pas ketauan megang Hape gue, eh langsung tidur dianya" Monolog Kiara sembari merapihkan kamar tidurnya
Klung...
Klung...
Bunyi pesan Whatsapp dari ponsel Kiara.
Thariq : Dimana dek?
Kiara : Dijalan bang
Thariq : di jalan mana? Biar gua susul
Kiara : Dijalan yang benar bang
Ddrrtt...
Ddrrtt...
"Malah nelpon ni orang" Keluh Kiara
Dengan enggan ia mengangkat telpon itu "Kenapa?? " jawabnya singkat
"Elo yang kenapa? Menghindar terus kenapa sih?!" Timpal Thariq meninggikan suaranya
"Nggak menghindar"
"Tus kenapa susah banget di temuin? "
"Brati, belum jodoh... " imbuh Kiara
"Heh. Jodoh itu kita yang milih, Allah yang meridhoi. Elo dimana? " Thariq bertanya sekali lagi
"Gue balik kampung bang. Dirumah emak gue"
"Bohong lo!!! " Thariq mematikan sambungan telponnya.
Tin..
Tin..
Tin..
Suara klakson motor berbunyi sangat nyaring di depan rumah kost Kiara.
Tin..
Tin..
Tin..
"Nyari masalah ni orang pagi-pagi" Kiara berjalan menuju pintu masuk dengan wajah marah.
Ceklek
"Di kostan kan lo" Thariq membuka helmnya dan turun dari motor maticnya.
Wajah Kiara nampak kebingungan, karena sudah tidak ada alasan dan cara lagi untuk kabur dan menghindar.
"Buruan mandi" Tariq mencubit manja hidung Kiara
"Emang mau ngapain, mandi segala? "
"Kuliah lah" Thariq duduk di kursi yang ada di teras " Elo sengaja bolos mata kuliah Bahasa Inggris karena gue yang masih gantiin pak Turmudi? Iya kan? "
Kiara masih mematung ditempatnya semula.
"Gue udah berapa kali kesini, Zeva selalu bilang elo nggak ada. Gue juga berusaha nemuin elo di kampus, susahnya ngalah-ngalahin nemuin pejabat. Ada apa sih? "
"Nggak ada apa-apa. Lagi nggak mood aja ketemu bang Thor" Bohong Kiara
"Karena Niki? " sergah Thariq kemudian
"Eh, nggak yah" kilah Kiara lagi.
"Gue udah putus sama dia"
Kiara membelalak "Hah??!! Kenapa? "
"Karena dia gangguin elo"
"Tau dari mana? " Kiara berpikir sejenak
"Tau lah" Jawabnya singkat
"Dari mana!!!?? "
"Dari sini" Thariq memperlihatkan vidio Kiara yang tengah di siram air oleh Niki
"Bang Sandi" Gumam Kiara, melihat vidio yang diputar dari pesan whatsapp nya Sandi.
Kiara dan Thariq kemudian saling menatap dan tersenyum "Nggak usah senyum-senyum. Mandi sana. Elo ikut jam kuliah anak kelas A yah, karena di kelas elo udah selesai"
"Iya. Okeeeeyyy!!! " Ucap Kiara seraya membulatkan jari telunjuk dan jempolnya disertai dengan kedipan mata.
Kiara akhirnya masuk ke dalam dan bersiap untuk berangkat kuliah bersama Thariq.
Sambil bersiul dan bernyanyi, Kiara mandi kemudian memakai pakaiannya.
Kiara menghentikan aktivitasnya sejenak "Eh, ngomong-ngomong kenapa girang banget ya denger orang putus? " Kiara melihat pantulan wajahnya di cermin "Dasar gila!!! Menari diatas penderitaan orang ini namanya"
Selesai berdandan, Kiara menenteng sepatunya keluar dan menutup pintu rumahnya.
"Tumben cepet" Sergah Thariq yang masih setia di kursinya
"Iyalah. Kan mau kuliah sama asdos ganteng" Goda Kiara
"Apaan sih. Jadi genit gitu" Thariq nampak tersipu
"Dih, dikatain ganteng langsung salting. Dah ah, geli gue liat lo salting. Yuukk.. " Kiara berjalan mendahului Thariq menuju sepeda motornya.
***
Kiara sampai di kampus dengan terang-terangan datang bersama. Beberapa cewek nampak melihatnya dengan tatapan cemburu. Bagaimana tidak, Thariq termasuk cowok populer di kampus. Selain karena kegantengannya, ia juga dikenal sebagai asisten dosen yang ramah, pintar dan rajin beribadah.
"Elo ke kelas duluan ya. Nanti gua nyusul. Soalnya ada buku dan materi yang harus gua ambil di ruangan pak Turmudi" Bisik Thariq di area parkir.
"Iya bang" Senyum Kiara terbit
Kiara dan Thariq akhirnya berpisah di area parkir yang tidak jauh dari gedung tempat Kiara hendak memulai kelasnya.
Saat berjalan melewati tangga demi tangga, sampailah ia dilantai 2 dimana kelasnya berada. Saat Kiara menyusuri koridor rasanya aneh karena koridor begitu sepi.
" Kelas A bukannya dilantai 2 yah" gumam Kiara "Sepi banget"
"Aaaarrggghhh....!!!! " Pekik Kiara yang tangannya tiba-tiba di tarik dari dalam kelas
"Si.. Siapa lo!!!? " tanya Kiara bingung
"Seneng sekarang hah?!!!!! Bisa dengan bebas datang ke kampus berduaan tanpa harus dikatain selingkuhan??!!! Dasar perebut cowok orang lo!!! " bentak si cewek yang menarik lengan Kiara
"E.. Elo.. Siapa??" Tanya Kiara lagi
"Gua Yenni, anak kelas A" Jawabnya angkuh
"Yang lain mana? Bukannya kalian ada kelas hari ini? " Kiara nampak mulai ketakutan
"Gua bubarin!! Nggak sudi gua ngeliat elo dan bang Thor pacaran di depan muka gua. Sedangkan kakak gua sekarang terbaring di rumah sakit, karena ulah lo!!! " Yenni semakin marah
" Kakak lo siapa? Dan Kenapa gue? Emang salah gue apa?"
"Masih nanya lo? kak Niki diputusin bang Thor gara-gara elo. Dia lebih milih elo daripada dia. Hal itu bikin asam lambung kakak gua makin parah karena dia nggak mau makan sama sekali!!" Yenni mendekati Kiara dan menarik kerah kemejanya "nggak sekalian lo bunuh aja kak Niki hah???!!!! "
Kiara di dorong oleh Yenni sampai tersungkur ke lantai dan menabrak beberapa bangku di belakangnya.
Braakk!!!
"Aaakkkhhh...!!! " Kiara kesakitan
Yenni menutup pintu dan menguncinya. Kiara panik dan berusaha bangkit dari lantai.
"Aaarrgghhhh!!! " Yenni menjambak rambut Kiara
"Sakit yen. Sakiiit..!! " pekik Kiara yang diabaikan oleh Yenni
"Sakit? Hah? Sakit? " Yenni melirik tajam didepan wajah Kiara "Lebih sakit gua Sat!!!! Gua sakit banget liat kak Niki jadi begitu gara-gara ke egoisan lo!! "
Brrakkkk!!!!
Thariq mendobrak pintu kelas dengan paksa. Dia melihat Kiara yang kesakitan dijambak oleh Yenni.
Yenni melepaskan tangannya dari rambut Kiara dan melempar tubuh kecil Kiara ke arah Thariq.
Bruukk!!!
Thariq menangkapnya dengan sigap "Elo ngga papa dek? " Kiara hanya menggeleng ketakutan
"Maaf, tadi dibawah ketemu anak kelas A. Katanya kelas ini dipakai sama kelas lain, jadi mereka ngajak ke gedung lain. Tapi gua coba telpon lo nggak diangkat, jadi gua kesini" ucap Thariq seraya mengusap kepala Kiara.
Prok.. !!
Prok..!!
Prok..!!
Yenni bertepuk tangan dengan tersenyum menyeringai. Kemudian ia duduk di kursi dosen.
"Kalian emang pasangan yang cocok yah" ucap Yenni
"Kami bukan pasangan. Niki nggak pernah percaya itu" jawab Thariq
"Gua aja nggak percaya apalagi kak Niki!! " jawab Yenni lagi
"Cara Niki mencintai gua itu salah Yen. Dia terlalu mengekang gua dan terlalu curiga sama gua. Sebelum gua pacaran sama dia gua udah cerita tentang Kiara dan dia bilang bisa nerima itu. Kiara udah gua anggap sebagai adek gua sendiri. Tapi nyatanya Niki yang bertindak kasar. Gua nggak suka cewek kasar"
Yenni nampak terdiam dan merenung "kak Niki kasar karena ada yang melukai hatinya bang"
"Gua udah bilang semuanya ke Niki. Dia bilang nggak masalah. Tapi nyatanya semua yang deket sama gua dia datengin dan dia ancam. Nggak cuma Kiara aja! " Thariq berbalik marah.
Kiara melihat ke arah Thariq, merasa kaget dan tidak menyangka atas apa yang dilakukan Niki.
Yenni tersenyum kecut, dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi. Thariq yang melihat Yenni nampak sudah tenang pun tidak berkata apa-apa lagi.
Thariq kemudian memegang bahu Kiara dan mengajaknya keluar, sebelum mengatakan sesuatu.
"Buatkan jadwal baru untuk kelas besok. Elo kumpulin lagi anak-anak kelas A. Sebagai ketua kelas, gua harap elo nggak mengorbankan temen-temen lo kayak gini lagi" Ucapnya pada Yenni.
"Yenni ketua kelas A? " tanya Kiara sembari melangkahkan kakinya menuruni tangga
"Hemm" Thariq mengangguk
"Yenni juga adiknya Niki? "