ketika menyerahkan semuanya kepada takdir, dirinya meras ringan. tetapi takdir berkata lain
alih-alih terbangun di tempat yang sejuk dan damai, dirinya malah melihat disekelilingnya pohon yang rimbun, ya dirinya berada di dunia lain.
tanpa sadar dirinya berada di dunia soul land, lebih tepatnya 10.000 tahun setelah tang san menjadi dewa.
simak kelanjutan dari kisah Marta dalam bertahan di dunia lain dengan kemampuan roh ganda yaitu roh mata (byakugan dan sharingan) dan roh ekor 10 jubii. serta berbagai jurus ninja seperti di dunia naruto
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUNMA02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 AWAL KEBERANGKATAN
keesokan harinya Marta melihat ke cermin penampilannya sekarang ia mengenakan baju kaus hitam lengan panjang, mengenakan rompi seperti rompi Konoha, mengenakan celana loreng hijau sampai betis dan menggenakan sepatu di pinggangnya bagian belakang terdapat tas yang berisi berbagai senjata kecil dalam jumlah tertentu dan di paha kanannya terikat kotak hitam kecil yang berisi kertas peledak sedangkan di paha sebelah kirinya terdapat 3 gulungan ninja berjejer, di punggungnya tergantung gulungan besar
Ketika dia merasa sudah cukup, ia melangkah keluar kamarnya dan menuju keluar rumah dimana ia melihat orang tuanya sudah menunggunya
"Kau sudah siap nak?" ibunya bertanya sambil heran melihat penampilan anaknya
"Ya Bu, xiao Ma sudah siap, ayo kita pergi."
"Apa-apaan yang kau pakai ini nak?" Mu Chen bertanya keheranan
Sambil melihat kebawah Marta tersenyum dan menjawab. "Oh ini, ini adalah perlengkapan yang aku rancang sendiri untuk kenyamananku, hehehe"
"Baiklah, terserah ayo berangkat perjalanan kita masih panjang" kata mu chen Sambil memutar matanya
"Apakah ayah sudah memesan kereta kuda?" ibunya bertanya
"Eehh belum, ayah pikir kita akan menemukannya di dekat pintu keluar kota"
"Ayah, ibu xiao Ma rasa kita tidak memerlukan kendaraan, xiao Ma berencana mengajarkan beberapa jurus kepada ayah dan ibu" Marta memberitahu mereka
"Tapi nak hutan Star dou jauh dari sini kan?" ibunya bertanya dengan cemas
"Tidak apa-apa ibu, kiat tidak terlalu terburu-buru kok"
"Baiklah terserah padamu saja."
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Mo Chen bertanya
"Sekarang kita keluar dulu dari kota Shrek, agar tidak menimbulkan kegaduhan nantinya" Marta menjawab ayahnya, ia takut nanti ada masalah jika mereka berlari terlalu cepat sedang kan merak tidak mengeluarkan cincin roh atau memakai alat bimbingan roh
setelah beberapa saat merekapun sampai di luar kota Shrek, dan Marta terus membimbing mereka ke arah hutan, agar tidak ada yang memperhatikan kegiatan mereka
"Baiklah ayah, ibu, sekarang aku akan mengajarkan cara berlari dan melompat ninja"
"Yang pertama ayah dan ibu melampisi kaki dengan chakra sama seperti berjalan di dinding, kemudian ayah dan ibu mencoba mengontrol besar dan kecil chakra yang di perlukan ketika melompat dan mendarat"
"Kedengarannya memang mudah tapi sulit jika di praktekkan, untuk permulaan kita akan melompat di tanah, jika ayah dan ibu sudah terbiasa maka kita akan mencobanya di pohon, kita akan melompat dari pohon ke pohon"
Marta menjelaskan cara melompat di pohon kepada ayah dan ibunya
Mu Chen dan mu Hien mencoba beberapa kali dengan susah payah, setelah Marta merasa ayah dan ibunya cukup baik mengontrol chakra dia mengajak mereka ke atas pohon untuk mencoba melompat
"Baiklah ayah, ibu melompat di pohon dengan di tanah berbeda, karena dahan pohon yang tidak rata, sama besar dan licin maka kita akan mencoba melompat ke dahan pohon terdekat terlebih dahulu" Marta mengarahkan orang tuanya
langit sudah senja ketika Mu Chen dan Mu Hien sudah mulai terbiasa melompat dari dahan pohon ke dahan pohon yang lain dalam jarak yang jauh
"Baiklah ayah dan ibu, kita berhenti di sini dulu, jika kita teruskan kita tidak bisa beristirahat malam nanti"
Marta mengingatkan ayah dan ibunya untuk berhenti jika di teruskan dia takut chakra mereka akan habis dan mereka akan kelelahan dan mengakibatkan mereka rawan di serang monster roh di sekitar
Lalu Marta menepuk kedua tangannya ke tanah dan mengeluarkan jurus kayu
"Jurus kayu : teknik rumah kayu"
Dari bawah Tanah muncul beberapa balok kayu yang terus menjalin satu sama lainnya dan membentuk sebuah bangunan seperti rumah
Setelahnya Marta menggunakan beberapa segel tanah dan mengeluarkan jurus tanah
"Jurus tanah : teknik dinding pelindung berlapis"
Di sekeliling rumah tersebut muncul di Dinding dari tanah 4 lapis dengan tinggi 10 meter
Merasa keamanannya belum cukup karena ia membawa orang tuanya saat ini, Marta melompat keatas dinding dan keluar, ia menambahkan keamanan
"Jurus tanah : perangkap rawa" di bagian luar dinding tanah mulai bergelombang dan melunak serta berair sejauh 5 meter
Lalu Marta kembali ke dalam dinding pelindung dan membawa ayah dan ibunya masuk ke dalam rumah
Beibei: Kapten & Penyerang (Naga).
Huo Yuhao: Pengendali (Mata & Es).
Wang Dong: Penyerang (Kupu-kupu).
He Caitou: Pendukung & Senjata.
Xu Sanshi: Benteng / Tank (Kura-kura).
Jiang Nannan: Penyerang Lincah (Kelinci).
Xiao Xiao: Pengendali / Tank (Kuali).
tidak ada
utamanya Jiang nannan yang terpaksa menjual dirinya demi keselamatan ibunya
1.Dia bisa pindah dunia.
2.Dia nggak mati dimakan serigala roh.
3.Mendapat keluarga yang mau menampungnya dengan kasih sayang.
4.Memiliki tubuh yang sehat.
5.Mempunyai sistem.
Ini contoh MC nggak tau diuntung ini mah, + pas besar pasti sifatnya jadi sombong dan suka menindas orang lain.
Ngomong-ngomong author maaf atas segala komentar negatif dari saya, semoga cerita author banyak yang baca dan disukai, kecuali saya menurut pribadi saya sendiri.
Salam hangat dari saya😘