NovelToon NovelToon
OM LORENG I HATE YOU

OM LORENG I HATE YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: andee Rosalia

JANGAN BAYANGKAN KISAH CINTA SEPERTI DOTS karena kenyataannya tidak akan pernah semanis itu, jika ingin mengguak akan kerasnya kehidupan pernikahan bersama om loreng.


hidup itu keras jika ingin tahu drama didalamnya, silahkan baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

"Tahukah engkau tempat kerja lelah itu? tolong tunjukkan padaku agar aku bisa menghadap keatasannya yaitu rasa, aku ingin menyampaikan semua insprasiku mengenai ketidak nyamanan kerja mereka dalam hidupku. Tolong dengarkan dan tolong jangan bekerja pada tubuhku, apa lagi perasaanku".

Aku sedang menyaksikan drama Thailand lama yang berjudul Firts Kiss. Ceritanya memang tertebak namun aku suka pada pemeran utama laki-lakinya, sikapnya saja yang dingin namun menyimpan rasa yang sangat besar.

Kuakui aku mengginginkan seseorang yang seperti itu, mengenalku dari kecil bersama melewati masa-kemasa, lalu menikah tapi yaa memang hidup tak pernah seindah drama karena pada realitanya, jangankan kenal sedari dulu eghh ini tau-tau muncul langsung dinikahkan.

Aku terlalu hanyut pada peran kedua artis itu namun tiba-tiba dering telpon menggintrupsi kebahagian dan khayalanku. Dengan malas akhirnya kuangkat telpon walau begitu aku tidak

mengalihkan pandanganku dari layar leptop yang menampilkan romantisme antara pemeran utama laki-laki dan perempuan dan bodohnya aku ikut tersenyum melihat kedekatan keduanya.

Pagi ini bunglon memintaku untuk menemaninya karena teman serta seniornya akan datang untuk menjenguk. Ingatkan jika kami harus menunjukkan pada orang-orang jika rumah tangga kami baik-baik saja dan yaaa kali ini akting ku sangat dibutuhkan

mau tak mau akhirnya aku mngikuti perintah dan bergegas menuju rumah sakit tempat si bunglon di rawat. kiki yang baru kembali dari lari pagi sempat mengerutkan kening melihatku sudah menggunakan pakaiannya dalam keadaan rapi dan wangi.

"kemana lo?" tanyanya heran.

"mau bantu utramen membasmi moster" balasku santai sembari memakai tas selempangku.

"kenapa nggak sekalian lo bilang mw bangunin firaun?!" balasnya sarkas.

"pengen sih, tapi tar lo nggaduin gue lagi ke kakek lo" kataku lagi dan tak mau kalah.

mendapat responku demikian, kiki hanya berdecak lalu membiarkanku pergi bersama driver ojol. langit sedang mendung tapi jalan raya tidak pernah sepi hingga membutuhkan waktu lama untuk tiba di rumah sakit.

Kuseret langkahku mendekati pintu dan setelah memasuki ruang inap si bunglon kulihat dia baru saja dari ruangan lain yang kuyakini WC. Kulihat ia sedang berjalan dengan tertatih, tangan kirinya mendorong gantungan infus sedangkan tangan kanannya memegang perutnya.

Ku hembuskan nafas cukup keras lalu kubantu dirinya menuju kasur lalu berbaring dengan nyaman dan kuatur infus mengikuti detak nadinya, kenapa aku bisa? maka berterimah kasihlah pada sikap peniruku.

Kak Diba yang seorang dokter maka bukan hal yang sulit buatku jika bergelut dengan infus dan fungsi setiap cairannya.

Pekerjaanku telah selesai aku akan beranjak menuju sofa dan menikmati siaran TV yang menayangkan acara yang menceritakan azab tetangga terlalu kepo namun tidak terealisasi karena si bunglon menahan tanganku cukup kuat. Awalnya dirinya menyelipkan jari-jari besarnya disela jari-jari kecilku lalu ditariknya aku agar terduduk diatas kasur.

Ada kerutan didahi namun aku tetap mengikuti kemauannya, mata kami masih terus menatap satu sama lain, tangan kami saling menggengam namun debaran jantungku lebih mendominasi.

Bukan, bukan karena aku jatuh cinta namun tatapan bunglon membuatku sedikit ciut, didalam matanya terlihat ada kemarahan dan ada putus asa.

Hal ini baru pertama kali kami lakukan dan baru pertama kali juga aku merasa begitu intens dengan sibunglon. Awalnya kami hanya saling diam seakan terpaku dengan waktu namun hanya sesaat karena bunglon segera membuka mulutnya dan berkata

"Saya sakit, jangan pergi lagi ya?" Ujarnya dengan suara parau

"…." Tak bisa berkata akhirnya aku hanya menggangguk, dia yang sekarang sungguh berbeda dari apa yang ku kenal selama ini. Kini dihadapanku layaknya anak kecil yang takut ditinggalkan oleh ibunya

"Saya adalah apa yang ada di prasangkamu. Jika prasangkamu baik maka baiklah saya dan jika prasangkahmu buruk maka buruklah saya". Ucapnya tanpa menggalihkan tatapannya dan melepaskan gengaman tangannya.

Aku yang diperlakukan seperti itu dan serasa terciduk atau ketahuan selalu berpikir buruk tentangnya hanya bisa terdiam tanpa ekspresi dan tanpa pembelaan.

"Jangan biarkan benci memelukmu, biarkan angin kedamaian menggigilkan nuranimu lalu menghangatkanmu dengan segala rasa"

"……" what? Sungguh aku baru tahu jika sibunglon pandai berkata seperti itu. Tapi heii yang ku nikahi ini prajurit atau pujangga? Namun lagi-lagi aku hanya diam.

"Hidup itu seperti lensa camera ketika kamu tidak memperoleh hasil yang kau inginkan, terkadang kamu hanya perlu menggubah sudut pandangmu". Belum puas berbicara dia kembali berkata

"Diusia saya ini, saya tidak sedang mencari cinta tapi sedang mencari seseorang yang bisa dituntun menuju surganya" ucapnya sembari menggelus-ngelus kepalaku beberapa kali.

ighh jika kalian berpikir aku tersipu malu aku malah merasa merinding, jangan-jangan selama di kamar mandi tadi bunglon kesurupan jin penyair jadi seperti sekarang ini.

Aku yang merasa ngeri memutuskan untuk bergerak dan melepaskan tautan jari kami namun sekali lagi ditahan dengan cukup kuat oleh bunglon, mau tidak mau aku kembali ke posisi awal namun kini aku memilih menundukkan kepala takut jika jin penyair berpindah ke tubuhku. Mulutku memang diam tapi batinku terus melapalkan surat kursi berulang-ulang.

"Maafkan saya yang selalu membuatmu marah dan sedih, saya cuman ingin melihat senyummu meski cara saya salah" ucapnya lagi dan dirinya menyentuh rahangku dan mengarahkan wajahku agar bersitatap kembali dengan matanya.

Lewat tatapan itu aku merasakan jika bunglon ingin menyampaikan ketulusannya, lalu berkata

"Saya rindu seseorang yang menyebalkan, saya rindu cara bicaranya yang tanpa jeda, saya tidak mengerti apa saja yang dibicarakan namun percaya atau tidak, saya hafal dengan mimik wajahnya, matanya mungkin tak menatap namun senyumnya manis, dan itu kamu.”

"……" Aku memilih tetap tetap diam pemirsa, ragu untuk bersuara dan merasa aneh dengan ucapannya namun aku terus diam menanti dirinya mengakhiri ucapannya.

"Saya tidak bisa memaksa seseorang untuk tinggal tapi khusus untukmu saya mohon jangan pergi" rayunya sembari meletakkan kepalanya diatas pundakku.

Bodohnya aku, entah itu tiba-tiba atau spontanitas sehingga aku megerakkan tangan kiriku untuk menggelus kepalanya.

Kupikir dirinya kelelahan atau merasa pusing hingga melakukan itu namun pemikiranku sepertinya salah karena walau samar kudengar dirinya berkata

"Saya tidak minta untuk kamu menjadi yang terbaik, cukup tetap bersabar menghadapi saya dan kehidupan saya, bisa?" tanyanya dengan posisi yang sama, inginku menolak namun yang terucap hanya,

"Mmm" kataku ambigo. Masih dengan posisi yang sama tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.

Ternyata yang datang adalah teman-teman si bunglon, kulihat juga ada beberapa wanita berpakain seragam disusul oleh beberapa ibu persit yang menggunakan pakaian satuan mereka, rasanya itu seperti ketahuan satpol PP karena berbuat asusila di tempat umum.

Aku yang tersadar tentu saja mencoba beramah tama pada mereka, dan dengan pikiran kalut, wajah aneh dan bimbang akhirnya alu berkata

"Silahkan masuk ibu pak" kataku disertai cengiran bodoh.

Lalu dibalas dengan ucapan "Iya bu, makasih" jawab om loreng yang kulupa bernama siapa.

"Maaf ya semuanya, bapak kepalanya lagi sakit tadi saya habis mijitin, hehehe mungkin belum mendingan jadi manjanya kumat hehe" ucapku dengan sok polosnya namun tangan kiriku tetap bergerak mencubit perutnya lelaki manja dihadapanku.

Sibunglon sempat mengarahkan pandangannya pada tamu namun semuanya hanya sesaat karena dirinya memilih menutup mata, alhamdulillahnya semua orang sepertinya maklum saja dengan kelakuan sibunglon.

Tidak ingin memperpanjang kecanggungan diantara kami akhirnya aku beranjak ke kulkas dan untunglah disana tersedia banyak minuman yang bisa ku suguhkan kepada mereka. setelah meletakkan makan dan minuman untuk mereka akhirnya salah satu dari mereka membuka suara.

"Bagaimana keadaan bang Hafiz" tanyanya dengan wajah datar namun dapat ku tangkap jika ada rasa tidak suka padaku.

"Alhamdulillah sudah baikan bu" ucapku

"Wajar dia sakit, sepertinya kamu memang tidak becus menggurusinya" katanya lagi dengan ekspresi terang-terangan menghardikku.

1
Riski Bagus
karakter Aira elek banget, aku ya jadi mertuanya pasti tak suruh ceraikan aja
udah manja dan keras kepala
Putri Bone
terimakasih, ini yang ketiga kalinya baca
saya selalu rindu mungkin karena saya orang Bugis JD apa yang diceritakan di dalamnya terasa nyata karena sering melihat seperti itu
ELSA SURYANI_XI MIPA 2
Luar biasa
Anonim
Mewekkk baper 😭
Sulisbilavano
Luar biasa
🍓to be🍑then to🕊️be free
h
🍓to be🍑then to🕊️be free
ini salah kali pertama aku menangis baca novel
Qaisaa Nazarudin
Lemah banget kamu Aira,Katanya pemegang sabuk hitam,tapi sampai di bab ini kelemahan mu yg selalu ku lihat,Jgn lemah kalo kita lemah kita yg di pijak2,balas balik perbuatan mereka kalo aku di tempat kamu,igeb banget sih 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku di sini Suami memainkan oeran nya,melindungi istri de segala hantaman badai,de cemoohan org luar harusnya,Tapi aku tidak melihat itu semua de Hagiz yg tau nya marah2,,Aira itu udah strees masih labil tapi dipaksa mengajdapi kerasnya hidup di lingkungan prajurit,dgn ibu2 persit/danyon yg nyinyir,Siapa juga yg gak strees,Hila banget🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Nah di sini mmg salah kami yg gak tegas,gak bisa menhaga perasaan hati dan perasaan istri sendiri,Istri mana yg mau suaminya di dekatin mantan??harusnya kamu sadar itu!!!😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu kenpa kamu masih maksa diri utk bertahan,Ogeb,sebenar menurutku Kamu yg bunglon..Gak tegas,sok jual mahal,udah terlalu banyak dosa kamu dgn suami,yg selalu di selingi dgn pertengkeran dan kata2 kasar,ingat walau gimana pun status mu adalah istri,jd tergantung kamu utk membiatkan tdknya org ke 3 utk mamasuki rumah tangga mu..
Qaisaa Nazarudin
#Aku
Qaisaa Nazarudin
Alu jd bingung sendiri,Sebenarnya hidup istri sang prajurit itu gimana iya??disetiap novel yg ku baca itu kok lain2 sih..
Qaisaa Nazarudin
Para suami mah gak papa,katena dr awal sudah di ajar dgn ketegasan,kekerasan dsb,Noh para istri yg awalnya santuy2 malah harus berubah ke 360% Setelah menikahi prajurit, Itu tuh yg bikin streesssss…😂😂
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk udah jadi kepompong tu si Aira 🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk mampos loe babang 🤣🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Aira bukan lemah,Dia pengsan mungkin karena capek menguruskan persiapan pernikahan kalian itu sendirian,harusnya kamu mengerti itu semua,bukannya malah marah2 dan membentaknya,Aira masih labil,jiwanya jiwa yg masih pengen bebas kayak remaja lain nya,
Qaisaa Nazarudin
Wajah siapa?? Wajah Aira kah atau wajah pacar mu??
Qaisaa Nazarudin
Terus kenapa kamu gak kenalkan aja kekasih mu itu ke papa kamu?? Heran aja aku dgn papa kamu,Bikin tensi aku naik aja,Semua orang gak setuju dgn perjodohan ini,tapi Baga itu dgn sukap ngototnya,, Aku ingin tau aja apa alesan Bagas yg memaksa dan ngotot banget menikahkan anaknya Hafiz dgn anak2 nya Anggara???
Qaisaa Nazarudin
Itu juga yg ku heran,Papa kamu Bagas kok ngotot banget sih,,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!