NovelToon NovelToon
Pythia: Istri Kesayangan Raja Posesif

Pythia: Istri Kesayangan Raja Posesif

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Beda Dunia / One Night Stand / Cinta pada Pandangan Pertama / Aliansi Pernikahan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Meldy ta

Pythia Andromeda Alexa, terdampar di sebuah pulau dalam dunia paralel. Ia mengalami hilang ingatan sampai kedatangannya dikaitkan sebagai titisan Dewi Yunani karena warna kulit putihnya yang bercahaya. Mereka percaya jika dengan menikahi Pythia bersama sang raja, akan membawa cinta dan kebahagiaan untuk alam semesta.

Pertemuan pertama memberikan kesan menarik saat bermalam bersama di dalam gua, di tengah badai besar, Pythia dan Xavier merasakan kehangatan.

Dapatkah ramalan kebahagiaan itu benar-benar terjadi saat cinta diantara keduanya mulai bersemi? Atau kehancuran yang akan tiba. Lalu bagaimana dengan kehidupan Pythia yang sebelumnya, yang jelas-jelas ia sudah bertunangan? Simak kisahnya yang penuh misteri dan cinta bergelora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meldy ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Tidak Kenal

Xavier dan Baron keluar tanpa membuka ikatan tali pada Pandora, sampai membuat wanita itu menjerit histeris. Frederick berlari setelah mendengar suara kekasihnya.

"Siapa yang telah melakukan ini, hah? Berani sekali mereka mengikat sang ratu Kerajaan Royaley, apa mereka tidak takut takut?" Frederick terus mengomel sembari membuka ikatannya dengan cepat.

"Aku lega sekali rasanya. Terima kasih banyak, Frederick. Tapi, kau tidak bisa membunuh yang mengikat tubuhku ini karena ini adalah perintah dari Xavier. Kau tahu? Serpihan liontin mahkota ku telah di rampas. Baron sialan itu benar-benar tidak bisa kita percayai," ketus Pandora dalam kekesalannya.

"Jadi, Xavier yang ... oh itu artinya dia ingin datang ke bumi, dan menjemput istrinya. Lalu semua rencana kita akan sia-sia, Pythia akan kembali ke sini dengan mudah."

"Sepertinya kita harus ikut ke bumi, Frederick. Aku merasa tidak tenang kalau hanya sekedar menunggu di sini, terlebih kau tahu bagaimana aku sangat mencemaskan tentang kita. Bukan hanya itu, Xavier juga berjanji akan mengeluarkan diriku dari istana dengan cara tidak layak. Kau sendiri bisa berpikir bagaimana buruknya pandangan orang lain jika sampai seorang Ratu Pandora diusir dari rumah suaminya sendiri. Aku tidak ingin itu terjadi, Frederick. Meskipun aku pergi, tapi tidak dengan cara seperti itu!" Terlihat kecemasan sampai membuat Pandora merasa sangat tertekan.

Dengan cepat membawa kekasihnya ke dalam rangkulan, memberikan kasih sayang untuk lebih tenang. "Sekarang kita akan mengatasi semuanya dengan baik, dan tidak akan membiarkan Xavier melakukan itu padamu. Ada aku di sini yang akan selalu menjagamu, Sayang. Kalau begitu kita harus datang ke bumi, jangan sampai bumi kita ini akan dikotori oleh kehadiran Pythia lagi, maka kita yang akan mengotori bumi miliknya."

"Ya, kau benar. Lebih baik kita harus mengambil serpihan liontin yang sudah aku tanam di tepian pantai. Aku rasa Xavier pun sudah menuju ke sana."

"Pasti, Sayang. Akan kita lakukan."

***

Menginjakkan kakinya di bumi Pythia. Xavier dan Baron mulai berjalan menyusuri pantai yang terlihat sama seperti di dalam dunianya, namun di bumi Pythia sekarang, lebih banyak cafe-cafe kecil yang berdiri di dekat pantai, begitupun dengan bule-bule yang sedang berjemur.

Sebelumnya mereka tidak pernah melihat saat manusia yang memilih berjemur dengan pakaian secuil. Hingga membuat Xavier dan Baron terbelalak mata saat menyadari terlalu banyak keindahan di bumi milik Pythia.

"Aku rasa Pythia memiliki kemiripan seperti orang-orang berkulit putih dan berambut pirang itu, mereka seperti seorang dewi sungguhan, sangat cantik sekali," puji Xavier tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.

Baron sampai menelan ludahnya sendiri, ia lalu menjawab dengan anggukan kecil. "Baginda Raja, saya pikir kita akan lebih baik mendirikan cabang Kerajaan Royaley di sini. Akan sekarang merasa ingin menikahi mereka sekaligus."

Baron super ingin sekali mendekat sampai ia bergerak lebih dulu tanpa mengajak Xavier. Ikut rebahan di samping bule-bule wanita yang sedang berjemur, dan langsung mengajak mereka berkenalan.

"Halo, apa aku boleh menemani kalian?" tanya Baron dengan raut wajah penuh senyuman.

Bukannya menjawab, namun wanita berkulit putih itu justru menatap heran saat melihat jubah kerajaan milik Baron yang terlihat aneh. Apalagi saat di pakai di tepian pantai.

"Apa kau sedang ikut karnaval?"

"Apa itu karnaval?" Baron terlihat kebingungan.

"Seperti pesta kostum, hahaha. Dia lucu sekali, ya." Dua wanita berkulit putih sampai tidak bisa menahan tawanya.

Mendengar tawa mereka, seketika membuat Baron merasa malu, dan ia kembali ke arah Xavier yang juga sedang menertawainya.

"Ada apa? Kau gagal merayu mereka?" ledek Baron.

"Jangan ledek aku, Baginda Raja. Hanya pakaian kita yang aneh, tapi tidak dengan wajah tampan ku ini. Sepertinya kita harus mencari pakaian yang bagus yang cocok selama tinggal di sini."

"Kau benar, tapi kita tidak akan mungkin menukarnya dengan uang koin seperti di kerajaan, kan? Apa mereka menyukai berlian di sini?" tanya Xavier saat menatap ke arah jubah mereka yang dihiasi dengan berlian dan emas asli.

"Entahlah, tapi sambil berjalan-jalan kita akan mencarinya, Baginda."

Niat mereka tercapai, dan mendapatkan banyak uang setelah menukarkan berlian serta emas kepada para penjual. Dengan begitu, Xavier dan Baron sudah terlihat keren sembari telah menyewa hotel selama tinggal di sini.

Mencoba berjalan tanpa tahu arah, namun sesekali Xavier dan Baron bertanya tentang Pythia saat mereka hanya membawa sebuah lukisan wajah milik wanita itu. Namun sayangnya, tidak ada yang mengenali Pythia apalagi dari sekedar lukisan yang tidak terlalu jelas.

"Sepertinya bumi terlalu luas untuk kita bisa mencari seorang wanita, Baginda Raja," ucap Baron yang mulai merasa kelelahan.

"Kau benar, tapi aku tidak akan berdiam diri begitu saja. Kita pasti bisa mencarinya, ayo terus berjalan."

"Sebentar, Baginda Raja. Aku lihat ada toko es krim, apa kau juga mau?"

"Ah tidak, kau saja. Aku akan menunggumu lima menit di sini."

"Oke, aku akan membelinya."

Bukannya lima menit, tetapi sampai tiga puluh menit Xavier masih terus menunggu karena kepadatan antrian yang membuat Baron harus bersabar.

Berdiri di depan toko roti sembari menatap ke arah jalan, namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di dekatnya. Saat kaca mobil di turunkan, Xavier merasa telah menemukan cinta sejatinya, akan tetapi Pythia terlihat sedang tertawa bersama seorang pria.

Melangkah masuk ke toko roti tanpa melirik e arah Xavier, namun ia semakin yakin bahwa yang sedang ia lihat memang benar istrinya.

"Tidak salah lagi, itu memang istriku," gumam Xavier sembari bergerak mendekat.

Mencolek bahu Pythia dari belakang sembari memanggilnya. "Permaisuri Pythia! Aku sangat merindukanmu!"

Dengan tiba-tiba Xavier langsung memeluk tubuh Pythia dari belakang, namun justru tindakan itu membuat William begitu kesal.

"Hei, apa-apaan kau ini?! Kurang ajar sekali!" William langsung mendorong setelah memberikan pukulan keras di wajah Xavier, namun terlihat Pythia hanya menarik William untuk menjauh, tidak menyapa Xavier sedikitpun.

"Ayo kita pergi, Sayang. Jangan ladeni dia, ayolah," ajak Pythia dengan terus berusaha menghentikan amarah tunangannya.

"Tapi, pria ini sangat kurang ajar sekali sudah berani memelukmu, Sayang."

"Mungkin dia salah mengenali orang lain, ayo kita pergi."

"Hei kau! Apa kau sedang mabuk? Jika memang mabuk, maka sekarang pergilah sebelum pelanggan ku kabur karena dirimu," usir pemilik toko roti yang tidak suka dengan pertengkaran, terlebih William adalah pelanggan setianya.

Baron segera datang setelah mendengar perdebatan, ia segera menarik Xavier untuk menjauh. Namun, ia ikut terkejut ketika melihat Pythia jalan bergandengan tangan bersama pria lain.

Sama-sama ikut tercengang sampai Pythia menghilang bersama mobil milik William.

"Baginda Raja, sudah tenanglah. Mungkin wanita itu hanya mirip dengan Permaisuri Pythia," ucap Baron demi membuat hati tuannya tetap bersabar, walaupun dirinya sendiri juga yakin.

"Aku tidak mungkin salah dalam mengenali seseorang, Baron. Memang benar itu istriku, tapi aku tidak mengerti kenapa dia sampai tidak mengenaliku, dan justru memanggil pria itu dengan sebutan kesayangannya," sahut Xavier dengan penuh kebingungan.

"Lebih baik kita harus mengikuti mobil mereka, Baginda Raja. Aku akan memesan taksi seperti yang sedang aku lihat dari pria gendut berkacamata itu," tunjuk Baron di sebelah mereka.

"Ayo kita harus cepat."

Raut wajah Xavier terlihat tidak bersemangat, ia merasa sedih, namun harus bisa menyembunyikan kesedihannya. Berharap agar Pythia dapat mengenali dirinya.

"Apa salahku, Pythia? Kenapa kau sampai tega tidak mengenali ku? Padahal, kita masih resmi menjadi suami dan istri, dan selamanya dalam pernikahan kita tidak boleh ada perpisahan selain dengan kematian," batin Xavier.

1
help
aduhh
help
pertama
After
frederic kamu mendingan diem dehh🤣
After
jangan pisahhh udah candu kalo xavir dan pythia
After
lnjutt
Kimmeldy - Meldy
setiap hari hadir 3 episode, dear
Kimmeldy - Meldy
berikan dukungannya setiap waktu dear
libra
makinn seru
libra
ngakak sixavier kadang bikin kesel, kdg bkin tawaa ayo rebut istrimu lgi
libra
yang di tunggu2 akhirnya up juga
Bintang Ray234🌸🌸
Ak baca dua episode dulu ya kak, ntar ak mampir lagi
Bintang Ray234🌸🌸
Semangat terus ya kak, bagus banget cerita nya💪💪👍👍🌸🌸
After
kalo tiba2 aku hadir dirumahmu gimana thor? pengen jadi alarm buat ingatin lanjut thor
Kimmeldy - Meldy
ayo lanjut dukungannya dear
After
ga kbanyang kalo raja ketemu pythia
aduh ga sabar sayaa
After
sebelum masak sempatkan dulu baca2
eh rupanya udah up thor
After
lanjutt
libra
kalau misalnya aku jdi alamrmu setiap waktu bolehkan thor,, biar rajin update terus hihi
libra
nekat,, si Xavier.. makin seru
Kimmeldy - Meldy
terus berikan dukungannya, dear
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!