NovelToon NovelToon
Wedding Agreement With CEO

Wedding Agreement With CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: Elvina Stephanie

Ketika cucu kesayangan pewaris konglomerat terlibat skandal besar yang mengancam masa depannya dan perusahaan!

Skandal yang mengharuskan dia untuk menikah dengan orang yang dipersiapkan kakeknya demi mengubur skandal tersebut.

Pernikahan mereka menjadi rumit karena jaksa terus mengincar perusahaan istrinya untuk membongkar skandalnya, kisah masa lalu dan jaksa yang menyembunyikan kekasih dalam pernikahannya.

Akankah pernikahan mereka runtuh karena skandal tersebut? Atau jaksa yang menyerah karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvina Stephanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayap Pelindung

“Apa benar kamu mencintaiku?”

“Noah, kamu—aku tidak mengerti. Apa maumu sebenarnya? Aku membiarkan kamu hidup bahagia dengan wanitamu tapi kamu malah tidak ingin bercerai.”

“Wanitaku itu kamu!”

“Apa?”

“Tidak ada wanita lain selain kamu saat ini. Kamu bilang kamu aku ingin hidup bahagia dengan wanitaku, ’kan? Baiklah, mari kita hidup bahagia. Ayo kita pulang ke rumah kita.” ucap Noah.

“Orang gila. Kamu seperti ini karena sudah putus dari kekasihmu, ya, ‘kan?”

“Berikan aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik dalam 4 tahun ini. Aku dan Dena memang akan berakhir dengan atau tidak adanya kamu,”

Victoria terdiam sejenak.

“Kamu seharusnya memberitahuku dari awal kalau kamu memang memiliki pacar. Dengan begitu aku tidak akan semarah kemarin,” ucap Victoria.

“Kamu tidak akan mau menikah denganku kalau aku beritahu,”

“Aku tetap akan menikahimu jika ada kesempatan.”

“Kenapa?”

“Karena kamu Noah Specter.”

Noah tertegun.

“Jaksa elite tingkat 1 yang diincar para kaum wanita,” sambung Victoria.

Kenapa kamu masih tidak ingin mengakuinya…

“Izinkan aku bertanya padamu tentang 1 hal,” ucap Noah.

“Tanyakan saja,”

“Apa kamu pernah-”

Tok. Tok.

Raphael masuk ke dalam ruangan Victoria.

“Uh? Maaf? Apa saya mengganggu kalian?” ucap Raphael.

Ya. Sangat mengganggu. batin Noah.

“Tidak sama sekali. Ada apa, Raf?” ucap Victoria.

Tidak sama sekali???

“Sudah hampir jam 4 pagi. Saya ingin mengingatkan anda bahwa jam 7 nanti anda harus mengunjungi Ketua pagi ini dilanjutkan dengan peresmian Xander Motors jam 1 siang. Seluruh direksi Xander Group dan anak perusahaan akan hadir,” ucap Raphael.

“Sampai jam berapa itu? Ayo, kita makan siang bersama,” ucap Noah.

“Bagaimana kalau anda hadir juga di peresmian Xander Motors? Tapi… di sana akan ada banyak reporter yang akan-”

“Aku akan hadir. Sebagai bentuk dukungan untuk istriku,” ucap Noah.

“Atur saja. Raphael, kali ini aku akan mengunjungi kakek sendiri saja. Kamu dampingi saja orang ini,” ucap Victoria.

“Orang ini? aku suamimu, loh?”

“Tapi, bu-”

“Kita akan kembali bertemu di sana nanti,” ucap Victoria dan mengambil tasnya lalu keluar dari ruangannya.

“Kenapa tumben sekali dia pergi seorang diri?” Noah bertanya-tanya.

“Haruskah saya mengikutinya?” sahut Raphael.

“Ikuti saja. Saya tidak perlu didampingi. Saya bisa sendiri,”

DI KEDIAMAN THOMAS XANDER.

“Aku sudah menyerahkan projek Cander ke Noah. Dan saat peresmian Xander Motors, aku akan mengungkapkan semuanya karena semua pihak yang terlibat dalam projek Cander akan hadir di sana,” ucap Victoria.

“Apa suamimu benar-benar bisa diandalkan? Bagaimana kalau dia berpihak pada ayahnya?” balas Thomas.

“Aku sudah menyiapkan rencana cadangan. Itu sebabnya aku menyuruh Raphael berada di sampingnya untuk mengawasi gerak-geriknya,” ucap Victoria.

Thomas menghela napas panjang. “Entah mengapa kakek merasa tidak enak. Bagaimana kalau kamu pergi dengan dikawal?”

“Kurasa itu cukup mencolok dan berlebihan. Lagipula, bukankah setiap orang yang lahir di dunia ini sudah memiliki takdirnya sendiri?”

“Kakek tidak bisa membiarkan hal buruk terjadi padamu. Pergilah dengan pengawal kakek,”

“Pengawal kakek untuk mengawal kakek. Kakek ‘kan juga perlu pergi peresmian Xander Motors,”

“Kalau begitu, kita pergi bersama,” ucap Thomas.

Thomas dan Victoria berjalan bersama keluar rumah. Ternyata Raphael ada di luar menunggu Victoria.

“Raphael? Kenapa kamu di sini? Aku ‘kan sudah menyuruhmu untuk mendampingi Noah,” ucap Victoria.

“Saya sudah memasang alat pelacak di mobilnya jika itu yang anda khawatirkan. Bagaimanapun juga, saya lebih khawatir dengan anda,” balas Raphael.

“Benar. Tidak peduli Noah akan berkhianat atau tidak, yang penting adalah keselamatan cucuku. Victoria, kamu memang telah mendidik anjingmu dengan baik,” ucap Thomas.

“Bagaimana kalau kita pergi sekarang?” ucap Raphael.

Raphael membukakan pintu untuk Thomas dan Victoria. Setelah itu dia mengendarai mobilnya, dan 4 mobil pengawal mengawali mereka dari depan dan belakang.

Di sisi lain, Noah sudah tiba di peresmian Xander Motors tetapi Victoria dan Raphael belum. Sementara 3 bawahan Noah dan beberapa mobil kepolisian sudah berjaga di sekitar area gedung peresmian.

Noah merasa tidak tenang. Dia terus melihat jam tangannya. Sesaat, dia menyadari kalau ayahnya, Otto, target besarnya hari ini juga belum menampakkan diri. Noah mencari ke sekitar, ternyata benar ayahnya belum datang. Dia segera pergi dari lokasi.

“Saya akan mencari ayah saya. Kalian tetaplah berjaga di sini,” ucap Noah.

“Apa Bapak tidak ingin didampingi polisi?” tanya Frans.

“Tidak. Saya akan ke rumah ayah saya,” ucap Noah lalu pergi.

DI KEDIAMAN OTTO SPECTER.

“Tuan muda,” sambut pelayan.

“Papa mana?” tanya Noah.

“Noah, tumben kamu-” ucap mamanya Noah yang terpotong.

“Papa mana, ma?”

“Papa sudah pergi dari 2 jam yang lalu. Katanya ingin menghadiri peresmian anak perusahaan Xander Group yang baru,” jawab mamanya Noah.

“2 jam?! Tidak mungkin. Dia tidak ada di sana,” ucap Noah.

Noah lantas kembali pergi dari rumahnya dan menelepon seseorang.

“Halo. Lacak keberadaan mobil plat X XXXX XX. Dia tidak ada di rumahnya,” ucap Noah di telepon dengan singkat.

“Bu, mobil Pak Noah berada di rumah Pak Otto,” ucap Raphael di tengah perjalanan.

“Apa itu artinya dia mengkhianati kita? Bagaimana dengan rencana cadanganmu, Victoria?” sahut Thomas.

Triingg… ponsel Victoria berdering.

“Sepertinya tidak. Dia meneleponku,” ucap Victoria.

“Halo, ada a-”

“Halo, Victoria, kamu dimana?” tanya Noah.

“Aku? Masih di jalan.”

“Jalan mana?”

“Jalan mana, ya? Raphael, apa nama jalan ini? Pokoknya tidak jauh dari gedung peresmian. 15 menit lagi aku sampai,”

“Tunggu. Apa kamu pergi dengan gerombolan 5 mobil sedan hitam?”

“Iya. Darimana kamu tahu?” Victoria menengok ke belakang.

“Kamu berada di mobil yang keberapa dari depan?” tanya Noah.

“Kenapa bertanya?”

“Bu, sepertinya yang di depan itu mobil Pak Noah,” ucap Raphael yang merujuk pada mobil SUV hitam dari arah yang berseberangan.

“Oh, ya?”

“Jawab saja pertanyaanku.”

“Dua.”

“Yang aman seharusnya tiga.”

“Apa?”

BUGH!!$#@!#@$#

Sebuah truk menabrak mobil Noah hingga mobilnya terpental jauh dan Noah terlempar ke jalanan.

“Raphael, berhenti!” seru Victoria.

Raphael pun memberhentikan mobilnya. Victoria segera turun dari mobil dan berlari ke arah Noah.

“Victoria!” Thomas berteriak.

Raphael segera menelepon rumah sakit.

“Raphael, cepat susul Victoria!” ucap Thomas.

“Noah! Noah! Tidak, Noah! Tidak!” Victoria menghampiri Noah, mengangkat kepala Noah, menutupi luka di kepalanya dengan blazernya, dan memangkunya.

Tubuh Noah sudah berlumuran darah akibat luka di kepalanya. Noah berusaha membuka matanya. Tangannya berusaha menggapai wajah Victoria.

“Adik kecil… itu kamu…, ‘kan…?” ucap Noah dengan kecil.

Victoria menggapai tangan Noah dan menggenggamnya dengan erat.

Victoria mengangguk. “Benar. Ini aku. Kenapa kamu bodoh sekali? Kenapa kamu memberiku medali kemenanganmu dan kenapa kamu menggantikanku celaka?!”

Noah tersenyum. “Jangan menangis... adik kecil...” Tangan Noah pun terjatuh, matanya terpejam. Dia tidak sadarkan diri.

Noah berusaha menghapus air mata di wajah Victoria dengan sisa tenaga yang dia miliki. Namun apa daya, tangan Noah terjatuh sebelum bisa menggapai wajah Victoria, matanya terpejam, Noah tidak sadarkan diri.

“Noah!”

Bersambung...

1
Jamil Azhari
Kayaknya athor udah meninggalkan karya ini….aku pun mohon pergi kerana sakit bergantung x bertali begini👋👋👋👋
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
hi othor..apa kbr nya nih??smg sehat sllu ya...btw ini kpn dilanjut kah?😄
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini dilanjut gk thor?
Fitrinur Mahmudah
ayo Thor kpn up nya,d tunggu in Thor...💪
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini mau dilanjut apa gak thor? mohon konfirmasinya..jgn diem aja..mksh
Fitrinur Mahmudah
ayo CPT Nang up Thor...
ajiu jiu
ud ngk lanjut y Thor ??
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kpn up lg?
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kpn up lg thor..mohon konfirmasinya
Bilal Cell
kok belum up yh thor padahal gue nungguin nih🤧
Munji Bella
kapan dong dilanjut lg bagus ceritanya nyimak terus
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ditunggu up nya thor..smg sehat sllu
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kpn nambah up lg?
Ana Fitrias
lama bgt up nya
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kira2 kpn up lg thor?
lan
ni ceritanya hiatus thor atau gimana? kenapa g update?
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ditunggu up nya
ajiu jiu
pertama ny baca novel ad nyebut SHIO 😂😂😂
Maya Ellydarwina
mantap Viktoria lanjut
lan
kapan update lagi thor?... jangan lama lama update ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!