season 2: Kenza & kenzo
Lea Mahendra anak tunggal dari keluarga konglomerat tapi sama sekali tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang orang tua yang membuatnya mempunyai sifat dingin tak tersentuh. diusianya yang masih 16 tahun lea mewarisi mafia dari seorang kakek tua yang tidak segaja dia selamatkan di usia 13 tahun.
di usia 19 tahun lea mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh musuh bebuyutannya bukannya masuk neraka karena kejahatannya tapi malah masuk ke dalam buku novel yang pernah dia baca 'love for gracia' bersama dengan sistem
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ayah kecelakaan
"huu, gue telpon Gisel saja deh untuk menemani gue tidur" membaringkan tubuhnya di kasur mengambil hp untuk menelpon Gisel.
......................
^^^"Lea kenapa ehm"^^^
"temani gue tidur sampai pagi yah"
^^^"baiklah Lea tidurlah gue akan menemani Lo sampai pagi"^^^
"iya"
Lea mulai menutup matanya tertidur masuk ke alam mimpi dengan hpnya di atas meja lampu tidurnya.
keesokan paginya Lea terbangun mengumpulkan nyawa lalu berlari ke kamar mandi untuk mandi selesai itu memakai seragam sekolah. Lea langsung mengambil hp mematikan telpon Gisel lalu keluar dari kamar masuk ke lift ke lantai satu ruang makan.
"morning" sapa Lea saat berada di ruang makan keluarga di sana sudah ada yang lain.
"morning cantik/ pagi princess" mereka menyapa balik Lea, Lea duduk disamping bunda dengan tenang dengan dengan Sigap Indah mengambilkan makanan untuk Lea.
"makan yang banyak yah sayang" Lea mengangguk pelan menatap makanan yang di ambilkan oleh bundanya.
"sebenarnya gue nggak mau sarapan nasi goreng tapi karena bunda yang mengambilkan jadi nggak apa-apa" Lea memasukkan sarapannya di mulutnya.
"sayang kau mau makan udang?" Lea menatap binar bunda mendengar nama udang.
"iya Lea mau ayo cepat mana udangnya Lea tidak sabar mau makankannya" bunda berdiri dari kursinya pergi di dapur. bunda kembali sampai memegang dua piring di tangan sambil tersenyum kembali ke tempat duduknya.
"nah makanlah udang saus tiramnya bunda masak khusus untuk Lea putri kesayangannya bunda dan kepiting untuk Ares ayah dan Sena" bunda menaruh udang.
"makasih" bunda mengangguk pelan mereka langsung mengambil kepiting lalu memakannya dengan lahap.
"apa kalian tidak sakit perut memakannya?" Lea menatap mereka bertiga horor sambil membayangkan wajah kesakitan mereka bertiga.
Sena menatap sejenak Lea "nggak tuh" Lea diam melanjutkan sarapannya.
"plok alur ceritanya sudah berubah seratus persen dari yang ada di novel yang anda baca waktu itu karena kedua pemeran antagonis sudah akan masuk ke hvs hari ini seharusnya mereka masuk beberapa hari lagi tapi sekarang entah apa yang terjadi" Lea mendatarkan wajahnya mendengarnya.
"bunda bisa tidak Lea bawa Icha ke sekolah" bunda menghentikan sarapannya menatap intens Lea.
"tentu saja boleh tapi ingat jangan sampai dia membuat kekacauan di hvs" Lea langsung mengembangkan senyum manisnya membuat mereka semua gemes.
selesai Lea sarapan langsung pergi ke kamar kucing sesampainya Lea memasukkan Icha di kandang kucing lalu membawanya pergi. Lea langsung masuk ke mobil melajukan dengan kecepatan tinggi hingga sampai di area sekolah.
"Lea" Lea berbalik tersenyum tipis merentangkan kedua tangannya membuat keenam gadis tersebut langsung berhamburan memeluk Lea.
dari kejadian seorang gadis menatap Lea marah di campur kesal mengepalkan kedua tangannya.
"Lea karena kehadiran Lo di gue nggak bisa merebut perhatian most wanted" batinnya pergi dari sana dengan muka memerah marah.
"mereka bertujuh akan cantik"
"mereka pantas jadi salah satu most wanted cewek hvs nih"
"sudah cantik kaya pintar lagi pis calon mantu idaman nih mah"
"paling Lea cantik imut yah walaupun dia jarang tersenyum tapi tak apalah yang penting tdk seperti kakaknya Sena yang bicara panjang tapi muka beh datar dan dingin"
plak
"Jangan ngomong gitu nanti Sena dengar Lo baru tau rasa lo setelah di hajar olehnya"
"sakit bego gue juga tau"
"dasar cewek nggak tau malu malah menyalahkan gue karena nggak bisa mendapatkan perhatian most wanted" Lea dkk melepas pelukan mereka.
meon
Icha mengelus-elus kaki Lea meminta untuk di gendong Gisel yang melihat Icha langsung menggendongnya lalu mengelus bulu putih Icha.
"kucing siapa Lea?" Lea melangkah satu kali lalu mengelus bulu Icha yang ada di gendong Gisel.
"kucing gue imutkan nama Icha" Gisel mengangguk pelan memberikan Icha ke gendong Lea.
"dia mirip dengan cuti kucing Lo dulu" Lea tersenyum tipis mengelus bulu Lea lalu pergi dari sana diikuti oleh yang lain.
"dah kita pisah di sini yah" mereka semua langsung berpecah pergi karena beda kelas sekarang tinggal Gisel dan Lea di sana. mereka pergi ke ruang olimpiade tempat mereka berdua belajar sekaligus untuk latihan olimpiade yang akan di adakan tiga hari lagi.
"baiklah kalian berempat dengar saya baik-baik tiga hari lagi olimpiade akan diadakan jadi Jangan membuat hvs malu dengan kelakuan kalian tidak apa kalo kalah asal kalian berperilaku baik dan jangan sombong" Bu Mila memberikan selembar kertas jawaban dan soal lalu kembali ke tempat menjelaskan cara kerja soalnya.
"kalian sudah mengerti maka selesai soalnya" setelah selesai menjelaskan bu Mila langsung menyuruh mereka mengerjakan soal.
mereka berempat langsung mengerjakan soal dengan serius tanpa mengalihkan pandangannya ke kerja soal dan jawaban. setelah selesai mengerjakan soalnya langsung mengumpul kerja soal dan jawaban masing-masing.
"Lea gue takut" Lea menatap Gisel dengan cemas langsung memeluk sambil mengelus punggung belakang Gisel.
"tenang sekali kita bukan lagi di keluarga itu sekarang kita sudah punya keluarga baru jadi kita tidak akan mendapatkan penekanan lagi" Gisel sedikit tenang mendengar bisikan Lea lalumembalas pelukannya.
"dasar para ****** alay" Lea mendengarnya kesal tapi masih menahannya Gisel melepas pelukannya lalu tersenyum.
"Kantin" tidak ada angin Alex langsung menarik Lea pergi ke kantin Gisel yang melihat membulatkan kaget langsung mengikuti mereka berdua.
"sialan gue yang harus diperlakukan seperti itu oleh Alex buka Lea" Gracia mengepalkan kedua tangannya lalu pergi mengikuti ketiga ke kantin.
sesampainya di kantin Alex melepas tangannya pergi ke tempat Sena dan yang lain sedang Lea dan Gisel pergi ke tempat sahabat-sahabatnya.
"akhirnya Lo berdua datang ayo makan kita sudah pesanin Lo berdua" cia menaruh makanan di depan Lea dan Gisel yang baru saja duduk.
"makasih" Lea dan Gisel memberikan saos sambal banyak lalu memakannya dengan Pelan menikmati makanannya.
brak
Lea dan Gisel tersedak dengan cepat Kanya dan Tiana menyodorkan minum untuk mereka berdua yang lain menatap tajam orang yang mendobrak meja.
"Lo apa-apa sih maen dobrak meja orang" gadis tersebut tidak menghiraukan ucapan Gracia.
"jauhin Alex" gadis tersebut merupakan Gracia protogonis wanita.
"memang Lo siapa ngelarang-larang Lea jauhin Alex" Gracia menunjuk Gracia dan kedua temannya dengan kesal.
"gue bukan siapa-siapa tapi gue suka dengan Alex jadi gue berhak ngelarangnya" Gracia mengambil juz yang ada di depannya lalu menyiramnya di kepala Lea.
plak
Gracia memegang pipinya yang di tampar oleh cia dengan kuat yang lain melihat cia menampar pipi Gracia langsung ikut membuliy Gracia dan tidak lupa dengan kedua temannya tentunya.
"Sena" bara yang melihat Sena mengepalkan tangannya marah memanggilnya tapi di hiraukan olehnya. Sena berjalan ke meja Lea dkk sesampainya di sana Sena langsung mengendong Lea ala bridal style membawa pergi dari sana membawa Lea pergi.
"ganti seragammu Lea di dalam ada seragam nanti berikan uang ini untuk membeli" Sena memberikan uang Lea tapi menolaknya dengan halus.
"tidak usah kk Lea masih ada uang yang berikan oleh ayah malah masih utuh, Lea di antara ke sini semua senang jadi Kaka pergilah" Lea mendorong sedikit Sena lalu masuk ke dalam di sana ada guru
skip pulang
sekarang Lea sudah berada di mansion ruang keluarga dan serangannya Juga sudah diganti dengan pakaian santai.
"bun Sena dengar kalo Beberapa jam yang lalu terjadi kecelakaan dan korbannya pengantin baru" Sena memulai gosipnya.
"yang benar kasih sekali dia baru saja menikah sudah mendapatkan musibah" bunda menggeleng pelan mendengar.
"ayah dengan sih kalo kejadian berada di jalan jangan pacaran" kakek ikut mengosip tentang hal ini.
"katanya sih bajunya tersangkut di rantai motor saat akan pergi kesiarah kubur di makam keluarga" Lea Hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka hingga terdengar suara hp berdering.
driing
bunda langsung mengangkat telponnya entah mengapa perasaan tidak enak seperti mendapatkan kabar yang kurang mengenakkan.
^^^"apa benar ini dengan bu Nesya"^^^
"benar ada apa yah?"
^^^"saya ingin mengabarkan bahwa suami anda Ares mengalami kecelakaan beruntun di dekat Pertamina dan sekarang mengalami akan di rujuk ke rs mohon agar anda kesini"^^^
"baiklah saya akan ke sana tolong Sherlock lokasinya" bunda mematikan telpon dengan tubuh gemetaran.
"bunda ada apa kenapa bunda tiba-tiba gemetaran seperti ini?" Lea langsung menghampiri bunda dengan terlihat gelisah.
"ayah kalian kecelakaan dan ahh bunda sudah mengadakan lokasi ayah di rawat" bunda yang melihat pesan dari hp langsung pergi dari sana dengan buru-buru memangil sopir Lalu pergi dari sana dengan tubuh gemetaran.
"bunda" Lea berlari mengikuti bunda tapi sayang media terlambat bunda sudah pergi.
"kek bunda" kakek menggeleng pelan mengelus rambut Lea lalu naik ke mobil di dalam ada sopir pribadi kakek. Sena dan Lea hanya diam membisu melihatnya Sena mengelus rambut Lea lalu menelpon Calvino untuk menenangkan Lea.
"masuklah dek kakak akan menyusul kakek dan bunda ke puskesmas" dengan tatapan kosong Lea mengangguk pelan masuk ke dalam. Sena yang melihat tersebut menghela nafas panjang langsung pergi ke Bagasi mengambil motornya lalu pergi dari sana.
"hiks hiks ahkk hiks" Lea langsung menangis berteriak tanpa suara saat sampai di kamar dengan menyembunyikan wajahnya di bantal.
Calvino yang baru saja datang langsung naik ke kamar Lea awalnya dia ada urusan dekat mansion Atmajaya tapi diundur karena mendapat telpon dari Sena tadi. Calvino meminta kunci cadangan kamar Lea dari pelayan lalu langsung masuk ke dalam kamar di mendekati Lea yang menangis.
"tenang yang ayah pasti baik-baik saja" calvino mengelus rambut Lea lalu berbaring memeluk Lea sambil mengelus-elus rambutnya.
Lea yang merasa elusan calvino memperbaiki cara tidur yang berhadapan dengan tunangannya sedang air mata yang mengalir deras di pipinya. Calvino menghapus air mata Lea sambil tersenyum lalu kembali memeluk Lea dengan wajahnya di leher Lea.
......................
di rs
"kenapa bisa sih kecelakaan?" bunda menatap ayah dengan khawatir sambil menghela nafas panjang.
"waktu itu ayah berkendara dengan kecepatan sedang tiba-tiba mobil mengangkat barang yang besar tiba-tiba saja belok yang memenuhi jalan jadi aku tidak bisa mengelak dari kecelakaan itu" ayah menghela nafas panjang Sena yang mendengar kesal dengan penguna kendaraan itu.
"yang penting kau tidak apa-apa nak kau tau seberapa besar kekhawatiran istri dan kedua anakmu" kakek bersyukur dalam hati karena ayah tidak apa-apa hanya para tulang saja.
"itu karena aku melompat yah coba saja kalo tidak pasti aku akan tewas saat ini juga" Sena hanya diam tapi di hati sangat sakit melihatnya ayahnya berbaring di ranjang rs.
"apa kata dokter tadi Neysa?" bunda yang terbenung menatap ayah sambil mengusap pipi langsung menatap kakek.
"kata dokter ayah baik-baik saja hanya saja tulang kakinya sedikit bermasalah nanti malam Ares akan di urut supaya bisa berjalan seperti semula" bunda menjelaskan apa yang di katakan dokter padanya tadi.
"bunda Sena kabarin Lea dan kak kyler dulu" Sena keluar dari ruangan tersebut lalu menelpon Kyler memberikan taukan kalo ayah kecelakaan lalu setelah itu mengabari Lea.
malam akhirnya tiba sekarang bunda kakek dan Sena berada di depan ruangan ugd untuk menunggu Ayah selesai di urut. selesai di urut Ayah langsung di pindahkan setelah siuman dari obat bius yang di suntikan oleh dokter tadi agar tidak sakit.
mana yang bener?🤔