NovelToon NovelToon
Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal

Status: tamat
Genre:Komedi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mumtazah

Afifah Fitria Achmad, Gadis 20 Tahun dari keluarga Sederhana. Afifah di juluki kembang desa karena wajahnya sangat ayu dan kalem, berkulit putih, hidung kecil yang tidak terlalu mancung.

ayahnya sudah 3 tahun meninggal dunia. kini ia hanya tinggal bersama ibu (Zainab) dan adik nya Zakir Achmad yang masih duduk di sekolah menengah Akhir.
Afifah sangat suka memasak, bahkan ia sudah bisa memasak sendiri tanpa bantuan dan menghafal banyak resep makanan sejak berumur 12 tahun.

suatu hari, di puskesmas tempat ia dan ibu nya berjualan. kedatangan seorang Dokter muda yang dingin, cuek dan sedikit sombong.
bagaimana pertemuan dan kisah mereka. akan kah bumbu bumbu Afifah bisa menaluk kan hati dokter tersebut? simak kisah nya ya.

kisah hanya menceritakan tentang sebuah cinta yang berawal dari masalah perut, dan perubahan sikap seorang doktor yang sombong, cuek dan dingin akan menjadi bucin dan posesif 😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Imbas

El mengayuh sepeda nya dengan santai menuju rumah nya. ia melewati jalan tembusan, karena itu akses terdekat. jika melewati jalan utama harus berputar melewati jalan besar.

namun di tengah-tengah perjalanan, ia melihat afifah bersama seorang laki-laki. awalnya El kira itu adalah ustadz amir, namun saat semakin dekat ternyata itu bukan lah ustadz amir. El pun awalnya cuek, namun saat semakin dekat El melihat jelas wajah afifah seperti ketakutan. tanpa di sangka, afifah langsung berlari menghampiri El.

"Pak, tolong aku" lirih afifah

"ada apa ini?" ucap tanya El dengan sangat ramah, memandang laki-laki tersebut.

"Kamu jangan ikut campur. kamu juga bukan orang asli sini. jadi jangan macam-macam" jawab laki-laki itu dengan begitu tengil nya

"yasudah, ayo pulang fa. aku akan mengantarmu" El pun menuntun sepeda nya.

"aku bilang jangan ikut campur" bentak laki-laki itu sambil menarik tangan afifah kasar

"Mas Adi" teriak afifah.

El pun mendekat dan langsung menghempas tangan Adi, sehingga genggaman Adi di pergelangan tangan afifah terlepas. mata Adi pun melotot dan merah.

El langsung menarik afifah "dia calon istriku! jadi jangan macam-macam"

afifah terdiam

"Kau" adi menuding wajah El

"Apa kamu gak malu? setelah di tolak masih saja gangguin dia?" El pun langsung menarik afifah dengan tangan kiri nya. sedangkan tangan kanan nya menggandeng sepeda nya.

Adi langsung diam di tempat "Jadi benar rumor mereka pacaran?" lirih adi "Aaaahhh... Berensek!" teriak adi sambil mengancak-acak rambutnya.

setelah cukup jauh, afifah pun pamit kepada El untuk pulang sendirian. dan El pun hanya mengangguk.

"Gak tau Terima kasih" batin El

karena El cuek, ia pun langsung masuk dan makan bubur yang tadi ia beli di pasar. sementara afifah, walau sudah 30 menit berlalu, jantung nya masih saja berdetak kencang. bukan karena di hadang oleh Adi, namun karena El dengan berani nya mengatakan kalau dia adalah pacar nya.

sore hari, andi berada di rumah afifah. ia terlihat meneteng sebuah rantang. setelah itu, andi membawa nya ke rumah El.

"Pak, ini dari afifah. katanya Terima kasih sudah menolong nya tadi" ucap andi kepada El setelah masuk ke rumah El

El terdiam, memandang sebuah rantang putih dengan motif bunga-bunga tersebut. "yasudah, bilang ke afifah Terima kasih"

"iya Pak, emang bener ya tadi dia di hadang sama Juragan Adi?"

"iya. pasti kamu habis bergosip ya" tebak El

"enggak tadi afifah cerita"

"hmm... " karena El sangat cuek ia tak menanggapi dan tak memikirkan lagi masalah tadi.

___

afifah terlihat berbaring memeluk sebuah guling. ia masih memikirkan kejadian tadi. namun sebuah senyuman terukir di bibir nya.

"kenapa dokter El bilang aku calon istrinya. apa jangan-jangan dia suka beneran kepadaku?" wajah afifah langsung merah ia merasa sangat malu sendiri. hingga perlahan-lahan ia mulai terbawa ke arus mimpi.

pagi hari, afifah tengah berada di kebun milik pak lek nya. seperti biasa, afifah menggunakan baju tertutup agar matahari tidak membakar kulit putih nya.

karena hanya menyemprot tanaman cabe saja. jam 10 siang afifah sudah kembali ke rumah nya. satu jam lebih cepat dari biasanya.

"bu.. kok banyak banget?" tanya afifah setelah melihat porsi makanan yang di masak oleh ibu nya lebih banyak dari biasanya.

"sebentar lagi jam makan siang, tadi ibu ketemu andi. ibu sampaikan kalau nanti ibu anterin makanan buat dokter El. tanda Terima kasih sudah nolongin kamu"

"tapi kemarin kan sudah bu"

"gakpapa"

"yasudah, afifah mandi dulu"

"hemmm" jawab bu zainab

setelah membersihkan badan, afifah sibuk memilih pakaian. ia ingin tampil cantik, sama seperti waktu saat afifah hendak bertemu ustadz amir. ya mungkin kejadian kemarin membuat afifah GR. meski afifah sudah menyingkirkan nya. tetap saja perasaan tidak bisa di bohongi kan.

Cacing di perut El sudah berunjuk rasa di dalam. El melangkahkan kaki nya untuk kembali keruangan pribadi nya. namun saat hendak belok, ia melihat afifah duduk dengan memangku sebuah rantang, dan rantang itu milik El.

"ngapain kamu kesini?" tanya El stelah berdiri di depan afifah.

afifah yang sedang fokus dengan HP nya pun kaget dengan kedatangan El "pak?" afifah pun berdiri "hmm.. ini pak, saya mau mengembalikan rantang bapak. sama aku bawain makan siang dari ibuku"

"ayo ikut ke ruangan ku" El berbalik, afifah pun mengekor di belakang El.

karena jam makan siang, hampir semua orang berada di meja pribadi masing-masing. semua orang menjadi bertanya-tanya kenapa afifah ada di sana dan berjalan mengikuti El.

di dalam ruangan, El langsung makan makanan itu, karena ia sangat lapar. afifah pun yang melihat nya bengong. kalau orang ganteng, mau seperti apapun tetap saja ganteng. batin afifah.

setelah selesai makan, El nampak kaget karena disana ada afifah. sangking laparnya, ia sampai lupa bahwa ada afifah disana.

"fah.. " panggil El

"iya pak?" jawab afifah

"Terima kasih, sampaikan salam ku kepada ibu mu"

"iya pak" suasana pun menjadi canggung "yasudah pak, saya permisi. mau pulang" afifah berdiri

"hemm.." jawab El sambil mengangguk

namun saat hendak membuka pintu. tiba-tiba andi masuk sehingga afifah terbentur oleh pintu dan terjatuh.

El pun langsung berdiri dan membantu afifah bangun. "andi, Berhati-hatilah" ucap El setelah afifah sudah duduk di sofa

"maaf ya fah, aku benar-benar gak tau"

"iya gakpapa"

"kening mu merah, nanti malam itu akan nyeri." ucap El "sebentar aku beri obat"

setelah itu, afifah pulang. dan di puskesmas menjadi sedikit heboh. tentu saja karena afifah datang kesana membawa makanan.

dan seperti biasanya, bagai asap yang terkena angin. berita tersebut langsung menyebar kemana-mana dalam waktu 24jam.

"Sialan... mereka benar-benar pacaran" umpat Adi sambil menggubrak meja

disisi lain, adapula yang bersedih, yaitu ustadz amir. ia pun menanyakan nya kepada ayu. namun ayu membantah dan mengatakan bahwa itu hanyalah gosip belaka.

ustadz amir pun menjadi bingung, ia ingin sekali melamar afifah, namun hanya sekedar bicara dengan keluarga nya ia tak seberani itu. apalagi setelah kejadian kemarin. mau tak mau ustadz amir pun datang menemui afifah kembali. ustadz amir memberanikan diri pergi ke kebun tempat afifah berkerja. namun sayang nya afifah tak ada di sana karena ikut pak lek nya ke balai desa untuk mengurus beberapa surat nikahan Hilda.

lalu bagaimana dengan El? tentu saja ia juga mendengar nya dari andi. tetapi El hanya diam, ia tak bisa berkata apapun. jika ia membantahnya otomatis Adi akan mendengar nya dan akan kembali menganggu afifah. atau Adi merasa bahwa El dan afifah tak jadi menikah. dan itu menjadi kabar yang menggemparkan kembali. imbas nya afifah lagi-lagi tercoreng nama nya.

*seharusnya aku tak mengatakan dia calon istriku. baiklah El, kau sudah masuk ke kandang singa.

___

**jangan lupa tinggalkan jejak ☺☺☺***

1
Siti Sopiah
hanya di novel ini q menjumpai acara Sholawatan,yasinan.tahlilan dsb acara dlm islam.tq Thor
Siti Sopiah
setidaknya Sabrina masih punya keluarga lengkap walau di gunjing warga .tak seperti Afifa dulu.dia hanya punya ibu dan adik.sekarang baru ustaz Amir tau bagaimana rasanya jadi afifah.memang hancur sehancur hancurnya.nasib baik ada dokter El yg dtg yg jd pahlawan
Siti Sopiah
disini Kyai Jalil yg sombong egois tak pernah memikirkan perasaan org lain.semua.maunya ikut kepala otak dia sendiri.
Siti Sopiah
ngucap salam tak.asal iangan tinggalkan sholat...tp dilihat dr perangainya si Elex ni MGKN dia jg tak sholat kalau tak tinggal dgn ke 2 org tuanya
Siti Sopiah
perjuangkan cintamu Exel.kamu kan laki2. i know you can do'it.
Siti Sopiah
Adamemang minta di ucek2 sama Elex
Siti Sopiah
ibadah sholat harus dipaksa sebab sama anak sendiri,
Siti Sopiah
sayang sekali Exel sejak sekolah di Amerika tdk pernah sholat.belum lg suka berbuat hina ..pasti hancur hati mommy mu Exel
Siti Sopiah
mertua laknat.jangan hiraukan fah.yg penting kamu bahagian bersama keluargamu...nanti kalau Lastri sdh mau out dr dunia baru dia akan menyesal saat maut menghampiri
nya
Siti Sopiah
alamak habislh Exel hancur hati mommy mu
Siti Sopiah
pasti Elexa tak suka dgn Omanya yg sombong.busuk hati sama Afifah
Siti Sopiah
Exel sudah tertarik sama kelinci.sabrina si gadis kecil muslimah
Siti Sopiah
si ana ini mau cari mati saja.
Siti Sopiah
si Lastri sombong sekali seperti kacang lupa akan kulit
Siti Sopiah
mampus kau Lastri siap2 masuk lokap.atau kena cerai lgsg dr suami mu
Siti Sopiah
salahmu sendiri dokter.orang mau dicerai kok malah mau di buntingi .nggak mikir
Siti Sopiah
Afifah dah mati rasa dgn sikapnya El..bagus fah live mus go'os on
Siti Sopiah
dasar dokter tak tau hukum agama.katanya sdh bersyahadat tp tk prnh sholat.buta agama
Siti Sopiah
Hilda cari muka lah tu
Siti Sopiah
kicep kau lastri.gak sadar diri dulu kaupun bukannya org kaya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!