NovelToon NovelToon
Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: SkySal

Ameer Alfatih adalah seorang ustaz muda yang menolak dijodohkan dengan Hana Karimah. Sepupunya yang cantik dan penghafal Qur'an.
Satu-satunya alasan Ameer menolak wanita yang hampir sempurna itu adalah Meizia, seorang wanita yang terkesan misterius tetapi berhasil merebut hati Ameer di pertemuan mereka.
Namun, sebuah kenyataan pahit harus Ameer terima ketika ia tahu Meizia adalah seorang wanita malam bahkan putri dari seorang mucikari.

Maukah Ameer memperjuangkan cintanya dan membawa Meizia keluar dari lembah dosa itu?
Dan maukah Meizia menerima pria yang merupakan seorang Ustaz sementara dirinya penuh dosa?
Lalu bagaimana dengan nasib Hana?

"Aku terlahir dari dosa, membawa dosa, sebagai dosa bagi ibuku dan hidupku pun penuh dosa. Kau terlalu suci untukku." Meizia

"Tak ada manusia yang luput dari dosa, tetapi juga tak ada manusia yang lahir membawa dosa meski ia terlahir dari dosa." Ameer Alfatih

"Ikhlas dengan takdir Tuhan adalah kunci ketenangan hidup." Hana Karimah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Saatnya Memilih

"Aku akan sedikit terlambat pulang, Ummi," kata Ameer pada sang Ibu yang saat ini berbicara dengannya di telfon.

"Memangnya kamu mau kemana, Ameer? Malam ini Hana sama orang tuanya mau ke rumah katanya," ujar sang Ibu dari seberang telfon.

"Aku ada sedikit urusan, Ummi," jawab Ameer. Tak mungkin ia memberi tahu yang sebenarnya juga tak mungkin ia berbohong, jadi akan lebih baik jika ia tak memberi tahu bahwa saat ini dirinya dalam perjalanan ke rumah sakit untuk menjenguk Meizia.

"Ya sudah, tapi jangan terlalu lama. Di luar mendung, Ameer. Sepertinya akan hujan dan ini sudah maghrib, kamu sholat dimana?"

"Sebentar lagi aku akan ke masjid, Ummi," kata Ameer yang memang melihat sebuah masjid tak jauh di depan sana. "Nanti aku telfon lagi, Ummi, Assalamualaikum."

"Waalaikum salam."

Setelah mendengar ucapan salam sang Ibu, Ameer langsung melajukan mobilnya lebih cepat agar ia cepat sampai ke masjid.

Sesampainya di sana, Ameer menjadi pusat perhatian karena wajahnya yang babak belur. Ameer hanya bisa melempar senyum canggung pada orang yang menatapnya itu.

Saat berwudhu, tanpa sadar Ameer meringis. Rasanya cukup perih, apalagi dibagian tulang pipinya dan di bibirnya.

Tadinya Ameer mau sholat sendirian, tapi ia melihat imam masjid sehingga memilih menunggu.

Sholat bersama dilaksanakan, dalam sujudnya Ameer memohon dengan segenap jiwa agar Meizia mendapatkan pertolongan dari Tuhan semesta alam.

Setelah sholat selesai, ia pun melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.

Ia kembali melihat catatan yang diberikan oleh Jenny untuk memeriksa di kamar nomor berapa Meizia di rawat.

"No 171, lantai 3," gumam Ameer.

Ia pun segera masuk ke lift untuk mencapai lantai tiga, ia berjalan cepat mencari kamar nomor 171.

Namun, ternyata kamar Meizia dijaga oleh dua orang laki-laki yang bertubuh kekar. Ameer pun terpaksa mencari cara lain agar bisa menemui Meizia tanpa harus menghadapi dua pria itu.

Ameer melihat seorang Dokter yang melintas di depannya dan Dokter itu memegang jas kedokteran. Ameer mengikuti pria itu yang masuk ke sebuah ruangan dan ia meletakkan jasnya di meja. Dengan cepat Ameer mengambil jas itu, tak lupa ia juga mengambil satu masker untuk menutupi wajahnya yang babak belur.

Setelah itu, ia bergegas ke kamar Meizia. Dan benar saja, kedua pria hanya memandang Ameer tetapi tak menghentikan Ameer.

"Meizia?" panggil Ameer dengan lembut sembari buka maskernya.

Sementara yang dipanggil saat ini terbaring pucat di atas ranjang, dan Meizia terbelalak melihat Ameer apalagi wajah pria itu babak belur.

"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Meizia tetapi Ameer langsung meletakkan jarinya di bibir, meminta Meizia tak berbicara lantang.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Meizia yang kini merendahkan suaranya.

"Aku bingung mencarimu," jawab Ameer.

"Maaf, aku tidak menepati janjiku." Meizia tertunduk sedih. Namun, ia kembali mendongak dan mengulangi pertanyaan yang tadi. "Ada apa dengan wajahmu? Kenapa kamu terluka?" Kecemasan terlihat jelas di wajah wanita itu.

"Untuk memperjuangkan hakmu," jawab Ameer yang langsung membuat Meizia terhenyak.

Ameer mendekati Meizia yang kini hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca, tatapan Ameer tertuju pada lengan kiri Meizia yang diperban.

Benar dugaannya, wanita itu kembali menantang maut.

"Aku mencarimu untuk membawamu pergi, Zia, untuk menjemput hakmu, memperbaiki hidupmu dan mengembalikan martabatmu."

Air mata Meizia langsung tumpah bersamaan dengan itu ia tertawa hambar karena kata-kata Ameer yang terlalu indah untuknya.

"Aku tidak punya martabat," lirih Meizia, bibirnya tersenyum. Namun, itu adalah senyum mencibir yang tertuju untuk dirinya sendiri. "Mama selalu bilang bahwa aku lahir dari dosa, membawa dosa dan akan hidup seperti itu."

Ameer menggeleng pelan dan dengan lembut ia berkata, "Tak ada satupun anak di dunia ini yang lahir membawa dosa meski dia terlahir dari dosa atau sebagai dosa orang tuanya, Meizia."

"Tapi faktanya begitu," sanggah Meizia sembari mengelap air matanya dengan punggung tangannya.

"Kamu salah faham karena yang memberimu faham adalah orang yang salah," tukas Ameer. "Kita semua hidup di atas bumi ini tidak ada yang luput dari dosa. Dan kita hidup di atas bumi dimana berkah dan penyakit ada, kamu hanya harus memilih akan melangkah di atas apa, Meizia."

"Aku sudah mencoba memilih, Ameer," sergah Meizia yang tampak mulai emosi. "Sejak dulu aku mencoba memilih agar tidak seperti Mama, aku bahkan berusaha mengeluarkan Mama dari dunia kelamnya. Tapi apa? Justru aku terjebak."

Mata Meizia memerah, air mata mengalir semakin deras di pipinya tetapi ia terus menyekanya.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara petir yang menyambar yang disusul dengan gerimis.

"Bahkan saat kamu mengulurkan tangan dan aku ingin meraihnya, takdir buruk itu tetap mendatangiku. Seolah ingin menegaskan bahwa aku tidak bisa memilih," tukas Meizia lagi dengan suara yang tercekat. "Semuanya sudah berakhir."

Hati Ameer seperti diremas saat melihat luka dan putus asa di mata wanita Meizia.

"Ini belum berakhir," tegas Ameer. "Ikutlah denganku sekarang maka kau akan melihat ada begitu banyak pilihan di luar sana."

Meizia menatap Ameer dan pria itu tampak sangat serius seperti biasa. "Kali ini aku tidak akan lengah, aku tidak akan membiarkan kamu kembali ke tempat itu." Ameer kembali meyakinkan.

"Apakah benar-benar ada pilihan di luar sana?" tanya Meizia untuk memastikan.

"Ada." Ameer menjawab dengan tegas.

"Bagaiamana jika aku masih tidak bisa memilih?"

"Pegang tanganku biar aku yang memilih untukmu."

"Apa yang akan kau pilih untukku?"

"Jalan menuju tasbih cinta-Nya."

1
Vivo Blue
Luar biasa
Erina Munir
kok aku ga ketemu ya thoor...judulnya
Erina Munir
thoorr..akuu bacanya bapeeerr bangeett....daleemm bangeet thoor...😍😍😍
Erina Munir
/Ok//Ok//Good//Good//Good/
Erina Munir
banyak pelajan yg bisa d petik dri kisah ini ya thor....terimakasih othoor...udb bikin cerita yg sangat memotifikasi pembaca.../Angry//Angry//Angry/
Erina Munir
😍😍 senangaat hanaa....
Erina Munir
fotocopyan Meizia
Erina Munir
ada yg baik..ada yg tdk baik ya thor
Erina Munir
klo aku ga sanggup ituu...
Erina Munir
apa akhir dri kisah ini...hana akan berjodoh dngn Ammeer ya thoor
Erina Munir
😭😭😭😭😭😭😭😭 meweek akuuhh
Erina Munir
sdh ku duga padti begini jdinya..othooor...jdi sediih niihh
Erina Munir
thooor...jngn d bikin zia meninggoy ya thoorr
Erina Munir
mulai deh bergosip..biasa ngebongkar k busukan orang paling hoby mak2
Erina Munir
ya Allah...jadi syafik n ibunya hana meninggal d tempat...klo kata orang tua dulu..klo udh mau nikah jngn kemana nana dulu....
Erina Munir
innalillahii...ya Allah..
Erina Munir
ya Allah Meiziaa...semoga meizia baik2aja
Erina Munir
Aamiin Allahuma Aamiin..
Erina Munir
ibu hamil laper aja bawaannya...🤣🤣🤣
Erina Munir
semoga d lancarkaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!