Zaskia harus menelan pil pahit, menjelang pernikahannya yang tinggal menghitung hari, dia dihadapkan kalau Adnan calon suaminya itu selingkuh dengan temannya sendiri bahkan sampai hamil.
Sedih, hancur, marah, bahkan trauma harus dirasakan oleh Zaskia. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyembuhkan luka dalam hatinya.
Tapi bagaimana jika sudah sekian lama bisa melupakannya, tiba-tiba saja dipertemukan kembali dalam situasi dan kondisi yang berbeda.
Akankah Zaskia memaafkan dan kembali kepada sang mantan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan Perasaan Arya
Tidak terasa waktu pulang pun tiba, Zaskia segera pergi ke parkiran untuk mengambil motornya. Zaskia mulai melajukan motornya begitu pun dengan Arya, Zaskia melajukan motornya dengan kecepatan sedang sembari menikmati suasana sore yang cerah itu.
Hingga tiba-tiba motor Zaskia tiba-tiba berhenti.
"Loh-loh, kok motornya berhenti sih? padahal bensin masih banyak," seru Zaskia.
Zaskia pun turun dari atas motornya dan memeriksa motornya itu.
"Masa iya, sudah mogok lagi padahal kan baru selesai diperbaiki," gumam Zaskia.
Zaskia bingung harus bagaimana, sedangkan bengkel masih jauh dari sana.
"Aku harus bagaimana ini? kalau aku pulang pesan gojeg, terus motornya bagaimana? apa aku dorong saja ya."
Akhirnya dengan terpaksa Zaskia mendorong motornya, hingga dari kejauhan Arya melihat Zaskia.
"Itu kan, Zaskia. Kenapa dia mendorong motornya?" gumam Arya.
Arya pun segera mempercepat laju mobilnya dan berhenti di samping Zaskia. Arya langsung turun dan menghampiri Zaskia.
"Motor kamu kenapa, Zas?"
"Mogok."
Zaskia terus saja mendorong motornya tanpa memperdulikan Arya.
"Ya sudah, kamu pulang bareng sama aku aja."
Zaskia tidak menggubris ucapan Arya, dia terus saja mendorong motornya. Arya tidak patah semangat, dia pun ikut berjalan menemani Zaskia.
"Bapak kenapa ikut jalan? aku bisa sendiri, jadi Bapak tidak perlu seperti ini," ketus Zaskia.
"Jalanan sepi seperti ini, jauh dari mana-mana, seorang wanita sendirian, itu bahaya bagaimana kalau ada begal."
Zaskia menghentikan langkahnya dan memberanikan diri untuk menatap Arya, Zaskia baru sadar kalau dari jarak dekat seperti ini, Arya sungguh sangat tampan sehingga Zaskia kembali bengong dan tidak lama kemudian memalingkan wajahnya.
"Aku bisa teriak."
"Yakin, bisa teriak? begal itu kan, pinter-pinter apalagi lihat wanita cantik seperti kamu. Sudah, lebih baik sekarang kamu ikut aku karena aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian di sini."
"Kok, Bapak jadi maksa gitu sih?"
"Karena kamu keras kepala, tidak memikirkan keselamatan diri sendiri. Ayo ikut aku saja," seru Arya dengan menarik pelan tangan Zaskia.
Zaskia yang kaget langsung menghempaskan tangan Arya.
"Bapak jangan lancang ya, karena aku gak suka orang asing pegang-pegang aku."
"Oke, aku minta maaf.
Zaskia pun melanjutkan jalan kakinya, tapi Arya tidak menyerah, dia terus saja mengikuti Zaskia. Hingga tiba-tiba cuaca gelap, dan hujan pun mulai turun. Zaskia panik, dia mencari tempat berteduh, dan dari kejauhan Zaskia melihat sebuah warung bekas pedagang kaki lima, dia pun dengan cepat berlari ke sana dan membiarkan motornya di pinggir jalan.
"Aku kan sudah bilang, motor biarkan di sini saja nanti aku hubungi bengkel untuk membawa motor kamu," seru Arya.
Zaskia tidak menjawab sama sekali, dia mulai memeluk tubuhnya sendiri karena sudah merasa kedinginan dan hujan semakin deras.
Arya yang melihat Zaskia kedinginan, akhirnya melepaskan jasnya dan hendak memakaikannya ke tubuh Zaskia tapi Zaskia menolak.
"Tidak usah, Bapak pakai lagi saja jasnya," tolak Zaskia.
"Tapi kamu kelihatan kedinginan seperti itu."
"Aku tidak apa-apa."
Arya tidak mau memaksa Zaskia, dia pun kembali memakai jasnya. Hujan semakin deras, dan cuaca pun sangat gelap. Tiba-tiba kilat muncul dan terdengar suara petir yang sangat keras membuat Zaskia takut dan tanpa sadar berlari memeluk Arya.
Arya yang sedang melamun tampak terkejut dengan pelukan Zaskia yang tiba-tiba, Zaskia semakin mengeratkan pelukannya saat mendengar petir yang saling bersahutan itu.
Perlahan Arya mulai membalas pelukan Zaskia, tubuh Zaskia bergetar hebat dan Arya tahu kalau Zaskia saat ini sedang mengalami ketakutan.
"Kamu tidak usah takut, ada aku di sini," seru Arya.
Setengah jam pun berlalu, dan selama itu pun Zaskia dan Arya saling berpelukan. Hingga hujan pun reda dan petir pun berhenti, Zaskia tersadar dan melepaskan pelukannya.
"Maaf, maafkan aku Pak," seru Zaskia gugup dengan menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu mesti minta maaf, aku tahu tadi kamu takut petir kan?"
Zaskia masih menundukkan kepalanya karena saat ini dia benar-benar sangat malu dan takut Arya menganggapnya sebagai wanita gatel yang sedang memanfaatkan situasi.
Zaskia hendak melangkahkan kakinya tapi Arya menahan lengan Zaskia.
"Zas, kenapa kamu begitu menjauhiku? apa kamu takut denganku? aku bukan orang jahat, Zas," seru Arya.
Zaskia terdiam...
"Semenjak aku melihatmu di mall waktu itu, aku merasa jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku sudah tahu cerita kamu dari Nenek Ainun, bisakah aku mengobati trauma kamu dan mengisi hati kamu yang kosong itu?" seru Arya.
"Aku masih trauma untuk menjalani suatu hubungan, aku takut Pak kejadian dulu terulang lagi dan aku belum siap untuk menerimanya lagi," sahut Zakia dengan deraian airmata.
Arya membalikan tubuh Zaskia dan menatap mata indah yang sekarang sudah berlinang airmata itu. Perlahan, Arya menghapus airmata Zaskia.
"Aku bukan mantan kamu, dan sifat kita berbeda. Aku pernah merasakan sakit di tinggal orang yang sangat aku cintai, namun bedanya wanita yang aku cintai sudah pergi ke surga karena penyakit yang dia derita. Tapi rasa sakit ditinggalkan sangat aku rasakan dan itu sangat menyakitkan, jadi bisakah kita menjalin hubungan dan mengobati rasa sakit yang sama-sama sudah kita alami?"
Zaskia lagi-lagi hanya bisa terdiam, dia tidak bisa menjawab ungkapan perasaan Arya. Selain Zaskia belum mengenal Arya, Zaskia juga masih merasa takut akan menjalani suatu hubungan.
"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, kamu pikir-pikir saja dulu karena aku akan setia menunggu jawaban darimu, kapan pun itu."
Arya segera menghubungi orang bengkel dan menyuruh datang ke lokasi untuk membawa motor Zaskia. Tidak membutuhkan waktu lama, orang bengkel itu datang dan segera membawa motor Zaskia.
Arya dengan cepat berlari menuju mobilnya dan berhenti di depan Zaskia yang masih terdiam.
"Ayo masuk!"
Zaskia pun perlahan masuk ke dalam mobil Arya, dan Arya mulai melajukan mobilnya. Selama dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan sama sekali dan Zaskia memilih memalingkan wajahnya ke luar jalanan.
.
.